Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

TINDAKAN KEPERAWATAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN MASALAH HALUSINASI PENDENGARAN: SUATU STUDI KASUS Arina Nashirah; Aiyub Aiyub; Rudi Alfiandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan masalah yang paling banyak dijumpai pada pasien dengan skizofrenia. Dampak dari halusinasi  biasanya akan memicu perilaku kekerasan terhadap dirinya, orang lain dan lingkungan. Oleh karena itu, perawat memiliki peran penting dalam proses perawatan pasien melalui pemberian dukungan, motivasi, dan semangat selama proses keperawatan berlangsung. Studi kasus ini bertujuan menambah pengalaman tentang penerapan asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia dengan halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Diagnosis keperawatan yang muncul adalah gangguan persepsi sensori halusinasi: pendengaran. Implementasi yang diberikan adalah pemberian strategi pelaksanaan halusinasi yaitu perawat membantu pasien mengenali halusinasi dan mengajarkan cara menghardik halusinasi, memotivasi pasien untuk rutin minum obat, mengontrol halusinasi melalui berbincang dengan orang lain dan melakukan aktivitas terjadwal. Selain itu, terapi psikoreligius seperti murottal Al-Qur’an dan dzikir juga diberikan untuk mengatasi halusinasi. Setelah melakukan perawatan selama 5 hari pasien terlihat kooperatif, mudah bergaul, mempertahankan kontak mata dan mudah diajak bicara terkait penyakitnya. Selain itu, pasien mengatakan mengalami penurunan frekuensi halusinasi. Berdasarkan temuan tersebut direkomendasikan kepada pihak Rumah Sakit Jiwa Aceh agar dapat memberikan terapi strategi pelaksanaan halusinasi secara rutin. Disamping itu, perawat juga dapat memberikan terapi murottal, dzikir dan memfasilitasi kegiatan beribadah sehingga pasien dapat menghilangkan halusinasi yang dirasakan.
STRES CAREGIVER YANG MEMILIKI PASANGAN DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI Maulita Agustina; aiyub aiyub
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres erat kaitannya dengan tekanan hidup yang semakin hari semakin tinggi. Ketika pasangan mengalami halusinasi, berbagai keadaan emosi akan muncul seperti rasa takut, cemas, sedih, penolakan, dan stres. Meningkatnya stres caregiver (istri/suami) dalam merawat pasangan dengan halusinasi akan mempengaruhi kesehatan fisik dan kualitas rawatan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stres caregiver yang memiliki pasangan dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini berbentuk deskriptif eksploratif dengan desain penelitian cross sectional study.  Sampel dalam penelitian ini adalah caregiver (suami/istri) yang memiliki pasangan dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi sebanyak 91 orang yang dipilih dengan metode cluster sampling dengan menggunakan 3 kecamatan (Ingin Jaya, Darul Imarah, dan Lhoknga) sebagai sampel, kemudian keseluruhan responden yang ada di kecamatan tersebut diambil menjadi sampel. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner baku dari PSS (Perceived Stress Scale) berupa angket. Hasil penelitian didapatkan dari 91 responden, sebanyak 88 (96,7%) responden mengalami stres ringan. Hasil penelitian, juga menunjukkan bahwa status ekonomi dan lamanya rawatan tidak mempengaruhi tingkat stres responden, karena caregiver  memiliki tingkat pendidikan dan adaptasi yang baik. Diharapkan perawat CMHN dapat memberikan dukungan emosional, mental, dan pendidikan kesehatan pada keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa agar dapat mengurangi stres selama merawat anggota keluarganya.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN YANG DIRAWAT DI UNIT PERAWATAN KRITIS harlina harlina; Aiyub Aiyub
