Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MODUL SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER TRAINER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH PERPINDAHAN PANAS PADA MAHASISWA S1 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA AGUS NUR PRATAMA, ALFIAN; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya perangkat pembelajaran berupa modul dan kompetensi praktikum dalam silabus mata kuliah perpindahan panas yang secara khusus digunakan untuk mempelajari perpindahan panas konveksi paksa pada unit Shell and Tube Heat Exchanger Trainer. Selain itu, metode pembelajaran yang diterapkan masih bersifat konvensional dimana dalam penerapannya metode tersebut dianggap kurang mampu untuk membantu peserta didik menguasai kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, peneliti ingin mengembangkan sebuah perangkat pembelajaran berupa modul yang di desain secara inovatif sebagai penunjang mata kuliah perpindahan panas khususnya untuk kompetensi perpindahan panas konveksi paksa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Subjek penelitian adalah mahasiswa S1 Teknik Mesin yang telah memprogram mata kuliah Perpindahan Panas pada semester ganjil 2018-2019. Model yang digunakan dalam pengembangan perangkat pembelajaran modul ini adalah 4-D Model. Analisis data menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar pre-tes dan post-tes. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan dengan rata-rata persentase sebesar 56%.
PENGEMBANGAN MODUL SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER TRAINER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH PERPINDAHAN PANAS PADA MAHASISWA S1 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA AGUS NUR PRATAMA, ALFIAN; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya perangkat pembelajaran berupa modul dan kompetensi praktikum dalam silabus mata kuliah perpindahan panas yang secara khusus digunakan untuk mempelajari perpindahan panas konveksi paksa pada unit Shell and Tube Heat Exchanger Trainer. Selain itu, metode pembelajaran yang diterapkan masih bersifat konvensional dimana dalam penerapannya metode tersebut dianggap kurang mampu untuk membantu peserta didik menguasai kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, peneliti ingin mengembangkan sebuah perangkat pembelajaran berupa modul yang di desain secara inovatif sebagai penunjang mata kuliah perpindahan panas khususnya untuk kompetensi perpindahan panas konveksi paksa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Subjek penelitian adalah mahasiswa S1 Teknik Mesin yang telah memprogram mata kuliah Perpindahan Panas pada semester ganjil 2018-2019. Model yang digunakan dalam pengembangan perangkat pembelajaran modul ini adalah 4-D Model. Analisis data menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar pre-tes dan post-tes. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan dengan rata-rata persentase sebesar 56%.
PENGEMBANGAN MODUL SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER TRAINER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH PERPINDAHAN PANAS PADA MAHASISWA S1 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA AGUS NUR PRATAMA, ALFIAN; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya perangkat pembelajaran berupa modul dan kompetensi praktikum dalam silabus mata kuliah perpindahan panas yang secara khusus digunakan untuk mempelajari perpindahan panas konveksi paksa pada unit Shell and Tube Heat Exchanger Trainer. Selain itu, metode pembelajaran yang diterapkan masih bersifat konvensional dimana dalam penerapannya metode tersebut dianggap kurang mampu untuk membantu peserta didik menguasai kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, peneliti ingin mengembangkan sebuah perangkat pembelajaran berupa modul yang di desain secara inovatif sebagai penunjang mata kuliah perpindahan panas khususnya untuk kompetensi perpindahan panas konveksi paksa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Subjek penelitian adalah mahasiswa S1 Teknik Mesin yang telah memprogram mata kuliah Perpindahan Panas pada semester ganjil 2018-2019. Model yang digunakan dalam pengembangan perangkat pembelajaran modul ini adalah 4-D Model. Analisis data menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar pre-tes dan post-tes. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan dengan rata-rata persentase sebesar 56%.
PENGEMBANGAN MODUL SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER TRAINER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH PERPINDAHAN PANAS PADA MAHASISWA S1 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA AGUS NUR PRATAMA, ALFIAN; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya perangkat pembelajaran berupa modul dan kompetensi praktikum dalam silabus mata kuliah perpindahan panas yang secara khusus digunakan untuk mempelajari perpindahan panas konveksi paksa pada unit Shell and Tube Heat Exchanger Trainer. Selain itu, metode pembelajaran yang diterapkan masih bersifat konvensional dimana dalam penerapannya metode tersebut dianggap kurang mampu untuk membantu peserta didik menguasai kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, peneliti ingin mengembangkan sebuah perangkat pembelajaran berupa modul yang di desain secara inovatif sebagai penunjang mata kuliah perpindahan panas khususnya untuk kompetensi perpindahan panas konveksi paksa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Subjek penelitian adalah mahasiswa S1 Teknik Mesin yang telah memprogram mata kuliah Perpindahan Panas pada semester ganjil 2018-2019. Model yang digunakan dalam pengembangan perangkat pembelajaran modul ini adalah 4-D Model. Analisis data menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar pre-tes dan post-tes. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan dengan rata-rata persentase sebesar 56%.
