Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Penerapan Gelombang Plasma dalam Mengurangi Kadar Chemical Oxygen Demand (COD) pada Limbah Batik Melalui Corona Plasma dan Elektrokoagulasi dengan Metode Variasi Putra, Valentinus Galih Vidia; Mohamad, Juliany Ningsih; Yusuf, Yusril
Jurnal Ilmu Fisika Vol 12, No 2 (2020): Published in September 2020
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.12.2.60-69.2020

Abstract

Proses pengolahan limbah tekstil umumnya dapat berupa limbah dari proses penghilangan kanji (Desizing), penggelantangan (Scouring), pemutihan (Bleaching), dan pencelupan kain (Dyeing) serta proses pewarnaan dan pembilasan yang menghasilkan air limbah berwarna dengan COD yang tinggi. Dikarenakan kompleksitas jenis limbah tekstil, maka pemilihan metode pengolahan limbah merupakan suatu tantangan tersendiri dalam penelitian oleh beberapa peneliti. Artikel ini memperlihatkan beberapa metode pengolahan limbah dengan menggunakan metode elektrokoagulan (EC), metode plasma dan gabungan metode plasma dan elektrokoagulan. Hasil riset memperlihatkan bahwa pengabungan metode plasma dan elektrokoagulan akan lebih baik dalam penguraian air limbah dengan indikator menurunnya COD pada limbah (sebesar 240mgO2/L hingga 250 mgO2/L). Efisiensi pada metode plasma-elektrokoagulasi sebesar 42,5% - 44,8%.
EFEK MODIFIKASI PLASMA UNTUK MENINGKATKAN SIFAT TAHAN API DARI KAIN KATUN Valentinus Galih Vidia Putra; Andrian Wijayono; Juliany Ningsih Mohamad
Jurnal Dinamika Penelitian Industri Vol 31, No 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28959/jdpi.v31i1.5878

Abstract

Pada penelitian ini telah dikembangkan sifat tahan api pada bahan tekstil kain katun dengan menggunakan resin tahan api dan ekstrak daun bayam. Zat tahan api diaplikasikan pada kain katun dengan menggunakan metode plasma bertekanan atmosfir dan pad-dry-cure. Kain katun yang digunakan merupakan kain kapas yang telah mengalami proses pengelantangan dan merserisasi. Pada penelitian ini telah dilakukan tiga jenis metode, yaitu metode pad-dry-cure pada zat resin tahan api dengan pra-perlakuan plasma bertekanan atmosfer, metode perendaman pada zat resin tahan api dengan pra-perlakuan plasma bertekanan atmosfer, dan metode perendaman pada ekstrak daun bayam dengan pra-perlakuan plasma bertekanan atmosfer. Penelitian menunjukan bahwa ada peningkatan sifat tahan api pada kain katun yang telah diberikan perlakuan. Penilaian sifat tahan api diuji dengan menggunakan metode uji standar tahan api cara vertikal ASTM D6413-08. Pada penelitian ini telah dilakukan perlakukan plasma bertekanan atmosfer dengan variasi waktu 4 menit dan 8 menit. Hasil penelitian menunjukan bahwa kain katun dengan perlakuan metode perendaman pada ekstrak daun bayam dan pra-perlakuan plasma bertekanan atmosfer memiliki sifat tahan api yang paling baik diantara metode lainnya. Telah ditemukan pula pada studi ini bahwa waktu perlakuan plasma 4 menit berpengaruh terhadap sifat tahan api kain katun.
Tip-Cylinder Electrode Plasma to Enhance the Coating of Conductive Yarn Process Valentinus Galih Vidia Putra; Lutfi Zulfikar; Atin Sumihartanti; Juliany Ningsih Mohamad; Yusril Yusuf
Jurnal Rekayasa Proses Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.54946

