Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Sains dan Matematika

PEMANFAATAN ASAM FULVAT SEBAGAI OPTIMALIZER DALAM PUPUK LEPAS LAMBAT KITOSAN-ZEOLIT Savana, Raisza Tarida; Maharani, Dina Kartika
Sains & Matematika Vol 5, No 2 (2017): April, Sains & Matematika
Publisher : Sains & Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk lepas lambat (SRF) adalah pupuk termodifikasi dengan tujuan untuk mengoptimalisasi penyerapan unsur-unsur yang terdapat di pupuk oleh tanaman dengan mengatur pelepasannyaa secara lambat. Metode yang dipergunakan dalam membuat pupuk SRF pada penelitian ini adalah dengan mencampurnya dengan bahan lain yang sukar larut, dan menyelimuti pupuk tersebut dengan bahan tertentu. Dengan demikian, pelepasan pupuk di dalam tanah menjadi lambat. Bahan yang dapat dipergunakan sebagai bahan pembuat SRF adalah zeolit dan kitosan. Zeolit merupakan mineral silikat yang memiliki kapasitas tukar kation (KTK) yang sangat tinggi. Kitosan merupakan turunan terdeasetilasi dari kitin dan salah satu polimer biodegrable yang ketersediaanya melimpah di alam. Pupuk urea mempunyai sifat mudah hilang karena sangat mudah larut dalam air oleh karena itu perlu dilakukan pelapisan mengunakan kitosan-zeolit. Penambahan asam fulvat mampu mengoptimalisasi pupuk lepas lambat dengan memperlambat laju pelepasannya dan juga mampu meningkatkan penyerapan ion-ion logam dalam tanah yang diperlukan oleh tanaman. Kadar yang paling tepat dari asam fulvat yang akan ditambahkan dalam pupuk slow release urea terlapis kitosan zeolite agar optimal adalah asam fulvat dengan kadar 5%. Hal ini dikarenakan dalam pupuk slow release yang telah ditambahkan asam fulvat 5% dalam uji disolusinya terlihat bahwa pupuk urea yang terlarut dalam air konsentrasinya sedikit, selain itu dari uji AAS juga penambahan asam fulvat dengan kadar 5% mampu mengikat logam sebanyak 0,9218 ppm.Slow release fertilizers (SRF) are modified fertilizers with the aim of optimizing the absorption of the elements present in fertilizers by plants by regulating their release slowly. The method used in making SRF fertilizer in this study is to mix it with other substances that are difficult to dissolve, and cover the fertilizer with certain materials so that the release of fertilizer in the soil becomes slow. Materials that can be used as SRF material are zeolite and chitosan. Zeolite is a silicate mineral that has a very high cation exchange capacity (CEC). Chitosan is a deacetylated derivative of chitin and a biodegrable polymer that is abundant in nature. Urea fertilizer has the property of being easily lost because it is very soluble in water, therefore it is necessary to do the coating using chitosan-zeolite. Addition of fulvic acid can optimize the release of fertilizer slowly by slowing down the rate of release and also being able to increase the absorption of metal ions in the soil needed by plants. The most appropriate level of fulvic acid to be added in slow release urea coated with chitosan zeolite to be optimal is fulvic acid with 5% content. This is because in the slow release fertilizer that has been added 5% fulvic acid in the test of dissolution it is seen that the urea fertilizer which is dissolved in water is slightly concentrated, besides that from the AAS test also the addition of fulvic acid with 5% content is able to bind metal as much as 0.9218 ppm.
Pemanfaatan Asam Fulvat Sebagai Optimalizer dalam Pupuk Lepas Lambat Kitosan-Zeolit Savana, Raisza Tarida; Maharani, Dina Kartika
Sains & Matematika Vol 5, No 2 (2017): April, Sains & Matematika
Publisher : Sains & Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk lepas lambat (SRF) adalah pupuk termodifikasi dengan tujuan untuk mengoptimalisasi penyerapan unsur-unsur yang terdapat di pupuk oleh tanaman dengan mengatur pelepasannyaa secara lambat. Metode yang dipergunakan dalam membuat pupuk SRF pada penelitian ini adalah dengan mencampurnya dengan bahan lain yang sukar larut, dan menyelimuti pupuk tersebut dengan bahan tertentu. Dengan demikian, pelepasan pupuk di dalam tanah menjadi lambat. Bahan yang dapat dipergunakan sebagai bahan pembuat SRF adalah zeolit dan kitosan. Zeolit merupakan mineral silikat yang memiliki kapasitas tukar kation (KTK) yang sangat tinggi. Kitosan merupakan turunan terdeasetilasi dari kitin dan salah satu polimer biodegrable yang ketersediaanya melimpah di alam. Pupuk urea mempunyai sifat mudah hilang karena sangat mudah larut dalam air oleh karena itu perlu dilakukan pelapisan mengunakan kitosan-zeolit. Penambahan asam fulvat mampu mengoptimalisasi pupuk lepas lambat dengan memperlambat laju pelepasannya dan juga mampu meningkatkan penyerapan ion-ion logam dalam tanah yang diperlukan oleh tanaman. Kadar yang paling tepat dari asam fulvat yang akan ditambahkan dalam pupuk slow release urea terlapis kitosan zeolite agar optimal adalah asam fulvat dengan kadar 5%. Hal ini dikarenakan dalam pupuk slow release yang telah ditambahkan asam fulvat 5% dalam uji disolusinya terlihat bahwa pupuk urea yang terlarut dalam air konsentrasinya sedikit, selain itu dari uji AAS juga penambahan asam fulvat dengan kadar 5% mampu mengikat logam sebanyak 0,9218 ppm.Slow release fertilizers (SRF) are modified fertilizers with the aim of optimizing the absorption of the elements present in fertilizers by plants by regulating their release slowly. The method used in making SRF fertilizer in this study is to mix it with other substances that are difficult to dissolve, and cover the fertilizer with certain materials so that the release of fertilizer in the soil becomes slow. Materials that can be used as SRF material are zeolite and chitosan. Zeolite is a silicate mineral that has a very high cation exchange capacity (CEC). Chitosan is a deacetylated derivative of chitin and a biodegrable polymer that is abundant in nature. Urea fertilizer has the property of being easily lost because it is very soluble in water, therefore it is necessary to do the coating using chitosan-zeolite. Addition of fulvic acid can optimize the release of fertilizer slowly by slowing down the rate of release and also being able to increase the absorption of metal ions in the soil needed by plants. The most appropriate level of fulvic acid to be added in slow release urea coated with chitosan zeolite to be optimal is fulvic acid with 5% content. This is because in the slow release fertilizer that has been added 5% fulvic acid in the test of dissolution it is seen that the urea fertilizer which is dissolved in water is slightly concentrated, besides that from the AAS test also the addition of fulvic acid with 5% content is able to bind metal as much as 0.9218 ppm.
Perbandingan Nanopartikel TiO2 Menggunakan Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Blimbi L.) dan Daun Kemangi (Ocimum Sanctum) untuk Aplikasi Fotokatalitik Putri, Firstania Diah Cahyani; Maharani, Dina Kartika
Sains dan Matematika Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober, Sains & Matematika
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sainsmat..v9n2.p54-59

