Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Akuntansi Multiparadigma

HISTORIOGRAFI AKUNTANSI INDONESIA MASA MATARAM KUNO (ABAD VII-XI MASEHI) Lutfillah, Novrida Qudsi; Sukoharsono, Eko Ganis
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.984 KB)

Abstract

Abstract. Historiography of Indonesian Accounting in The Ancient Mataram Kingdom Era (VII-XI Century). Historiography or historical writing in the history of scienceis the culmination of the entire history of the research activities. Historiography accounting in Indonesia can be seen in the study of accounting history of the Singosari Kingdom (1222-1292) and the study of accounting history during the reign of King Udayana, Bali (989-1011). This study used social archeology method as an analytical tool to explore the accounting historiography in the Ancient Mataram Kingdom (8-11 centuryAD), focusing on Taxation Accounting. Recording and reporting activities of taxation as the royal income indicates that the activity occurs contains the value of “Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe".Abstrak: Historiografi Akuntansi Indonesia pada Masa Mataram Kuno (Abad VII-XI Masehi). Historiografi atau penulisan sejarah dalam ilmu sejarah merupakan titik puncak seluruh kegiatan penelitian sejarah. Historiografi akuntansi di Indonesia dapat dilihat pada penelitian tentang sejarah akuntansi masa kejayaan Kerajaan Singosari (1222-1292) dan penelitian sejarah akuntansi pada masa pemerintahan Raja Udayana Bali (989-1011 Masehi). Penelitian ini menggunakan metode sosial arkeologi sebagai alat analisis dalam mengeksplorasi historiografi akuntansi di Jawa masa Kerajaan Mataram Kuno (abad 8-11 Masehi), dengan fokus pada Akuntansi Perpajakan. Pencatatan dan pelaporan aktivitas perpajakan sebagai pendapatan kerajaan mengindikasikan bahwa aktivitas yang terjadi mengandung nilai Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe.
AKUNTANSI DALAM PENETAPAN SĨMA MASA JAWA KUNO Lutfillah, Novrida Qudsi
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.464 KB)

Abstract

Abstrak. Akuntansi dalam Penetapan Sĩma Masa Jawa Kuno. Artikel ini bertujuan mengungkap praktik akuntansi penetapan Sĩma di masa Jawa kuno. Arkeologi konteks digunakan peneliti sebagai metoda penelitian untuk mengumpulkan data, menginterpretasikan dan memahami budaya dengan reflektif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa praktik akuntansi penetapan Sĩma memiliki tujuan: (1) memberi keistimewaan terhadap daerah tertentu; (2) mengukuhkan dan menyeimbangkan kekuasaan pranata sosial religi. Praktik akuntansi dan peran akuntan (disebut Citralekha), terlihat pada ritual upacara penetapan Sĩma. Nilai‐nilai yang tercermin dari praktik akuntansi penetapan Sĩma, yakni: keberkahan dan kedamaian hidup serta kesucian diri.Abstract. Accounting in Determining Sĩma in The Ancient Java. This article aims to uncover the accounting practices of Sĩma. The archaeological context is used as a research method to collect data, to interpret and to understand a culture. The results concluded that the accounting practices of sima had purposes to: (1) give privileges to certain areas; (2) establish and balanced the powers of social religious institution. The accounting practices and the role of the accountant (called Citralekha) are visible on the ritual ceremonies of Sĩma. The values reflected in the accounting practice were the blessings and the peace of life, as well as the self purity.
COST [IN]EFFICIENCY DI BALIK KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN Sri Rahayu; Yudi Yudi; Rahayu Rahayu; Novrida Qudsi Lutfillah; Dian Purnama Sari
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2021 - Desember 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.2.20

