Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

SISTEM PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN METODE EIGENFACE Kholistianingsih -
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v13i2.281

Abstract

Pengenalan wajah merupakan bidang yang masih memerlukan penelitian mendalam terutama dalam menemukan ciri yang akurat. Paper ini mengusulkan sistem pengenalan wajah menggunakan metode eigenface. Eigenface adalah ciri utama wajah yang diperoleh dengan reduksi matrik citra wajah menggunakan metode Principal Component Analysis. Hasil pengujian menunjukkan sistem ini cukup baik untuk diterapkan. Tingkat pengenalan yang diperoleh adalah 83,33% untuk pengujian terhadap ekspresi wajah biasa, 100% untuk pengujian terhadap ekspresi wajah tersenyum, 16,67 % untuk pengujian terhadap posisi wajah miring, dan 73,08% untuk pengujian terhadap citra wajah orang lain. Metode ini dapat digunakan sebagai sistem pengenalan wajah dengan membatasi citra input berupa citra dengan posisi wajah tegak lurus ke depan dengan sedikit perubahan ekspresi wajah.Kata Kunci : Eigenface, Principal Component Analysis, Tingkat Pengenalan
PENGARUH ORIENTASI OBYEK PADA ALGORITMA TEMPLATE MATCHING KHOLISTIANINGSIH KHOLISTIANINGSIH
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v15i1.131

Abstract

Image processing merupakan bidang ilmu yang masih terus berkembang danmemerlukan penelitian yang berkelanjutan. Penelitian ini menguji pengaruh orientasi obyekterhadap keberhasilan algoritma template matching. Input pengujian merupakan citra dengansudut kemiringan obyek yang berbeda. Tujuannya adalah untuk memperoleh batas sudutkemiringan tertinggi yang masih dapat dideteksi dengan tepat. Penelitian ini menunjukkanbahwa algoritma pencocokan template masih sangat baik dalam keberhasilannya mendeteksibenda/obyek dengan orientasi yang berbeda. Sudut kemiringan tertinggi yang dapat dideteksiadalah 15,8ï‚°.Kata kunci : template matching, orientasi obyek, sudut kemiringan
Penerapan Penjamakan Sinkron Pada Jaringan SDH Kholistianingsih Kholistianingsih
Dinamika Rekayasa Vol 2, No 1 (2006): Dinamika Rekayasa - Februari 2006
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2006.2.1.13

Abstract

SDH (Synchronous Digital Hierarchy) is a multiplexing system based on TDM (Synchronous Digital Hierarchy) that is a frame is divided in to timeslot (path) and contains payload and overhead, which enable to transmit various different services and different bit rate in the same frame. The application of synchronous multiplexing of SDH Network becomes an interface for various telecommunication signal processing.
ANALISIS PROYEKSI KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK TAHUN 2021-2031 DI WILAYAH KABUPATEN BANYUMAS MENGGUNAKAN SOFTWARE LEAP Ervin Dwi Yulianto; Kholistianingsih ,; Dody Wahjudi
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 23, No 1 (2022): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v23i1.443

