Rahmawati, Rahmawati
Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Idea Nursing Journal

KEPATUHAN LANJUT USIA TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 DI KOTA BANDA ACEH Tessya Melzana; Rahmawati Rahmawati; Ibrahim Ibrahim; Nurul Hadi; Juanita Juanita
Idea Nursing Journal Vol 12, No 2 (2021): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v12i2.22464

Abstract

Corona Virus Disease 19 (COVID-19) dinyatakan sebagai pandemi di dunia, karena penyebaran virus ini sudah mencapai diseluruh dunia termasuk Indonesia. Kasus COVID-19 di Indonesia terus meningkat dengan persentase angka kematian terbesar terjadi pada kelompok lansia. Lansia merupakan kelompok yang paling rentan terkena COVID-19 sehingga diperlukan penerapan kebijakan pencegahan penularan COVID-19 dengan cara patuh protokol kesehatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kepatuhan lanjut usia terhadap protokol kesehatan COVID-19 di Kota Banda Aceh. Jenis desain penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di Kota Banda Aceh sebanyak 13.979 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 374 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner kepatuhan lansia terhadap protokol kesehatan COVID-19 yang dimodifikasi dari Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) yang terdiri dari 24 item pertanyaan dalam bentuk skala Guttman. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terpimpin. Hasil penelitian didapatkan bahwa lansia yang memiliki kategori kepatuhan rendah terhadap protokol kesehatan COVID-19 sebanyak 109 (29,1%) orang, kategori kepatuhan sedang terhadap protokol kesehatan COVID-19 sebanyak 126 (33,7%) orang, dan kategori kepatuhan tinggi terhadap protokol kesehatan COVID-19 sebanyak 139 (37,2%) orang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan kepada lansia untuk dapat mempertahankan kepatuhan terhadap protokol kesehatan COVID-19 dan bagi petugas kesehatan untuk dapat melakukan edukasi terkait protokol kesehatan COVID-19 saat kegiatan posyandu lansia.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS DI KOTA BANDA ACEH Dian Nellisa; Khairani Khairani; Rahmawati Rahmawati
Idea Nursing Journal Vol 12, No 3 (2021): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v12i3.22403

Abstract

Diabetes mellitus adalah salah satu masalah kesehatan dunia yang meningkat setiap tahunnya. Kualitas hidup penderita diabetes mellitus menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Untuk meningkatkan kualitas hidup diperlukan self efficacy yang baik. Self efficacy adalah keyakinan yang dimiliki oleh lansia terhadap kemampuannya untuk melakukan pengelolaan diabetes mellitus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kualitas hidup pada lansia dengan diabetes mellitus di Kota Banda Aceh.  Penelitian ini bersifat deskriptif correlative menggunakan desain cross sectional study dengan populasi berjumlah 7.365 lansia dengan diabetes mellitus di Kota Banda Aceh. Metode pengambilan sampel yaitu nonprobability sampling  menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 379 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner Diabetes Management Self Efficacy Scale (DMSES) dan WHOQOL-BREF yang dilakukan dengan wawancara terpimpin. Data penelitian ini dianalisis menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan self efficacy baik (79,9%) dan kualitas hidup baik (96,8%) sehingga ada hubungan antara self efficacy dengan kualitas hidup lansia dengan diabetes mellitus (p-value = 0,000). Direkomendasikan kepada petugas kesehatan agar terus memberikan promosi kesehatan terkait pentingnya melakukan manajemen pengobatan diabetes mellitus, sehingga dapat meningkatkan self efficacy dan kualitas hidup serta kesehatan lansia.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI ACEH Mauidhah Mauidhah; Farah Diba; Rahmawati Rahmawati
Idea Nursing Journal Vol 12, No 3 (2021): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v12i3.22462

