Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Fountain of Informatics Journal

Desain Prototype User Interface Konsultasi Virtual Beauty Care Sebagai Strategi Penerapan Customer Relationship Management Magdalena, Hilyah; Septryanti, Ade; Pratama, Anggy Firzah
Fountain of Informatics Journal Vol. 9 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengembangan sistem pada toko kosmetik FRESHSKIN BEAUTYCARE pada bagian konsultasi untuk meningkatkan loyalitas pelanggan. Sistem konsultasi yang awalnya yang berlangsung hanya melalui obrolan di media sosial. Sistem konsultasi saat ini belum dapat di data dengan akurat dan belum menunjukkan tingkat kepuasan pelanggan. Sistem konsultasi kemudian kemudian dikembangkan dengan sistem web yang dirancang dengan metode Rapid Application Developoment (RAD) dengan format rancangan User Interface (UI). Prototype yang dhasilkan mampu menyediakan kemudahahan pelanggan untuk mendapatkan konsultasi kecantikan secara virtual sebagai strategi customer relationship management. Mekanisme layanan konsultasi virtual ini diberikan kepada pelanggan yang telah berbelanja produk skincare. Pelanggan dapat memilih jadwal konsultasi dan mendapat layanan konsultasi virtual yang diberikan oleh beauty advisor dari brand skincare yang bekerja sama dengan toko FRESHSKIN BEAUTYCARE. Hasil konsultasi dapat direkam dan pelanggan dapat memberikan testimoni dan rating atas pelayanan konsultasi. Pengalaman mendapatkan layanan konsultasi virtual ini bertujuan untuk meningkatkan interaksi dengan pelanggan dan lebih jauh akan mendorong pelanggan untuk kembali bertransaksi. Sistem layanan konsultasi virtual ini juga memudahkan pemilik untuk melihat produk apa yang paling laku terjual secara aktual. Kata kunci: desain prototipe, antar muka, konsultasi virtual, manajemen relasi konsumen   Abstract [User Interface Prototype Design Virtual Beauty Care Consultation As A Strategy For Implementing Customer Relationship Management] System Development at the FRESHSKIN BEAUTYCARE cosmetic store in the consultation section to increase customer loyalty. The initial consultation system only took place via chat on social media. The current consultation system cannot provide accurate data and does not yet show the level of customer satisfaction. The consultation system was then developed using a web system designed using the Rapid Application Development (RAD) method with a User Interface (UI) design format. The resulting prototype can make it easy for customers to get virtual beauty consultations as a customer relationship management strategy. This virtual consultation service is provided to customers who shop for skincare products. Customers can choose a consultation schedule and receive virtual consultation services provided by beauty advisors from skincare brands that collaborate with FRESHSKIN BEAUTYCARE stores. Consultation results can be recorded and customers can provide testimonials and ratings on consultation services. The experience of getting virtual consultation services aims to increase customer interaction and will further encourage customers to return to transactions. This virtual consulting service system also makes it easier for owners to see what products are selling best. Keywords: prototype design, user interface, virtual consultation, customer relationship management
Analisis Maturity Level Domain Monitor and Evaluate (ME) Pada Sistem Institusional Repository (IR) Perpustakaan Perguruan Tinggi Magdalena, Hilyah
Fountain of Informatics Journal Vol. 10 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/fij.v10i1.14071

