Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SYAIR DAN MAKNA SALI-WALE PADA UPACARA ADAT PERKAWINAN DI GAMPONG PULO LUENG TEUGA KECAMATAN GLUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE Saharani Saharani; Tri Supadmi; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.223 KB)

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini berjudul “Syair dan Makna Sali-Wale pada Upacara Adat Perkawinan di Gampong Pulo Lueng Teuga Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie” Rumusan masalah ini bagaimana syair dan makna Sali-Wale pada upacara adat perkawinan di gampong Pulo Lueng Teuga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana syair dan makna Sali-Wale pada upacara adat perkawinan di gampong Pulo Lueng Teuga kecamatan Glumpang Tiga kabupaten Pidie. Pendekataan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, penyajian data dan verivikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syair Sali-Wale terdari dari 7 bait dimulai dengan salawat kepada nabi Muhammad SAW kemudian dilanjutkan dengan isi-isi syair dan penutup dengan makna secara garis besar adalah pesan-pesan kepada kedua calon mempelai agar dalam mengarungi rumah tangga harus saling menerima dalam keadaan apapun tetap kuat apabila ada badai menerpa dalam. Sali-Wale merupakan syair yang diciptakan oleh Teungku Syiek Di Lapang dengan tujuan memberikan semangat kepada pengantin baru yang hendak melangkah ke rumah calon Peurumoh (calon istri), syair Sali-Wale ini sekilas terlihat seperti Hikayat karena menggunakan bahasa Aceh Endatu. Syair tersebut berupa pujian kepada aulia Allah dan panglima prang dan berisikan pesan-pesan tersirat yang di dalamnya mengandung semangat jiwa ulama pada zaman dahulu pada saat perang sabi.  Kata kunci: syair, makna, Sali-Wale, adat perkawinan.
Analisis Model Bisnis Warung Kang Makan Sate Taichan sebagai UMKM Kuliner Modern Palu Sopian Sopian; Saharani, Rizkhy Pramutya; Febrian, Dimas; Saharani Saharani; Febrianty Febrianty; Nuraisyah Nuraisyah; Salingkat, Syarif Permana; Farista, Gita
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2026): Maret
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i2.8020

Abstract

Sate Taichan merupakan salah satu UMKM kuliner yang semakin diminati oleh konsumen muda yang menyukai makanan pedas dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model bisnis warung Sate Taichan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung keberlanjutan dan perkembangan usahanya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara ringan dengan pemilik dan pelanggan, serta pemantauan kegiatan operasional harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai utama usaha ini terletak pada cita rasa yang khas, harga yang terjangkau, dan pelayanan yang cepat. Pelanggan utamanya adalah pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda yang membutuhkan makanan yang mudah diakses dan cepat disajikan. Media sosial berperan penting dalam memperluas jangkauan pemasaran, sementara sumber daya utama meliputi bahan baku segar, keterampilan memasak, dan lokasi strategis. Secara keseluruhan, penelitian menyimpulkan bahwa model bisnis Sate Taichan memiliki potensi besar untuk terus berkembang melalui inovasi, menjaga kualitas, dan strategi pemasaran digital yang efektif.