Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Optimasi Biaya Bahan Bakar Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Menggunakan Metode Pendekatan Simplex Studi Kasus di PT Sumber Rejeki Power, Sumbawa Besar Daffa Nagib; Indra Darmawan; Ahmad Jaya; Desi Maulidyawati
Jurnal Altron Jurnal Elektronika, Sains & Sistem energi
Publisher : Program Studi Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51401/altron.v2i01.3152

Abstract

Optimasi biaya bahan bakar pada pembangkit merupakan hal yang sangat penting untuk mengoptimalkan pemakaian sumber daya alam dan mengurangi dampak lingkungan. Fokus penelitian ini akan melakukan analisis biaya bahan bakar pada pembangkit listrik tenaga diesel di PT Sumber Rejeki Power menggunakan metode pendekatan simplex. Metode pendekatan simplex digunakan untuk mencari solusi optimal dalam hal pengaturan bahan bakar pada pembangkit yaitu dengan menganalisa data, serta perhitungan untuk mencapai hasil yang terukur dan menghasilkan sebuah pengambilan keputusan yang baik sehingga memiliki perkiraan perhitungan yang akurat untuk memperoleh minimum biaya. Hasil dari analisis ini yaitu metode simplex dapat diterapkan dalam optimasi pembangkit pada PT Sumber Rejeki Power dalam meminimasi penggunaan bahan bakar dari keterbatasan pembangkit yang dimiliki dan Excel’s Solver dapat membantu proses perhitungan minimasi bahan bakar secara cepat dan akurat sehingga penggunaan minimal bahan bakar yang diperoleh peneliti yaitu sebesar 133.843 Liter, dengan penggunaan sebelumnya 137.875 Liter dan didapatkan selisih sebesar 4032 Liter/hari.
ANALISIS PERHITUNGAN AUDIT ENERGI PADA SISTEM KELISTRIKAN GEDUNG ASRAMA UNIVERSITAS TEKNOLOGI SUMBAWA Bagus Saputra AB; Desi Maulidyawati; Nova Aryanto; Ahmad Jaya
Jurnal Altron Jurnal Elektronika, Sains & Sistem energi
Publisher : Program Studi Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51401/altron.v2i02.3270

Abstract

The development of science and technology in the world has created many new innovations, including electronic equipment. The use of electronic devices in everyday life is very easy and effective. Along with technological developments and the magnitude of developments in the above sectors in the province of West Nusa Tenggara, the demand for electrical energy always increases every year. To overcome the wasteful use of energy which will result in an increase in electricity payments, energy efficiency must be carried out. The UTS Dormitory Building, as a middle-level consumer of electrical energy, needs to be analyzed to determine the level of energy consumption efficiency. The purpose of this study was to determine the Energy Consumption Intensity (IKE) in the kWh meter of the Sumbawa University of Technology dormitory and to determine the level of energy consumption and efficiency in the kWh meter of the Sumbawa University of Technology dormitory. The method used in this study was a mixed method (Mixed Method). Research, namely by combining the types of qualitative and quantitative methods. The results of the study obtained that the energy consumption intensity value each year in the kWh of the dormitory building is 12.89 kWh/m2/year. This value is included in the efficient category according to the ASEAN-USAID IKE value standard, namely for a hotel/apartment building the maximum is 300 kWh/m2/year. The value of energy consumption intensity (IKE) every year in kWh of dormitory buildings is included in the efficient criteria.
ANALISIS DAN EVALUASI KONSUMSI ENERGI LISTRIK DENGAN MENGAUDIT ENERGI DI AKADEMI KOMUNITAS OLAT MARAS Chairil Chairil Umam; Ahmad Jaya; Masyitah Aulia; Nova Aryanto
Jurnal Altron Jurnal Elektronika, Sains & Sistem energi
Publisher : Program Studi Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51401/altron.v2i02.3273