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan adalah suatu sinyal yang memperingatkan adanya bahaya yang mengancam.  Faktor yang mempengaruhi kecemasan dibagi menjadi dua meliputi faktor internal (jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, dan pengalaman di rawat) dan eksternal (kondisi medis/diagnosis penyakit, akses informasi, komunikasi terapeutik, lingkungan, fasilitas kesehatan). Keluarga yang anggotanya masuk rumah sakit akan mengalami ketakutan dan kecemasan, hal ini merupakan reaksi yang khas ketika anggota keluarganya masuk rumah sakit, tetapi emosi ini di ekspresikan dengan cara yang berbeda-beda. Beberapa anggota keluarga akan bekerja sama dengan tenaga medis untuk memberikan yang terbaik bagi anggota keluarga yang sedang di rawat.Tujuan dari penelitian ini mengetahui adanya pengaruh antara faktor Umur, Jenis Kelamin, Pendidikan, Pengalaman dengan tingkat kecemasan. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 15-28 Mei 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi yang digunakan adalah keluarga pasien yang dirawat di Unit Perawatan Kritis Rumah Sakit Daerah Meuraxa Banda Aceh dengan sampel 40 keluarga pasien yang dirawat di Unit Perawatan Kritis. Penentuan sampel menggunakan Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan  untuk mengukur kecemasan adalah Hamilton Ranting Scale for Axiety (HAR-S), terdiri dari 14 kelompok gejala serta  data demografi. Hasil penelitian tingkat kecemasan didapatkan 2 orang (5,0%) mengalami kecemasan ringan,  10  orang (25,0%), mengalami kecemasan  sedang , 23 orang (57,5%), mengalami kecemasan berat,dan 5 orang (12,5%), mengalami kecemasan sangat berat. Uji person produk moment  dan uji Spearmen Rank Correlation Test  menunjukkan ada pengaruh  antara tingkat kecemasan dengan umur nilai p=0,003, (Pα0,05),  sedangkan pada Jenis kelamin nilai p=0,011(Pα0,05), pendidikan nilai p=0,009 (Pα0,05), pengalaman nilai p=0,002 (Pα0,05),  kesimpulan ada pengaruh antara faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan keluarga. Saran diharapkan bagi  dapat memberikan informasi sehingga pelayanan untuk keluarga berupa komunikasi, bimbingan dan konseling kepada keluarga, agar keluarga dapat mengatasi kecemasan kearah yang adaptif sehingga dapat mengurangi tingkat kecemasan keluarga dan meningkatkan pelayanan fasilitas yang diberikan kepada keluarga di ruang
TINGKAT STRES KELUARGA DALAM MELAKUKAN RUJUKAN PASIEN DENGAN GANGGUAN JIWA wilda mahera; Aiyub Aiyub
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stress erat kaitannya dengan tekanan hidup yang semakin hari semakin tinggi. Masyarakat urban biasanya menjadi objek yang rentan terhadap stres.Stres juga sering dialami keluarga karena masalah yang muncul dalam keluarga. Salah satu penyebab stres adalah adanya masalah gangguan jiwa didalam keluarga. Masalah gangguan jiwa tersebut dapat mengganggu pelaksanaan tugas dan fungsi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres keluarga dalam melakukan rujukan pasien dengan gangguan jiwa diwilayah kerja Puskesmas Lampulo Banda Aceh. Jenis penelitian descriptive explorative dengan desain penelitian cross sectional study.Penelitian dilakukan selama 8 hari.Responden dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa sebanyak 33 keluarga yang dipilih dengan metode purposive sampling. Kuesioner dalam penelitian adalah kuesioner modifikasi yang dikembangkan dari kuesioner baku DASS. Data dianalisis dengan menggunakan statistik Chi-square dengan hasil penelitian respon fisiologis stres keluarga pada kategori sedang yaitu 19 responden (57,6%), respon kognitif stres keluarga pada kategori sedang yaitu 18 responden (54,5%), respon Emosi stres keluarga pada kategori sedang yaitu 18 responden (54,5%), respon tingkah laku stres keluarga pada kategori sedang yaitu 23 responden (69,7%).Diharapkan pada perawat CMHN dapat memberikan dukungan mental, dukungan informasi, serta pendidikan kesehatan keluarga khususnya keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa yang mengalami tingkat stres lebih tinggi pada respon tingkah laku agar dapat mengurangi tingkat stres selama merawat aggota keluarga.
