Eko Prasetya
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEBERSIHAN KOTA PEKANBARU DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KECAMATAN TAMPAN TAHUN 2016 Eko Prasetya; M. Y. Tiyas Tinov
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 6: Edisi II Juli - Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As a residential area, it turns out that Tampan District has a significant potential for waste production. The amount of potential waste generated in Tampan District requires special treatment so that the negative effects of accumulating unloaded waste can be avoided. But found in the field in several places in the District of Tampan, namely on Jl. Stork Sakti, Jl. Garuda Sakti, Jl. S.M Amin, Jl. Pekanbaru-Bangkinang, Jl. Cipta Karya Gg Keluarga, Arengka Morning Market, Tuesday Panam Market, there are still piles of garbage that have not been transported for days. The formulation of the problem in this study is, what is the role of the Pekanbaru City Environment and Cleanliness Office in waste management in Tampan District in 2016? What are the inhibiting factors of the Pekanbaru City Environment and Cleanliness Office in waste management in Tampan District in 2016? The purpose of the study was to determine the role of the Pekanbaru City Environment and Sanitation Department in waste management in Tampan District in 2016, to determine the inhibiting factors of the Pekanbaru City Environment and Cleanliness Office in waste management in the Tampan District 2016. The primary data source was through interviews and secondary data source. The data analysis technique was carried out with a qualitative descriptive analysis. The cause of the accumulation of garbage in the city of Pekanbaru, especially in the area of the District of Tampan is the inability of PT. MIG as a partner of the Pekanbaru City Environment and Sanitation Office transports waste, causing a pile of garbage in several places. And the rubbish that is discarded by the community that is not on schedule creates a buildup that must be carried by officers in the next schedule. Waste sorting has not yet been fully carried out by the people of the Tampan District of Pekanbaru City, and the demand for garbage storage facilities in Pekanbaru City is not fulfilled, including in the Tampan District area. Tampan District as an area with a large amount of housing apparently has no TPS as a temporary garbage collection place for the community. Obstacles to contracts with partners, lack of socialization, vehicles and equipment, limited budgeting, and community response. Keywords: Role, Waste Management  
ANALISIS BIOETIKA TERHADAP PRAKTIK PENGELOLAAN BIOPESTISIDA DALAM AGROWISATA PT. MEREK INDAH LESTARI (TAMAN SIMALEM RESORT) Adinda Laura Munthe; Beatreak Banjarnahor; Desi Arzeti Nainggolan; Rani Simanjuntak; Widyanti Saragi; Eko Prasetya; Aswarina Nasution; Heppy Setya Prima
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agrowisata dapat diartikan sebagai gabungan antara aktivitas pertanian dan pariwisata yang tidak hanya memberikan pengalaman liburan bagi pengunjung, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran tentang praktik pertanian yang berkelanjutan. Salah satu langkah yang diambil untuk mendukung sistem pertanian yang ramah lingkungan adalah dengan menerapkan biopestisida sebagai solusi alternatif untuk mengendalikan hama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengelolaan biopestisida di wilayah agrowisata PT. Merek Indah Lestari (Taman Simalem Resort) dengan menggunakan sudut pandang bioetika. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus yang dilaksanakan di Organic Research Center pada zona 1, zona 2, dan zona 8. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi partisipatif selama kegiatan magang, serta didukung oleh tinjauan pustaka dari beragam sumber ilmiah. Analisis dilakukan dengan berpijak pada prinsip-prinsip bioetika, yaitu beneficence (memberikan manfaat), non-maleficence (tidak menimbulkan kerugian), dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan biopestisida di lokasi tersebut membantu mendukung praktik pertanian yang lebih aman bagi lingkungan, manusia, dan organisme non-target.
PENGUATAN KEPATUHAN SOP SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KONTAMINASI DI LABORATORIUM KESEHATAN SUMATERA UTARA: ANALISIS ISU BIOETIKA DAN KESELAMATAN KERJA Dara Betsaida Sipayung; Dea Anzelika; Falya Andini; Fatiha Salma Siregar; Muthia Syahbana; Venni Handayani; Aswarina Nasution; Heppy Setya Prima; Eko Prasetya
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laboratorium kesehatan memiliki peran penting dalam diagnosis dan pengendalian penyakit, tetapi pemeriksaan spesimen biologis berisiko tinggi terhadap kontaminasi. Ketidakpatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dapat meningkatkan paparan patogen, menurunkan keakuratan hasil pemeriksaan, serta membahayakan tenaga laboratorium dan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan SOP di laboratorium kesehatan di Sumatera serta mengidentifikasi hambatan kepatuhan dari aspek keselamatan kerja dan bioetika. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif yang dilaksanakan pada Februari 2026 di laboratorium mikrobiologi Sumatera Utara. Subjek penelitian adalah tenaga laboratorium yang terlibat dalam pemeriksaan spesimen. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Hasil menunjukkan bahwa SOP telah tersedia, mencakup penanganan spesimen, penggunaan alat pelindung diri, pengelolaan limbah, dan dekontaminasi, namun penerapannya belum konsisten. Hambatan utama meliputi rendahnya pemahaman SOP, kurangnya sosialisasi, serta pengawasan yang belum optimal.