Abstract

ABSTRAK Pada sistem kelistrikan, peramalan energi listrik akan sangat dibutuhkan untuk memperkirakan dengan tepat seberapa besar konsumsi energi listrik atau daya yang dibutuhkan untuk melayani beban dan kebutuhan energi dalam distribusi energi listrik. Dalam peramalan konsumsi energi, nilai konsumsi energi akan semakin efisien apabila angka hasil dalam perhitungan intensitas energi semakin rendah. Pada penelitian ini, saya melakukan perkiraan kebutuhan tenaga listrik di Kabupaten Banyumas pada Tahun 2021 (Tahun awal proyeksi) sampai Tahun 2031 (Tahun akhir proyeksi) menggunakan software LEAP (Long Energy Alternative Planning) dengan metode yang digunakan yaitu skenario DKL (Daftar Kebutuhan Listrik) dan skenario BAU (Base As Usual). Hasil dari proyeksi ini yaitu menghasilkan rata-rata pertumbuhan proyeksi jumlah intensitas energi listrik untuk sektor rumah tangga, sosial, bisnis, industri, dan publik mengunakan skenario BAU setiap tahunnya adalah 0.5%, -0.3%, -0.3%, 22.9%, dan -6.2%. dengan hasil pertumbuhan intensitas energi listrik paling baik ada pada sektor sosial dengan hasil proyeksi pada Tahun 2021 sebanyak 3624.27KWH/pelanggan dan menurun menjadi 1579.58 KWH/pelanggan pada Tahun 2031. Sedangakan hasil proyeksi mengunakan skenario DKL, Rata-rata pertumbuhan proyeksi jumlah intensitas energi listrik untuk sektor rumah tangga, sosial, bisnis, industri, dan publik setiap tahunnya adalah 4,7%, -8,0%, -7,7%, -4,1%, dan -7,4%. Dengan hasil pertumbuhan intensitas energi listrik paling baik ada pada sektor sosial dengan hasil proyeksi pada Tahun 2021 sebanyak 3624.27KWH/pelanggan dan menurun menjadi 1579.58 KWH/pelanggan pada Tahun 2031. Kata kunci: Proyeksi, intensitas energi, konsumsi energi, software LEAP
Proyeksi Kebutuhan Energi Listrik Kabupaten Rembang Menggunakan Software LEAP Isra' Nuur Darmawan; Kholistianingsih Kholistianingsih; Susatyo Adhi Pramono; Asroful Abidin
J-Proteksion Vol 6, No 2 (2022): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v6i2.6823

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan populasi penduduk, konsumsi tenaga listrik juga semakin tinggi. Listrik termasuk tenaga primer untuk menunjang kesejahteraan sosial dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Rembang. Penyediaan tenaga listrik untuk daerah Rembang selama ini sebagian besar masih disediakan oleh PT PLN. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memodelkan konsumsi  energi listrik beberapa tahun ke depan di Kabupaten Rembang. Selanjutnya pengambilan data yang mencakup data daya listrik yang digunakan dan jumlah pelanggan PLN. Kemudian dilakukan pemodelan kebutuhan tenaga listrik di Kabupaten Rembang menggunakan metode BaU yang diaplikasikan dengan software LEAP. Hasilnya, kebutuhan tenaga listrik di Kabupaten Rembang semakin meningkat. Pada tahun 2019 total kebutuhan listrik yang dibutuhkan adalah 8.656,8 MWh meningkat menjadi 193.456.935,4 MWh pada tahun 2027. Apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya, hasil ini sangat signifikan. Kebutuhan listrik masing-masing sektor memperlihatkan bahwa permintaan tenaga tertinggi terdapat pada sektor industri.
ANALISIS TAHANAN ISOLASI PADA ISOLATOR PORSELIN DAN POLIMER TERHADAP POLUTAN GARAM DI GISTET 500 KV ADIPALA CILACAP Agam Celvano Darmadi; Kholistainingsih Kholistianingsih; Priyono Yulianto
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 23, No 2 (2022): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v23i2.455

