Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PEMBINAAN TATA BAHASA DAN TATA BENTUK SURAT-MENYURAT INDONESIA PADA KELOMPOK BIDANG EKSTRAKURIKULER SMA MUHAMMADIYAH KEDAWUNG KABUPATEN CIREBON Tri Pujiatna
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 25, No 1 (2019): JANUARI - MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v25i1.14070

Abstract

Kegiatan surat-menyurat memiliki peran penting dalam menyampaikan sebuah informasi. Agar komunikasi berjalan dengan baik, maka isi surat harus jelas kepada pihak penerima surat. Untuk mencapai tujuan itu, maka dibutuhkan tata kelola penulisan surat untuk memudahkan timbal balik surat dalam pembuatan. Surat akan terasa baik apabila bahasa yang digunakan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan pedoman ejaan. Bahasa yang digunakan di dalam kegiatan surat-menyurat harus efektif, wajar, logis, hemat, cermat, sopan, dan menarik. Hal tersebut harus diperhatikan mengingat ruang tulis dalam surat terbatas. Tata bentuk surat tidak kalah pentingnya. Dalam kegiatan surat-menyurat Indonesia mengenal beberapa bentuk surat berdasarkan tata bentuknya, di antaranya: bentuk lurus penuh, bentuk lurus, bentuk setengah lurus, bentuk bertakuk, bentuk Indonesia lama, bentuk Indonesia baru, bentuk menggantung.  Oleh karena itu, perlu adanya pembinaan terhadap tata kelola surat-menyurat Indonesia. Melalui teknik pendampingan,tanya jawab serta latihan,  pengabdian ini menghasilkan suatu pemahaman pada proses penyusunan serta penulisan surat yang sesuai dengan  kaidah  bentuk  dan tata bahasa surat-menyurat pada kelompok bidang ekstrakurikuler SMA Muhammadiyah Kedawung Kabupaten Cirebon. Kata Kunci: Surat Bahasa Indonesia; Surat-menyurat Indonesia; Tata Bahasa Surat Indonesia; Tata Bentuk Surat Indonesia. Abstract Mailing activities have an important role in conveying information. In order for communication to run well, the contents of the letter must be clear to the recipient of the letter. To achieve this goal, the management of permits is needed to facilitate reciprocity of letters in the making. The letter will feel good translated using good and correct Indonesian in accordance with spelling instructions. The language used in correspondence activities must be effective, reasonable, logical, thrifty, careful, polite, and interesting. This must be noted in the limited space for writing space. The form of letters is no less important. In Indonesian correspondence activities recognize several forms of letters according to their form, here: full straight forms, straight forms, straight forms, curved forms, old Indonesian forms, new Indonesian forms, Indonesian forms. Therefore, there is a need for guidance on Indonesian correspondence governance. Through mentoring, question and answer and practice techniques, this service produces an understanding of the manufacturing process as well as renewing letters in accordance with the rules of letter-form and grammar in the extracurricular field group of Muhammadiyah Kedawung High School, Districts Cirebon. Keywords: Indonesian Letter; Indonesian correspondence; Indonesian Letters of Grammar; Forms of Indonesian Letters
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS NEGOSIASI BERBANTUAN MEDIA VIDEO PADA KELAS X SMA Dede Endang Mascita; Tri Pujiatna; Rhici Prisilia Kuntari
Jurnal Tuturan Vol 9, No 1 (2020): TUTURAN JURNAL PENDIDIKAN, BAHASA DAN SASTRA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.815 KB) | DOI: 10.33603/jt.v9i1.3638