Abstract

This study aims to develop conductive textile materials using a polyester textile yarn by applying a knife coating method and pre-treatment of a tip-cylinder plasma electrode. In this research, carbon ink was coated on polyester staple yarn which was given a pre-treatment with a plasma generator and coated with the knife coating method. The electrical conductivity of conductive yarns produced from this study was divided into two types, as yarns without plasma treatment and with plasma treatment with a ratio of water and carbon ink concentrations of 1:1 and 2:1. The results of the electrical conductivity with plasma treatment and the concentration of carbon ink and water of 1:1 and 1:2 were 69005 (Ωm)-1 and 50144.25 (Ωm)-1, respectively, while the results of the electrical conductivity for threads with concentrations of carbon ink and water of 1:1 and 1:2 without plasma treatment were 18197.64 (Ωm)­‑1  and 8873.54 (Ωm)-1, respectively. The results showed that the concentration of carbon ink and water and plasma treatment affected the conductive value of the yarn. The results also showed that the presence of plasma pre-treatment improved the coating process of conductive ink on the yarn.Keywords: carbon ink; conductive yarn; plasma; textile A B S T R A KPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan tekstil konduktif menggunakan benang tekstil poliester dengan mengaplikasikan metode knife coating dan pre-treatment plasma elektroda tip-cylinder. Pada penelitian ini dilakukan pelapisan dengan tinta karbon pada benang poliester stapel yang diberi perlakuan awal dengan plasma generator dan dilapisi dengan metode pelapisan knife coating. Konduktivitas listrik benang konduktif yang dihasilkan dari penelitian ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu benang tanpa perlakuan plasma dan dengan perlakuan plasma dengan perbandingan konsentrasi air dan tinta karbon sebesar 1:1 dan 2:1. Hasil konduktivitas listrik dengan perlakuan plasma dan konsentrasi tinta karbon dan air sebesar 1:1 dan 1:2 masing-masing adalah 69005 (Ωm)‑1 dan 50144,25 (Ωm)-1, sedangkan hasil konduktivitas listrik untuk benang dengan konsentrasi tinta karbon dan air sebesar 1:1 dan 1:2 tanpa perlakuan plasma masing-masing adalah 18197,64 (Ωm)-1 dan 8873,54 (Ωm)-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi tinta karbon dan air serta perlakuan plasma berpengaruh terhadap nilai konduktivitas benang serta adanya pre-treatment plasma dapat meningkatkan proses coating tinta konduktif pada benang.Kata kunci: benang konduktif; plasma; tekstil; tinta karbon 
A Development of Textile Fabric Homogeneity Based on Computational Physics (Image Processing) with MATLAB Valentinus Galih Vidia Putra; Andrian Wijayono; Cahaya Rosyidan; Juliany Ningsih Mohamad
Jurnal Fisika FLUX Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.2 KB) | DOI: 10.20527/flux.v17i2.8302

Abstract

The textile industry is currently moving towards to the fourth Industrial Technological Revolution. One of the applications of the industrial revolution 4.0 is in the field of computational physics. The application of applied physics especially computational physics on textile science can be initiated in analyzing the quality of fabric in the textile coloring process.  This research focuses on a technique measuring the quality of fabric that occurred in the coloring process using the image processing technique by measuring the color space in the RGB (Red, Green, Blue) space as the length of colors vector of the fabric.  In this study, the technique has been made using MATLAB 2009a software and Logitech C525 HD webcam. The result of this research shows that computational physics especially image processing by MATLAB can be implemented to measure and to determine the color quality of fabric accurately by comparing with the samples.
Penerapan Gelombang Plasma dalam Mengurangi Kadar Chemical Oxygen Demand (COD) pada Limbah Batik Melalui Corona Plasma dan Elektrokoagulasi dengan Metode Variasi Valentinus Galih Vidia Putra; Juliany Ningsih Mohamad; Yusril Yusuf
Jurnal Ilmu Fisika Vol 12 No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.12.2.60-69.2020