Abstract

Konsumsi dan Distribusi Energi listrik pada suatu bangunan harus efisien. Akan tetapi, masih banyak bangunan yang tidak memenuhi tingkat efisien sesuai standar. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Diantara faktor tersebut ialah penggunaan tata pencahayaan dan tata udara yang tidak sesuai standar, Akademi Komunitas Olat Maras (AKOM), yang merupakan konsumen energi listrik menengah, sekiranya perlu melakukan audit energi untuk mengetahui tingkat efisiensi konsumsi energi sesuai dengan SNI 6196:2011. Adapun tahap penelitian yang dilakukan pada penelitian ini ialah menganalisis dan mengevaluasi nilai intensitas konsumsi energi (IKE) dalam satu tahun atau satu bulan (pada ruangan ber-AC dan tidak ber-AC), serta melakukan analisis peluang penghematan energi pada sistem tata pencahayaan dan sistem tata udara. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode campuran (Mixed). Hasil penelitian diperoleh Intensitas Konsumsi Energi (IKE) pada Akademi Komunitas Olat Maras (AKOM), sebesar 17,83 kWh/m²/tahun. Nilai tersebut tergolong sangat efisien menurut standar nilai IKE ASEAN-USAID. Berdasarkan data yang diperoleh, AKOM hanya memiliki satu ruangan ber-AC dengan nilai sebesar 16,37 kWh/m²/Bulan. Nilai tersebut memiliki kategori cukup efisien. Sedangkan untuk ruangan tak ber-AC rata rata diperoleh nilai sebesar 6,73 kWh/m²/Bulan. Nilai tersebut memiliki kategori cukup efisien menurut permen ESDM No. 12 tahun 2013. Akan tetapi, intensitas pencahayaan (lux) dan nilai BTU belum sesuai kebutuhan atau tidak sesuai standar.
PERENCANAAN ENERGI TERBARUKAN DI UNIVERSITAS TEKNOLOGI SUMBAWA PADA TAHUN 2042 MENGGUNAKAN PENDEKATAN LONG- RANGE ENERGY ALTERNATIVE PLANNING SYSTEM (LEAP) Aris Satria; Desi Maulidyawati; Muhammad Hidayatullah; Ahmad Jaya
Jurnal Altron Jurnal Elektronika, Sains & Sistem energi
Publisher : Program Studi Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51401/altron.v2i02.3280

Abstract

Energi surya memiliki potensi yang sangat baik untuk diterapkan di wilayah Indonesia, mengingat wilayah Indonesia cukup luas dan berada di garis khatulistiwa sehingga intensitas mataharinya cukup stabil dengan rata-rata sekitar 4,8 kWh/m2 per hari di seluruh Indonesia. Dengan potensi energi surya yang cukup baik, maka dilakukanlah penelitian perecanaan energi surya di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) hingga 20 tahun kedepan dengan Simulasi menggunakan software Long-Range Alternative Planning System (LEAP).Metode eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini. Untuk metode perencanaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode end-use dan berfokus pada pengumpulan data kebutuhan energi listrik di UTS. Kemudian data di analisis untuk merencanakan penggunaan energi terbarukan di UTS menggunakan software LEAP. Kebutuhan energi listrik selama 20 tahun kedepan di gedung rektorat Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) pada skenario BAU sebesar 879.911 kWh, skenario 1 sebesar 1,942.879 kWh dan skenario 2 sebesar 2,362.618 kWh. 2Dari hasil Simulasi pada setiap skenario, maka diketahui bahwa dengan adanya PLTS dapat membantu mengurangi penggunaan energi dari PLN yang jika ditotalkan pada masing-masing skenario yaitu, skenario BAU sebesar 7,163.860 kWh. pada skenario 1 yaitu sebesar 5,316.856 kWh, sedangkan pada skenario 2 pengeluaran bahan bakar yang didapatkan yaitu sebesar 4,387.383 kWh.
APLIKASI SOFTWARE LEAP PADA PERKIRAAN KEBUTUHAN BEBAN LISTRIK DI WILAYAH LOMBOK TIMUR: APLIKASI SOFTWARE LEAP PADA PERKIRAAN KEBUTUHAN BEBAN LISTRIK DI WILAYAH LOMBOK TIMUR Muhammad Hidayatullah; Yogi Wardana; Ahmad Jaya; Indra Darmawan
Hexagon Vol 7 No 1 (2026): EDISI 11
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v7i1.4184

