Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH)

PERENCANAAN PRODUK TEH CELUP HERBAL DAUN MURBEI (MORUS ALBA L.) PKK RT II RW VI KELURAHAN MERJOSARI KOTA MALANG DENGAN METODE QFD (QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT) Mahendaringratry, Ayudya; Setiawan, Gagok
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2020 "Peranan Strategis Teknologi Dalam Kehidupan di Era New Normal"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk teh celup herbal daun murbei merupakan produk terbaru dari PKK RT II RW VI Kelurahan Merjosari Kota Malang selain kue, pie dan selai murbei, yang diharapkan dapat menjadi produk andalan yang sesuai standar SNI. Metode penelitian yang digunakan adalah Quality Function Deployment (QFD) untuk mengetahui bagaimana Voice of Customer (VoC) yang menjadi demand calon pengguna yaitu ibu-ibu PKK RT II RW VI serta beberapa toko kelontong di daerah Merjosari Malang terhadap produk teh celup daun murbei. Harapan-harapan tersebut tersusun dalam House of Quality (HoQ) untuk mencari bobot serta prioritas dalam produksi teh celup.  Berdasarkan pengolahan dengan QFD, produk teh celup ini mampu memenuhi kebutuhan konsumen yang menginginkan kesehatan setelah mengkonsumsi teh celup
PELATIHAN DESAIN KEMASAN DAN TEKNIK PENGEMASAN PRODUK UNGGULAN TEH HERBAL DAUN MURBEI PKK RT 02 RW 06 KELURAHAN MERJOSARI MALANG Handaratri, Anitarakhmi; Minah, Faidliyah Nilna; Hudha, Mohammad Istnaeny; Mahendaringratry, Ayudya
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2021 "Kesiapan Indonesia Dalam Menghadapi Krisis Energi Global"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain kemasan produk merupakan salah satu kunci keberhasilan bisnis dimana menjadi ujung tombak awal pertemuan antara produk dengan calon pembelinya. Konsumen membuat keputusan membeli produk berdasarkan kemasan yang membungkus produk. Sudah menjadi kejadian umum bahwa kemasan produk yang dihasilkan oleh UMKM rata-rata kurang menarik karena hanya dibungkus plastik transparan tanpa label informasi apapun. Hal ini yang menjadi dasar pemikiran melaksanakan pelatihan desain kemasan dan teknik pengemasan produk teh herbal daun murbei hasil UMKM PKK RT II RW VI Kelurahan Merjosari Kota Malang. Hasil pelatihan ini sangat memuaskan dimana peserta menjadi antusias dan memahami manfaat desain kemasan sebagai upaya pengembangan produk menjadi bisnis yang lebih menjanjikan.
PELATIHAN MANAJEMEN PEMASARAN PRODUK BERBAHAN MURBEI LOKAL (MORUS ALBA L.) PKK RT II RW VI KELURAHAN MERJOSARI KOTA MALANG Mahendaringratry, Ayudya; Surya, Syahadatan Aulia
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2020 "Peranan Strategis Teknologi Dalam Kehidupan di Era New Normal"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemasaran merupakan ujung tombak usaha bisnis yang bertujuan untuk mencapai keuntungan yang lebih besar.  Sebelum memulai bisnis, pelaku usaha harus sudah menganalisis dan membuat perencanaan yang matang sehingga produknya dapat terjual dan mencapai profit tinggi. Hal ini menjadi kendala bagi pelaku mikro bisnis terutama yang awalnya tidak berpikir produknya menjadi andalan di daerahnya, salah satunya produk makanan berbahan dasar murbei yang diolah ibu-ibu PKK RT II RW VI Kelurahan Merjosari Kota Malang. Terkait hal tersebut maka perlu dilakukan pelatihan awal yaitu Pelatihan Manajemen Pemasaran, yang menjadi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Dosen Teknik Industri Universitas Gajayana Malang, mengaplikasikan matakuliah Technopreneurship. PkM terbagi menjadi dua kegiatan bagian yaitu sosialisasi masyarakat dan simulasi marketing sederhana.  Sebelum dimulai pelatihan, diukur terlebih dahulu tingkat pemahaman manajemen pemasaran peserta dengan menggunakan kuesioner. Hasilnya adalah sebesar 82,7% mengacu kriteria penilaian skala likert. Untuk tingkat kepuasan mencapai tingkatan PUAS karena peserta memahami pentingnya pelatihan manajemen pemasaran untuk meningkatkan usaha mikronya.