Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : INOVTEK POLBENG

EVALUASI DESAIN KAPAL POMPONG BERBAHAN PLASTIK HIGH DENSITY POLYETHYLENE SECARA TEKNIS DAN REGULASI Jamal Jamal; Edy Haryanto
INOVTEK POLBENG Vol 6, No 1 (2016): INOVTEK VOL.6 NO 1 - 2016
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v6i1.48

Abstract

Abstrak Kapal pompong merupakan nama istilah untuk kapal-kapal tradisional yang ada di daerah Riau pesisir dan sekitarnya. Kapal pompong didesain menggunakan bahan dasar plastikHigh density polyethylene (HDPE), kapal ini didesain untuk mengantikan kapal pompong tradisional yang terbuat dari bahan kayu yang pada saat ini bahan dasar kayu sulit didapatkan.Pada penelitian sebelumnya telah ditetapkan bentuk, ukuran dan struktur kapal pompon yang cocok untuk daerah perairan Riau pesisir.Namun demikian evaluasi secara teknis dan secara regulasi dibidang statutory belum dilakukan. Untuk itu pada penelitian ini dilakukan evaluasi secara teknis dan regulasi yang meliputi: evaluasi keterapungan kapal, evaluasi free board dan evaluasi stabilitas kapal. Secara teknis kapal pompong nelayan 3 GT yang telah didesain menggunakan material plastic dapat terapung dengan tinggi syarat (T) = 0,232 m, lebih terapung dibandingkan kayu dan fibreglass. Secar regulasi tinggi free boad kapal telah memenuhi peraturanperaturan menteri perhubungan No. KM 3 (2005) dimana sesuai peraturan jarak minimumyaadalah 12,61 cm sedangkan pada desain kapal tersebut yaitu 63,8 cm.Sedangkan evaluasi terhadap stabilitas kapal telah terpenuhi sesuai dengan kreteria yang diberikan oleh International Maritime Organization (IMO) Kata kunci : Pompong, High density polyethylene,Teknis dan regulasi
PENETAPAN BENTUK KAPAL NELAYAN BERBAHAN DASAR PLASTIK HIGH DENSITY POLYETHYLENE DIPERAIRAN SELAT MALAKA Jamal Jamal; Edi Haryanto
INOVTEK POLBENG Vol 7, No 2 (2017): INOVTEK Volume 7, No 2, November 2017
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.362 KB) | DOI: 10.35314/ip.v7i2.223

Abstract

Proses pembangunan kapal nelayandiperairan selat Melaka berbahan dasar plastik high density polyethylene (HDPE) terdiri dari dua proses utama yaitu pembuatan cetakan dan pengecoran kapal. Cetakan kapal plastik biasanya terbuat dari material almunium atau stainless steel yang memiliki harga yang tinggi sehingga untuk efesiensi pembangunan kapal harus ditentukan bentuk dan ukuran kapal nelayan yang sesuai dengan perairannya. Berdasarkan survey yang telah dilakukan, maka ditetapkan satu Model Kapal yang memiliki bentuk dan ukuran utama kapal sesuai dengan pemintaan masyarakat Nelayan di daerah perairan selat Melaka. Model tersebut sesuai dengan kapal nelayan 1 GT berbahan fibreglassbantuan hibah pemerintah daerah kabupaten bengkalis tahun 2011.Adapun ukuran utama kapal tersebut adalah: Panjang (LOA) = 8 meter, Lebar bagian midship (B) = 1,6 meter, Tinggi bagian midship (H) = 0,7 meter, panjang palkah jaring = 3 meter dan tinggi linggi haluan  = 1,15 meter. Kapal tersebut telah di redesign ulang sesuai kapal fibreglass dan akan dijadikan model bentuk cetakan kapal plastic HDPE nantinya. Kata kunci- Kapal Nelayan, Plastik high density polyethylene,Model
Analisis Pengaruh Kesiapan Pemilik Kapal Dalam Pelaksanaan Retrofitting Sistem Ballast Kapal Tanker Menggunakan Pendekatan Dinamika Sistem Hardiyanto Hardiyanto; Zulyani Zulyani; Jamal Jamal; Muhammad Helmi
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3658

Abstract

IMO mewajibkan semua kapal existing yang beroperasi pada rute internasional untuk memasang Ballast Water Treatment System (BWTS). Pemasangan BWTS dilakukan dengan melakukan retrofitting kapal exiting yang dijadwalkan bersamaan dengan pembaruan survei International Oil Pollution Prevention (IOPP) dan paling lambat sebelum 8 September 2024. Retrofitting sistem Ballast Water Treatment System (BWTS) pada kapal existing. Retrofitting BWTS merupakan langkah yang memerlukan persiapan cermat oleh pemilik kapal, termasuk persiapan dokumen dan pelaksanaan survei atau 3D scaning. Hasil pengembangan model menggunakan pendekatan dinamika sistem menunjukkan bahwa ketidaktersediaan dokumen yang diperlukan dapat menyebabkan peningkatan biaya sebesar 1,7% dan penambahan durasi sebesar 1,4% dalam proses retrofitting kapal tanker. Hasil simulasi ini dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang strategi mitigasi untuk menghindari kegagalan pemenuhan standar BWTS, mengurangi downtime, dan mengoptimalkan pengeluaran biaya.