Agnes Madianung
Universitas Sam Ratulangi

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : e-NERS

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN DIABETES MELLITUS DENGAN PEMANFAATAN KLINIK DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS KALUMPANG KOTA TERNATE Ibrahim, Nurjaya Hi.; Madianung, Agnes; Onibala, Franly
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ens.v1i1.1774

Abstract

Abstract: Diabetes mellitus is metabolic disorder caused by some factors, with signs chronic hyperglicemic dan metabolic disorder of carbohydrate, fat and protein. In age  about 40 years old, we must concern about this very dangerous degenerative disorder, namely diabetes mellitus. Many patient do not know that they have this disorder. Knowledge about the right healthy and sickness concept will help people understand how to live healthy and their will to use health facility. This study aimed to know relationship about knowledge level and attitude of diabetic patient to diabetic clinic useness at public health center in Ternate. This study use cross sectional design where independent and dependent variable measure at the same time. Population is diabetic patients have checked at public health center in Kalumpang Ternate from January 2012 to December 2012 with number 428 patients. Sample of this study is 43 patient which is 10% of population, with sampling method is puposive sampling. Data is analyzed by SPSS v.16 using chi-square (X2) test, with α<0,05. Result shows that there is a significant relation between knowledge level about diabetic clinic useness to clinic useness with p=0,033 (<0,05). There is a significant relation between attitude about diabetic clinic useness to clinic useness with p=0,017 (<0,05). Keywords: knowledge level, attitude, diabetic clinic useness.    Abstrak: Diabetes mellitus atau kencing manis adalah kelainan metabolisme yang disebabkan oleh berbagai faktor, dengan gejala-gejala berupa hiperglikemia  kronis dan gangguan metabolisme pada karbohidrat, lemak dan protein. Ketika memasuki usia 40 tahun, kita harus mewaspadai timbulnya salah satu penyakit degeneratif yang sangat berbahaya, yaitu diabetes mellitus. Banyak penderita diabetes mellitus yang tidak mengetahui bahwa dirinya menderita penyakit ini. Pengetahuan masyarakat tentang konsep sehat dan sakit yang benar akan membantu masyarakat mengerti bagaimana memberdayakan diri untuk hidup sehat dan kebiasaan mereka untuk mempergunakan fasilitas kesehatan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk Diketahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap pasien Diabetes Mellitus dengan pemanfaatan klinik Diabetes Mellitus di Puskesmas  Kalumpang  Kota Ternate. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dimana variabel bebas dan terikatnya diukur dalam waktu yang sama. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes mellitus yang pernah berobat di Puskesmas Kalumpang kota Ternate mulai dari bulan Januari 2012 sampai dengan Desember 2012 yang berjumlah sekitar 428 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 43 orang yang diperoleh 10% dari total populasi yang ada, serta yang termasuk dalam kriteria inklusi dengan pengambilan sampel secara Puposive Sampling. Analisis data dengan sofware Statistic Program for Social Science (SPSS) versi 16, dengan menggunakan uji chi-square (X2), pada tingkat kemaknaan 95%  (α 0,05). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapatnya ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang pemanfaatan klinik DM dengan pemanfaatan klinik dimana nilai ρ= 0,033 < 0,05. Ada hubungan yang bermakna antara sikap tentang pemanfaatan klinik DM dengan pemanfaatn klinik dimana nilai ρ=0,017 <0,05. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Sikap, Pemanfaatan Klinik Diabetes Mellitus.
HUBUNGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD MALA KABUPATEN TALAUD Binilang, Engrith; Madianung, Agnes; Masi, Gresty
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ens.v1i1.1775

