Christi Mambo
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Uji efek ekstrak buah okra (Abelmoschus esculentus) terhadap kadar glukosa darah pada tikus wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan Prakoso, Leonardus B.A.; Mambo, Christi; Wowor, Mona P.
eBiomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.4.2.2016.14636

Abstract

Abstract: Okra (Abelmoschus esculentus) is one of many herbal medicine that have been used worldwide to prevent and treat diabetes mellitus. This research aimed to evaluate the effect of garlic bulbs extract administration on elevated blood glucose levels on Wistar rats (R. norvegicus) induced by alloxan. The subject in this research were male Wistar rats with total of 15 samples divided into 5 groups, consisting of one negative control group, one positive control group who were induce by 130 mg/kgBW of alloxan that cause the Rats in conditions of hyperglycemic, and three groups of Rats were given okra extract with dose of 0.375 ml/100 gBW of rat, 0.75 ml/100 gBW of rat , and 1.5 ml/100 gBW of rat. Blood glucose levels was measured on day zero, day one and day two every thirty minutes on 0, 30, 60, 90, 120, and every six hours on 0, 6, 12, 18, and 24. Data from the measurement showed that 0.375 ml/100 gBW, 0.75 ml/100 gBW , and 1.5 ml/100 gBW of okra extract can’t reduce elevated blood glucose levels on Wistar rats.Keywords: Abelmoschus esculentus, okra, blood glucose levels, alloxan Abstrak: Buah Okra (Abelmoschus esculentus) diyakini masyarakat sebagai salah satu tanaman obat yang mampu mencegah dan mengobati penyakit diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah pemberian ekstrak buah okra dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus Wistar (R. norvegicus) yang diinduksi aloksan. Subjek penelitian berupa tikus Wistar berjumlah 15 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok, terdiri atas satu kelompok kontrol negatif, satu kelompok kontrol positif yang diberi aloksan dengan dosis 130 mg/kgBB yang menyebabkan tikus Wistar dalam keadaan hiperglikemik yang kemudian diinsuksi insulin, dan tiga kelompok Tikus hiperglikemik diberi ekstrak buah okra dengan dosis 0,375 ml/100 gBB tikus, 0,75 ml/100 gBB tikus, dan 1,5 ml/100 gBB tikus. Data diperoleh dari pemeriksaan kadar glukosa darah pada semua kelompok tikus Wistar pada hari ke nol, pertama, dan kedua pada menit ke-0, 30, 60, 90, 120 dan jam ke-0, 6, 12, 18, dan 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak buah okra dengan dosis 0,375 ml/100 gBB tikus, 0,75 ml/100 gBB tikus, dan 1,5 ml/100 gBB tikus tidak mempunyai efek menurunkan kadar glukosa darah tikus Wistar. Kata kunci: abelmoschus esculentus, buah okra, kadar glukosa darah, aloksan
UJI EFEK EKSTRAK UMBI BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM L.) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) YANG DIINDUKSI ALOKSAN Cahya, Bimbi Putri; Mambo, Christi; Wowor, Mona P.
eBiomedik Vol 3, No 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.3.1.2015.6615