Abstract

Nanopartikel TiO2 berhasil disintesis menggunakan ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa blimbli L.)daun kemangi (Ocimum Sanctum) sebagai stabilizer atau capping agent. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi nanopartikel TiO2 dan melakukan aplikasinya sebagai fotokatalis. Karakterisasi dilakukan dengan menggunakan Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FT-IR), dan X-Ray Diffraction (XRD). Ukuran kristal 9,46 nm dan 10,86 nm. Menunjukkan adanya  TiO2 pada bilangan gelombang 931,23 dan 757,40 cm-1 untuk daun belimbing wuluh sedangkan pada daun kemangi menunjukkan TiO2 pada bilangan gelombang 874,59 cm-1  Uji fotokatalitik zat warna metilen biru persentase degradasi sebesar 96,66%. Sedangkan pada daun kemangi mendapatkan 84%. Kata Kunci: Averrhoa blimbli L, Ocimum Sanctum, fotokatalitik, metilen biru, TiO2.
Preparasi dan Karakterisasi Komposit Kitosan-TiO2/ZnO Sebagai Agen Hidrofobik dan Antibakteri pada Kain Katun Lailiyah, Nur; Fadhila, Kayla Naulia; Ramadani, Novita Indah; Maharani, Dina Kartika
Sains dan Matematika Vol. 7 No. 1 (2022): April, Sains & Matematika
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sainsmat.v7n1.p51-57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat material komposit baru berbasis polimer alam dan material anorganik dan aplikasinya pada bidang industri tekstil terutama pada masker kain yang bersifat waterproof dan anti bakteri melalui proses pelapisan kain. Data yang didapatkan dari penelitian ini secara umum terdiri dari data kualitatif dan kuantitatif. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif. Komposit kitosan-TiO2/ZnO dipreparasi dari larutan kitosan yang dicampurkan dengan TiO2 dan ZnO menggunakan metode sol-gel. Komposit kitosan-TiO2/ZnO dilapiskan pada kain menggunakan metode dip-coating dengan variasi volume TiO2/ZnO 7:3; 6:4; 5:5; 4:6; dan 3:7. Uji hidrofobisitas (Sifat waterproof) dengan menggunakan pengukuran WCA (water contct angel) diperoleh sudut kontak tertinggi pada komposit kitosan-TiO2/ZnO dengan perbandingan 7:3 sebesar 153o, selanjutnya komposit tersebut dikarakterisasi dengan menggunakan XRD dan FTIR hasil FTIR menunjukkan adanya interaksi kitosan dengan TiO2 dan ZnO yang ditandai dengan adanya bilangan gelombang pada daerah 850 cm-1, 1336 cm-1 dan 1027cm-1. Hasil karakterisasi XRD dihasilkan puncak pada 25; 34,27; 48,5; 52; 62 dan 68o menunjukkan adanya TiO2 dan ZnO serta Puncak karakteristik kitosan berkisar antara 10,1o dan 20,2o, hal ini menunjukkan komposit kitosan-TiO2/ZnO memiliki kristalinitas yang tinggi. selain itu diuji antibakteri dengan bakteri Staphylococcus aureus didapatkan diameter zona bening terbesar yakni dengan variasi 7:3 sebesar 11,3 mm.