Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Diskriminasi Harga Terhadap Stabilitas Persaingan Usaha Di Indonesia Zaky Raihan; Karim Karim; Novita Rahmasari; Darul Arqom; Fitri Raya
MENAWAN : Jurnal Riset dan Publikasi Ilmu Ekonomi Vol. 1 No. 6 (2023): November : MENAWAN: Jurnal Riset dan Publikasi Ilmu Ekonomi
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/menawan.v1i6.174

Abstract

The definition of price is the value of goods which is determined or expressed in terms of money or the amount of money or other equivalent means of exchange, which must be paid for goods or services, at a certain time and in a certain market. The price level attached to the product describes the quality of the product. Meanwhile, price discrimination is a term used in international trade, referred to as a trade practice carried out by exporters by selling every commodity on the international market at a price that is less than the appropriate value or can be said to be lower than the price of the goods in their own country, which is considered unfair because can damage the market and harm competing producers in the importing country. Among the activities of entrepreneurs that usually do not favor competition is price discrimination. This situation describes a situation where sellers provide different prices for their products with the same quality and quantity to two or more sellers, or provide unequal prices to buyers or consumers in the form of inappropriate inventory, or take action by setting a pricing strategy. to gain advantages for more profitable consumers.
Pengaruh Keikutsertaan Siswa dalam Bimbingan Belajar dan Ekstrakurikuler Terhadap Prestasi Belajar Matematika Karim Karim
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 1 NOMOR 1 DESEMBER 2013
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v1i1.103

Abstract

Pretasi belajar merupakan suatu kemampuan atau keberhasilan belajar individu terhadap materi yang dipelajari, terlihat dari adanya perubahan baik yang bersifat kognitif, afektif, maupun psikomotor. Untuk dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa maka diperlukan usaha untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bimbingan belajar dan kegiatan ekstrakurikuler terhadap prestasi belajar matematika siswa.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 2 Banjarmasin kelas XI jurusan IPA sebanyak 144 orang dan jurusan IPS seanyak 155 orang. Sampel yang dibunakan adalah sampel total.Hasil penellitian menunjukkan bahwa untuk kelas XI jurusan IPA model regresi yang diperoleh adalah ŷ= 43,11 + 5,07 eskul + 19,94 bimbel, sedangkan untuk kelas XI jurusan IPS model regresi yang diperoleh adalah ŷ= 39,29 + 26,17 eskul + 5,09 bimbel. Hasil ini menunjukkan bahwa baik kelas XI jurusan IPA maupun Kelas XI jurusan IPS, kegiatan ekstrakurikuler (eskul) dan bimbingan belajar (bimbel) mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa.
Kewenangan Lurah Surabaya dalam Penerbitan Surat Ahli Waris menurut UU Pelayanan Publik Jussaq Noor Hamdhani; Karim Karim
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 4 (2024): Desember: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v4i4.6143

Abstract

Regulation of the Minister of Agrarian Affairs/Head of the National Land Agency No. 3 of 1997 states that Indonesians of native descent may obtain a Certificate of Heirship at the sub-district level, witnessed by the sub-district head, village head, and two witnesses. However, the regulation lacks clarity on the exact authority of village heads and technical procedures involved in issuing these certificates. This ambiguity creates legal uncertainty and concern for village heads, particularly in Surabaya, where they play a key role in frontline public services. In response, the Surabaya City Government regularly reformulates mayoral regulations to strengthen sub-district and village performance in administering heirship services. This study uses a normative juridical method with statutory and conceptual approaches. Findings show that several regulations govern village head authority in heirship matters, including Ministerial Regulation No. 3/1997 and Surabaya Mayor Regulations No. 75/2018, No. 63/2019, No. 50/2021, and No. 3/2022. These largely align with public service principles in Law No. 25/2009. To further enhance village service quality, ongoing legal reform should focus on strengthening principles such as legal certainty, professionalism, non-discrimination, accountability, and accessibility—ensuring equitable and timely services, especially for vulnerable groups.
Penyelesaian Perkara Pidana dengan Menggunakan Prinsip Restorative Justice dalam Perspektif Teori Hukum Progresif oleh Kepolisian dan Kejaksaan Muhammad Wawan Darmawan; Karim Karim
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrish.v4i1.5196