Hubungan Perlakuan Body Shaming dengan Harga Diri Remaja Akhir di Universitas Syiah Kuala Qudrathun Nada Mailiza; Aiyub Aiyub; Rudi Alfiandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Body shaming sudah menjadi fenomena yang umum terjadi. Kasus body shaming meningkat secara signifikan di Indonesia. Perlakuan body shaming mengakibatkan ketidakpuasan fisik yang dapat menyebabkan penurunan harga diri. Remaja akhir rentan mengalami perlakuan body shaming namun investigasi ini jarang dilakukan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perlakuan body shaming dengan harga diri remaja akhir. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif asosiatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling dengan kriteria inklusi yaitu remaja akhir (17-19 tahun) berjumlah 248 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner body shaming dan The Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mengalami body shaming pada kategori sedang dan memiliki harga diri rendah yaitu 43,4%. Hasil uji chi square secara statistik signifikan (x²= 62,659, p= 0,000). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan perlakuan body shaming dengan harga diri remaja akhir di Fakultas Keperawatan. Direkomendasikan kepada setiap individu agar lebih mensyukuri penampilan fisik yang dimiliki, memandang diri secara positif, bergabung dengan komunitas yang suportif, dan mengikuti pemberdayaan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRES KERJA PERAWAT PELAKSANA Mulyati Mulyati; aiyub aiyub
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 4
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres kerja merupakan suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang dalam bekerja. Perawat memberikan pelayanan di rumah sakit memiliki kontak yang konstan dengan pasien dan lingkungan kerja perawat. Pelayanan kesehatan yang kontinu dan sistematik serta peran dan tuntutan yang banyak sering memunculkan kondisi yang dapat memicu terjadinya stres kerja pada perawat, sehingga dapat menurunkan kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi stres kerja perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Desain penelitian ini deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 92 Responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional sampling. Data dikumpulkan secara angket pada tanggal5 s/d 12 Juni 2018, dengan instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh faktor Lingkungan terhadap stres kerja perawat pelaksana dengan nilai  p-value = 0,007 (0,05), ada pengaruh faktor Organisasional terhadap stres kerja perawat pelaksana dengan nilai p-value = 0,012 (0,05), dan ada pengaruh faktor individu terhadap stres kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dengan nilai p-value = 0,006 (0,05). Diharapkan kepada rumah sakit agar menciptakan lingkungan kerja yang meyenangkan dan manajemen yang baik dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
GAMBARAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA Zafira Nabilah; Syarifah Rauzatul Jannah; Aiyub Aiyub
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan media sosial semakin meningkat. Mahasiswa adalah populasi yang rentan terhadap ketergantungan penggunaan internet daripada kelompok masyarakat yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan media sosial pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study. Teknik simple random sampling digunakan untuk menentukan 254 responden sebagai objek penelitian. Pengumpulan data menggunakan kuesioner data demografi dan Social Media Addiction Student Form (SMAS-SF). Analisa data statistika deskriptif digunakan pada penelitian ini. Penelitian didapatkan hasil yaitu, penggunaan media sosial pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala didapatkan skor median 89, minimum 45 dan maksimum 124, dan mayoritas pengguna media sosial pada kategori sedang. Media sosial yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa dalam penelitian ini adalah WhatsApp (100%), Instagram (97,2%) dan Youtube (78%). Seseorang yang mengalami kecanduan media sosial disebabkan oleh terlalu lama mengakses media sosial dalam seharihari sehingga berkurangnya kegiatan produktifitas dalam kehidupan nyata. Diharapkan bagi pengguna media sosial bisa mengurangi durasi dalam menggunakan media sosial supaya tidak adanya efek negatif yang ditimbulkan.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN HARGA DIRI PADA PENDERITA KANKER Mahdalena Lena; Aiyub Aiyub