Abstract

Abstract: Garlic (A. sativumL.) is one of many herbal medicine that have been used worldwide to prevent and treat a lot of disease, for example to treat diabetes mellitus. This research aimed to evaluate the effect of garlic bulbs extract administration on elevated blood glucose levels on Wistar rats (R. norvegicus) induced by alloxan. The subjects inthis research were male Wistar rats with total of 18 samples divided into six groups as follows negative control group and five hyperglycemic groups induced by 130 mg/kgBW of alloxan. Garlic bulbs extract was administered with dose of 3 mg/200 gBW of rat, 6 mg/200 gBW of rats, and 12 mg/200 gBW on each groups of hyperglycemic rats, insulin analogue was administered on positive control groups of hyperglycemic rats, and only alloxan was given to the last group. Blood glucose levels was measured on day zero, day one and day two every six hours on 0, 6, 12, 18, and 24. Data from the measurement showed that 6 mg/200 gBW and 12 mg/200 gBW of garlic bulbs extract can reduce elevated blood glucose levels on Wistar rats. Garlic bulbs extract has shown effect on reducing elevated blood glucose levels on Wistar rats induced by alloxan.Keywords: Allium sativum L., Garlic Bulbs, Blood Glucose Levels, AlloxanAbstrak: Bawang putih (A. Sativum L.) diyakini masyarakat sebagai salah satu tanaman obat yang mampu mencegah dan mengobati berbagai penyakit, salah satunya diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah pemberian ekstrak umbi bawang putih dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus Wistar (R. norvegicus) yang diinduksi aloksan. Subjek penelitian berupa tikus Wistar jantan berjumlah 18 ekor yang dibagi dalam 6 kelompok, terdiri atas satu kelompok kontrol negatif dan lima kelompok tikus Wistar yang diberi aloksan dengan dosis 130 mg/kgBB yang menyebabkan tikus Wistar dalam keadaan hiperglikemik. Tikus hiperglikemik diberi ekstrak umbi bawang putih dengan dosis 3 mg/200 gBB tikus, 6 mg/200 gBB tikus, dan 12 mg/200 gBB tikus, kelompok kontrol positif diberi analog insulin, dan satu kelompok hanya diberi aloksan. Data diperoleh dari pemeriksaan kadar glukosa darah pada semua kelompok tikus Wistar pada hari ke nol, pertama, dan kedua pada jam ke-0, 6, 12, 18, dan 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak umbi bawang putih dengan dosis 6 mg/200 gBB tikus dan 12 mg/200 gBB tikus mempunyai efek menurunkan kadar glukosa darah tikus Wistar.Kata kunci: Allium sativum L., Umbi Bawang Putih, Kadar Glukosa Darah, Aloksan
UJI EFEK EKSTRAK DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI KULIT KELINCI (Oryctolagus cuniculus) Sewta, Christian A.; Mambo, Christi; Wuisan, Jane
e-Biomedik Vol 3, No 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i1.7424

Abstract

Abstract: Aloe vera has been used for thousands years to treat burns, hair loss, skin infections, sinus inflamation and gastro-intestinal tract pain. Previous researches showed that Aloe vera works effectively as anti-inflammatory, anti-pyretic, anti-fungal, anti-oxidant, anti-septic, anti-microbial, and anti-viral. This study aimed to evaluate the effect of aloe vera extract on wound healing in incised rabbit skin. This was an experimental study using 3 rabbits as test animals. The rabbits right and left backs were incised for 4 cm long and 2 mm deep. The wound on the right back was given aloe leaf extract , and the wound on the left back was not. The length of the wounds were measured everyday for 2 weeks. ResThe results showed that the wounds that were given aloe leaf extract dried and healed faster. Conclusion: Aloe vera extract accelerated wound healing in the incised rabbit skin.Keywords: aloe vera leaf extract, incision woundAbstrak: Lidah buaya digunakan sebagai bahan obat sejak beberapa ribu tahun yang lalu untuk mengobati luka bakar, rambut rontok, infeksi kulit, peradangan sinus, dan rasa nyeri pada saluran cerna. Beberapa peneliti terdahulu telah membuktikan bahwa Aloe vera berkhasiat sebagai antiinflamasi, antipiretik, antijamur, antioksidan, antiseptik, antimikroba, serta antivirus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstraksi lidah buaya terhadap penyembuhan luka insisi kulit kelinci. Penelitian ini mengunakan metode eksperimental, dengan menggunakan 3 ekor kelinci sebagai hewan uji. Punggung kanan dan kiri kelinci diinsisi sepanjang 4 cm dan kedalaman 2 mm. Luka pada punggung kanan diberi ekstrak daun lidah buaya sedangkan luka pada punggung kiri tidak diberi ekstrak daun lidah buaya. Pemberian ekstrak daun lidah buaya dan pengukuran panjang luka dilakukan setiap hari selama 2 minggu. Hasil penelitian memperlihatkan luka insisi kulit kelinci yang diberi ekstrak daun lidah buaya lebih cepat kering dan sembuh dibandingkan dengan luka insisi kulit kelinci yang tidak diberikan ekstrak daun lidah buaya. Simpulan: Pemberian ektrak daun lidah buaya memiliki efek untuk mempercepat penyembuhan luka insisi pada kulit kelinci.Kata kunci: ekstrak daun lidah buaya, luka insisi
Uji efek ekstrak daun sirih hutan (Piper aduncum L.) terhadap kadar gula darah pada tikus wistar (Rattus novergicus) yang diinduksi aloksan Sitinjak, Silvia R.H.; Wuisan, Jane; Mambo, Christi
eBiomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.4.2.2016.14659