Abstract

GISTET 500 kV Adipala is one of the locations that is in the spotlight in the Central Java Transmission Main Unit (UIT JBT) because of frequent pollutant problems, especially during the dry season. This causes the surrounding air to have a high salt content and also the flyash from the PLTU. This condition causes the insulators on the tower and gantry to be exposed to pollutants and can result in flashover and breakdown. This study discusses the effectiveness of polymer insulators by testing the insulation resistance of clean porcelain insulators, polluted porcelain, clean polymers, and polluted polymers. To get the condition of the insulator polluted with salt water, the method of raining on the insulator is carried out. The result of the clean porcelain test was 2970 GOhm. in the experiment with polluted porcelain insulators, the following results were obtained: the minimum 50ml experiment measured a resistance value of 2950 GOhm, which was reduced by 1% from the clean one and the maximum 500ml experiment measured the resistance value to 390,3 GOhm, which was 87% reduced from the clean one. The net polymer insulator test results are 3222.8 GOhm. In the experiment with polluted polymer insulators, the following results were obtained: the minimum 50ml experiment measured a resistance value of 2982 GOhm, which was 7% less, the maximum 500ml experiment was 2382.8 GOhm, 26% less. From the results of these experiments, it can be seen that in the porcelain insulator experiment with salt water polluted, the insulation resistance value decreased in each experiment until the maximum experiment was 500ml which obtained a resistance value of 390.3 GOhm. The results of the clean polymer insulator test were 3222.8 GOhm, while the pollutant polymer insulator experiment recorded a value that was not significantly decreased with the lowest value in the 500ml experiment of 2382.8 GOhm. When compared with the minimum standard of insulation resistance for the 500 kV system used by PLN is 500 MOhm. Porcelain insulators that experience continuous exposure to pollutants have the potential to experience flashover and faster breakdown compared to polymer insulators when viewed from the trend of decreasing insulating resistance. It can be concluded that polymer insulators are more effective for use in environments that have a high level of exposure to air pollution such as at GISTET Adipala. Keywords: Porcelain Insulator, Polymer Insulator, Pollutant, Flashover, Breakdown GISTET 500 kV Adipala adalah salah satu lokasi yang menjadi sorotan di Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) karena seringnya masalah polutan terutama pada musim kemarau. Hal ini menyebabkan udara sekitar memiliki kandungan garam yang tinggi dan juga flyash dari PLTU. GISTET Adipala. Hal ini menyebabkan isolator pada tower dan gantry menjadi terpapar polutan dan dapat mengakibatkan terjadinya flashover dan breakdown. Oleh karena itu diperlukan analisis efektifitas isolator polimer dengan cara melakukan pengujian tahanan isolasi terhadap isolator porselin bersih, porselin berpolutan, polimer bersih, dan polimer berpolutan. Untuk mendapatkan kondisi isolator berpolutan air garam, dilakukan metode penghujanan ke arah isolator. Hasil pengujian porselin bersih tercatat 2970 GOhm. pada percobaan isolator porselin berpolutan didapat hasil sebagai berikut: percobaan 50ml, terukur nilai tahanan sebesar 2950 GOhm, yaitu berkurang 1% dan percobaan 500ml terukur nilai tahanan sebesar 390,3 GOhm, yaitu berkurang 87%. Untuk hasil pengujian isolator polimer bersih sebesar 3222,8 GOhm. 50ml terukur nilai tahanan sebesar 2982 GOhm, yaitu berkurang 7%, 500ml yaitu sebesar 2382,8 GOhm, berkurang 26% dari yang bersih. Dari hasil percobaan tersebut dapat dilihat pada percobaan isolator porselin berpolutan air garam adalah nilai tahanan isolasi yang menurun pada tiap percobaan hingga percobaan paling banyak yaitu 500ml yang diperoleh nilai tahanan 390,3 GOhm. Hasil pengujian isolator polimer bersih sebesar 3222,8 GOhm, sementara percobaan isolator polimer berpolutan tercatat nilai yang tidak begitu turun dengan nilai paling rendah pada percobaan 500ml sebesar 2382,8 GOhm. Jika dibandingkan dengan Standar minimal tahanan isolasi untuk sistem 500 kV yang digunakan PLN adalah 500 MOhm. Isolator porselin yang mengalami paparan polutan secara terus menerus berpotensi mengalami flashover dan breakdown lebih cepat dibandingkan dengan isolator polimer jika dilihat dari trend penurunan tahanan isolasinya. Dapat disimpulkan bahwa Isolator polimer lebih efektif untuk digunakan pada lingkungan yang memiliki tingkat paparan polusi udara yang tinggi seperti di GISTET Adipala. Kata Kunci: Isolator porselin, Isolator Polimer, Polutan, Flashover, Breakdown
ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PERALATAN VHF-A/G YANG DILENGKAPI DENGAN CAVITY FILTER DI PERUM LPPNPI KCP CILACAP Kholistianingsih .; Eko Sudaryanto; Mochamad Iqbal Maulana
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 23, No 2 (2022): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v23i2.462