Abstract

Proses pengolahan limbah tekstil umumnya dapat berupa limbah dari proses penghilangan kanji (Desizing), penggelantangan (Scouring), pemutihan (Bleaching), dan pencelupan kain (Dyeing) serta proses pewarnaan dan pembilasan yang menghasilkan air limbah berwarna dengan COD yang tinggi. Dikarenakan kompleksitas jenis limbah tekstil, maka pemilihan metode pengolahan limbah merupakan suatu tantangan tersendiri dalam penelitian oleh beberapa peneliti. Artikel ini memperlihatkan beberapa metode pengolahan limbah dengan menggunakan metode elektrokoagulan (EC), metode plasma dan gabungan metode plasma dan elektrokoagulan. Hasil riset memperlihatkan bahwa pengabungan metode plasma dan elektrokoagulan akan lebih baik dalam penguraian air limbah dengan indikator menurunnya COD pada limbah (sebesar 240mgO2/L hingga 250 mgO2/L). Efisiensi pada metode plasma-elektrokoagulasi sebesar 42,5% - 44,8%.
Tip-Cylinder Electrode Plasma to Enhance the Coating of Conductive Yarn Process Valentinus Galih Vidia Putra; Lutfi Zulfikar; Atin Sumihartanti; Juliany Ningsih Mohamad; Yusril Yusuf
Jurnal Rekayasa Proses Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.54946

Abstract

This study aims to develop conductive textile materials using a polyester textile yarn by applying a knife coating method and pre-treatment of a tip-cylinder plasma electrode. In this research, carbon ink was coated on polyester staple yarn which was given a pre-treatment with a plasma generator and coated with the knife coating method. The electrical conductivity of conductive yarns produced from this study was divided into two types, as yarns without plasma treatment and with plasma treatment with a ratio of water and carbon ink concentrations of 1:1 and 2:1. The results of the electrical conductivity with plasma treatment and the concentration of carbon ink and water of 1:1 and 1:2 were 69005 (Ωm)-1 and 50144.25 (Ωm)-1, respectively, while the results of the electrical conductivity for threads with concentrations of carbon ink and water of 1:1 and 1:2 without plasma treatment were 18197.64 (Ωm)­‑1  and 8873.54 (Ωm)-1, respectively. The results showed that the concentration of carbon ink and water and plasma treatment affected the conductive value of the yarn. The results also showed that the presence of plasma pre-treatment improved the coating process of conductive ink on the yarn.Keywords: carbon ink; conductive yarn; plasma; textile A B S T R A KPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan tekstil konduktif menggunakan benang tekstil poliester dengan mengaplikasikan metode knife coating dan pre-treatment plasma elektroda tip-cylinder. Pada penelitian ini dilakukan pelapisan dengan tinta karbon pada benang poliester stapel yang diberi perlakuan awal dengan plasma generator dan dilapisi dengan metode pelapisan knife coating. Konduktivitas listrik benang konduktif yang dihasilkan dari penelitian ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu benang tanpa perlakuan plasma dan dengan perlakuan plasma dengan perbandingan konsentrasi air dan tinta karbon sebesar 1:1 dan 2:1. Hasil konduktivitas listrik dengan perlakuan plasma dan konsentrasi tinta karbon dan air sebesar 1:1 dan 1:2 masing-masing adalah 69005 (Ωm)‑1 dan 50144,25 (Ωm)-1, sedangkan hasil konduktivitas listrik untuk benang dengan konsentrasi tinta karbon dan air sebesar 1:1 dan 1:2 tanpa perlakuan plasma masing-masing adalah 18197,64 (Ωm)-1 dan 8873,54 (Ωm)-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi tinta karbon dan air serta perlakuan plasma berpengaruh terhadap nilai konduktivitas benang serta adanya pre-treatment plasma dapat meningkatkan proses coating tinta konduktif pada benang.Kata kunci: benang konduktif; plasma; tekstil; tinta karbon 
PENENTUAN ARAH PATAHAN YANG TERDAPAT DI PULAU TIMOR DAN SEKITARNYA MENGGUNAKAN MEKANISME SUMBER 3D GEMPABUMI Juliany Ningsih Mohamad
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.723 KB)