Abstract

Abstract: Forest betel leaf (Piper aduncum L.) has been known bypublicto have efficacy in wound healing, stop vomiting, reducing nausea, aiding digestion, as an antiseptic, as well as killing bacteria, fungi and viruses. Dewi et al. found that 50 mg/kgBW and 100 mg/kgBW red betel leaf extract caused a decrease blood glucose levels in Wistar rats (Rattus norvegicus) induced by alloxan. This study was aimed to identify the effect of forest betel leaf extract on blood glucose levels on Wistar rats induced by alloxan. Subjects were Wistar rats with total of 15 samples divided into five groups: a negative control group and four hyperglycemic groups induced by 130 mg/kgBW of alloxan. Forest betel leaf extract was administered with dose of 25 mg/kgBW, 50 mg/kgBW, and 100 mg/kgBW on each groups of hyperglycemic rats, and group0.4 IU/100grBW of novomix injection was administered on the positive control group. Blood glucose levels were measured in the 0, 30, 60, 90, and 120 minutes on day one, two, and three. The results showed that 25 mg/kgBW, 50 mg/kgBW, and 100 mg/kgBW of forest betel leaf extract had a tendency to decrease blood glucose levels of Wistar rats induced by alloxan.Keywords: piper aduncum L., forest betel leaf, blood glucose levels, alloxan Abstrak: Daun sirih hutan (Piper aduncum L.) telah dikenal oleh masyarakat dan mempunyai khasiat dalam penyembuhan luka, menghentikan muntah, mengurangi mual, melancarkan pencernaan, sebagai antiseptik, membunuh bakteri dan jamur serta virus. Menurut penelitian Dewi dkk, pemberian ekstrak daun sirih merah dengan dosis 50 mg/kgBB dan 100 mg/kgBB menyebabkan penurunan kadar gula darah pada tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi dengan aloksan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak daun sirih hutan terhadap kadar gula darah pada tikus Wistar yang diinduksi dengan aloksan. Subjek penelitian berupa tikus Wistar berjumlah 15 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok terdiri atas kelompok kontrol negatif dan 4 kelompok tikus Wistar yang diberi aloksan dengan dosis 130 mg/kgBB tikus yang menyebabkan tikus Wistar dalam keadaan hiperglikemik. Tikus hiperglikemik diberi ekstrak daun sirih hutan dengan dosis 25 mg/kgBB tikus, 50 mg/kgBB tikus, dan 100 mg/kgBB tikus, dan yang terakhir kelompok kontrol positif diberi suntikan novomix 0,4 IU/100grBB tikus. Data diperoleh dari pemeriksaan kadar gula darah pada semua kelompok pada hari pertama, kedua, dan ketiga pada menit ke-0, 30, 60, 90, dan 120. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun sirih hutan dengan dosis 25 mg/kgBB tikus, 50 mg/kgBB dan 100 mg/kgBB tikus memiliki kecenderungan untuk menurunkan kadar gula darah tikus Wistar yang diinduksi oleh aloksan. Kata kunci: piper aduncumL., daun sirih hutan, kadar gula darah, aloksan