PENERAPAN BIOETIKA DALAM TEKNIK PERSILANGAN ANGGREK VANDA (VANDA SP.): UPAYA MENYEIMBANGKAN PEMANFAATAN DAN PELESTARIAN KEANEKARAGAMAN HAYATI Befani Osanna Purba; Dewi Sinta Wati; Nursakinah Harahap; Sarah Amelia Gultom; Selpiana Br Pasaribu; Aswarina Nasution; Heppy Setya Prima; Eko Prasetya; Nursyamsiah Harahap
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggrek merupakan tanaman hias yang memiliki nilai ekonomis tinggi karena bentuk, warna bunga yang menarik, serta daya tahan bunga yang lama. Salah satu jenis anggrek yang memiliki potensi besar sebagai bahan persilangan adalah Vanda sp. karena memiliki ukuran bunga yang besar, bentuk yang bulat, serta variasi warna yang beragam. Upaya peningkatan kualitas dan keragaman tanaman anggrek dapat dilakukan melalui hibridisasi atau persilangan antar tanaman yang memiliki konstitusi genetik berbeda. Persilangan bertujuan untuk menggabungkan sifat-sifat unggul dari kedua tetua, memperluas variabilitas genetik, serta memperoleh tanaman dengan vigor yang lebih baik. Keberhasilan persilangan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pemilihan tetua, fertilitas dan viabilitas polen, serta kompatibilitas antar tanaman. Pada tanaman anggrek, proses persilangan umumnya dilakukan secara buatan dengan bantuan manusia karena struktur organ reproduksinya tertutup oleh operculum. Keberhasilan persilangan dapat diamati melalui terbentuknya bakal buah yang tetap segar, berwarna hijau, dan mengalami pembengkakan pada pangkal tangkai bunga. Selanjutnya dilakukan karakterisasi terhadap hasil persilangan berdasarkan beberapa parameter seperti variasi warna bunga, ukuran daun, jumlah anakan, ukuran bunga, serta jumlah kuntum per tangkai. Melalui kegiatan persilangan diharapkan dapat dihasilkan varietas anggrek baru yang memiliki kualitas unggul dan mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat.
Etika Penanganan Ayam Mati pada Pemeliharaan Ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan) Di BBRMP Sumatera Utara Dameria Sibarani; Gracelda E. Pardede; Nazlia Ramadani Tambunan; Mawar Gultom; Oktaviani Sitohang; Rusmawar Silaban; Sofiana C.A Sihombing; Heppy Setya Prima; Aswarina Nasution; Eko Prasetya
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan masyarakat terhadap sumber pangan hewani terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk, sehingga pengembangan ternak unggas lokal menjadi salah satu alternatif untuk mendukung ketersediaan protein hewani. Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) merupakan hasil pemuliaan ayam kampung yang dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mempertahankan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan pemeliharaan. Dalam praktik pemeliharaan ayam KUB, berbagai permasalahan dapat muncul, salah satunya adalah kematian ayam selama masa pemeliharaan. Apabila ayam yang mati tidak segera ditangani dengan cara yang tepat, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan penyebaran penyakit, menurunkan kebersihan lingkungan kandang, serta mengganggu kesehatan ternak yang masih hidup. Oleh karena itu, penerapan etika dalam penanganan ayam mati menjadi bagian penting dalam manajemen pemeliharaan unggas. Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya penerapan etika dalam penanganan ayam mati pada pemeliharaan ayam KUB di BBRMP Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi literatur dengan mengkaji beberapa sumber jurnal yang berkaitan dengan pemeliharaan ayam KUB, manajemen kesehatan ternak, serta prinsip biosekuriti dalam usaha peternakan unggas. Hasil kajian menunjukkan bahwa penanganan ayam mati yang dilakukan secara tepat, seperti pemisahan segera dari kandang, pengelolaan bangkai secara higienis, serta penerapan prinsip sanitasi dan biosekuriti, dapat membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit dan menjaga kondisi lingkungan kandang tetap bersih. Penerapan etika penanganan yang baik juga berperan dalam mendukung kesehatan ternak serta keberlanjutan kegiatan pemeliharaan ayam KUB.