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian tentang penentuan arah patahan yang terdapat dipulau Timordan sekitarnya menggunakan mekenisme sumber 3D gempabumi, dengan menggunakan data sekunder yakni data yang diambil katalog International Sesmology Center (ISC) dan U.S. Geological Survey/National Earthquake Information Center (USGS/NEIC) sejak tahun 1965-2013 pada koordinat 8,5° - 10,5°LS dan 123° - 126° BT. Analisis dilakukan dengan menggunakan Arcgis 9.3 untuk pembuatan peta coastline pulau Timor dan sekitarnya, software ZMAP 6.0 untuk pembuatan peta seimisistas berdasarkan kedalaman, sedangkan untuk penentuan arah patahan dan mekanisme sumber dari gempabumi yang terjadi digunakan software 3D Focal Mechanism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di pulau Timor dan sekitarnya yang dominan merupakan gempabumi dangkal (<70 km) yang terdapat di pulau Timor dan gempabumi sedang (70<h<300 km) yang cenderung ke arah baratdaya, sedangkan dari hasil mekanisme sumber menunjukkan gempabumi yang terjadi di pulau Timor dan sekitarnya didominasi oleh gempabumi akibat sesar turun berarah barat laut. Hal ini juga diungkapkan dari hasil mekanisme sumber 3 D dengan kedalamnya yang terlihat bahwa pola patahan yang terjadi diakibatkan oleh adanya penunjaman lempeng Indo-Australia di bawah lempeng Eurasia ke arah baratlaut pulau Timor. Kata kunci: Gempabumi, patahan, 3D mekanisme sumber Abstract Determination of Fault Directional at Timor Island and surroundings using 3D Focal Mechanism. Has been done a reseach on determining of fault directional at Timor Island and surrounding using 3D focal mechanisms earthquake from US Geological Survey / National Earthquake Information Center (USGS / NEIC) since the year 1965-2013 at 8.5 ° - 10.5 ° S and 123 ° - 126 ° E.Analysis used ArcGIS 9.3 for creating coastline maps, ZMAP 6.0 seimisisty map by depth, and 3D Focal Mechanism for fault directional. The results showed that on the Timor island and the surrounding, dominated shallow earthquake (<70 km) and the medium (70 <h <300 km) tends toward the southwest, while the results of the mechanism earthquakes indicate earthquakes occurred on the island of Timor and the surrounding focal mechanism dominated by normal fault to north-west. It also showed by 3D focal mechanism that fault occur caused by the subduction of the Indo-Australian plate under the Eurasian plate to the north-west of the island of Timor. Keywords: earthquake, fault, 3D focal mechanism
IDENTIFIKASI POLA DISTRIBUSI STRESS COLOUMB PADA GEMPABUMI 2 AGUSTUS 2019 DI TUGU HILIR, INDONESIA Umbu Harti Mala; Juliany Ningsih Mohamad; Bernandus Bernandus; Valentinus G. V. Putra
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.123 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v5i1.2381

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola distribusi perubahan stress coulomb yang dapat digunakan untuk melihat gempabumi susulan yang terjadi dalam jarak dan dalam rentang waktu yang dekat. Penelitian ini menggunakan data gempabumi yang terjadi pada 2 agustus 2019 dengan Mw 6,9 di Tugu Hilir, Indonesia, pada koordinat 104,825 BT dan 7,267 LS dengan kedalaman 52,8 km (USGS) memiliki mekanisme fokus (Strike, dip, rake) adalah (201°, 49°, 54°). Data ini kemudian diolah dengan menggunkan software coulomb 3.3 pada matlab. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa gempabumi ini gempabumi ini memiliki peningkatan stress coulomb (≤ 1,0 bar) berarah timurlaut-baratdaya dan merupakan daerah gempabumi susulan terjadi. Sedangkan daerah penurunan stress coulomb (≤ -1,0 bar) berarah barat-laut tenggara. Kata kunci: gempabumi, perubahan stress coulomb, coulomb3.3, USGS, Tugu Hilir. Abstract This research aims to Identifed the distribution coulomb stress changed that can be used to seesthe subsequent earthquake that occurs within a short distanceand time span. This research uses earthquake data on 2 August 2019 with Mw 6.9 in Tugu Hilir, Indonesia, at 104.825°E and 7.267°S, with 52.8 km depth (USGS). The focus mechanism (strike, dip, rake) is (201°, 49°, 54°). This data prosessed by using Coulomb 3.3 software in MATLAB. The result found that this main earthquake had an increase coulomb stress changed (≤ 1.0 bar) in the northeast-southwest and was a subsequent earthquake area. Whereas the area of decrese of coulomb stress changed (≤ -1.0 bar) in the northwest-southeast. Keywords: earthquake, coulomb stress changed, coulomb 3.3, USGS, Tugu Hilir
STUDI PENGHITUNG PACKING FRACTION MENGGUNAKAN FISIKA CITRA Valentinus G. V. Putra; Juliany Ningsih Mohamad
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.813 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v5i1.2384

