Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN SISTEM STARTER MOBIL PADA MATA PELAJARAN SISTEM STARTER JURUSAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMKN 1 JATIREJO BANIYYATUL KHOIRIYYAH, SITI; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 03 (2018): JPTM, Volume 06 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar belakang dari penelitian ini adalah belum tersedianya modul pembelajaran yang baik dan layak sebagai pendukung proses pembelajaran teori maupun praktik. Pengembangan modul ini guna meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sistem starter, terutama pada kompetensi dasar mengidentifikasi sistem starter dan memperbaiki sistem starter untuk kelas XII Jurusan Teknik Kendaraan Ringan di SMKN 1 Jatirejo. Tujuan dari penelitian yaitu menghasilkan modul yang layak dengan memiliki syarat validasi oleh validator yang memiliki tingkat validitas yang baik dan mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Metode penelitian ini menggunakan model ADDIE dengan 5 tahap proses pengembangan. Penelitian dan pelaksanaan dilakukan di SMKN 1 Jatirejo, Mojokerto. Instrumen yang digunakan untuk mengukur nilai kevalidan modul menggunakan angket kepada dosen ahli desain, materi, bahasa dan siswa. Instrumen sebagai pengukur nilai kelayakan modul dengan berupa uji coba terbatas secara dua tahap guna mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Data yang diperoleh kemudian dianalisa secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa hasil validasi modul oleh dosen ahli matei memperoleh persentase 92% dengan kriteria kelayakan modul sangat layak, validasi ahli bahasa mendapatkan persentase sebesar 84% dengan kriteria sangat layak serta validasi dari ahli desain mendapatkan persentase kelayakan sebesar 80% dengan kriteria layak. Peningkatan hasil belajar dengan menggunakan modul sistem starter mobil tipe konvensional dapat dilihat dari nilai rata-rata pre-test dan post-test yaitupre-test dengan nilai rata-rata 62,87 dan post-test memiliki nilai rata-rata sebesar 78,70. Kata Kunci: Pengembangan modul, sistem starter, hasil belajar. Abstract Background of the research is not yet the availability of learning modules is good and viable as a proponent of learning theory as well as practice. The development of this module to enhance the learning outcomes of students on subjects the starter system, especially on basic competencies to identify and repair the starter system starter system for class XII in Light Vehicle Engineering 1 Jatirejo. The purpose of the research is produce a worthy module by having the terms of the validation by the validator has a good level of validity and knowing the increase in student learning outcomes. This research method using model ADDIE with five stages of the development process. Research and implementation of 1 conducted in Jatirejo, Mojokerto. Instruments used to measure the value of the kevalidan module to use the question form to Professor expert design, material, and language students. The measuring instrument as a value of the eligibility module with either a limited trial in two stages in order to know the increase in student learning outcomes. The data obtained are then analyzed are descriptive. Based on the results of the research note that the results of the validation of the module by expert lecturers matei 92% earn a percentage with the eligibility criteria of the module is very worthy, validation of linguists get a percentage amounting to 84% with a very decent criteria as well as validation of design experts get a percentage of 80% with eligibility criteria. Improvement of learning results by using the car starter system modules of conventional types can be seen from the average value of pre-and post test-yaitupre test-test with a grade average of 62.87 and post-test has an average rating of 78.70. Keywords: Development of modules, System starter, the results of the study
PENGARUH KONDISI TEMPERATUR DAN LAJU ALIRAN MASSA TERHADAP KAPASITAS RADIATOR (ASSY ST-100) MOBIL SUZUKI CARRY DARMA SETIAWAN, TRI; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Kondisi Temperatur dan Laju Aliran Massa Terhadap Kapasitas Radiator (Assy St-100) Mobil Suzuki Carry Tri Darma Setiawan S1 Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya Email: tri.15050524093@mhs.unesa.ac.id I Made Arsana Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya Email: madearsana@unesa.ac.id Abstrak Pendinginan yang terdapat pada mobil sangat diperlukan karena ditujukan untuk mendinginkan kinerja mesin yang begitu besar sehingga panas dari kinerja mesin tersebut harus segera terlepas agar mesin tidak terjadi panas yang secara berlebihan atau sering dinamakan overheating. Jika penyerapan panas yang terdapat pada mesin dapat terurai maka mesin sanggup bekerja dengan lancar tanpa mengalami kerusakan akibat panas yang dihasilkan akan tetapi selama ini belum adanya kajian mendalam tentang alat penukar panas radiator . kajian yang selama ini dilakukan pada radiator hanya sekedar menguji seberapa besar kinerja proses pelepasan panas dengan beberapa variasi ? variasi pengujian yang diantaranya adalah pengujian kapasitas, pengujian temperatur dan juga pengujian