Abstract

Perusahaan Umum (PERUM) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) Kantor Cabang Pembantu Cilacap atau yang lebih dikenal sebagai AIRNAV KCP Cilacap memberikan pelayanan komunikasi dan navigasi penerbangan mencapai 100 pergerakan pesawat setiap harinya. Kepadatan pergerakan pesawat ini tentunya harus didukung dengan kondisi peralatan yang andal. Salah satu peralatan yang sangat vital dalam menunjang kelancaran operasional penerbangan yaitu peralatan VHF A/G (Very High Frequency Air To Ground) yang berfungsi sebagai komunikasi antara pilot dan petugas lalu lintas udara yang berbentuk suara dalam frekuensi122.8 MHz. Terdapat banyak kegagalan yang bisa terjadi pada peralatan ini salah satunya yaitu gangguan frekuensi akibat masuknya spektrum frekuensi stasiun radio lokal. Oleh karna itu dibutuhkan VHF A/G yang dilengkapi dengan cavity filter yang merupakan band pass filtermemiliki fungsi untuk meloloskan frekuensi tertentu dan melemahkan semua frekunsi yang tidak diinginkan. Tujuan penulisan tugas akhir ini yaitu untuk mengetahui keandalan peralatan VHF A/Gdan efektivitas peralatan VHF A/G yang dilengkapi dengan cavity filterserta perbedaannya dibandingkan peralatan VHF A/G tanpa dilengkapi cavity filtermilik Airnav KCP Cilacap. Metode yang akan dilakukan pada penelitian penulisan tugas akhir ini yaitu metode pendekatan MTBF dan Realibility (R) serta metode deskriptif kuantitatif data observasi lapangan dan studi literatur. Manfaat yang diharapkan dari penulisan tugas akhir ini yaitu agar dapat menguraikan keandalan dan efektivitas serta pengaruh pemasangancavity filter pada peralatan VHF A/G di Airnav KCP Cilacap. Hasil penelitian ini adalah peralatan VHF A/G yang dilengkapi dengan cavity filtermemiliki tingkat keandalan 100 % dan sangat efektif bekerja pada spektrum pita frekuensi kerja frekuensi penerbangan 122,800 MHz dengan pita frekuensi offset 122,790 MHz dan 122,810 MHz. Peralatan VHF A/G yang dilengkapi dengan cavity filtermemiliki kualitas suara audio yang lebih jernih dengan rata – rata persentase error penerimaan frekuensi bunyi sebesar 0,35 %, memiliki rata – rata tegangan keluaran sebesar 105,3 mV dengan rata – rata amplitudo mencapai 309,3 mV dan bekerja dengan baik pada dari pita frekuensi bunyi 200 Hz sampai dengan 5000 Hz. Sedangakan peralatan VHF A/G tanpa dilengkapi cavity filter rata – rata persentase error penerimaan frekuensi bunyi sebesar 1,64 %, rata – rata tegangan keluaran sebesar 13,8 mV dengan rata – rata amplitudo sebesar 45,03 mV dan bekerja dengan baik pada dari pita frekuensi bunyi 1000 Hz sampai dengan 5000 Hz. Kata kunci : Cavity filter, Band pass filter, VHF A/G, Interferensi spektrum frekuensi, kenadalan, MTBF, Perum LPPNPI (Airnav) KCP Cilacap
Pengurangan Gangguan Akibat Kegagalan Pengukuran Vibrasi pada Primary Air Fan (PAF) di PLTU Jateng 2 Adipala Operation and Maintenance Services Unit Isra' Nuur Darmawan; Kholistianingsih Kholistianingsih; Agus Purwanto; Priyono Yulianto; Susatyo Adhi Pramono
J-Proteksion Vol 7, No 2 (2023): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v7i2.8306

Abstract

Vibrasi adalah gerakan suatu massa atau benda terhadap suatu posisi yang diam. Secara visual vibrasi adalah gerakan bolak balik dari suatu mesin, yang dapat dirasa dengan tangan atau oleh seluruh tubuh kita, dikenal sebagai getaran. Untuk menjaga agar suatu mesin dapat beroperasi dengan optimal, salah satu nya adalah dengan menerapkan sistem monitoring dan proteksi terhadap pembacaan vibrasi pada mesin tersebut. PLTU Jateng 2 Adipala OMU sering terjadi gangguan vibrasi pada peralatan utama PLTU, tepatnya terjadi pada Primary Air Fan (PAF) sehingga mengakibatkan PAF trip. Hal ini sangat merugikan bagi kinerja PLTU karena akan terjadi derating dan mengurangi produksi energi listrik. Berdasarkan pengamatan dalam studi kasus ini maka untuk mengurangi gangguan vibrasi yang diakibatkan oleh kegagalan pengukuran vibrasi pada PAF dilakukan analisa modifikasi logic protection trip dan pemantauan rutin secara real time maupun terjadwal. Pada tahun 2020 terjadi kehilangan jam produksi sebesar 124,69 jam yang disebabkan oleh gangguan vibrasi PAF dan turun menjadi 5,6 jam pada tahun 2021 setelah dilakukan modifikasi Logic Protection Trip PAF.
ANALISIS FAILURE PADA VENEER ROTARY MACHINE DI CV. KARYA PURABAYA CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS Kholistianingsih .; Isr'a Nuur Darmawan; Kevin Sabastian Valentino
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 24, No 1 (2023): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v24i1.472

