Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Rancang Bangun Blade Turbin Angin 3 Sudu Tipe Horizontal dan Panel Surya Tipe Monocrystalline dan Polycrystalline sebagai Dasar Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH) Darmawan, Isra' Nuur; Kholistianingsih, Kholistianingsih; Abidin, Asroful; Pangestu, Ilham
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 4, No 1 (2024): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v4i1.1

Abstract

Pemanfaatan energi terbarukan sangat diperlukan untuk menghasilkan listrik dari sumber daya alam. Salah satu cara adalah menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH) yang memanfaatkan angin dan sinar matahari. Penelitian ini mendesain blade turbin angin dengan Airfoil NACA 4212, terdiri dari 3 sudu tipe horizontal pada aplikasi QBlade. Parameter awal menunjukkan daya 55 Watt pada kecepatan angin maksimal 6 m/s. Blade dibuat dari resin, serat WR 600, cluth, mate, dan WR 200, menghasilkan blade sepanjang 69 cm dengan berat 460 gram yang berputar pada kecepatan angin minimal 3,7 m/s. Analisis panel surya dilakukan pada dua tipe, monocrystalline 30 WP dan polycrystalline 30 WP merk INSCOM. Pengujian selama 3 hari menunjukkan daya rata-rata tertinggi 54,41 Watt dan efisiensi 29,3% untuk monocrystalline, serta 55,17 Watt dan efisiensi 29,6% untuk polycrystalline. Hasil ini menunjukkan bahwa panel surya polycrystalline lebih unggul dalam menghasilkan listrik. Desain blade turbin angin 3 sudu tipe horizontal dapat digabungkan dengan panel surya polycrystalline sebagai dasar perancangan PLTH.
Analysis of Duty Cycle, Inductance, and Capacitance Variations on Buck Converter Performance Using PSIM Software Darmawan, Isra' Nuur; Kholistianingsih, Kholistianingsih; Nugroho, Slamet Fajar Budhi; Johara, Nur
Applied Engineering, Innovation, and Technology Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : MSD Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62777/aeit.v2i2.38

Abstract

This study investigates the influence of duty cycle, inductance, and capacitance variations on the performance of a buck converter through simulation using PSIM software. The research aims to quantify how these parameters affect output voltage and ripple, which are key factors in achieving efficient and stable DC–DC conversion for renewable energy applications. The converter was modeled with an input voltage of 48 V, an intended output voltage of 24 V, and a switching frequency of 20 kHz. Simulation results show that the output voltage increases linearly with the duty cycle. At a 50% duty cycle, the converter achieved an output voltage of 23.9 V, confirming accurate voltage regulation. Furthermore, ripple voltage was found to decrease significantly with higher inductance and capacitance values, reaching a minimum of 0.1 V when L is 750 μH and C is 1,250 μF. These results demonstrate that optimizing LC parameters can substantially improve voltage stability and filtering efficiency. The findings provide practical design guidance for high-efficiency buck converters used in renewable energy and power electronic applications.
Rancang Bangun Generator Fluks Axial Magnet Permanen Satu Phasa Sistem 24 V dan 48 V pada Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Isra' Nuur Darmawan; Alif, Muhamad; Kholistianingsih, Kholistianingsih
J-Proteksion: Jurnal Kajian Ilmiah dan Teknologi Teknik Mesin Vol. 8 No. 2 (2024): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v8i2.1129

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia setelah pemenuhan papan, sandang, dan pangan. Tahun ke tahun, penggunaan bahan bakar fosil khususnya minyak masih sangat dominan dibandingkan dengan bahan bakar lainnya. Para ahli berasumsi bahwa ketersediaan energi fosil akan berakhir dalam beberapa tahun mendatang. Energi angin termasuk salah satu dari kontributor penting bagi jaringan listrik modern sebagai energi yang ramah lingkungan. Beberapa upaya telah dilakukan oleh berbagai pihak untuk mengatasi permasalahan ini. Perlunya pembangkit listrik tenaga hibrid (PLTH) merupakan salah satu dari upaya penggunaan bahan bakar fosil, batu bara, gas alam dan minyak. Pembangkit listrik tenaga hibrid merupakan gabungan dari dua atau lebih sumber daya yang dapat diubah menjadi listrik. PLTH yang umum digunakan adalah tenaga surya dan tenaga bayu atau angin. Komponen yang digunakan untuk merubah energi angin menjadi energi listrik yaitu generator. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membandingkan generator sistem 24 v dan 48 v. Data yang diperoleh dari pengujian selama 6 hari dimana 3 hari untuk generator sistem 24 v dan 3 hari untuk generator sistem 48 v, sehingga dapat diketahui perbedaan output yang dihasilkan generator. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa generator sistem 24 v menghasilkan daya rata-rata selama 3 hari sebesar 17,96 w dan daya rata-rata selama 3 hari sebesar 45,92 w pada sistem 48 w. Efisiensi yang didapatkan pada generator sistem 24 v yaitu 99,6% dan 99,4% pada sistem 48 v.
Analisis dan Simulasi PLTGL Model OWC menggunakan Ansys Fluent Studi Kasus Keefektifan Sistem dan Pengembangan di Pesisir Pantai Selatan Jawa Tengah Nuur Darmawan, Isra'; Kholistianingsih, Kholistianingsih; Anas, Fahmi; Abidin, Asroful
J-Proteksion: Jurnal Kajian Ilmiah dan Teknologi Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2025): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v9i2.2757

