Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konservasi Kearifan Lokal Tari Dolalak Sebagai Civics Culture Kabupaten Purworejo Putri Dwi Jayanti; Winarno Winarno; Dewi Gunawati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2969

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan: 1) menjelaskan penerapan konservasi tari Dolalak sebagai civics culture baik pada masyarakat maupun pendidikan. 2) mengetahui dukungan dan hambatan dalam konservasi kearifan lokal tari Dolalak sebagai civics culture. Jenis penelitian ini adalah deksriptif kualitatif. Sumber data berupa peristiwa informan, dan dokumen dengan teknik purposive sampling. Uji validitas dengan teknik triangulasi data dan triangulasi dokumen. Wawancara dilakukan dengan dua informan kunci: seorang pamong budaya dan seorang sesepuh Dolalak di Kabupaten Purworejo. Selanjutnya, informan lain adalah Guru/pelatih tari di sekolah, dan pemilik sanggar Tari Prigel serta pelaku tari Dolalak. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif oleh Miles dan Hubberman, yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Tari Dolalak sebagai budaya yang melekat dan menjadi sebuah identitas daerah Kabupaten Purworejo dapat diartikan sebagai civics culture; konservasi kearifan lokal yang sudah dilaksakan di masyarakat Kabupaten Purworejo ialah konservasi preservasi dengan cakupannya mendata group kesenian dan memberi pengesahan sertifikat agar diakui dan diketahui warga sekitar, membangun sanggar tari di masing-masing kecamatan, membuat data pustaka atau dokumentasi, serta mengadakan pelatihan, festival, maupun lomba.Kata Kunci: Konservasi, Tari Dolalak, Civics culture AbstractThis study aims to: 1) explain the application of Dolalak dance conservation as a civics culture both in society and education. 2) knowing the support and obstacles in the conservation of local wisdom of Dolalak dance as a civics culture. This type of research is qualitative descriptive. Data sources are informant events, and documents with purposive sampling techniques. Test validity with data triangulation and document triangulation techniques. Interviews were conducted with two key informants: a cultural civil servant and a Dolalak elder in Purworejo District. Furthermore, other informants were the dance teacher/coach at the school, and the owner of the Prigel Dance studio and the performer of the Dolalak dance. Data analysis in this study uses qualitative analysis techniques by Miles and Hubberman, which includes data collection, data condensation, data presentation and drawing conclusions. The results of the study showed that Dolalak Dance as an inherent culture and became a regional identity of Purworejo Regency can be interpreted as civics culture; The conservation of local wisdom that has been carried out in the community of Purworejo Regency is conservation preservation with the scope of recording art groups and certifying certificates so that they are recognized and known to local residents, building dance studios in each sub-district, making library data or documentation, and holding trainings, festivals, and competitions. Keywords: Conservation, Dolalak Dance, Civics culture
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE TERHADAP CIVIC DISPOSITION SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TERAS BOYOLALI TAHUN AJARAN 2016/2017 Nur Aini; Winarno Winarno; Muhammad Hendri Nuryadi
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal PKn Progresif, Vol. 13, No. 2 Desember 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v13i2.26596

Abstract

The objective of research was to find out whether or not there is an effect of value clarification technique learning model application on civic disposition in the 11th graders of SMA Negeri 1 Teras Boyolali in the school year of 2016/2017. This study was an experimental quantitative research. The research design was true experimental design with posttest only control design model. The population of research was the 11th graders of SMA Negeri 1 Teras Boyolali in the school year of 2016/2017. The sampling technique used was cluster random sampling. The sample of research consisted of 68 students: 34 in experimental and 34 in control groups. Data collection in this research was carried out using observation and questionnaire. Data validation for the students’ civic disposition questionnaire in basic competency of conceiving various effects and threats against the state in maintaining Bhinneka Tunggal Ika was carried out using validity and reliability test. To find out whether or not the items of question were valid, Pearson’s product moment correlational formula was used. Meanwhile, the reliability used in this research was Alpha Cronbach. Technique of analyzing data used was a two-independent sample t test.Considering the research an average score of 86,03 experimental class is higher than he average score of 80,76 control class. Then the hypothesis testing using a two independent sample t test with t statistic > t tabel 13,560 > 1,997 at significance level of 5% means that there are difference of  civic disposition between the students in experiment and those in control classes. So that from the result it could be found that there was an effect of value clarification technique learning model on the students’ civic disposition in basic competency of conceiving various effects and threats against the state in maintaining Bhinneka Tunggal Ika in the 11th graders of SMA Negeri 1 Teras Boyolali in the School Year of 2016/2017. Keywords: Value Clarification Technique, Civic Disposition
PENGUATAN KARAKTER KEWARGANEGARAAN DI SMP MURNI 1 SURAKARTA MELALUI PEMBELAJARAN PPKN Faizah Nur Diana; Winarno Winarno; Mohammad Muchtarom
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal PKn Progresif, Vol. 14 No. 2 Desember 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v14i2.42440

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui implementasi penguatan karakter kewarganegaraan di SMP Murni 1 Surakarta melalui pembelajaran PPKn dan (2) Mengetahui hambatan dalam proses penguatan karakter kewarganegaraan di SMP Murni 1 Surakarta melaui pembelajaran PPKn. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, karena penelitian ini tidak membuktikan atau menolak suatu hipotesis akan tetapi data yang diolah di deskriptifkan dan lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi data yaitu triangulasi data dan metode. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan model Milles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Guru merancang RPP dengan memasukkan nilai-nilai karakter dalampembelajaran PPKn sebagai bentuk penguatan karakter kewarganegaraan, melakukan penguatan secara verbal dan non verbal baik dalam pembelajaran di kelas maupun di luar kelas, melakukan home visit untuk melihat lingkungan sekitar peserta didik, (2) Hambatan yang dihadapi oleh guru yaitu tidak adanya dukungan dari orang tua karena tidak memperdulikan perkembangan peserta didik, faktor ekonomi keluarga yang membuat peserta didik mempunyai sifat mudah membangkang karena keinginannya tidak terpenuhi, lingkungan tenpat tinggal peserta didik yang terkesan lingkungan kurang baik, dan peserta didik yang tidak kondusif pada saat pembelajaran di kelas. Kata kunci: penguatan, karakter kewarganegaraan, pembelajaran