Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PELATIHAN KEMANDIRIAN FINANSIAL RUMAH ASUHAN YATIM PIATU UMMI IKHLAS MAYANG MANGURAI, KEC. ALAM BARAJO KOTA JAMBI MELALUI PRGRAM PENGEMBANGAN UNTI USAHA PANTI MENUJU PANTI MANDIRI Diah Riski Gusti; Ade Adriadi; Dila Oktarise Dwina; Dyah Kumalasari; Oki Alfernando
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.901-906

Abstract

Rumah Asuhan Yatim Piatu Ummi Ikhlas didirikan oleh Ustadzah Syamsatul Muniri yang terletak di ‘Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Provinsi Jambi’. Panti asuhan ini berada dibawah Yayasan Tarbiyah Ar-Rahman Ar-Rahim. Panti ini dari awal berdiri tidak mendapatkan bantuan finansial dari pemerintah dan juga tidak memiliki donatur tetap, sehingga untuk pemenuhan finansial operasional sehari-hari bergantung kepada donatur tidak tetap. Biaya sekolah anak-anak panti saat ini menggunakan uang tabungan mereka yang juga didapatkan dari donatur tidak tetap. Dengan kondisi yang ada saat ini, sangat dibutuhkan solusi cepat untuk dapat mengatasi permasalahan finansial rumah asuh, terutama untuk pemenuhan kegiatan operasional rumah asuh, seperti biaya untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya Pendidikan. Mengacu pada beberapa pengelolaan panti yang sudah modern dan menuju mandiri, maka ada beberapa program yang dapat dikembangkan dan dicontoh oleh Rumah Asuhan Yatim Piatu Ummi Ikhlas untuk dapat juga mandiri. Pengembangan yang dimaksudkan berdasarkan potensi yang dimiliki adalah dengan membangun unit usaha khusus untuk rumah asuh sebagai pondasi finansial yang dapat mengurangi beban operasional panti. Unit usaha yang dapat dibangun yaitu bisnis industri kreatif seperti aneka kerajinan tangan dan kuliner. Selain itu, pengalaman dan keterampilan yang didapatkan oleh anak asuh dapat menjadi bekal bagi mereka dalam menjalankan kehidupan nantinya
Redesign Fondasi Bore pile Menjadi Tiang Pancang dengan Variasi Diameter Berdasarkan Analisis Daya Dukung dan Penurunan pada Gedung Pendidikan di Kota Jambi Tiara Nanda; Dila Oktarise Dwina; Nita Astasya
Jurnal Sains Dan Teknologi | E-ISSN : 3063-9980 Vol. 3 No. 1 (2026): Juli - September
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The planned bore pile foundation for an educational building in Jambi City faced construction challenges due to compacted sandy soil conditions and the influence of a relatively high-water table, necessitating a more suitable foundation alternative. This study aims to redesign the bore pile foundation into a driven pile foundation and analyze the effect of diameter variations on bearing capacity and foundation settlement to determine the optimal diameter. The study utilized soil investigation data in the form of Standard Penetration Tests (SPT) and Cone Penetration Tests (CPT/Sondir), as well as building structure loading data. The analysis was conducted on spun pile foundations with diameters of 0.4 m, 0.5 m, and 0.6 m at depths of 14 m and 16 m. Bearing capacity was calculated using the Meyerhof method based on SPT data and compared with the results of the ALLPile program analysis, while foundation settlement was analyzed using the Vesic method and ALLPile method. The research results show that bearing capacity increases with increasing pile diameter and depth, while settlement values tend to decrease. A comparison between the Meyerhof and ALLPile methods shows relatively consistent results with no significant differences. All foundation variations meet the bearing capacity and allowable settlement requirements. Based on an evaluation of bearing capacity, settlement, and design efficiency, piles with a diameter of 0.5 m and a depth of 14 m were selected as the most optimal foundation alternative for the soil conditions at the study site.
