Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Prediksi Harga Mata Uang Kripto Menggunakan LSTM dan MLR Erlangga, Samuel; Indwiarti, Indwiarti; Aditsania, Annisa
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-Perkembangan mata uang kripto terjadi begitu pesat dalam beberapa tahun ini. Hal ini membuat orang-orang semakin tertarik untuk menginvestasikan uangnya ke dalam mata uang kripto. Namun untuk mempelajari pergerakan pasar dan ilmu untuk memprediksi harga menggunakan analisa teknikal tidaklah mudah, seringkali terjadinya perubahan yang begitu besar pada harga membuat mata uang kripto menjadi aset yang cukup diminati namun beresiko tinggi. Tidak jarang para investor mengalami kerugian dikarenakan hasil analisa yang kurang tepat dan karena transaksi jual beli mata uang kripto yang tidak dipatok oleh waktu memungkinkan harga berubah kapan saja. Pada penelitian ini melakukan prediksi harga mata uang kripto berupa harga penutupan mata uang kripto tersebut. Prediksi mata uang kripto ini dilakukan dengan metode Long Short-Term Memory (LSTM) dan Multiple Linear Regression (MLR). Dengan menggunakan histori harga tutup sebelumnya (Close) dan jumlah penambahan kasus positif Covid-19 untuk menjadi data latih. Menggunakan dua mata uang kripto untuk memastikan mesin dapat bekerja untuk lebih dari satu mata uang kripto. Hasil dari kedua metode ini adalah prediksi harga mata uang kripto yang dibandingkan dengan menghitung nilai Root Mean Squared Error (RMSE) untuk memastikan metode apa yang lebih baik digunakan dalam memprediksi harga mata uang kripto. Hasil terbaik dihasilkan oleh model LSTM dengan nilai RMSE 0.000240.Kata kunci-LSTM, MLR, mata uang kripto 
Pengenalan Konsep Computational Thinking Menggunakan Robot Edukasi Untuk Anak Usia Dini Gunawan, Putu Harry; Indwiarti, Indwiarti; Wirayudha, Tjokorda Agung Budi
Surya Abdimas Vol. 9 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v9i4.6503

Abstract

Di era digital saat ini pengenalan konsep berpikir komputasi (Computational Thinking - CT) sejak usia dini menjadi sangat penting. Pelatihan computational thinking (CT) untuk anak usia PAUD/TK bertujuan untuk memperkenalkan konsep dasar CT melalui kegiatan bermain yang menyenangkan dan interaktif. CT bukan tentang pemrograman, melainkan tentang mengembangkan kemampuan berpikir logis, sistematis, dan kreatif dalam memecahkan masalah sejak dini. Saat ini TK Telkom Buah Batu berkomitmen untuk memperkenalkan CT kepada anak-anak mulai usia 4 tahun. Sementara itu, TK Telkom Buah Batu belum pernah mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan coding. Sehingga tujuan dari kegiatan ini adalah mengenalkan konsep CT bagi siswa TK Telkom menggunakan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami anak, yaitu plugged-in dengan tangible robotics atau robot edukasi. Kegiatan pengmas ini memiliki bidang fokus TIK dengan TKT 1 (dasar) dan mendukung pendidikan berkualitas (SDG 4) dan inovasi (SDG 9). Metode atau tahapan kegiatan yang dilakukan dalam PKM ini dibagi menjadi empat tahapan besar yakni, presnetasi, praktikum atau demo, eval__uasi dan feedback atau masukan. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan tim PkM dalam menyelesaikan kebutuhan mitra. Dari survey, rata-rata aspek respon diperoleh skor 4,75 dari 5,00 yang masuk kedalam kategori sangat baik.
PELATIHAN PENGENALAN BERPIKIR KOMPUTASIONAL UNTUK GURU DAN SISWA SMA TELKOM Indwiarti Indwiarti; Putu Harry Gunawan; Jondri Jondri
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v3i1.7128

Abstract

Berpikir komputasional merupakan proses yang memposisikan diri untuk berpikir menyerupai sebuah mesin yang bergerak secara dinamis. Sehingga berpikir komputasional merupakan sebuah konsep atau metode dalam mengamati masalah, dan mencari solusi dengan menggunakan teknologi komputer. Berdasarkan keputusan kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) No. 008/H/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran pada PAUD, jenjang Pendidikan Dasar dan jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka, bahwa berpikir komputasional merupakan kemampuan problem solving yaitu keterampilan generik yang penting sejalan dengan perkembangan teknologi digital yang pesat. Sehingga dalam penerapan kurikulum Merdeka, diperlukan kemampuan guru dan siswa dalam menggunakan dan mengembangkan cara Berpikir Komputasional dalam kegiatan belajar mengajar. Saat ini SMA Telkom sudah menggunakan Kurikulum Merdeka, yang menekankan cara berpikir secara komputasional. Guru dan siswa merasakan kebutuhan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan dalam berpikir komputasi yang bermanfaat dalam membantu dalam memecahkan masalah melalui cara-cara yang sederhana, dan melatih pikiran agar terbiasa berpikir secara logis, kreatif, dan terstruktur. Tujuan diadakan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada siswa dan guru di SMA Telkom Bandung tentang konsep berpikir komputasional. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 9 November 2023 bertempat di Telkom University Landmark Tower (TULT). Untuk mengukur apakah materi pelatihan ini dapat dipahami oleh peserta, maka dilakukan pre-test dan post-test. Kemudian dilakukan pengujian hipotesis terhadap rataan banyaknya pertanyaan yang dijawab benar oleh peserta. Menggunakan tingkat kepercayaan ? = 0.05, diperoleh hasil bahwa hasil post-test lebih bagus dibandingkan hasil pre-test. Hal ini menunjukkan bahwa peserta dapat mengikuti dan memahami materi pelatihan. Selain analisis terhadap pemahaman materi, juga dilakukan survey penilaian peserta terhadap pelatihan, dan mendapatkan nilai kepuasan sebesar 94.38%. Melalui pelatihan ini, diharapkan guru dan siswa SMA Telkom Bandung dapat menerapkan cara berpikir komputasional dalam kegiatan pembelajaran sehingga memacu penalaran kritis, kreatif, dan mandiri pada siswa.