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian dukungan sosial memberi kontribusi yang besar dalam meningkatkan harga diri individu. Kurangnya dukungan sosial yang diberikan kepada penderita kanker dapat memperendah harga diri dan memperlambat proses kesembuhannya, sehingga penderita kanker memerlukan dukungan sosial yang suportif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan harga diri pada penderita kanker di Lembaga Komunitas Atjeh Care Pink Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan metode purposive sampling terhadap 33 responden. Alat Pengumpulan data berupa kuesioner yang mencakup data demografi dan pernyataan mengenai dukungan sosial dan harga diri. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Pengumpulan data berlangsung pada tanggal 10 sampai 16 Juli 2017. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Chi Square test dengan derajat kemaknaan α=0,05, dan hasil yang diperoleh dukungan emosional (p-value= (0,005), penghargaan (p-value= (0,000), instrumental (p-value= (0,003), informasi (p-value= (0,009). Dari hasil penelitian keseluruhan didapat hasil dengan (p-value= (0,000) yang berarti Ho ditolak dan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan harga diri pada penderita kanker di Lembaga Komunitas Atjeh Care Pink Banda Aceh. Berdasarkan hasil tersebut diharapkan kepada ketua Lembaga Komunitas Atjeh Care Pink agar dapat mempertahankan dukungan emosional agar dapat meningkatkan harga diri penderita kanker di Lembaga Komunitas Atjeh Care Pink.Kata kunci : Dukungan Sosial, Harga Diri, Kanker 
HUBUNGAN SELF-ESTEEM DENGAN KECENDERUNGAN PERILAKU NARSISME PENGGUNA INSTAGRAM PADA MAHASISWA KEPERAWATAN Fhara Gustina; Aiyub Aiyub; Dara Ardhia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial merupakan sebuah platform yang sangat digemari oleh masyarakat saat ini, salah satunya adalah instagram. Instagram digunakan sebagai wadah berbagi momen dalam bentuk foto atau video. Kebiasaan mengunggah foto atau video dalam aktivitas sehari-hari dapat memicu perilaku narsisme. Faktor yang dapat memicu perilaku narsisme adalah self-esteem yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self-esteem dengan kecenderungan perilaku narsisme pengguna instagram pada mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Desain penelitian yang digunakan adalah descriptive correlative dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan sampel 255 mahasiswa. Untuk melihat tingkat self-esteem menggunakan kuesioner Coopersmisth Self-Esteem Inventory (CSEI) dan untuk melihat tingkat narsisme menggunakan kuesioner Skala Kecenderungan Narsistik. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari dari tanggal 10 Agustus – 16 Agustus 2021 di Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Analisa data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan persentase self-esteem tinggi yaitu 88,6%, sedangkan persentase narsisme rendah yaitu 90,2%. Hasil uji  chi square didapatkan P Value = 0,000 (P Value 0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan self-esteem dengan kecenderungan perilaku narsisme pengguna instagram pada mahasiswa keperawatan Universitas Syiah Kuala. Diharapkan mahasiswa Fakultas Keperawatan lebih bijak dalam penggunaan  instagram. Jika hal ini dilakukan secara berlebihan dapat berdampak negatif pada diri individu
HUBUNGAN SELF EFFICACY TERHADAP KECEMASAN DAN KEMAMPUAN BERADAPTASI MAHASISWA PADA TAHUN PERTAMA Puspa Rafnadila; Aiyub Aiyub; Elka Halifah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan merupakan keadaan emosi dan perasaan khawatir yang sering terjadi pada mahasiswa tahun pertama mengikuti pendidikan perguruan tinggi tidak hanya itu kemampuan beradaptasi juga sering di alami mahasiswa tahun pertama dimana suasana lingkungan baru membuat mereka harus menyesuaikan diri agar mampu bertahan dilingkungan tersebut dan self efficacy diduga berhubungan dengan penurunan tingkat kecemasan dan kemampuan beradaptasi pada mahasiswa tahun pertama mengikuti perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy terhadap kecemasan dan kemampuan beradaptasi mahasiswa pada tahun pertama mengikuti pendidikan perguruan tinggi di Universitas Syiah Kuala. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah random sampling dengan jumlah sampel 224 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga kuesioner baku yaitu General Self Efficacy (GSE), Zung Self Rating Anxiety Scale (ZRAS), dan College Adjustment Scale (CAS). Analisis bivariat menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan self efficacy terhadap kecemasan pada mahasiswa tahun pertama mengikuti pendidikan perguruan tinggi di Universitas Syiah Kuala (p-value 0,000) dan ada hubungan self efficacy terhadap tingkat kemampuan beradaptasi pada mahasiswa tahun pertama mengikuti pendidikan perguruan tinggi di Universitas Syiah Kuala (p-value 0,002). Dan disarankan kepada mahasiswa agar yakin terhadap diri sendiri serta dosen yang dapat memberikan bimbingan  dan arahan pada mahasiswa agar tidak cemas dan mampu beradaptasi dalam perkuliahan ditahun pertama.