Abstract

Abstrak Perpustakaan Atma Luhur yang saat ini berfungsi sebagai sarana pendukung dan penyedia literatur ilmiah untuk pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat, juga menjadi repository untuk tulisan ilmiah seperti skripsi dan tugas akhir mahasiswa. Layanan repository disediakan dalam format digital agar memudahkan mahasiswa untuk mengaksesnya secara terbuka. Sistem layanan repository digital berbasis web ini sudah beroperasi sejak 2018 dan belum pernah diaudit. Audit sistem informasi diperlukan untuk memantau apakah layanan telah berjalan sesuai dengan visi dan misi perpustakaan dan perguruan tinggi. Pada penelitian kali ini, fokus audit sistem informasi menggunakan kerangka COBIT 4.1. khususnya domain Monitor dan Evaluate (ME). Domain ME ini menunjukkan penilaian perguruan tinggi atau Monitoring Process (ME1), lalu pengawasan internal agar sesuai peraturan kampus atau Internal Control Adequacy (ME2). Berikutnya adalah pengawasan terhadap peraturan eksternal yang terkait atau Regulatory Compliance (ME3), dan pengawasan terhadap keselarasan peraturan, pemanfaatan IT dan tujuan bisnis secara umum atau External Requirement Alignment (ME4). Audit ini melibatkan tiga responden yaitu Kepala Perpustakaan dan dua staf perpustakaan. Hasil olah data menunjukkan bahwa tingkat kematangan sistem saat ini berada di level 3, artinya prosedur telah berjalan baik, namun ada potensi kesalahan yang tak terdeteksi. Rekomendasi peningkatan di masa depan, adalah memperkuat pengawasan internal dan eksternal, serta melibatkan beberapa mekanisme tambahan seperti peningkatan keamanan layanan. Kata kunci: Monitor and Evaluate (ME), Institusional Repository, Audit Sistem Informasi, COBIT 4.1.   Abstract [Analysis of Maturity Level in the Monitor and Evaluate (ME) Domain of the Institutional Repository (IR) System at University Libraries] Atma Luhur Library, which currently functions as a means of supporting and providing scientific literature for learning, research, and community service, has also become a repository for scientific writings such as theses and student final assignments. The repository service is provided in digital format to make it easier for students to access it openly. This web-based digital repository service system has been operating since 2018 and has never been audited. Information system audits are needed to monitor whether services are running in accordance with the vision and mission of libraries and universities. In this research, the focus of the information system audit uses the COBIT 4.1 framework. especially the Monitor and Evaluate (ME) domain. This ME domain shows the college assessment or Monitoring Process (ME1), then internal supervision to comply with campus regulations or Internal Control Adequacy (ME2). Next is supervision of related external regulations or Regulatory Compliance (ME3), and supervision of regulatory alignment, IT utilization and general business objectives or External Requirement Alignment (ME4). This audit involved three respondents, namely the Head of the Library and two library staff. The results of data processing show that the current system maturity level is at level 3, meaning that procedures have been running well, but there is the potential for undetected errors. Recommendations for future improvement are to strengthen internal supervision and improve the quality of the system. Keywords: Monitor and Evaluate (ME), Institutional Repository, Information System Audit, COBIT 4.1.
Desain Web Inovasi Digital Pengaduan Pelanggaran Siaran Di Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Dengan Metode Prototyping Novita, Novita; Magdalena, Hilyah
Fountain of Informatics Journal Vol. 10 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/fij.v10i1.14260

Abstract

Abstrak Dalam dunia penyiaran, pelanggaran siaran tidak asing lagi didengar telinga yang menampilkan hal-hal yang dilarang ditayang kepada publik. Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) sebagai lembaga negara yang mengawasi pelanggaran siaran, dimana terdapat laporan aduan siaran namun belum tertera melalui sistem berbentuk website. Melakukan pelaporan dengan melalui aplikasi whatsapp dan mendatangi langsung menjadi halangan bagi masyarakat membuat pengaduan. Demikian dianjurkan suatu inovasi berbentuk digital bagi instansi untuk layanan masyarakat membuat pengaduan dengan tidak perlu mendatangi instansi. Desain pengaduan website ini akan didampingi dan mengikuti tahapan metode prototyping dimana agar terbentuk suatu rancangan pengaduan pelanggaran siaran yang mumpuni bagi suatu instansi. Selain itu, rancangan yang akan dibuat ini tentunya dapat memberikan harapan bagi instansi untuk memiliki pengaduan yang berbasis web. Ini akan menguntungkan instansi karena bentuk pengaduan yang tersistem memungkinkan instansi maju dalam teknologi sehingga orang tidak perlu mengunjungi instansi secara langsung. Dalam penelitian mendatang, diharapkan suatu instansi dapat memiliki website pengaduan yang tertata dan teratur dalam sistem. Kata kunci: KPID, desain web, pengaduan pelanggaran siaran, metode prototyping   Abstract [Web Design Of Digital Innovation Complaints On Broadcasting Violations At The Regional Indonesian Broadcasting Commission Using The Prototyping Method] In the world of broadcasting, broadcast violations are no stranger to the ears that display things that are prohibited from being broadcast to the public. The Regional Indonesian Broadcasting Commission (KPID) as a state institution that oversees broadcast violations, where there are reports of broadcast complaints but have not been listed through a website system. Reporting via the WhatsApp application and visiting in person is an obstacle for the public to make complaints. Thus, a digital innovation is recommended for agencies for public services to make complaints without having to visit the agency. The design of this website complaint will be accompanied and follow the stages of the prototyping method so that a draft of a qualified broadcast violation complaint is formed for an agency. In addition, the design that will be made can certainly provide hope for agencies to have web-based complaints. This will benefit agencies because the systematic form of complaints allows agencies to advance in technology so that people do not need to visit the agency directly. In future research, it is hoped that an agency can have a complaint website that is organized and organized in the system. Keywords: KPID, web design, broadcast violation complaints, prototyping methods