Abstract

Abstrak: BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram, yang bisa menyebabkan asfiksia neonatorum. Asfiksia neonatorum merupakan suatu kondisi bayi yang tidak dapat bernapas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Berdasarkan studi pendahuluan yang diakukan di RSUD Mala pada periode Januari sampai dengan November 2011 terdapat 70 bayi yang lahir dengan BBLR dan mengalami Asiksia Neonatorum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Bayi BBLR dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD Mala Kabupaten Talaud. Desain yang digunakan adalah cross sectional. Populasi adalah seluruh bayi yang lahir dengan BBLR pada periode Januari sampai November 2012 di RSUD Mala Kabupaten Talaud dengan teknik total sampling. Pengambilan data dilakukan dengan pengambilan data sekunder dari rekam medis bayi  BBLR pada periode Januari sampai November 2012. Analisia data yang digunakan adalah Uji Chi Squre dengan computer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian dari responden (48,6%) kejadian BBLR premature, sedangkan hasil penelitian tentang asfiksia neonatorum sebagian besar responden (71,4%) mengalami kejadian asfiksia neonatorum dan sebagian kecil (28,6%) tidak mengalami asfiksia neonatorum. Berdasarkan hasil uji statistic Chi square diperoleh nilai p 0,017, atau nilai p < α 0,05 sehingga kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan bayi BBLR dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Mala Kabupaten Talaud. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi peneliti selanjutnya agar meneliti dengan mencari faktor penyebab bayi BBLR Dismatur dan BBLR Prematur dengan secara langsung melakukan observasi atau menggunakan metode penelitian case control. Kata kunci: BBLR, Asfiksia Neonatorum.    Abstract: BBLR infants are born weighing less than 2500 grams, which can cause asphyxia neonatorum. Asphyxia neonatorum is a condition in which the baby can not breathe spontaneously and regularly soon after birth. Based on preliminary studies that transactions are carried out in hospitals Mala in the period January to November 2011 there were 70 babies born with low birth weight and having Asphyxia Neonatorum. The purpose of this study was to determine the relationship with the incidence of LBW babies in hospitals Mala Asphyxia Neonatorum Talaud district. The design is cross sectional. Population is all children born with low birth weight in the period January to November 2012 in the Hospital District of Talaud Mala total sampling techniques. Data retrieval is done by collection of secondary data from the medical records of LBW infants in the period January to November 2012. Analysis data used is the Chi Squre the computer. The results showed that the majority of the respondents (48.6%) incidence of low birth weight premature, while the results of research on neonatal asphyxia majority of respondents (71.4%) had neonatal asphyxia events and a small portion (28.6%) had no asphyxia neonatorum. Based on the test results obtained by Chi square statistic p value 0.017, or p-value <α 0.05 so that the conclusions of this study no association with the incidence of LBW babies in hospital neonatal asphyxia Mala Talaud district. The results of this study can be used as input for further research in order to examine the causes of infant looking Dismatur LBW and preterm LBW by direct observation or using the case control study. Keywords: low birth weight, Asphyxia Neonatorum.
HUBUNGAN PANJANG TELAPAK KAKI KANAN IBU HAMIL DENGAN UKURAN PANGGUL SEMPIT DI PUSKESMAS AIRMADIDI Malingkonor, Silvane Linny; Madianung, Agnes; Masi, Gresty
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ens.v1i1.1787