Abstract

Abstrak CV.Karya Purabaya merupakan perusahaan pengolahan kayu lapis (plywood). Rotary machine adalah salah satu mesin yang sangat berpotensi mengalami kegagalan produksi. Kerusakan pada instrumentasi rotary machine biasa disebabkan oleh komponen dari instrumentasi rotary machine itu sendiri. Pada tahun 2021 Rotary Machine mengalami kerusakan sebanyak 65 kali. Tujuan penelitian ialah melakukan identifikasi masalah, studi literature, pengumpulan data, pengolahan data, analisa pemecahan masalah, analisa FMEA, penentuan tindakan, penilaian keandalan, diagram pareto, kesimpulan dan saran. Berdasarkan hasil analisis, penyebab komponen Rotary Machine mengalami kegagalan ialah kurangnya perawatan pada komponen-komponen Rotary Machine. Hasil identifikasi jenis kegagalan yang terjadi pada Rotary Machine ialah variabel proses tidak bisa dikendalikan, komponen tidak berfungsi, dan tidak beroperasi. Nilai RPN tertinggi pada komponen Inverter yaitu 240, dan nilai RPN terendah pada komponen Sprocket RS 60x2x16 yaitu 12. Dampak yang terjadi apabila Rotary Machine mengalami kegagalan ialah unit mati, tidak bisa mengendalikan komponen dan tidak dapat mengoperasikan mesin. Uji Validitas menun jujkkan hasil Valid karena r hitung lebih besar dari r Tabel yaitu 0.988 lebih besar dari 0,533, Sedangkan Uji Reabilitas menunjukkan hasil Reliabel karena keseluruhan variable lebih besar dari 0,6 yaitu 0,958 lebih besar dari 0,6. Kata kunci: Rotary Machine, FMEA, Reabilitas ,Validitas, Nilai RPN
DESIGNING A MOTORCYCLE SECURITY SYSTEM WITH INTERNET OF THINGS (IOT) AND BLUETOOTH TECHNOLOGY USING NODEMCU Dody Wahjudi; Akhmad Fatkhi Rahmawan; Kholistianingsih Wahjudi; Isra’ Nuur Darmawan
Journal of Electronic and Electrical Power Applications Vol. 3 No. 1 (2023): JEEPA Volume 3 Nomor 1
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58436/jeepa.v3i1.1487

Abstract

The increase in motorcycle sales means that almost all people in the community can own a motorcycle, but if the development is not balanced with a security system, the theft rate becomes very high. Because in general, motorcycles use conventional locks that are easily damaged by thieves using a T lock. In this study, a motorcycle security system was created that combines Internet of Things technology with Bluetooth technology and is equipped with GPS (Global Positioning System).The microcontroller used is NodeMCU, the application of IoT and Bluetooth media and GPS is used for communication between the device and the Android Smartphone application. For its output using a relay module, the relay functions to turn on/off the contacts and motorcycle horn by giving commands through the application as a data sender. The GPS module will provide data on the coordinates of the motorcycle's location which is displayed on the GPS application of the tool.After testing the entire system, both applications and a series of components have different responses. IoT media has a response that depends on the internet connection used. the response of turning on the contact is 0.89 seconds and the horn is 0.89 seconds, turning off the contact is 0.84 seconds and the horn is 1.05 seconds. The bluetooth media response is turning on the contact which is 0.94 and the horn is 0.42 seconds, turning off the contact is 0.69 seconds and the horn is 1.10 seconds. In the GPS system, the difference in distance between the GPS device and the GPS smartphone is 2.67 meters.