Abstract

The phenomenon of law enforcement in Indonesia today often causes controversy, polemics, resistance, protests or sharp criticism from various groups. The opinions of various parties who disagree with this legal process are often based on the assumption of harming the legal justice of the community who actually no longer agree with the formal legal process through the criminal justice system. One concept that is considered appropriate to overcome various legal problems as described above is to use the restorative justice principle approach. The purpose of this study is to determine the regulation of criminal law related to the settlement of criminal cases by the police and prosecutors by applying the principle of restorative justice based on progressive legal theory. The method used in this study is the normative juridical method. The results of this study provide an overview that: First, Legal regulations related to the settlement of criminal cases by police investigators and prosecutors using the principle of restorative justice are regulated in Articles 13 to 15 of the Chief of Police Regulation Number 8 of 2021 concerning Handling of Criminal Acts Based on Restorative Justice (PTPBKR) and Articles 4, 5 and 6 of the Republic of Indonesia Prosecutor's Office Regulation Number 15 of 2020 concerning Termination of Prosecution Based on Restorative Justice (PPBKR). Second, The procedures for resolving criminal cases using the restorative justice principle approach by the police are regulated in Articles 11 to 18 of the PTPBKR, while the procedures for resolving criminal cases using the restorative justice approach by the prosecutor's office are regulated in Articles 7 to 14 of the PPBKR
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL AUDITORY, INTELLECTUALLY, REPETITION DI KELAS VIII SMP Wiyati Widya Sari; Karim Karim; Rizki Amalia
JURMADIKTA Vol. 1 No. 1 (2021): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v1i1.731

Abstract

Berdasarkan pengalaman peneliti selama Praktik Pengajaran di Sekolah yang dilasanakan di SMP Negeri 1 Banjarmasin, siswa sudah terbiasa mengerjakan soal-soal rutin, namun ketika soal tersebut dikonstruksi kedalam soal tidak rutin, siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan. Diperlukan upaya-upaya perbaikan untuk menangani masalah tersebut. Diantaranya dengan menciptakan suasana belajar yang kondusif agar siswa mengalami pembelajaran yang bermakna, diantaranya yaitu dengan mencoba berbagai model pembelajaran yang dianggap sesuai dengan keadaan dalam proses pembelajaraan. Salah satu model pembelajaran yang mendukung siswa dalam pemecahan masalah adalah model Auditory, Intellectually, Repetition (AIR). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah dibelajarkan dengan model pembelajaran AIR di kelas VIII SMP Negeri 1 Banjarmasin. Penelitian ini dirancang dan dilaksanakan dengan metode deskriptif sebanyak enam kali pertemuan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Banjarmasin yang terdiri dari sembilan kelas, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas VIII G. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rata-rata kemampuan pemecahan masalh matematis siswa secara keseluruhan di kclas VIII SMP Negeri 1 Banjarmasin adalah sebesar 75,42 berada dalam kategori baik.
ANALISIS SELF EFFICACY MATEMATIS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMPN SE-KOTA BANJARMASIN Suci Anggraini Lestari; Karim Karim; Asdini Sari
JURMADIKTA Vol. 1 No. 1 (2021): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v1i1.732

Abstract

Pembelajaran matematika selalu dianggap sebagai pelajaran yang tidak menyenangkan. Anggapan-anggapan tersebut ada dikarenakan keyakinan siswa yang kurang terhadap pembelajaran matematika. Keyakinan seseorang bahwa dia memiliki kemampuan dalam dirinya ini biasa disebut dengan self efficacy. Penelitian dengan tujuan mendeskripsikan self efficacy matematis dan mengetahui hasil belajar matematika siswa, serta menganalisis hubungan antara self efficacy matematis dengan hasil belajar siswa SMPN Se-kota Banjarmasin. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yang mana populasinya merupakan seluruh siswa kelas VIII SMPN Se-Kota Banjarmasin sebanyak 6705 siswa, dan sampelnya berjumlah 555 siswa. Penarikan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Data penelitian berupa self efficacy matematis siswa dikumpulkan menggunakan angket, dan untuk hasil belajar digunakan dokumentasi berupa hasil murni ulangan akhir semester. Teknik Analisis dalam penelitian ini yaitu uji korelasi Pearson dan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan tingkat self efficacy matematis siswa pada kategori sedang, adapun rata-rata hasil belajar siswa dalam klasifikasi kurang. Hasil penelitian mengindikasikan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara self efficacy matematis dengan hasil belajar matematika siswa SMPN Se- Kota Banjarmasin.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL AIR (AUDITORY, INTELLECTUALLY, REPETITION) Wiyati Widya Sari; Karim Karim; Rizki Amalia
JURMADIKTA Vol. 1 No. 2 (2021): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v1i2.798