Abstract

Abstrak Packing fraction menunjukkan derajat susunan serat pada suatu benang, yang dihitung berdasarkan perbandingan antara volume serat terhadap volume benang atau lua serat total terhadap luas benang. Pada kondisi panjang serat dan panjang benang memiliki panjang yang sama, maka untuk menghitung volume serat maupun volume benang dapat didekati dengan penghitungan luas permukaan serat total dan luas permukaan benang. Penghitungan rasio luas permukaan serat terhadap luas permukaan benang yang akurat sangatlah sulit didapatkan dikarenakan bentuk permukaan serat yang sembarang dan perhitungan kalkulus matematika yang rumit. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diperlukan suatu metode fisika citra untuk menghitung luasan permukaan serat sembarang. Pada penelitian ini telah didapatkan suatu metode untuk mengukur nilai Packing fraction dengan lebih baik menggunakan metode pengolahan citra untuk mendapatkan luasan acak serat. Kata Kunci: packing fraction; benang; tekstil; image processing Abstract The Study Calculation of Packing fraction using physics of imaging. Packing fraction shows the degree of arrangement of fibers in a yarn, which is calculated based on the ratio between the volume of fiber to the volume of yarn or total fiber area to yarn area. In the condition of fiber length and yarn length have the same length, then to calculate volume of fiber and volume of yarn it can be approached by calculating the total fiber surface area and yarn surface area. Precise calculation of the fiber surface area to yarn surface area is very difficult to obtain due to the arbitrary shape of the fiber surface and complex mathematical calculation. To overcome this problem, we need an image processing method to calculate the surface area of any fiber. In this research, a method for measuring the value of Packing fraction has been better obtained using an image processing method to obtain a random area of ​​fiber. Keywords: packing fraction; yarn; textile; image processing
PEMBUATAN SERAT NANO PVA/TIO2/Zat Warna MENGGUNAKAN ELEKTROSPINNING SEBAGAI SEL SURYA DSSC MENGGUNAKAN ELEKTRODA KAIN FIBERGLASS/TINTA KARBON Juan Prianto; Valentinus Galih Vidia Putra; Juliany Ningsih Mohamad
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v6i2.6835