Analisis Potensi Likuifaksi Berdasarkan Data Uji Sondir (Cpt) Terhadap Variasi Periode Ulang Gempa Pada Rumah Sakit Di Kota Jambi intan delfi meilani; Dila Oktarise Dwina; Reguel Mikhail
Jurnal Sains Dan Teknologi | E-ISSN : 3063-9980 Vol. 3 No. 1 (2026): Juli - September
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumatra Island is located in a highly active seismic region, making it vulnerable to soil liquefaction, particularly in loose, saturated granular soils. This condition is of particular concern for critical facilities such as hospitals. This study aims to analyze the liquefaction potential based on Cone Penetration Test (CPT) data under different earthquake return periods at a hospital site in Jambi City. A quantitative approach was employed using secondary data consisting of CPT results, Standard Penetration Test (SPT) data, and Peak Ground Acceleration (PGA) values obtained from the 2024 Indonesian Seismic Hazard Map for return periods of 50, 475, and 2,475 years. Liquefaction potential was evaluated by comparing the Cyclic Stress Ratio (CSR) and Cyclic Resistance Ratio (CRR), followed by the calculation of the Factor of Safety (FS) and the Liquefaction Potential Index (LPI). The results indicate that increasing the earthquake return period leads to higher PGA values, lower FS values, wider distributions of liquefiable soil layers, and higher LPI values. Under the 50-year return period, all soil layers remained stable, whereas the 475-year and 2,475-year return periods produced increasingly extensive liquefaction-prone zones. The S-02 investigation point exhibited a higher liquefaction susceptibility than S-03, with a maximum LPI value of 24.612, although the liquefiable layers at S-03 extended to greater depths. The liquefaction-prone layers were predominantly composed of silt and sand, while clay layers were not interpreted as liquefiable. These findings demonstrate that evaluating multiple earthquakes return periods provides a more comprehensive assessment of soil liquefaction susceptibility and can serve as a valuable reference for foundation design and earthquake risk mitigation in hospital buildings.
Pemanfaatan Palm Oil Fuel Ash (Pofa) Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Gambut Alicia Silva Indah Putri Dinata; Dila Oktarise Dwina; Heriansyah Putra
Jurnal Sains Dan Teknologi | E-ISSN : 3063-9980 Vol. 3 No. 1 (2026): Juli - September
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peat soil is characterized by high moisture and organic matter contents, resulting in low bearing capacity and making it unsuitable as a subgrade material for road construction. One promising approach to improve its engineering properties is stabilization using Palm Oil Fuel Ash (POFA). This study aimed to review the potential of POFA and carrageenan in improving the bearing capacity of peat soil based on the California Bearing Ratio (CBR). A literature review approach was employed by collecting and analyzing scientific journal articles, conference proceedings, books, and technical standards related to peat soil characteristics, the use of POFA as a pozzolanic material, and CBR performance of stabilized peat soil. The review indicates that POFA functions as both a filler material and a silica source that promotes pozzolanic reactions, leading to improved soil density and strength. Utilization of POFA has the potential to increase CBR values, reduce moisture content and swelling, and improve the microstructure of peat soil. Based on the findings of previous studies, POFA and carrageenan are considered promising environmentally friendly and sustainable stabilization materials for peat soil. However, further experimental investigations are still required to determine the optimum mixture proportion capable of providing the highest improvement in bearing capacity.
Pemanfaatan Pofa (Palm Oil Fuel Ash) Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Gambut Ditinjau Dari Nilai California Bearing Ratio (CBR) ribka Oktaviani Sitompul; Dila Oktarise Dwina; Heriansyah Putra
Jurnal Sains Dan Teknologi | E-ISSN : 3063-9980 Vol. 3 No. 1 (2026): Juli - September
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya perbaikan yang dapat dilakukan adalah stabilisasi menggunakan Palm Oil Fuel Ash (POFA), yaitu limbah hasil pembakaran biomassa kelapa sawit yang memiliki sifat pozzolanik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan POFA terhadap karakteristik fisik, karakteristik pemadatan, dan daya dukung tanah gambut yang ditinjau dari nilai California Bearing Ratio (CBR). Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis berbagai artikel ilmiah, tugas akhir, prosiding, dan standar teknis yang membahas karakteristik tanah gambut, pemanfaatan POFA sebagai material stabilisasi, serta hasil pengujian CBR pada tanah gambut yang telah distabilisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa POFA berperan sebagai material pengisi (filler) yang mengisi rongga antarpartikel tanah sekaligus sebagai sumber silika reaktif yang mendukung reaksi pozzolanik, sehingga mampu menurunkan kadar air, meningkatkan berat jenis, memperbaiki karakteristik pemadatan, meningkatkan nilai CBR, serta menurunkan nilai swelling tanah gambut. Berbagai penelitian terdahulu melaporkan peningkatan nilai CBR yang bervariasi tergantung pada persentase penambahan POFA, kombinasi bahan pendukung, dan lama waktu pemeraman, namun secara umum menunjukkan tren yang konsisten berupa peningkatan daya dukung setelah stabilisasi. Berdasarkan hasil sintesis tersebut, POFA berpotensi menjadi alternatif bahan stabilisasi tanah gambut yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan, meskipun diperlukan penelitian eksperimental lanjutan untuk menentukan komposisi optimum yang mampu menghasilkan peningkatan daya dukung secara maksimal.