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL) merupaakan teknologi yang mengubah energi kinetik gelombang laut menjadi energi listrik, dengan Oscillating Water Column (OWC) sebagai salah satu jenis yang umum digunakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mensimulasikan model OWC LIMPET single column menggunakan ANSYS FLUENT 2D dan data dari Pesisir Pantai Nusakambangan, Jawa Tengah tahun 2023. Penelitian ini menilai efektivitas sistem OWC dan potensi pengembangannya di daerah tersebut. Simulasi yang digunakan berupa simulasi CFD (Computational Fluid Dynamic) menggunakan software ANSYS FLUENT 2D untuk menghasilkan output kecepatan angin dari kolom. Model OWC disimulasikan dengan variasi output diameter kolom 90 cm, 80 cm, 60 cm, dan 40 cm. Daya yang dihasilkan dihitung dengan persamaan umum menghitung daya turbin angin dan selanjutya dianalisis potensi kelayakan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa output diameter kolom OWC 40 cm paling efektif, menghasilkan kecepatan angin rata-rata 3,08 m/s pada kondisi pasang surut dan gelombang maksimum. Total produksi energi mencapai 27.166,84 kWh/tahun. Proyek PLTGL-OWC di lokasi ini menunjukkan potensi kelayakan ekonomi dengan NPV sebesar Rp 1.644.961.729,51, IRR 17,91%, BCR 7,49, dan PP selama 3 tahun 4 bulan 10 hari.
Rancang Bangun Generator Axial Flux Magnet Permanen 1 Fasa Sistem 12v pada Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro Isra' Nuur Darmawan; Kholistianingsih, Kholistianingsih; Saputra, Aldora Apriliantomo; Abidin, Asroful
J-Proteksion: Jurnal Kajian Ilmiah dan Teknologi Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2025): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v10i1.3618

Abstract

Kebutuhan energi listrik yang terus meningkat dapat dipenuhi melalui sumber energi terbarukan seperti air. Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPH) memanfaatkan aliran air untuk menggerakkan turbin dan generator, cocok untuk daerah terpencil. Penelitian ini bertujuan merancang bangun generator axial flux magnet permanen 1 fasa sistem 12V dan menganalisis performa input-output serta pengaruh torsi terhadap daya. Perancangan dilakukan menggunakan perangkat lunak MagNet Infolytica dengan konfigurasi 12 slot, 10 pole, dan magnet NdFeB. Hasil simulasi menunjukkan daya keluaran rata-rata sebesar 282,2 W pada kecepatan 1000 rpm. Pengujian selama dua hari menunjukkan efisiensi tinggi. Hari pertama daya input 10,238 W dan output 10,235 W, hari kedua input 11,127 W dan output 11,113 W. Torsi meningkat dari 0,24515 Nm (12,67 W) menjadi 0,34707 Nm (18 W). Hasil menunjukkan desain berhasil direalisasikan dan peningkatan torsi serta kecepatan air meningkatkan efisiensi sistem.
Effect of Rotor Teeth Width Variations on Back EMF Constant of a 12-Slot 8-Pole Permanent Magnet Synchronous Generator: A Finite Element Analysis Darmawan, Isra' Nuur; Mudilulail, Sahid Aktob; Kholistianingsih, Kholistianingsih
Applied Engineering, Innovation, and Technology Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : MSD Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62777/aeit.v1i1.10

Abstract

Permanent Magnet Synchronous Generators (PMSGs) are widely used for converting mechanical energy into electrical energy through electromagnetic induction. Unlike conventional generators, PMSGs utilise permanent magnets to generate the excitation field, eliminating the need for external excitation coils. This study investigates the effects of rotor teeth width variations on the performance characteristics of a 12-slot, 8-pole PMSG using Finite Element Method (FEM) simulations. Specifically, the influence of rotor teeth width on flux density and back electromotive force (EMF) constant are explored. Three different rotor teeth widths, 5 mm, 7.5 mm, and 10 mm, are considered, and their impact on the generator's performance is evaluated. The FEM simulations reveal that increasing the rotor teeth width leads to a significant increase in the back-EMF constant values. The smallest back-EMF of 12.057 V and the lowest constant are observed for the 5 mm rotor teeth width, while the largest back-EMF of 20.774 V and the highest constant correspond to the 10 mm rotor teeth width. These findings highlight the importance of optimising rotor teeth geometry in PMSGs to achieve desired performance characteristics.