Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Protection for Victims of Sexual Violence from Secondary Victimization: Lessons from Malaysian Regulations July Wiarti; Supriyadi Supriyadi; Wening Udasmoro; Yance Martulesi
Journal of Human Rights, Culture and Legal System Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Human Rights, Culture and Legal System
Publisher : Journal of Human Rights, Culture and Legal System

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53955/jhcls.v6i2.696

Abstract

Secondary victimization remains a serious concern for victims of sexual violence who encounter criminal justice institutions and public authorities in Indonesia and Malaysia. Although both countries have reformed their laws to strengthen victim protection, existing legal mechanisms do not always prevent victims from experiencing further psychological and institutional harm during legal proceedings. This study examines and compares the legal safeguards against secondary victimization established under Indonesia’s Sexual Violence Crimes Law and Malaysia’s Anti Sexual Harassment Act and identifies regulatory lessons for improving future victim protection. The study applies normative legal research supported by interviews with two psychologists and one gender expert. It employs statutory, case, and comparative approaches and draws on feminist legal theory and psychological perspectives on trauma. The findings demonstrate that, first, both countries address secondary victimization through rules governing professional competence, prohibited conduct, procedural safeguards, and mechanisms for resolving sexual violence cases. Second, Indonesian law regulates professional competence and prohibited conduct more comprehensively, but its reliance on judicial proceedings may place additional psychological pressure on victims. Malaysia provides an alternative mechanism through its tribunal system, although this approach also presents institutional and procedural challenges. Third, psychological perspectives reveal that formal legal proceedings may aggravate existing trauma when legal institutions fail to recognize victims’ experiences, vulnerabilities, and psychological needs.
PENINGKATAN PEMAHAMAN TERKAIT REGULASI PERLINDUNGAN ANAK DARI KEKERASAN DAN NARKOTIKA MELALUI SOSIALISASI DI DESA BUKIT RANAH KECAMATAN KAMPAR July Wiarti; Zul Akrial; Moza Dela Fudika
Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada masyarakat Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v4i2.12344

Abstract

Abstrak Tingkat kasus tindak pidana kekerasan terhadap anak dan penyalahgunaan narkotika oleh anak masih berada pada posisi yang mengkhawatirkan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya tindak pidana tersebut adalah dengan melakukan sosialisasi. Sehingga masyarakat dalam hal ini Desa Bukit Ranah bisa lebih memahami terkait larangan kekerasan terhadap anak dan larangan penggunaan narkotika. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan sosialisasi yakni menjelaskan regulasi terkait tindak pidana tersebut dan diakhiri dengan tanya jawab dan diskusi. Setelah melakukan sosialisasi, pengetahuan masyarakat terkait tindak pidana tersebut menjadi lebih baik. AbstractThe level of crime against children and narcotics services by children is still in a frightening position. One of the efforts that can be made to prevent this crime is by conducting the socialization. So that the community, of Bukit Ranah Village, can better understand the prohibition of violence against children and the use of narcotics. The method is by explaining the regulations related to the crime and ending with a discussion. After conducting the socialization, the public's knowledge regarding the crime became better.
Peningkatan Pengetahuan Melalui Penyuluhan Hukum terkait Tindak Pidana Kekerasan dalam Rumah Tangga Di Desa Ranah July Wiarti; Despan Heryansyah
Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v7i1.21378

Abstract

Desa Ranah merupakan salah satu desa yang berada pada kecamatan Kampar kabupaten Kampar. Mayoritas masyarakat desa Ranah berprofesi sebagai petani, nelayan dan berwirausaha. Namun, di desa Ranah pernah terjadi suatu peristiwa yakni kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh seorang suami kepada isterinya. Hal ini menunjukkan masih adanya masyarakat desa Ranah kurang memahami terkait kekerasan dalam rumah tangga. Maka dari itu, perlu melakukan pengabdian dengan metode penyuluhan hukum kepada masyarakat desa Ranah dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan terkait kekerasan dalam rumah tangga sehingga pengetahuan masyarakat desa Ranah mengalami peningkatan dan dapat menghindari terjadinya kembali kekerasan dalam rumah tangga di desa Ranah. Pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan hukum dengan serangkaian kegiatan yang diawali dengan pre-test, penyampaian materi, tanya-jawab dan post-test. Berdasarkan hasil dari kegiatan pengabdian ini telah terjadi peningkatan pengetahuan peserta dari 66,62% menjadi 91,85% sehingga tujuan dari diadakannya pengabdian ini telah berhasil tercapai karena adanya peningkatan pengetahuan dari peserta pengabdian.