Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Pembiayaan Mikro Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Muhammad Arif; H Hardiyanti
TANSIQ: Jurnal Manajemen Dan Bisnis Islam TANSIQ │ Vol. 3 │ No. 2 │ 2020
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of micro-financing on the development of UMKM in Lawe Alas District. This research is measured by several indicators such as the amount of business capital received, an increase in sales turnover, an increase in the number of workers, an increase in profits, an increase in the workforce and the ability to open business branches. The method of data analysis was carried out using a simple linear regression analysis method, namely to determine the effect of the independent variable Micro financing on the dependent variable of UMKM development which was tested separately. And based on the results of data processing shows that analyzing the influence of micro financing on the development of UMKM in Lawe Alas District has a positive influence of 53%.
Quadruple Helix Model in the Development of Halal Micro Business in North Sumatra Muhammad Arif; Mustapa Khamal Rokan; Rahima Kumala
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v0i0.15628

Abstract

This research explores stakeholder synergies in the development of halal micro-businesses in North Sumatra, Indonesia, focusing on the traditional Dodol business in Tanjung Pura, Langkat Regency. Using a qualitative, phenomenological approach, the study investigates stakeholders' perspectives within the Quadruple Helix model (Academics, Business Sector, Communities, Government), emphasizing the integration of Islamic banking. The findings reveal a lack of synergy among stakeholders due to differing visions, insufficient collective commitment and coordination, and limited financial support from banking institutions. Consequently, these factors have contributed to a discernible deceleration in the business's overall progress.  Theoretically, key success factors in business development encompass shared mission, collective commitment, effective stakeholder coordination, and support from financial institutions. These empirical insights hold substantial significance, providing valuable guidance for governmental entities in formulating strategic approaches and implementing requisite support mechanisms to foster the growth and development of the Dodol business. Such support entails streamlining administrative procedures for small and medium-sized enterprises (SMEs), fostering collaborative partnerships with Islamic banks, optimizing business licensing processes, and facilitating the establishment of SME clusters to enhance financing opportunities for Dodol entrepreneurs.======================================================================================================== ABSTRAK – Model Quadruple Helix dalam Pengembangan Usaha Mikro Halal di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergisitas pemangku kepentingan dalam pengembangan usaha mikro halal di Sumatera Utara, Indonesia, dengan fokus pada usaha tradisional Dodol di Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologi, studi ini mengeksplorasi perspektif para pemangku kepentingan dalam kerangka Quadruple Helix (Akademisi, Sektor Bisnis, Komunitas, dan Pemerintah), dengan penekanan pada integrasi perbankan syariah. Temuan menunjukkan adanya kekurangsinergian diantara para pemangku kepentingan akibat adanya perbedaan visi, kurangnya komitmen kolektif dan koordinasi antar pemangku kepentingan, dan kurangnya dukungan pendanaan dari perbankan. Hal ini kemudian berdampak pada perlambatan perkembangan usaha ini. Secara teori, diantara faktor kunci kesuksesan dalam pengembangan suatu usaha adalah misi bersama, komitmen kolektif, koordinasi yang efektif para pemangku kepentingan, dan dukungan lembaga perbankan. Temuan ini berkontribusi dalam membahani entitas pemerintah terhadap bentuk-bentuk dukungan dalam pengembangan usaha Dodol ini. Dukungan tersebut meliputi penyederhanaan prosedur administratif untuk usaha mikro dan kecil (UMKM), memfasilitasi kemitraan kolaboratif dengan bank syariah, mengoptimalkan proses perizinan usaha, dan memfasilitasi pembentukan kelompok UMKM guna meningkatkan akses pembiayaan bagi para pengusaha Dodol.