Abstract

Berdasarkan pengalaman peneliti selama Praktik Pengajaran di Sekolah, siswa sudah terbiasa mengerjakan soal-soal rutin, namun ketika soal tersebut dikonstruksi ke dalam soal tidak rutin, siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan. Diperlukan upaya-upaya perbaikan untuk menangani masalah tersebut. Diantaranya dengan menciptakan suasana belajar yang kondusif agar siswa mengalami pembelajaran yang bermakna, diantaranya yaitu dengan mencoba berbagai model pembelajaran yang dianggap sesuai dengan keadaan dalam proses pembelajaraan. Salah satu model pembelajaran yang mendukung siswa dalam pemecahan masalah adalah model AIR (Auditory, Intellectually, Repetition). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah dibelajarkan dengan model pembelajaran AIR. Penelitian ini dirancang dan dilaksanakan dengan metode deskriptif sebanyak enam kali pertemuan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Banjarmasin yang terdiri dari sembilan kelas, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas VIII G. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rata-rata kemampuan pemecahan masalh matematis siswa secara keseluruhan di kclas VIII SMP Negeri 1 Banjarmasin adalah sebesar 75,42 berada dalam kategori baik.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK MATERI ARITMATIKA SOSIAL BERBASIS MASALAH MATEMATIKA KONTEKSTUAL DENGAN KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KELAS VII Alya Desma Garini; Karim Karim; Yuni Suryaningsih
JURMADIKTA Vol. 1 No. 3 (2021): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v1i3.966

Abstract

Masih kurangnya pengetahuan peserta didik tentang hubungan lingkungan lahan basah dengan matematika, maka diperlukan adanya suatu perubahan untuk menjadikan kegiatan belajar mengajar yang bermakna dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Berdasarkan pengamatan peneliti, LKPD yang digunakan di sekolah materinya belum ada yang berkaitan dengan lingkungan lahan basah. Peserta didik hanya mengerjakan soal-soal latihan tanpa pemahaman konsep tentang penggunaan matematika secara kontekstual khususnya dalam konteks lingkungan lahan basah. Menyediakan LKPD yang dapat digunakan guru maupun peserta didik merupakan solusi dari permasalahan ini. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan LKPD materi aritmatika sosial berbasis masalah matematika kontekstual dengan konteks lingkungan lahan basah pada sekolah menengah pertama kelas VII yang valid. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp yaitu fase investigasi awal, fase perancangan, fase realisasi/kontruksi, dan fase tes, evaluasi dan revisi. Pada fase tes, evaluasi dan revisi dilakukan uji validitas oleh tiga validator. Hasil uji validitas pada LKPD yang dikembangkan mendapatkan kategori valid. Sehingga, dihasilkan LKPD materi aritmatika sosial berbasis masalah matematika kontekstual dengan konteks lingkungan lahan basah pada sekolah menengah pertama kelas VII yang valid.
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH OPEN ENDED MENGGUNAKAN MODEL JUCAMA Wahyuni Ramadhaningsih; Karim Karim; Asdini Sari
JURMADIKTA Vol. 1 No. 3 (2021): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v1i3.975

Abstract

Perkembangan teknologi dan informasi pada saat ini tidak dapat dipungkiri merupakan buah dari kemampuan berpikir kreatif individu. Kemampuan berpikir kreatif individu didorong keinginan untuk hidup lebih baik dan sejahtera di tengah kondisi lingkungan yang sangat terbatas. Untuk itu diperlukan kemampuan berpikir kreatif dalam menghadapi dan mengatasinya. Berlandaskan diskusi yang dilakukan di SMPN 32 Banjarmasin bersama Guru Matematika kelas VIII didapat bahwa kecakapan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah open-ended masih kurang, siswa kebingungan dalam menganalisis soal yang tidak sama cara penyelesaian dengan yang dikerjakan guru. Dibutuhkan model pembelajaran yang dapat memberi peningkatan terhadap kecakapan berpikir kreatif melalui model JUCAMA (Pengajuan Masalah dan Pemecahan Masalah). Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan berpikir kreatif dalam menyelesaikan masalah open-ended menggunakan model JUCAMA di kelas VIII SMPN 32 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Subjeknya siswa kelas VIII-A SMPN 32 Banjarmasin. Objek penelitian ini adalah kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah open-ended menggunakan model JUCAMA. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berpikir kreatif. Data dianalisis dengan berpedoman pada pengkategorian kemampuan bernalar kreatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif dalam menyelesaikan masalah open ended secara keseluruhan berada pada kategori Cukup Kreatif. Untuk indikator kelancaran berada pada kategori kreatif, indikator keluwesan berada pada kategori cukup kreatif, indikator keaslian berada pada kategori cukup kreatif dan indikator elaborasi berada pada kategori cukup kreatif.