Abstract

Penyediaan energi listrik yang memadai dan tepat sasaran menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan pembangunan daerah, baik sektor industri, pelayanan publik, bisnis, maupun peningkatan kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan kebutuhan beban energi listrik di Kabupaten Lombok Timur menggunakan perangkat lunak LEAP (Long-range Energy Alternatives Planning System) dengan pendekatan permodelan end-use. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan pemodelan pada aplikasi LEAP dengan mempertimbangkan dua skenario, yaitu skenario baseline dan skenario 1. Skenario baseline merupakan kondisi masa depan berdasarkan kecenderungan yang sudah terjadi, sedangkan skenario 1 merupakan skenario alternatif dengan menon-aktifkan PLTD Paokmotong. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa permintaan energi listrik Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2035 untuk skenario baseline sebesar 98.109.736.388 MWh dan skenario 1 sebesar 93.609.274.785 MWh. Sektor rumah tangga menjadi sektor permintaan energi listrik yang dominan di setiap skenario. Pada skenario baseline, PLTD Paokmotong memiliki total pengeluaran bahan bakar tertinggi selama 13 tahun sebesar 212.868 MWh, sedangkan pada skenario 1, setelah menon-aktifkan PLTD Paokmotong, pengeluaran bahan bakar pembangkit terbanyak dihasilkan dari PLTS. Penelitian ini memberikan gambaran tentang proyeksi kebutuhan energi listrik di Kabupaten Lombok Timur dan membandingkan dampak dari skenario baseline dengan skenario alternatif yang menon-aktifkan PLTD Paokmotong terhadap permintaan energi listrik dan pengeluaran bahan bakar pembangkit.
RANCANG BANGUN SISTEM KEAMANAN PINTU RUMAH MENGGUNAKAN INTERNET OF THINGS DAN BERBASIS ESP32-CAM: RANCANG BANGUN SISTEM KEAMANAN PINTU RUMAH MENGGUNAKAN INTERNET OF THINGS DAN BERBASIS ESP32-CAM Muhamad Taufan; Muhammad Hidayatullah; Ahmad Jaya; Nova Aryanto
Hexagon Vol 6 No 2 (2025): Vol. 6 No. 2 (2025): HEXAGON - Edisi 12
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v6i2.4355

Abstract

Perumahan yang ada di Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara barat (NTB) semakin bertambah terutama untuk jenis/tipe Subsidi dan Komersil. Dari tipe perumahan ini, kualitas bahan dan kemanan akses pintu tentu menjadi hal yang sangat sensitive dan rawan bagi pencurian maupun penjarahan. Apalagi lokasi perumahan yang berada dipinggiran kota sering ditinggal oleh pemilik yang berkegiatan diluar rumah atau bahkan luar kota untuk kebutuhan bekerja atau liburan mengakibatkan tingkat keamanan rumah menjadi rentan. Ditambah lagi oleh kondisi keamanan komplek perumahan yang tidak disertai security 24 jam, sehingga akan meningkatkan aksi pencurian/penjarahan rumah dan akibatnya pemilik mengalami kerugian atas kehilangan barang-barang berharga dalam rumah. Untuk mencegah kasus kejahatan pencurian ini perlu dilakukan peningkatan sistem keamanan terutama pada bagian pintu rumah. Sehingga untuk mengatasi permasalahan perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang Rancang Bangun Sistem Keamanan Pintu Rumah Menggunakan Internet of Things dan Berbasis Esp32-Cam yang bertujuan dapat meningkatkan keamanan pada rumah. ESP32 CAM akan memotret orang/objek melalui perintah deteksi sensor Passive Infra Red (PIR) dan dikirim berupa gambar, secara otomatis pada telegram sebagai notifikasi. Arduino uno sebagai pengendali solenoid kunci pintu melalui telegram bot dan pengendali akses manual menggunakan keypad 4x4. Diharapkan dari perancangan alat ini dapat meningkatkan keamanan pada pintu perumahan disekitar kabupaten Sumbawa.
Arus kuat STUDI KELAYAKAN INSTALASI LISTRIK PADA GEDUNG STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM (SPBU) PERNEK SUMBAWA Agus Hermansyah Agus; Ahmad Jaya; Indra Darmawan; Desi Maulidyawati
Jurnal Altron Jurnal Elektronika, Sains & Sistem energi
Publisher : Program Studi Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51401/altron.v4i2.5220