Abstract

Abstrak: Upaya penurunan kematian ibu dan anak dapat dilakukan dengan peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Jalannya persalinan dipengaruhi oleh 3P yaitu power, passage, passenger dimana gangguan persalinan akibat passage biasanya berkaitan dengan kelainan panggul wanita. Ada berbagai cara untuk memprediksi apakah seorang wanita berpanggul sempit atau tidak salah satunya dikemukakan oleh Soedarto dalam Kartu Prakiraan Persalinan Soedarto (KPPS), yaitu lewat pengukuran  panjang telapak kaki kanan ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan panjang telapak kaki kanan ibu hamil dengan ukuran panggul sempit. Metode Penelitian yaitu observasional analitik dengan menggunakan cohort. Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi yaitu 30 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi yang memeriksakan kehamilannya pada tanggal 20 Desember 2012 sampai  23 Januari 2013 di Puskesmas Airmadidi. Data yang didapat dianalisa menggunakan  SPSS secara univariat yaitu dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan secara bivariat yaitu dengan menggunakan rumus korelasi Pearson Product Moment. Hasil uji statistik  pearson ditemukan r hitung sebesar 0,535  > r tabel sebesar 0,361 (n = 30 dan taraf signifikan atau α  = 0,05 = 5%) dengan didapatkan nilai signifikan (P) = 0,002 yang lebih kecil dari  α = 0,05 dengan demikian maka dapat dikatakan Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat hubungan antara panjang telapak kaki kanan ibu hamil dengan ukuran panggul sempit. Kesimpulan ada hubungan panjang telapak kaki kanan ibu hamil dengan ukuran panggul sempit di Puskesmas Airmadidi. Kata Kunci: Panjang Telapak Kaki Kanan Ibu Hamil, Ukuran Panggul Sempit.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI (0-6 BULAN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Aso, Ruth S. Y.; Madianung, Agnes; Masi, Gresty
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ens.v1i1.1777

Abstract

Abstrak: Prioritas pembangunan kesehatan diarahkan pada upaya penurunan angka kematian bayi.Usia 0-24 bulan merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga sering diistilahkan sebagai periode emas sekaligus periode kritis.Periode emas dapat diwujudkan apabila pada masa ini, bayi dan anak memperoleh asupan gizi yang sesuai untuk tumbuh kembang optimal. Sebaliknya apabila bayi dan anak pada masa ini tidak memperoleh makanan sesuai kebutuhan gizinya, maka periode emas akan berubah menjadi periode kritis yang akan mengganggu tumbuh kembang bayi dan anak, baik pada saat ini maupun masa selanjutnya (Depkes, 2008). Tujuan penelitian: untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Wori Kabupaten Minahasa Utara. Desain penelitian: observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang diambil adalah bayi berumur 0-6 bulan dan sampel penelitian menggunakan tekhnik purposive sampling dengan jumlah 69 bayi.Pengumpulan data melalui data primer dan data sekunder. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif hanya 30,4%. Cakupan ini masih sangat jauh dari target yang telah ditetapkan yaitu 80%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara fisik ibu, psikologis dan tingkat pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif, sedangkan sosial budaya, pekerjaan dan tingkat pendidikan tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan pemberian ASI eksklusif. Saran: perlunya dukungan dari keluarga agar ibu tetap memberikan ASI eksklusif, dengan memenuhi kebutuhan zat gizi selama laktasi sehingga menghasilkan produksi air susu yang berkualitas dalam jumlah yang cukup, perlu ditingkatkan peranan dan dukungan dari petugas kesehatan melalui penyuluhan kepada ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui tentang cara menyusui yang benar, manfaat ASI serta pentingnya menjaga kondisi psikis selama proses menyusui serta perlunya peningkatan pengetahuan petugas kesehatan dalam rangka mempromosikan pentingnya penggunaan dan pemberian ASI secara eksklusif. Kata Kunci: ASI eksklusif, bayi, ibu.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN TENTANGPENDIDIKAN SEKS DENGAN PERILAKUSEKSUAL PADA SISWA KELAS IISMK NEGERI I MANADO Turang, Revony Yulli; Madianung, Agnes; Onibala, Franly
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ens.v1i1.1778