laju aliran fluida baik yang masuk maupun keluar. Sehingga diperlukan kajian mendalam tentang kinerja radiator dalam melakukan proses pelepasan panas dengan pengujian eksperimen. Validasi yang akan dilakukan didasarkan pada data eksperimen yang telah dilakukan pada radiator (assy st-100) mobil Suzuki carry yang berupa trainer dilabotarium perpindahan panas dengan pengujian variasi temperatur dan variasi laju aliran fluida. Pada penelitian ini akan melakukan variasi kecepatan laju aliran beserta temperatur akan tetapi dari hasil masing ? masing simulasi akan ditampilkan dalam bentuk kontur distribusi temperature pada masing ? masing tube yang berada pada pipa. Hasil dari penelitian ekperimen ini menghasilkan nilai perpindahan panas pada trainer kapasitas radiator dengan dilakukan eksperimen yang dimana dihasilkan nilai perpindahan panas secara konveksi paksa dari masing ? masing variasi laju aliran dan temperatur sebagai berikut, suhu 45ºC dengan variasi laju aliran 2,4 LPM sebesar 0,713 watt; 2 LPM sebesar 0,355 watt; 1,8 LPM sebesar 0,183 watt. Suhu 50ºC dengan variasi laju aliran 2,4 LPM sebesar 1,210 watt; 2 LPM sebesar 0,702 watt; 1,8 LPM sebesar 0,432 watt, suhu 55ºC dengan variasi laju aliran 2,4 LPM sebesar 1,256 watt; 2 LPM sebesar 0,822 watt; 1,8 LPM sebesar 0,65. Sehingga dari perhitungan tersebut dapat dilihat dapat diketahui bahwa semakin tinggi suhu yang dimasukan semakin tinggi pula nilai perpindahan panas yang terjadi akan tetapi dari semua hasil yang diperoleh, nilai laju aliran juga memiliki pengaruh yang besar dalam membantu pelepasan panas yang terdapat pada fluida didalam radiator. Kata Kunci: Perpindahan Panas, Pengujian, Variasi
PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC LEARNING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA KELAS X TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK DHARMA BAHARI SURABAYA ULUM, RIYADLUL; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum efektifnya guru dalam menerapkan model pembelajaran dan memanfaatkan media pendukung pada mata pelajaran dasar. Idealnya dalam mengajarkan pengetahuan dasar seperti pada mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif (PDTO) guru tidak hanya mengajarkan dalam bentuk ceramah, melainkan juga dengan mendemonstrasikan menggunakan media pendukung (benda nyata), sehingga siswa tidak hanya dapat meningkatkan kemampuan kognitif saja melainkan juga kemampuan psikomotor. Mengetahui permasalahan tersebut, peneliti ingin menerapkan sebuah model pembelajaran yang sesuai untuk membantu siswa dalam meningkatkan pengetahuan dasar. Model pembelajaran tersebut adalah pendekatan scientific learning dengan direct instruction (model pembelajaran langsung). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Subjek penelitian adalah siswa kelas X TKR 4 SMK Dharma Bahari Surabaya pada semester genap 2017-2018. Desain yang dipergunakan dalam penelitian tindakan kelas ini berbentuk spiral atau siklus Kemis dan MC Taggart. Analisis data menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar aktivitas siswa. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan scientific learning dengan model pembelajaran langsung (direct instruction) dapat meningkatkan aktivitas siswa pada mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif. Hal tersebut dibuktikan pada siklus I persentase aktivitas siswa sebesar 64% dengan kategori baik, kemudian meningkat meningkat pada siklus II menjadi 83% dengan kategori sangat baik. Kata Kunci: Model pembelajaran langsung, scientific learning, mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif (PDTO), dan aktivitas siswa. Abstract This research is motivated by the ineffectiveness of teachers in applying the model of learning and utilizing supporting media on basic subjects. Ideally in teaching basic knowledge as in the subject of Basic Work of Automotive Engineering teachers not only teach in the form of lectures, but also by demonstrating using supporting media (real objects), so that students can not only improve cognitive skills but psychomotor skills. Knowing these issues, researchers want to apply an appropriate learning model to help students improve basic knowledge. Learning model is the approach of scientific learning with direct instruction (direct learning model). This type of research is a classroom action research. The subject of this research is the students of class X TKR 4 SMK Dharma Bahari Surabaya in the even semester of 2017-2018. The designs used in this classroom action research are spiral or Kemis cycle and MC Taggart. Data analysis using descriptive method by using quantitative approach. The research instrument used to collect data is a student activity sheet. The results of this class action research indicate that the application of scientific learning approach with direct instruction model (direct instruction) can increase student activity on the subjects of Basic Work of Automotive Engineering. This is evidenced in the first cycle of student activity percentage of 64% with good category, then increased in cycle II to 83% with very good category. Keywords: Direct learning model, scientific learning, Basic Automotive Engineering, and student activity.