Abstract

Abstrak Sebagai wilayah tropis, Indonesia mempunyai banyak area yang disinari matahari dengan baik. Oleh karena itu energi terbarukan yang berasal dari energi matahari dapat dimafaatkan sebagai energi alternatif selain energi dari bahan bakar fosil. Salah satu energi alternatif yang mempunyai potensi sangat besar namun belum dimanfaatkan secara maksimal adalah sel surya (fotovoltaik) yang mampu mengkonversi sinar matahari secara langsung menjadi energi listrik tanpa menghasilkan emisi gas buang apapun. Salah satu bentuk umum dari sel surya adalah Dye Sensitized Solar Cells yang memanfaatkan zat warna sebagai photosensitizer. Agar DSSC dapat menghasilkan tegangan dan arus yang tinggi, diperlukan semikonduktor yang memiliki bandgap rendah. Cara untuk meningkatkan tegangan yang dihasilkan adalah dengan memperkecil ukuran molekul dengan memperkecil jarak antar atom semikonduktor ataupun dengan memperkecil jarak antar molekulnya. Penggunaan elektrospinning dalam pembuatan serat nano diharapkan dapat memperkecil jarak atau ukuran molekul dari semikonduktor yang digunakan. Pada penelitian ini digunakan campuran PVA/TiO2 sebagai semikonduktornya karena TiO2 memiliki bandgap yang rendah dan tersedia dengan harga murah secara komersil. Tahapan yang dilakukan pada penlitian ini adalah mulai dari pembuatan campuran zat PVA/TiO2 lalu proses elektrospinning pengujian menggunakan SEM dan pengujian tegangan serta arus pada susunan DSSC. Pada penelitian ini digunakan zat warna antosianin yang berasal dari wortel sebagai photosensitizer. Setelah direndam zat warna dilakukan proses curing lalu ditambahkan elektrolit dan DSSC disusun menyerupai sandwich. Elektrolit yang digunakan adalah campuran KI/I2 yang dibuat dalam bentuk gel sebagai variabel tetap. Pada penelitian ini dilakukan pengujian SEM untuk melihat morfologi dan ukuran dari serat PVA/TiO2. Dilakukan pengujian UV-Vis pada larutan PVA/TiO2 dan larutan zat warna. Dilihat dari pengujian SEM, lapisan tipis PVA/TiO2 dapat dibentuk menggunakan elektrospinning tegangan 20kV dan waktu 240 detik yang menghasilkan ukuran serat dengan rata – rata sebesar 177,6nm. Energi gap dari serat nano PVA/TiO2 yang dihasilkan sebesar 2,8eV. Tegangan yang dihasilkan pada saat sel surya terpapar sinar matahari sebesar 53mV sementara tegangan yang dihasilkan pada saat sel surya tidak terpapa sinar sebesar 8mV. Arus dihasilkan pada saat sel surya terpapar sinar matahari sebesar 26,5 sementara arus yang dihasilkan pada saat sel surya tida terpapar sinar matahari sebesar 4 . Abstract Indonesia as tropical islands have many areas that are exposed to sunlight therefore renewable energy from solar energy can be utilized as an alternative other than energy from fossil fuels. Alternative energy which has great potential but is not yet fully utilized are solar cells (photovoltaic) that can convert solar energy directly from sunlight into electrical energy without producing any emission gasses. One of the common forms of solar cells is Dye-Sensitized Solar Cells that utilize dyes to be used as photosensitizers. In order for DSSC to produce high voltage and current, a semiconductor with a low bandgap is needed. The way to increase the resulting voltage is to reduce the size of the molecule by reducing the distance between the semiconductor atoms or by reducing the distance between the molecules. The use of electrospinning in the manufacturing of thin-film nanofiber is expected to reduce the distance between molecules of the used semiconductor. In this study, the mixture of PVA/TiO2 is used as a semiconductor because of the low bandgap of TiO2, low price, and commercially available. The stages that are carried in this study are started from making a mixture solution of PVA/TiO2 then the electrospinning process, SEM test, and voltage and current measurement from the DSSC array. In this study, the dye used as a photosensitizer is anthocyanin dye from carrot. After the dipping of dyes, the fabric is then cured and the electrolyte is added and piled up like a sandwich. The electrolyte that used in this study is the mixture of KI/I2 in solid form as a fixed variable. SEM test is done to see the nanofiber morphology and fiber size of a thin film of PVA/TiO2. UV-Vis test was performed on PVA/TiO2 solution and dye solution. Judging from the SEM test, a thin layer of PVA/TiO2 can be formed using electrospinning with a voltage of 20kV and a time of 240 seconds which produces an average fiber size of 177.6nm. The energy gap of the PVA/TiO2 nanofibers produced is 2.8eV. The voltage generated when the solar cell is exposed to sunlight is 53mV while the voltage generated when the solar cell is not exposed to light is 8mV. The current generated when the solar cell is exposed to sunlight is 26.5μA. while the current generated when the solar cell is not exposed to sunlight is 4μA.