Abstract

Human development cannot be separated from technology, especially electrical energy which functions as the main support in various daily activities. The use of electricity must be balanced with attention to maintenance and installation updates to avoid risks that could harm users. Several important aspects in electrical installations include the selection of materials, the installation process, and compliance with applicable regulatory standards. This research uses qualitative methods, which focus on in-depth analysis of the study object through observation, interviews, and testing of electrical installations in the laboratory. This is different from the method While the quantitative approach involves statistical analysis, the qualitative approach places more emphasis on collecting, analyzing and interpreting data to understand social problems based on natural reality. Hani from research shows that the electrical installation in the Pernek gas station building meets PUIL 2011 standards. This feasibility is determined by several factors such as panel height, contact box, switch, KWH meter, cable color, and the use of MCB as a safety cable in electrical installations are differentiated based on color: R phase is black, S phase is brown, T phase is gray, N cable is blue, and grounding cable is green-yellow. The research conclusions confirm that all installation elements-including cable color, height of contact boxes, switches, panels, KWH meters, and MCB-comply with PUII provisions. 2011 and applicable regulatory standards
Ekosistem Kendaraan Listrik dan Smart Mobility di Indonesia: Peluang, Tantangan Infrastruktur dan Arah Kebijakan 2030 Ahmad Jaya; Ida Giriantari; Satya Kumar
Jurnal TAMBORA Vol 10 No 2 (2026): Edisi 27
Publisher : Wakil Rektor 3, Direktorat Riset, Publikasi dan Inovasi, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/tambora.v10i2.7577

Abstract

Indonesia berada di titik krusial dalam transformasi ekosistem kendaraan listrik (EV) dan smart mobility nasional. Penjualan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) mencapai 43.188unit pada 2024 meningkat 153% dari 2023 dan melonjak menjadi 103.931unit sepanjang 2025 dengan pangsa pasar sekitar 12%. Artikel ini menganalisis secara komprehensif dimensi-dimensi utama smart mobility dalam konteks Indonesia: komponen teknologi inti EV, pembangunan infrastruktur pengisian daya, inovasi baterai dan peran strategis nikel, integrasi Internet of Things (IoT) dan Kecerdasan Buatan (AI), serta implikasi lingkungan dan kebijakan menuju target nasional 2030. Dengan menggunakan kajian pustaka sistematis yang diperkuat data sekunder dari GAIKINDO, PwC, PLN, Kementerian ESDM, dan IEA (2021–2025), studi ini mengidentifikasi bahwa ekosistem EV Indonesia memerlukan sinergi holistik antara teknologi, regulasi yang mendukung, dan partisipasi aktif masyarakat. Tantangan utama mencakup distribusi infrastruktur pengisian yang belum merata dengan hanya 4.655unit SPKLU beroperasi saat ini versus target 31.859 pada 2030 tingginya biaya produksi baterai, serta hambatan adopsi teknologi. Keunggulan strategis Indonesia terletak pada cadangan nikel terbesar dunia (40–45% total global), yang memungkinkan pengembangan industri baterai dari hulu ke hilir. Artikel ini menyimpulkan bahwa pencapaian visi 2030 berupa 2 juta mobil listrik dan 13 juta motor listrik memerlukan kolaborasi multisektoral yang konsisten antara pemerintah, industri, dan komunitas riset.
ANALISIS KELAYAKAN INSTALASI LISTRIK PADA BANGUNAN SEKOLAH DASAR NEGERI LESENG BERDASARKAN PERSYARATAN UMUM INSTALASI LISTRIK (PUIL) 2011 MUHAMMAD ZULFAHRI FAUZAN; Nova Ariyanto; Nova Ariyanto; Ahmad Jaya; Paris Ali Topan; Desi Maulidyawati
Jurnal Altron Jurnal Elektronika, Sains & Sistem energi
Publisher : Program Studi Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51401/altron.v4i1.5477