PENGEMBANGAN MODUL TRAINER KONDUKSI UNTUK MENUNJANG PERKULIAHAN PERPINDAHAN PANAS MAHASISWA S1 PENDIDIKAN TEKNIK MESIN UNESA DEWI PUSPITASARI, ALIFIA; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mata kuliah perpindahan panas merupakan mata kuliah pendukung di jurusan teknik mesin namun pembelajaran praktikum yang berlangsung selama ini belum sepenuhnya didukung dengan modul pembelajaran. Tujuan penelitian ini antara lain: (1) Mengetahui validitas modul trainer perpindahan panas konduksi yang dikembangkan berdasarkan validasi dari dosen ahli pada mata kuliah perpindahan panas, (2) mengetahui perbedaan hasil belajar mahasiswa sebelum dan sesudah penerapan modul trainer perpindahan panas konduksi pada mata kuliah perpindahan panas, (3) mengetahui respon mahasiswa terhadap modul trainer perpindahan panas konduksi pada mata kuliah perpindahan panas. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan terhadap perangkat modul yang mengacu pada model pengembangan 4-D Thiagarajan. Pada model pengembangan 4-D ini terdapat 4 tahap yang harus dilakukan peneliti, Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi modul dengan materi modul trainer perpindahan panas konduksi sesuai dengan kompetensi perpindahan panas konduktivitas paksa pada silabus perkuliahan perpindahan panas yang membahas tentang beberapa hal penting yang perlu diketahui agar peserta didik dapat mengetahui definisi perpindahan panas konduksi dengan media pembelajaran yang menunjukkan/memperagakan proses perpindahan panas melalui media penghantar yang dapat mendistribusikan suhu tanpa disertai perpindahan bagian-bagian media tersebut dan data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas modul trainer perpindahan panas konduksi dinyatakan valid dan layak digunakan oleh tiga validator ahli dengan persentase rata-rata sebesar 81%. Hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan dengan rata-rata persentase sebesar 69%. Sedangkan, penerapan modul trainer perpindahan panas konduksi juga memiliki respon positif dari mahasiswa, terbukti dari persentase rata-rata hasil respon mahasiswa sebesar 81% untuk keseluruhan indikator penilaian dengan kategori sangat baik. Kata Kunci: Perpindahan panas konduksi, pengembangan modul trainer.Abstract The course of heat transfer is a supporting course in the mechanical engineering department but the practicum learning that lasted so far has not been fully supported by the learning module.. Aim research this among others: (1) Knowing validity transfer trainermodule hot conduction developed based on validation from lecturer expert on eye lecture displacement heat, (2) knowing difference results learn college student before and after application transfer trainer module hot conduction on eyelecture displacement hot, (3) knowing response college student to transfer trainer module hot conduction on eye lecture displacement hot. Type research this is research development to device module that refers on the Thiagarajan 4-D development model in 4-D model of the development of this there are 4 stages that must be do researchers, Instruments used in research this is sheet validation module with material transfer trainer module hot conduction corresponding with competence displacement hot conductivity forced on syllabus I ectures displacement heat discusses about some important that is necessary known to participants educate could knowing definition displacement hot conduction with learning media that show/demonstrate the transfer process hot through delivery media that can distribute temperature with out accompanied displacement section of the media and data obtained on descriptive. Results research show that validity Transfer trainer module hot conduction declared valid and feasible used by three expert validators with the average percentage of 81%. Results learn college student experience enhancement with an average percentage 69%. Where as application transfer trainer module hot conduction also has response positive from student, proven from average percentage of results response college student of 81% for whole indicator assessment with category very good Keywords: Trainer modul development, conduction heat transfer
PENGEMBAGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUTOMATIC INJECTOR TESTER AND CLEANER PADA MATA PELAJARAN PRAKTIK INJEKSI MOTOR BENSI DI SMK NEGERI 1 JABON SIDOARJO BAKHRUL ILMI, MOHAMMAD; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPada saat ini teknologi sistem injeksi bukan lagi hal yang baru bagi semua orang, perkembangan teknologi dalam bidang ini sangat erat kaitanya dengan tenologi terbaru dalam memaksimalkan penggunaan bahan bakar pada engine motor bensin dengan menggunakan input data dari sensor-sensor dan pengaturan secara elektronik. Proses belajar yang masih menggunakan model pembelajaran ceramah tanpa menggunakan media penunjang belajar, sehingga respon siswa terhadap proses pembelajaran menjadi terasa membosankan, hal tersebut