PENGEMBANGAN MODUL SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER TRAINER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH PERPINDAHAN PANAS PADA MAHASISWA S1 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA AGUS NUR PRATAMA, ALFIAN; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya perangkat pembelajaran berupa modul dan kompetensi praktikum dalam silabus mata kuliah perpindahan panas yang secara khusus digunakan untuk mempelajari perpindahan panas konveksi paksa pada unit Shell and Tube Heat Exchanger Trainer. Selain itu, metode pembelajaran yang diterapkan masih bersifat konvensional dimana dalam penerapannya metode tersebut dianggap kurang mampu untuk membantu peserta didik menguasai kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, peneliti ingin mengembangkan sebuah perangkat pembelajaran berupa modul yang di desain secara inovatif sebagai penunjang mata kuliah perpindahan panas khususnya untuk kompetensi perpindahan panas konveksi paksa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Subjek penelitian adalah mahasiswa S1 Teknik Mesin yang telah memprogram mata kuliah Perpindahan Panas pada semester ganjil 2018-2019. Model yang digunakan dalam pengembangan perangkat pembelajaran modul ini adalah 4-D Model. Analisis data menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar pre-tes dan post-tes. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan dengan rata-rata persentase sebesar 56%.
PENGEMBANGAN MODUL SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER TRAINER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH PERPINDAHAN PANAS PADA MAHASISWA S1 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA AGUS NUR PRATAMA, ALFIAN; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya perangkat pembelajaran berupa modul dan kompetensi praktikum dalam silabus mata kuliah perpindahan panas yang secara khusus digunakan untuk mempelajari perpindahan panas konveksi paksa pada unit Shell and Tube Heat Exchanger Trainer. Selain itu, metode pembelajaran yang diterapkan masih bersifat konvensional dimana dalam penerapannya metode tersebut dianggap kurang mampu untuk membantu peserta didik menguasai kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, peneliti ingin mengembangkan sebuah perangkat pembelajaran berupa modul yang di desain secara inovatif sebagai penunjang mata kuliah perpindahan panas khususnya untuk kompetensi perpindahan panas konveksi paksa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Subjek penelitian adalah mahasiswa S1 Teknik Mesin yang telah memprogram mata kuliah Perpindahan Panas pada semester ganjil 2018-2019. Model yang digunakan dalam pengembangan perangkat pembelajaran modul ini adalah 4-D Model. Analisis data menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar pre-tes dan post-tes. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan dengan rata-rata persentase sebesar 56%.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL ADOBE FLASH BERBASIS ANDROID PADA KOMPETENSI DASAR MEMAHAMI RANGKAIAN KELISTRIKAN SEDERHANA DIKELAS X TKR SMK N 1 SINGGAHAN SUHENDRI, AGUS; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media merupakan salah satu faktor penunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Salah satu penyebab siswa kelas X TKR SMKN 1 Singgahan cenderung pasif dalam proses pembelajaran adalah belum adanya media pembelajaran yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Audio Visual berbasis Android, dan mengetahui tingkat kelayakan media. Metode penelitian ini merupakan jenis pengembangan dengan model 4-D yang dikembangkan oleh S. Thiagarajan. Jenis pengembangan ini terdiri atas empat tahap, yaitu; pendefinisian (develop), perancangan (design), pengembangan (develop) dan penyebaran (disseminate). Dalam empat tahapan yang dikembangkan oleh S. Thiagarajan peneliti hanya menggunakan tiga tahap yaitu pendefinisian (develop), perancangan (design), pengembangan (develop). Tahap ke empat tidak digunakan peneliti dikarenakan terbatasnya waktu dan juga biaya. Penentuan tingkat kelayakan media pembelajaran audio visual berbasis android berdasarkan uji validasi dari berbagai ahli diantaranya ahli materi, media dan bahasa dengan kriteria penilaian layak. Hasil uji validasi dari ahli materi sebesar 98,3% ahli media sebesar 89,2% dan ahli bahasa sebesar 90%. Hasil nilai tersebut menurut Skala Likert, menunjukkan kriteria media yang dihasilkan adalah sangat layak dan dapat digunakan media belajar kelistrikan sederhana.. Berdasarkan perolehan data tersebut disimpulkan bahwa media pembelajaran audio visual berbasis android pada konsep kelistrikan sederhana kelas X TKR layak diguakan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK-PAIR-SHARE PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI DASAR OTOMOTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TKR 1 DI SMKN 1 SINGGAHAN TUBAN ANAS KUNESA, FAISAL; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu Penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah kurang varitaifnya model pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pengajar, sehingga muncul rasa bosan yang dirasakan siswa terhadap proses belajar mengajar. Untuk itu diperlukan suatu model pembelajaran yang lebih variatif untuk mendorong minat siswa agar tertarik dengan yang disampaikan oleh tenaga pengajar. Pembelajaran koorperatif merupakan pendekatan pembelajaran melalui penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan belajar.Pembelajaran kooperatif didasarkan pada gagasan atau pemikiran bahwa siswa bekerja bersama-sama dalam belajar, dan bertanggung jawab terhadap aktivitas belajar kelompok mereka seperti terhadap diri mereka sendiri.Model yang diangkat dalam penilitian ini adalah model pembelajaran Think Pair Share yang dimana diharapkan mampu untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan kolaborasi antar siswa. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindak Kelas Penelitian ini dilakukan dengan model siklus dari Kemming dan Taggart yang menggunakan dua siklus yang setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu : Tahap Perancanaan Tindakan, Tahap Pelaksanaan Tindakan, Tahap Pengamatan Tindakan, dan Tahap Refleksi.. Hasil validasi perangkat pembelajaran yang digunakan penelitian meliputi RPP,Silabus dan Butir Soal bisa dikategorikan layak digunakan. Hasil penelitian menunjukan model pembelajaran Think-Pair-Share dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan ketuntasan klasikal sebesar 54% pada siklus I, dan 82,85 % pada Siklus II sehingga masuk kategori baik, sedangkan persentase kemampuan kolaborasi siswa sebesar 52,92% pada siklus I, dan 76,42 %pada Siklus II dan dapat dikategorikan baik Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Think-Pair-Share terbukti dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan kolaborasi siswa khususnya pada kelas X TKRO 1 yang berjumlah 35 siswa di Sekolah SMKN 1 Singgahan,Tuban
PENERAPAN MODEL STAD PADA MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN CHASIS SEPEDA MOTOR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TBSM DI SMKN 1 KALIANGET RAMADHAN NUR, HAMID; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENERAPAN MODEL STAD PADA MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN CHASIS SEPEDA MOTOR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TBSM DI SMKN 1 KALIANGET Hamid Ramadhan NurS1 Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri SurabayaEmail: hamidnur@mhs.unesa.ac.id I Made ArsanaJurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri SurabayaEmail: madearsana@unesa.ac.id AbstrakBerdasarkan hasil observasi di SMKN 1 Kalianget, kurang dari 50% dari 28 siswa yang aktif, memperhatikan dan memahami penjelasan yang diberikan oleh guru mata pelajaran PCSM, hal ini dikarenakan guru masih menerapkan model pembelajaran konvensional dengan metode ceramah yang membuat siswa kesulitan dalam memahami materi ajar, sehingga hasil belajar siswa menjadi rendah. Solusi bagi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif yang bisa mebuat siswa lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pembelajaran kooperatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah Students Team Achievement Division (STAD). Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PCSM pada kelas XI TBSM di SMKN 1 Kaliaget. Penelitian ini sendiri menggunakan model PTK Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar PCSM siswa kelas XI TBSM di SMKN 1 Kalianget. Pada siklus I persentase ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 62,49% dengan nilai rata-rata kelas 72,85. Pada siklus II persentase ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 82,14% dengan nilai rata-rata 77,23, sehingga mengalami peningkatan 19.65%Kata Kunci : Hasil Belajar Siswa, Pembelajaran Kooperatif tipe STADAbstract Based on observations at Kalianget 1 Vocational School, less than 50% of 28 students are active, pay attention and understand the explanations given by PCSM subject teachers, this is because teachers still apply conventional learning models with lecture methods that make students difficult to understand the material teach, so student learning outcomes are low. The solution to these problems is to apply cooperative learning models that can make students more active in teaching and learning activities, so as to improve student learning outcomes. Cooperative learning used in this study is the Student Team Achievement Division (STAD). This type of research is Classroom Action Research aimed at improving student learning outcomes on PCSM subjects in class XI TBSM in Kaliaget 1 Vocational High School. This study itself uses the PTMmodel Kemmis and Mc Taggart which consists of two cycles. The results of this study indicate an increase in the percentage of completeness of PCSM learning outcomes in class XI TBSM students at Kalianget 1 Vocational High School. In the first cycle the percentage of completeness of student learning outcomes was 62.49% with a class average value of 72.85. In the second cycle the percentage of completeness of student learning outcomes amounted to 82.14% with an average value of 77.23, resulting in an increase of 19.65%Keywords: Learning outcomes, Cooperative Learning Type STAD
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN AC MOBIL PADA SISWA KELAS XI TKR 1 DI SMKN 1 AROSBAYA BANGKALAN ROSYADI, ALWAN; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses kegiatan belajar mengajar masih menggunakan metode konvensional sehingga kurangnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, dimana pembelajaran lebih didominasi oleh keterlibatan guru. Oleh sebab itu, pembelajaran siswa terhadap proses pembelajaran rendah, hal tersebut berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang masih rendah dengan ditunjukkan nilai siswa dibawah KKM. Berdasarkan masalah tersebut dikembangkan suatu model pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan dua siklus dengan subjek penelitian kelas XI TKR 1 SMK Negeri 1 Arosbaya Bangkalan tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 19 peserta didik. Pada mata pelajaran Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan. Kompetensi Dasar yang di ajarkan adalah sistem pendingin ruangan (AC) yang dilakukan dalam dua siklus yang tiap siklus terdapat tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes yang diaplikasikan dalam bentuk instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar ranah kognitif peserta didik pada siklus I sebesar 63,15,42% dan meningkat di siklus II menjadi sebesar 89,47%, sedangkan hasil belajar psikomotorik pada siklus I sebesar 52,63% dan meningkat di siklus II menjadi sebesar 89,47%. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar hingga memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Kata Kunci: hasil belajar, pembelajaran kooperatif tipe STAD