Abstract

Abstrak - Cost [In]Efficiency di balik Kebakaran Hutan dan LahanTujuan Utama - Penelitian ini  bertujuan mengungkap realitas akuntansi dari persepsi masyarakat tentang penyebab dibalik terjadinya bencana berulang setiap musim kemarau.Metode - Data diperoleh dari hasil wawancara dengan masyarakat Jambi yang terdampak langsung bencana, pengamatan dan telaah dokumen. Kearifan lokal Jambi “merun” atau “muhun” digunakan sebagai alat analisis data.Temuan Utama - Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar masyarakat menjadikan efisiensi biaya pembukaan lahan besar-besaran dibalik bencana ini. Bencana berdampak pada ekonomi, sosial, kesehatan dan pendidikan. Budaya lokal masyarakat yang sangat menghargai alam ikut terkiki.Implikasi Teori dan Kebijakan - Penindakan tegas terhadap oknum dibalik terjadinya kebakaran hutan dan lahan harus dilakukan. Selain itu, akuntabilitas yang dibangun bukan hanya bersifat kalkulatif, tetapi menuju akuntabilitas holistik. Kebaruan Penelitian – Penyelidikan atas efisiensi biaya menjadi kebaruan atas penelitian ini. Abstract - Cost [In]Efficiency on Forest and Land FiresMain Purpose - This study aimed to reveal the accounting reality of people's perceptions about the causes behind repeated disasters every dry season.Method - The data were obtained from interviews with the Jambi community directly affected by the disaster, observations and document reviews. Jambi local wisdom “merun” or “muhun” was used as a data analysis tool.Main Findings – This study showed that most communities made the cost efficiency of the large-scale land clearing behind this disaster. Disasters had an impact on the economy, society, health and education. Farmers and the local culture of the people who respect nature were also being eroded.Theory and Practical Implications - Strict action against the person behind the occurrence of forest and land fires must be carried out. In addition, the accountability that was built was not only calculative but led to holistic accountability.Novelty - The investigation of cost efficiency was the novelty of this research.
MEMAKNAI INDEPENDENSI AUDITOR DENGAN KEINDAHAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL SIRI’ NA PACCE Nur Alimin Azis; Yenni Mangoting; Novrida Qudsi Lutfillah
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.966 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2015.04.6012

Abstract

Abstrak: Memaknai Independensi Auditor dengan Keindahan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Siri’ na Pacce. Penelitian ini bertujuan memaknai  independensi auditor dalam perspektif nilai-nilai kearifan lokal siri’ na pacce. Pendekatan kualitatif melalui metode reduksi data dan interpretasi digunakan sebagai analisis data. Dalam upaya memperoleh pemahaman yang utuh, triangulasi sumber dilakukan melalui kasus yang berkaitan dengan independensi auditor. Hasil elaborasi kode etik dengan nilai siri’ na pacce mengindikasikan bahwa independensi dimaknai sebagai rasa malu, harga diri, dan solidaritas sosial. Nilai tersebut memiliki lima prinsip (lima akkatenningeng), yakni: ada’ tongeng (berkata benar), lempuk (jujur), getteng (teguh), sipakatau (memanusiakan), dan mappesona ri dewata seuae (berserah pada Tuhan).Abstract: Interpreting Auditor Independence by the Beauty of Siri 'na Pacce Local Wisdom Values. This study aims to interprete auditor independence in the perspective of siri' na pacce. Qualitative approach through data reduction method and interpretation were employed as dataanalysis. To obtain a full understanding, triangulation of sources in several cases relating to auditor independence were used. Results indicate that theelaboration of code of ethics with value of sirri na pacce were interpreted asshame, self-esteem, and social solidarity. This value has five principles (lima akkatenningeng), namely: ada’ tongeng (telling the truth), lempuk (honest), getteng (firm), sipakatau (humanizing), dan mappesona ri dewata seuae (surrender to God).
AKUNTANSI DALAM PENETAPAN SĨMA MASA JAWA KUNO Novrida Qudsi Lutfillah
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.464 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2014.08.5018

Abstract

Abstrak. Akuntansi dalam Penetapan Sĩma Masa Jawa Kuno. Artikel ini bertujuan mengungkap praktik akuntansi penetapan Sĩma di masa Jawa kuno. Arkeologi konteks digunakan peneliti sebagai metoda penelitian untuk mengumpulkan data, menginterpretasikan dan memahami budaya dengan reflektif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa praktik akuntansi penetapan Sĩma memiliki tujuan: (1) memberi keistimewaan terhadap daerah tertentu; (2) mengukuhkan dan menyeimbangkan kekuasaan pranata sosial religi. Praktik akuntansi dan peran akuntan (disebut Citralekha), terlihat pada ritual upacara penetapan Sĩma. Nilai‐nilai yang tercermin dari praktik akuntansi penetapan Sĩma, yakni: keberkahan dan kedamaian hidup serta kesucian diri.Abstract. Accounting in Determining Sĩma in The Ancient Java. This article aims to uncover the accounting practices of Sĩma. The archaeological context is used as a research method to collect data, to interpret and to understand a culture. The results concluded that the accounting practices of sima had purposes to: (1) give privileges to certain areas; (2) establish and balanced the powers of social religious institution. The accounting practices and the role of the accountant (called Citralekha) are visible on the ritual ceremonies of Sĩma. The values reflected in the accounting practice were the blessings and the peace of life, as well as the self purity.
HISTORIOGRAFI AKUNTANSI INDONESIA MASA MATARAM KUNO (ABAD VII-XI MASEHI) Novrida Qudsi Lutfillah; Eko Ganis Sukoharsono
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.984 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2013.04.7183