berpengaruh terhadap menurunnya semagat dan ketertarikan dalam belajar siswa. Berdasarkan kasus tersebut dikembangkan suatu media dengan menggunakan media pembelajaran Automatic Injector Tester and Cleaner yang mana berdasarkan hasil dari beberapa penelitian dapat meningkatkan keterampilan dan pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan Jenis penelitian ini adalah Research and Deevelopment yang menggunakan dua siklus dengan subjek penelitian siswa kelas XI TKR SMK Negeri 1 Jabon tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 33 siswa. Variabel dalam penelitian ini adalah hasil respon siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, dan data yang di peroleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Tujuan mengetahui validitas dan respon siswa terhadap Pengembangan Media Pembelajaran Automatic Injector Tester and Cleaner Pada Mata Pelajaran Praktik Injeksi Motor Bensin Kelas XI Jurusan TKR SMK Negeri 1 Jabon. Maka trainer automatic injector tester akan mempermudah peserta didik dalam mempelajari dan merawat komponen sistem injeksi. Salah satunya utuk menguji hasil semprotan bahan bakar pada injektor pada trainer sistem injeksi. Dengan trainer ini siswa akan lebih aktif karena dapat melakukan praktik pada trainer tersebut. Dengan demikian peserta didik menjadi tidak jenuh dan lebih mudah dalam memahami materi yang di ajarkan dalam proses belajar mengajar.Kata kunci: media pembelajaran automatic injector tester and cleaner, jobsheet, validitas, responAbstractAt present injection system technology is no longer new to everyone, technology development in this area is very closely related to the latest tenology in maximizing fuel use in petrol engine engines by using data inputs from sensors and electronic settings. The learning process is still using the lecture learning model without the use of learning support media, so the students response to the learning process becomes boring, it affects the downturn and interest in student learning. Based on the case, a media was developed by using the Automatic Injector Tester and Cleaner learning media which based on the results of several studies can improve the students skills and understanding of the material provided. This research type is Research and Development which uses two cycles with the subject of XI TKR SMK Negeri 1 Jabon school year 2018/2019 amounting to 33 students. Variables in this study are the results of student responses. Technique of collecting data that used is observation, questionnaire, and data that get and then analyzed descriptively. The purpose of knowing the validity and response of the student to the Learning Instruction of Automatic Injector Tester and Cleaner Learning In The Class of Gasoline Motor Injection Practice Class XI Department TKR SMK Negeri 1 Jabon. Then the automatic injector tester trainer will facilitate learners in studying and treating injection system components. One of them is to test fuel injection results on injectors on injection system trainers. With this trainer students will be more active because they can practice the trainer. Thus learners become unsaturated and easier to understand the material taught in the teaching and learning process.Keywords: learning media automatic injector tester and cleaner, jobsheet, validity, response
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR OTOMOTIF (TDO) PADA SISWA KELAS X TKR I DI SMK NEGERI 1 MOJOKERTO YUSUF, AHMAD; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR OTOMOTIF (TDO) PADA SISWA KELAS X TKR I DI SMK N 1 MOJOKERTO Nama : Ahmad Yusuf NIM : 14050524003 Program Studi : S1 Pendidikan Teknik Mesin Kosentrasi : Otomotif Jurusan/Fakultas : Teknik Mesin/Fakultas Teknik DosenPembimbing : Dr. I Made Arsana, M.T. Berdasarkan pengalaman pada saat Program Pengelolaan Pembelajaran (PPP) dan observasi di sekolah SMK Negeri 1 Mojokerto proses pendidikan masih menggunakan model pembelajran konvensional sehingga kurangnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, dimana pembelajaran lebih didominasi oleh keterlibatan guru. Oleh sebab itu, aktivitas siswa terhadap proses pembelajaran rendah, hal tersebut berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang masih rendah dengan ditunjukkan aktivitas belajar peserta didik yang kurang aktif dan cenderung pasif. Berdasarkan masalah tersebut dikembangkan suatu model pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran yaitu dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan dua siklus dengan subjek penelitian kelas X TKR SMK Negeri 1 Mojokerto tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 36 peserta didik. Pada mata pelajaran Teknik Dasar Otomotif (TDO) kompetensi dasar yang di ajarkan adalah memahami rangkaian kelistrikan sederhana yang dilakukan dalam dua siklus yang tiap siklus terdapat tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus I materi yang diajarkan adalah rangkaian kelistrikan seri-pararel sedangkan pada siklus