PEMIKIRAN AL-SHATIBI TENTANG MUAMALAH DAN IMPLIKASINYA PADA EKONOMI ISLAM FITRI SUSANTI SIREGAR; MUHAMMAD ARIF
JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA Vol 5 No 03 (2023): INTELEKTIVA : JURNAL EKONOMI, SOSIAL DAN HUMANIORA - EDISI NOVEMBER - DESEMBER 2
Publisher : KULTURA DIGITAL MEDIA ( Research and Academic Publication Consulting )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbicara tentang pemikiran Al-Syatibi yang menggagas konsep dan pemikiran tentang ilmu ekonomi dalam bidang produksi, konsumsi dan distribusi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode perpustakaan. Metode ini menggunakan literatur seperti jurnal, artikel, buku, esai, dan internet yang membahas gagasan Al-Syatibi tentang ekonomi Islam. Landasan pemikiran Al-Syatibi dalam bidang ekonomi berkaitan dengan konsep Maqasid Syariah, dan orientasinya memunculkan Maslaha Mursalah. Pemikiran Asyatibi dinilai ideal untuk diterapkan di era modern ini, karena pemikiran dan gagasan sebelumnya tentang ilmu ekonomi pada tahun dinilai sangat tidak relevan. Selain mampu menjawab tantangan zaman, teori Maqasid Syariah dan pemikiran ekonomi juga diyakini mampu membawa perubahan positif, terutama ketika umat Islam sendiri terlibat dalam aktivitas ekonomi dan terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi. Al-Syatibi, juga berpendapat bahwa kebutuhan harus didasarkan pada prioritas yang disesuaikan dengan setiap tingkatan kebutuhan.
PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM PADA ERA KONTEMPORER MUHAMMAD ABDUL MANAN VIDAIROTUL HAMDIAH; MUHAMMAD ARIF
JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA Vol 5 No 03 (2023): INTELEKTIVA : JURNAL EKONOMI, SOSIAL DAN HUMANIORA - EDISI NOVEMBER - DESEMBER 2
Publisher : KULTURA DIGITAL MEDIA ( Research and Academic Publication Consulting )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami pandangan Muhammad Abdul Mannan terhadap ekonomi Islam dengan fokus pada produksi, distribusi, konsumsi, dan kritiknya terhadap riba/bunga bank. Pendekatan kualitatif digunakan dengan menganalisis karya-karya Mannan. Dalam pembahasan, penelitian menguraikan perjalanan karir, penghargaan, dan kontribusi Mannan dalam mengembangkan ekonomi Islam. Temuan menyoroti betapa Mannan menekankan kesejahteraan ekonomi dalam produksi, distribusi pendapatan sebagai kunci alokasi sumber daya, dan kritik terhadap konsumsi materialistik. Analisis juga mencerminkan pandangan Mannan terhadap kepemilikan tanah sebagai kritik terhadap feodalisme, dan kritiknya terhadap riba/bunga sebagai bentuk eksploitasi. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang perspektif Mannan yang dapat berkontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang ekonomi Islam.
Analysis of Micro and Small Business Owners' Perceptions of The Benefits of Sharia Insurance In Managing Business Risks Adinda Rizki Fadilah; Muhammad Arif; Atika Atika
Al-Fikru: Jurnal Ilmiah Vol. 17 No. 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : STAI Serdang Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51672/alfikru.v17i2.287

Abstract

This study aims to analyze the perceptions of Micro and Small Enterprise (MSE) owners towards the benefits of sharia insurance in managing business risks. This research is located in Serdang Bedagai, using a case study-based qualitative research method. Data was obtained through interviews with 10 owner research informants, who were selected based on the coverage of various business sectors and income levels. The results revealed that MSE owners have a positive perception of the benefits of Islamic insurance in managing business risks. Although the understanding of Islamic insurance is limited, MSE owners who have not adopted Islamic insurance have varied perspectives according to their understanding and needs. The majority expressed readiness to use sharia insurance if the premium is affordable and the benefits are as needed. However, there are also those who still need further education regarding the concept and halalness of Islamic insurance products. This positive perception shows the potential for growth and adoption of sharia insurance in Serdang Bedagai Regency. However, there are also challenges, namely that there are still owners who do not fully understand the basic principles of sharia insurance.