Ari Palawi
Unknown Affiliation

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

KAJIAN KOREOGRAFI TARI NYAK CUT DI SANGGAR BANDA BEUTARI KOTA LANGSA Alfiya Rahmi; Tri Supadmi; Ari Palawi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 7, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Kajian Koreografi Tari Nyak Cut di Sanggar Banda Beutari Kota Langsa” adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah Bagaiamana Kajian Koreografi tari Nyak Cut di Sanggar Banda Beutari Kota Langsa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Koreografi tari Nyak Cut di Sanggar Banda Beutari Kota Langsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dengan jenis penelitian deskriptif. Data yang diperoleh menggunakan teknik observasi secara langsung, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian   ini adalah koreografer sanggar Banda Beutari, ketua sanggar Banda Beutari, penari dan pemusik sanggar Banda Beutari. Objek dalam penelitian ini adalah tari Nyak Cut.Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa koreografi tari ini termasuk ke dalam tari kreasi yang berpola tradisi. Indikator dari koreografi tari Nyak Cut ini adalah menentukan tema, eksplorasi dan improvisasi gerak, komposisi, menentukan musik pengiring tari, properti tari, tempat pertunjukan, tata cahaya, merancang tata busana dan tata rias tari.Tema tari Nyak Cut ini yaitu heroik yang artinya kepahlawanan. Eksplorasi atau penjelajahan gerak dilakukan dengan  terstruktur sehingga terwujudnya keterampilan gerak yang menjadi ciri khas identitas tari Nyak Cut tersebut. Gerakan yang dieksplorasi menggunakan   rangsangan eksternal yaitu melalui pengamatan karya “Boh Hatee Cut Nyak Dhien” garapan Tri Supadmi, pada ajang PEKSIMINAS tahun 2008 yang diselenggarakan di Riau. Sedangkan bagan pada karya tari Nyak Cut koreografer membagi 7 segmen, hasil dari bacaan sebuah buku yang berjudul Perempuan Aceh Dalam Lintas Sejarah Abad VIII-XXI. Penulis Hj. Pocut Haslinda Syahrul, MD 2008. Dimana tahap improvisasi pada segmen ini banyak menggunakan gerak-gerak maknawi namun tetap tidak meninggalkan esensi dari ragam gerak tradisi Aceh.Kata kunci: koreografi, tari Nyak Cut
PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS BELAJAR SISWA PADA MATERI SENI TARI DI KELAS VIII-1 SMP NEGERI 1 BAITUSSALAM Lia Safriyani; Ari Palawi; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 7, No 2 (2022): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Pemanfaatan Media Audio Visual untuk Meningkatkan Aktifitas Belajar Siswa pada Materi Seni Tari di Kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Baitussalam. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan media audio visual untuk meningkatkan aktifitas belajar siswa pada materi seni tari di kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Baitussalam. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang pemanfaatan media audio visual di kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Baitussalam. Sumber data dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Baitussalam. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.  Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil dari proses pembelajaran menggunakan media audio visual melalui tayangan video untuk menumbuhkan keaktifan siswa selama proses belajar berlangsung dan untuk meningkatkan pemahaman  materi,  dalam  penggunaan  media  audio  visual  juga  terdapat  beberapa kelebihan dan kekurangan namun di samping hal tersebut penggunaan media audio visual dalam  proses  belajar  mengajar  siswa  dapat  melihat  secara  jelas  dari  bentuk  gerakan, pakaian dan iringan musik tari yang ditayangkan melalui video, beberapa siswa mengikuti kembali gerakan tari yang sedang ditayangkan. Sedangkan proses pembelajaran dengan menggunakan metode buku materi seni budaya sebagian siswa tidak dapat memahami secara keseluruhan hal tersebut disebabkan siswa merasa jenuh dengan penjelasan panjang yang disampaikan oleh guru dan pemaparan materi yang ada di buku materi seni budaya sukar untuk dipahami oleh siswa.Kata Kunci: Pembelajaran, Metode Media Audio Visual
PERKEMBANGAN SENI RAPA’I BUBEE DI KABUPATEN PIDIE JAYA Fatma Rosya; Ari Palawi; Cut Zuriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian dengan judul perkembangan seni Rapa’i Bubee di Pidie Jaya mengangkat masalah bagaimana perkembangan seni Rapa’i Bubee di Pidie Jaya dan cara melestarikannya. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan perkembangan seni Rapa’i Bubee dan cara melestarikannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Narasumber dalam penelitian ini seniman sekaligus Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) yaitu Syeh Husni. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan seni Rapa’i Bubee berdasarkan lima generasi dan perkembangannya dapat dilihat dari bentuk penyajian serta kendala-kendala yang ada seiring perkembangan seni Rapa’i Bubee tersebut. Cara melestarikan seni Rapa’i Bubee dapat dilakukan oleh faktor masyarakat dan pemerintah. Masyarakat harus melestarikan seni Rapa’i Bubee secara turun-temurun kepada generasi berikutnya. Sedangkan pemerintah harus mengapresiasikan seni Rapa’i Bubee dengan cara mendorong, membina serta mengalokasikan anggaran untuk sarana dan prasarana pertunjukan seni agar seni Rapa’i Bubee dapat berkembang dan dikenal oleh masyarakat luas.Kata Kunci: Perkembangan, Seni Rapa’i Bubee, Pelestarian
PROSES KREATIF PENCIPTAAN TARI AER ULAK KARYA REZKY KURNIA PUTRI Tia Noviati; Ari Palawi; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 7, No 4 (2022): NOVEMBBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari Aer Ulak ini terinspirasi dari sebuah tradisi zaman dahulu yang telah punah. Karya tari ini diciptakan oleh Rezky Kurnia Putri pada tahun 2018. Rezky Kurnia Putri mengangkat sebuah garapan tari dengan tema tradisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses kreatif penciptaan Tari Aer Ulak karya Rezky Kurnia Putri melalui tahap eksplorasi, improvisasi, evaluasi, dan komposisi. Objek penelitian ini adalah tari Aer Ulak yang dikaji dari proses kreatif yang meliputi elemen-elemen komposisi tari seperti tema, gerak, tata rias, tata busana, iringan, pola lantai, properti dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Tema Tari Aer Ulak pada awalnya yaitu berupa ritual yang menggambarkan tentang budaya yang menampilkan kembali budaya yang telah hilang dalam sebuah gerakan seni tari. Urutan gerak yang dilakukan dimulai dari salam pembuka, membawa perasap, ngerajah, mencak, menurunkan lancang serta menanti firasat. Tari ditampilkan dengan menggunakan properti sajen, memakai tata rias wajah yang tegas serta bernuansa seram, serta diiringin oleh keyboard, gendang melayu, biola,bamba, ketipung, dan akordion. Sumber data penelitian ini adalah Rezky Kurnia Putri, selaku koreografer atau pencipta Tari Aer Ulak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data,dan menarik kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Oleh karena itu, didapatkan hasil penelitian berupa tahap-tahap yang dilakukan oleh Rezky dalam proses kreatif meliputi tahap eksplorasi, improvisasi, evaluasi, dan tahap komposisi yaitu proses penyusunan gerak yang telah didapatkan dari proses eksplorasi, improvisasi, dan evaluasi menjadi satu tarian yang utuh. Selain itu proses kreatif penciptaan Tari Aer Ulak juga dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti faktor lingkungan, sarana atau fasilitas, keterampilan atau skill, identitas atau gaya (style), originalitas atau keaslian,dan apresiasi atau penghargaan.