II materi yang diajarkan yaitu rangkain kelistrikan gabungan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes yang diaplikasikan dalam bentuk instrumen penelitian. Hasil penelitian Aktivitas peserta didik dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada siklus I sebesar 60,4% dan meningkat di siklus II menjadi 78%. Kemudian untuk hasil belajar peserta didik, ranah kognitif pada siklus I sebesar 61% dan meningkat di siklus II dengan hasil 86%. Kata Kunci: Model Pembelajaran Problem Based Learning, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar Siswa ABSTRACT THE APPLICATION OF PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TO INCREASE THE LEARNING OUTCOMES OF AUTOMOTIVE BASIC TECHNIQUES IN GRADE X TKR I OF SMK N 1 MOJOKERTO Name : Ahmad Yusuf Number : 14050524003 Study Program : S1 Mechanical Engineering Education Consentration : Automotive Department/Faculty : Mechanical Engineering/ Engineering Advisor : Dr. I Made Arsana, M. T. Based on experience during the Learning Management Program and school observations at SMK Negeri 1 Mojokerto, teaching and learning process used the conventional models that dominated by teacher and made the students less active. Therefore, the low activity of students towards the learning process affected students learning outcomes that were still low by showing learning activities of students who were less active and tend to be passive. Based on these problems, this research is aimed to develop a teaching and learning model which improve the quality of the teaching and learning process by applying Problem Based Learning model. This research based on Classroom Action Research (CAR) which used two cycles. The research trials were conducted on 36 students of SMK Negeri 1 Mojokerto grade X TKR in the 2018/2019 school year. In the Basic Automotive Engineering subject, the basic competencies are understanding the simple electrical circuit that is carried out in two cycles, each cycle of which is planning, implementing, observing and reflecting. The cycle I of material was a series of parallel electrical series, while in second cycle of the material was a series of electrical joints. Data collection techniques used the observation and tests which applied in the form of research instruments. The results of the students? activities with the application of Problem Based Learning model in the first cycle was 60.4% and increased in the second cycle to 78%. Then for the students learning outcomes, the cognitive domain in the first cycle was 61% and increased in the second cycle with a result of 86%. Keywords: Problem Based Learning, Students? activity, Learning
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBASIS VIDEO TUTORIAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN CHASIS DAN PEMINDAH TENAGA KELAS XI TKR 2 DI SMK NEGERI 7 SURABAYA SETIAWAN, AGUNG; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berdasarkan pengalaman mengajar pada saat Program Pengelolaan Pembelajaran (PPP) dan observasi di sekolah SMK Negeri 7 Surabaya proses pendidikan masih menggunakan model pembelajran konvensional sehingga kurangnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, dimana pembelajaran lebih didominasi oleh keterlibatan guru. Oleh sebab itu, pembelajaran siswa terhadap proses pembelajaran rendah, hal tersebut berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang masih rendah dengan ditunjukkan nilai siswa dibawah KKM yaitu 50%. Berdasarkan masalah tersebut dikembangkan suatu model pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbasis video tutorial. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan dua siklus dengan subjek penelitian kelas XI TKR 2 SMK Negeri 7 Surabaya tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 25 peserta didik. Pada mata pelajaran Pemeliharaan Chasis dan Pemindah Tenaga kompetensi dasar yang di ajarkan adalah transmisi manual yang dilakukan dalam dua siklus yang tiap siklus terdapat tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes yang diaplikasikan dalam bentuk instrumen penelitian. Kemudian untuk hasil belajar peserta didik, ranah kognitif pada siklus I sebesar 64% dan meningkat di siklus II dengan hasil 88%, kemudian untuk rana psikomotorik pada siklus I sebesar 52% dan meningkat di siklus II dengan hasil 88%. Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, Hasil belajar siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING PADA MATA PELAJARAN TEKNIK DASAR OTOMOTIF (TDO) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS X SMK NEGERI 1 LABANG ENDI ALMANTA, ALFIAN; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan hasil pengamatan pada situasi kelas saat proses pembelajaran berlangsung, bahwa guru yang berada di SMKN 1 Labang terutama pada mata pelajaran teknik dasar otomotif masih menggunakan model pembelajaran konvensional dalam menyampaikan materi pembelajaran sehingga pembelajaran terpusat pada guru. Hal ini menyebabkan aktivitas di dalam kelas kurang maksimal sehingga siswa cenderung tidak memahami apa yang disampaikan oleh guru. Dengan kondisi seperti ini, maka perlu dilakukan penerapan model pembelajaran yang inovatif yang dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses belajar mengajar setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Subjek penelitian adalah siswa kelas X TKR 1 SMK Negeri 1 Labang Madura semester genap 2017-2018 dan objek model pembelajaran Snowball Throwing. Variabel-variabel penelitian adalah hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan angket yang diaplikasikan dalam bentuk instrumen penelitian. Hasil penelitian yaitu meningkatkan hasi belajar siswa pada siklus I sebesar 64%, siklus II 76%. Kata Kunci: Metode belajar, Snowball Throwing , hasil belajar Abstract This research was conducted based on observations on class situations during the learning process, that teachers in SMK 1 Labang especially in basic automotive engineering subjects still use conventional learning models in delivering learning material so that learning is teacher-centered. This causes the activity in the classroom to be less than optimal so that students tend not to understand what is conveyed by the teacher. With conditions like this, it is necessary to implement an innovative learning model that can increase student participation in learning. This study aims to improve student learning outcomes in the teaching and learning process after the Snowball Throwing type cooperative learning model was applied. This type of research is classroom action research. The research subjects were class X TKR 1 SMK Negeri 1 Labang Madura even semester 2017-2018 and objects Snowball Throwing learning model. Research variables are student learning outcomes. Data collection techniques used were tests, observations, and questionnaires that were applied in the form of research instruments. The results of the study are increasing Student learning outcomes in the first cycle were 64%, second cycle 76%. Keywords: Learning methods, Snowball Throwing, learning outcomes.
PENGEMBANGAN MODUL SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER TRAINER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH PERPINDAHAN PANAS PADA MAHASISWA S1 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA AGUS NUR PRATAMA, ALFIAN; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya perangkat pembelajaran berupa modul dan kompetensi praktikum dalam silabus mata kuliah perpindahan panas yang secara khusus digunakan untuk mempelajari perpindahan panas konveksi paksa pada unit Shell and Tube Heat Exchanger Trainer. Selain itu, metode pembelajaran yang diterapkan masih bersifat konvensional dimana dalam penerapannya metode tersebut dianggap kurang mampu untuk membantu peserta didik menguasai kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, peneliti ingin mengembangkan sebuah perangkat pembelajaran berupa modul yang di desain secara inovatif sebagai penunjang mata kuliah perpindahan panas khususnya untuk kompetensi perpindahan panas konveksi paksa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Subjek penelitian adalah mahasiswa S1 Teknik Mesin yang telah memprogram mata kuliah Perpindahan Panas pada semester ganjil 2018-2019. Model yang digunakan dalam pengembangan perangkat pembelajaran modul ini adalah 4-D Model. Analisis data menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar pre-tes dan post-tes. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan dengan rata-rata persentase sebesar 56%.
PENGEMBANGAN MODUL SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER TRAINER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH PERPINDAHAN PANAS PADA MAHASISWA S1 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA AGUS NUR PRATAMA, ALFIAN; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya perangkat pembelajaran berupa modul dan kompetensi praktikum dalam silabus mata kuliah perpindahan panas yang secara khusus digunakan untuk mempelajari perpindahan panas konveksi paksa pada unit Shell and Tube Heat Exchanger Trainer. Selain itu, metode pembelajaran yang diterapkan masih bersifat konvensional dimana dalam penerapannya metode tersebut dianggap kurang mampu untuk membantu peserta didik menguasai kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, peneliti ingin mengembangkan sebuah perangkat pembelajaran berupa modul yang di desain secara inovatif sebagai penunjang mata kuliah perpindahan panas khususnya untuk kompetensi perpindahan panas konveksi paksa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Subjek penelitian adalah mahasiswa S1 Teknik Mesin yang telah memprogram mata kuliah Perpindahan Panas pada semester ganjil 2018-2019. Model yang digunakan dalam pengembangan perangkat pembelajaran modul ini adalah 4-D Model. Analisis data menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar pre-tes dan post-tes. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan dengan rata-rata persentase sebesar 56%.