Abstract

Electrical installations are essential infrastructure in educational buildings because they ensure the safe and reliable distribution of electrical energy to support teaching and learning activities. Electrical installations that have been used for many years may experience deterioration due to aging, increased electrical loads, and inadequate maintenance, thereby increasing the risk of electrical hazards such as short circuits, electric shocks, equipment failures, and fires. This study aimed to evaluate the feasibility of the electrical installation at Leseng State Elementary School based on the General Requirements for Electrical Installations (PUIL) 2011. A descriptive research method with a field observation approach was employed through visual inspection, direct measurement, documentation, and interviews. The assessment covered the condition of Miniature Circuit Breakers (MCBs), switches, socket outlets, lamp holders, conductors, cable joints, and the conformity of the installation with PUIL 2011 standards. The results indicate that several components, including switch height, socket outlet height, and supply voltage, comply with the applicable standards. However, several deficiencies were identified, including damaged MCB covers, improper conductor colour identification, cable joints without appropriate connectors, non-standard cable branching, and damaged lamp holders. Therefore, it can be concluded that the electrical installation at Leseng State Elementary School does not fully comply with the requirements of PUIL 2011 and requires corrective actions to improve its safety, reliability, and operational feasibility.
STUDI KELAYAKAN INSTALASI LISTRIK PADA GEDUNG GELANGGANG OLAHRAGA MAMPIS RUNGAN KABUPATEN SUMBAWA SESUAI PERSYARATAN UMUM INSTALASI LISTRIK 2011 Andhika Diva Dwi Sandi; Muhammad Hidayatullah; Indra Darmawan; Ahmad Jaya
Jurnal Altron Jurnal Elektronika, Sains & Sistem energi
Publisher : Program Studi Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses Electrical installations are systems that provide electrical power to meet human needs in everyday life. This involves distributing electric power from the distribution substations of electricity service providers to load points. In the distribution of electrical energy, general requirements for electrical installations are enforced to ensure safety because they ensure human safety and protect property from electrical hazards. Failure to comply with electrical installation regulations and standards can cause the risk of accidents, fires and other serious dangers for building occupants. These problems need to be addressed. carry out feasibility tests on electrical installations that comply with the general requirements for electrical installations in 2011 to ensure safety, reliability and quality of electrical installations. This research aims to determine the feasibility of electrical installations for the Mampis Rungan sports arena building in Sumbawa Regency. This research uses a qualitative method of observation which includes testing, Observations and interviews This research does not involve statistical analysis but focuses more on data collection, analysis and interpretation. Based on the results of inspection and testing data which have been in accordance with PUIL 2011, the Mamp?s Rungan Sports Arena Electrical Installation can be declared unfit. The unfitness factor is caused by The electrical installation system from the panel to the load point does not meet PUIL 2011 standards which include the color of the cables on the panel, and the cables that go to the load point as well as installation safety measures such as the absence of lasdops