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang besar bagi kelangsungan pelayanan kesehatan rutin salah satunya kegiatan imunisasi dasar lengkap. Hal ini dapat dibuktikan dari kepatuhan imunisasi di Aceh yang masih berada pada kategori rendah dengan capaian hanya 23,76%. Kepatuhan pemberian imunisasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti disebutkan dalam Health Belief Model yaitu faktor modifikasi, persepsi dan kemungkinan tindakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepatuhan pemberian imunisasi dasar lengkap pada masa pandemi COVID-19. Jenis penelitian berupa deskriptif dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua Baduta di wilayah kerja Puskesmas Peusangan. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 104 orang, dilakukan dengan cara survey. Hasil menunjukkan bahwa faktor modifikasi (pengetahuan) responden yang dikategorikan baik (51,9%), persepsi responden dikategorikan kurang (53,8%), dan kemungkinan tindakan responden dikategorikan kurang (61,5%). Direkomendasikan kepada petugas Puskesmas Peusangan untuk memberikan edukasi dan promosi terkait imunisasi sejak dari masa kehamilan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan, persepsi dan tindakan pelaksanaan imunisasi dasar lengkap.
Efektivitas Penggunaan Madu dalam Proses Penyembuhan Pada Luka Bakar Derajat II: Literatur Review Rahmawati Rahmawati; Marlina Marlina; Irfanita Nurhidayah
Idea Nursing Journal Vol 11, No 3 (2020): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v11i3.20653

Abstract

Beberapa literatur melaporkan keberhasilan penggunaan madu untuk menangani berbagai jenis luka termasuk salah satunya adalah luka bakar.  Madu sebagai pengobatan luka bakar telah diterapkan secara luas selama berabad-abad. Manfaat kesehatan dari madu telah dilaporkan dalam berbagai kondisi termasuk antibakteri terhadap berbagai mikroorganisme termasuk yang berasal dari diagnosa terkait luka bakar, penyembuhan luka, peradangan, toleransi glukosa, analgesi serta lebih murah dan mudah diserap dengan pembalut Aquacel  Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan madu dalam proses penyembuhan pada luka bakar derajat II. Meotde dalam penelitian ini adalah literaur review. Literatur review ini dibuat dengan strategi pencarian untuk studi ini mengunakan bahasa inggris dan bahasa Indonesia dengan mengunakan database, proquest, google scholar,dan PNRI Keyword yang digunakan adalah “Burn”, “Burns”, “treatment”, “wound healing”. “Honey” dan “madu” “luka bakar derajat II” burn degree II”dari keseluruhan jurnal dipilih 6 jurnal sesuai dengan criteria intervensi dilakukan pada luka bakar derajat II. Hasil dari keseluruhan artikel yaitu 5 artikel dari 6 artikel merekomendasikan penggunaan madu dalam perawatan luka bakar derajat 2. Dengan meningkatnya jumlah laporan tentang penggunaan madu pada luka bakar  derajat 2 dapat dijadikan sebagai  alternatif pada luka bakar dan dapat disimpulkan bahwa  penggunaan madu lebih unggul dibandingkan dengan  perawatan lain dengan persyaratan tertentu. Kata kunci: madu, penyembuhan, luka bakar derajat IIABSTRACTSome of the literature reported in honey reports for various types of wounds including burns. Honey as a burn treatment has been widely applied for centuries. The health benefits of honey have been reported in various conditions including antibacterial against various microorganisms including those from diagnosis related to burns, wound healing, wounds, glucose tolerance, analgesia, cheaper and easier to absorb with Aquacel dressings. The aim of this study was to determine the use of honey use. in the healing process of second degree burns. The meaning of this research is literature review. The literature review was made with a search strategy for this study using English and Indonesian using a database, proquest, google scholar, and PNRI. The keywords used are "Burn", "Burns", "treatment", "wound healing". "Honey" and "honey" "second degree burns" second degree burns "from a total of 6 journals selected according to the criteria for intervention carried out on second degree burns. The results of the total articles are 5 out of 6 articles on the use of honey in the treatment of second degree burns. certain requirements.Keywords: honey, healing, second degree burns