Abstract

Abstract. Historiography of Indonesian Accounting in The Ancient Mataram Kingdom Era (VII-XI Century). Historiography or historical writing in the history of scienceis the culmination of the entire history of the research activities. Historiography accounting in Indonesia can be seen in the study of accounting history of the Singosari Kingdom (1222-1292) and the study of accounting history during the reign of King Udayana, Bali (989-1011). This study used social archeology method as an analytical tool to explore the accounting historiography in the Ancient Mataram Kingdom (8-11 centuryAD), focusing on Taxation Accounting. Recording and reporting activities of taxation as the royal income indicates that the activity occurs contains the value of “Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe". Abstrak: Historiografi Akuntansi Indonesia pada Masa Mataram Kuno (Abad VII-XI Masehi). Historiografi atau penulisan sejarah dalam ilmu sejarah merupakan titik puncak seluruh kegiatan penelitian sejarah. Historiografi akuntansi di Indonesia dapat dilihat pada penelitian tentang sejarah akuntansi masa kejayaan Kerajaan Singosari (1222-1292) dan penelitian sejarah akuntansi pada masa pemerintahan Raja Udayana Bali (989-1011 Masehi). Penelitian ini menggunakan metode sosial arkeologi sebagai alat analisis dalam mengeksplorasi historiografi akuntansi di Jawa masa Kerajaan Mataram Kuno (abad 8-11 Masehi), dengan fokus pada Akuntansi Perpajakan. Pencatatan dan pelaporan aktivitas perpajakan sebagai pendapatan kerajaan mengindikasikan bahwa aktivitas yang terjadi mengandung nilai Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe.
KONSTRUKSI TANGGUNG JAWAB AUDITOR PERSPEKTIF MAMAYU HAYUNING BAWANA Novrida Qudsi Lutfillah; Yenni Mangoting; Riesanti Eddi Wijaya; Darti Djuharni
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.181 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2016.04.7003

Abstract

Abstrak: Konstruksi Tanggung Jawab Auditor dalam Perspektif Memayu Hayuning Bawana. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengetahuan lokal berdasarkan mamayu Hayuning Bawana (MHB) untuk membangun tanggung jawab auditor. Penelitian ini difokuskan pada mengamati dan menginterpretasikan tanggung jawab auditor berdasarkan MHB. Hasilnya (1) Allah, (2) diri kita dan (3) lingkungan. Sinergi MHB dengan tanggung jawab auditor memiliki empat nilai, yaitu: (1) Tatas, Tutus, Titis, Titi Lan Wibawa, dan tidak ada ranglasakake gatra, (2) teliti setiti ngati-ati: tanggung jawab auditor dalam selalu berhati-hati menerapkan pekerjaan (3 ) Perilaku karyenaktyasing Sesama: tanggung jawab auditor dengan menempatkan collectiveinterests (4) Perilaku eling Dan Waspada: tanggung jawab auditor untuk menjalankan perannya sebagai makhluk Tuhan.  Abstract: Construction of Auditors Responsibilities in Perspective Memayu Hayuning Bawana. This study aims to explore the local knowledge based on Mamayu Hayuning Bawana (MHB) to construct responsibility auditor. Using the intepretive paradigm, this research is focused on observing and intepreting the profesional auditor responsibility based on MHB. The results are (1) God, (2) our selves and (3) the environment. The synergy MHB with the auditor's responsibility have four values, namely: (1) Tatas, Tutus, Titis, Titi Lan Wibawa, and no ranglasakake negara, (2) teliti setitingati-ati: auditor'sresponsibility for always cautious in implement job (3) perilaku karyenaktyasing sesama: responsibility auditor by putting collectiveinterests (4) perilaku eling dan waspada: auditor'sresponsibility to run its role as a creature of God.