Abstract

Abstrak: Masa remaja adalah masa yang penuh gejolak, masa yang penuh dengan berbagai pengenalan dan petualangan akan hal-hal yang baru. Rasa ingin tahu itu kadang-kadang kurang disertai pertimbangan rasional dan pemahaman pendidikan seks yang cukup akan akibat lanjut dari suatu perbuatan. Kurangnya informasi tentang seks dari orang tua dan sekolah atau lembaga formal serta berbagai informasi seks dari media massa yang tidak sesuai dengan norma yang dianut menyebabkan keputusan yang diambil mengenai cinta dan seks kurang baik.TujuanPenelitian iniuntuk mengetahi hubungan antara pengetahuan pendidikan seks dengan perilaku seksual pada siswa kelas II di SMK Negeri 1 Manado. Jenis penelitian ini adalah penelitian cross sectional untuk mempelajari dinamika korelasi antara pengetahuan pendidikkan seks dengan perilaku seksual siswa berumur 15 sampai 18 tahunyang dilakukan terhadap 100 sampel yang diperoleh dengan menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data diperoleh dengan teknik pengisian kuesioner oleh responden, selanjutnya data diolah dengan menggunakan bantuan komputer program Software Statistic Program For Social Science (SPSS).Hasil analisis data diperoleh nilai p = 0,018 < 0,05, sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan pendidikan seks dengan perilaku seksual pada siswa kelas II SMK Negeri 1 Manado. Kata kunci: Hubungan Pengetahuan Seks, Perilaku Seksual.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) BAGI AKSEPTOR KB DI PUSKESMAS JAILOLO Bernadus, Johana D.; Madianung, Agnes; Masi, Gresty
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ens.v1i1.1760

Abstract

Abstract: One strategy of the implementation of the family planning program stated in the Medium Term Development Plan in 2004-2009 was the increasing use of the long-term contraceptive method (LTM) such as the intra uterine device (IUD). IUD is one type of long term contraceptives that is ideal in order to space pregnancies. This study aimed to determine the factors associated with the selections of IUDs for family planning acceptors in Jailolo Health Center. This was a cross sectional design. The population was all active family planning acceptors in Jailolo Health Center. Sampling was done by using simple random sampling. Data were processed by using univariate, bivariate, and multivariate tests, analyzed with SPSS Ver.20 and chi-square with a significance of α = 0.05. The results showed that based on the bivariate analysis there was a relationship between the variables of age, education, knowledge, service rates, partner approval, and culture with the selection of IUD; while job, economic status, and service rates showed no relationship with the selection of an IUD at the Jailolo Health Center. Multivariate analysis of five related independent variables showed that education was the most dominant in the selection of  IUD with P = 0.161. Conclusion: among the active family planning acceptors in Jailolo Health Center from December 27, 2012 until January 19, 2013, age, education, knowledge, service rate, partner approval, and culture were related to the selections of IUDs;  and education was the most dominant one. Keywords: factors, selection of  IUD. Abstrak: Salah satu strategi pelaksanaan program KB seperti tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2004-2009 ialah meningkatnya penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD (Intra Uterine Device, Alat Kontrasepsi Dalam Rahim, AKDR). AKDR merupakan salah satu jenis alat kontrasepsi jangka panjang yang ideal dalam upaya menjarangkan kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan AKDR oleh akseptor KB di Puskesmas Jailolo. Desain penelitian dengan menggunakan cross sectional. Populasi ialah seluruh akseptor KB aktif di Puskesmas Jailolo 27 Desember 2012  sampai dengan 19 Januari 2013. Pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling. Data diolah secara univariat, bivariat dan multivariat menggunakan SPSS Ver.20 dengan uji Chi-Square dan kemaknaan α= 0,05. Dari hasil analisis bivariat terdapat hubungan antara variabel usia, pendidikan, pengetahuan, tarif pelayanan, persetujuan pasangan, budaya dengan pemilihan AKDR di Puskesmas Jailolo sedangkan pekerjaan, ekonomi dan tarif pelayanan tidak berhubungan. Hasil analisis multivariat dari lima variabel independen yang berhubungan menunjukkan bahwa pendidikan yang paling dominan dalam pemilihan AKDR dengan nilai P = 0,161. Simpulan: pada akseptor KB aktif di Puskesmas Jailolo 27 Desember 2012 - 19 Januari 2013, faktor usia, pendidikan, pengetahuan, tarif pelayanan, persetujuan pasangan, dan budaya mempunyai hubungan dengan pemilihan AKD; dan yang paling berperan ialah faktor pendidikan. Kata Kunci: Faktor-faktor, Pemilihan AKDR.