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada kelas X SMA N 1 Banjarharjo guna mendeskrispkan adatidakya pengaruh model pembelajaran berbasis proyek dalam menulis teks negosasiasi dengan bantuan video. Sampel penelitian ini adalah X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan X MIPA 2 sebagai kelas pembanding. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan tes dan obeservasi. Teknik tes digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis teks negosiasi. Teknik tes yang digunakan berupa tes awal dan tes akhir. Teknik observasi digunakan untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dilakukan observasi pada proses pembelajaran di dua kelas tersebut. Berdasarkan uji test dengan menggunakan SPSS versi 22 terhadap nilai tes akhir yang diperoleh kelas eksperimen dan kelas kontrol, dapat disimpulkan bahwa dari uji statistik yang diperoleh nilai Sig sebesar 0,036. Nilai Asymp Sig (2-tailed) sebesar 0,036 < 0,05, yang artinya  ditolak dan  diterima. Artinya, ada perbedaan hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum dan sesudah perlakuan. Karena ada perbedaan yang signifikan, maka penerapan model berbasis proyek berbantuan media video terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran menulis teks negosiasi dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks negosiasi.
Penerapan Model Berpikir, Berbicara, dan Menulis dengan Media Foto Jurnalistik dalam Pembelajaran Menulis Teks Berita Rofia Suciati; Dede Endang Mascita; Tri Pujiatna
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4, No 1 (2019): VOLUME 4 NUMBER 1 MARCH 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.589 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v4i1.923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui aktivitas siswa saat pembelajaran menulis teks berita, (2) profil hasil siswa menulis teks berita, dan (3) efektivitas model pembelajaran Berpikir, Berbicara, dan Menulis dengan media foto jurnalistik yang diterapkan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jatiwangi dari tanggal 7 hingga 9 Agustus 2018. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas VIII H sebagai kelas eksperimen dan VIII J sebagai kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 29 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan sebagai tes hasil pembelajaran menulis teks berita berbentuk 1 butir soal isian. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan uji-t untuk menguji hipotesis. Penerapan model Berpikir, Berbicara, dan Menulis dengan media foto jurnalistik dalam pembelajaran menulis teks berita pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jatiwangi efektif. Hal tersebut terbukti dari hasil uji t bahwa thitung = 4,817 dengan derajat keberhasilan (df)(n1=n2-2)=56, diperoleh ttabel = 2,00 dengan α = 0,05. Oleh karena itu thitung 4,817 > ttabel 2,00 dan diperoleh nilai Sig.2-tailed 0,000 < 0,05, sesuai dengan pengambilan keputusan dalam uji Independent Sample T-Tes dapat disimpulkan bahwa penerapan model Berpikir, Berbicara, dan Menulis dengan media foto jurnalistik dalam pembelajaran menulis teks berita pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jatiwangi efektif.
Pembinaan Tata Bahasa dan Bentuk Surat-Menyurat Indonesia Berbasis Microsoft di Desa Mandala, Dukupuntang Kabupaten Cirebon Jimat Susilo; Tri Pujiatna; Siska Firmasari
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 4 NOMOR 1 MARET 2020 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.316 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v0i0.5498

Abstract

Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan kemampuan para perangkat desa dalam membuat surat dengan menerapkan teknologi komputer. Surat merupakan salah bentuk komunikasi tulis. Surat ditulis bertujuan untuk menyampaikan sesuatu kabar/berita/informasi secara tertulis. Penulisan dan pengorganisasian surat perlu mendapatkan perlakukan yang khusus agar maksud dan tujuan dapat disampaikan dengan baik Penulisan surat membutuhkan sebuah pemahaman tentang konsep bahasa dan format bentuk surat. Hal ini bertujuan agar maksud dan tujuan surat dapat diterima dengan baik oleh penerima surat. Penggunaan teknologi dalam penulisan surat akan berpengaruh pada kecepatan dalam penyampian informasi. Salah satu usaha yang dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan kegiatan pengelolaan surat-menyurat dengan memanfaatkan teknologi komputer. Teknologi komputer khususnya pemanfaatan perangkat lunak yang digunakan adalah metode langsung dengan menggunakan suatu pendekatan teknik pendampingan. Mitra dalam kegiatan ini adalah pemerintahan Desa Mandala Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon. Hasil kegiatan ini berupa peningkatan kapasitas kemampuan para perangkat desa dalam proses penulisan surat dari segi penggunaan bahasa surat dinas yang baku sesuai  dengan ejaan bahasa Indonesia serta bentuk surat dinas yang akan digunakan. Selanjutnya, pengguaan teknologi komputer bagi para perangkat Desa akan mempermudah dalam proses pembuatan surat masal secara singkat dan efisien dengan memaksimalkan fitur Mail Merge pada program Microsoft Word.
PELATIHAN MENDESAIN BAHAN AJAR BERBASIS LITERASI MATEMATIKA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEDAGOGIC CONTENT KNOWLEDGE (PCK) PADA GURU DI MUSYAWAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) MATEMATIKA SMP KABUPATEN CIREBON Neneng Aminah; Ika Wahyuni; Tri Pujiatna
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v2i2.1443

Abstract

Kompetensi inti yang wajib dimiliki seorang guru berdasarkan UU Guru dan Dosen No.14 Tahun 2015 salah satunya adalah mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif, namun maih banyak para guru yang belum membuat bahan ajar sesuai kebutuhan siswanya, Tujuan kegiatan PKM ini adalah memberikan pelatihan mendesain bahan ajar berbasis literasi matematis untuk meningkatkan Pedagogic Content Knowledge (PCK) guru SMP di Kabupaten Cirebon. Metode pendekatan yang digunakan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra adalah dengan cara mengadakan pelatihan, dan pendampingan, terkait mendesain bahan ajar berbasis literasi matematis.Target khusus dari kegiatan PKM ini adalah meningkatnya Pedagogic Content Knowledge (PCK) guru matematika SMP Kabupaten Cirebon dalam mendesain bahan ajar berbasis literasi matematis. Hasil kegiatan yang telah dilaksanakan  semua guru mampu mendesain bahan ajar dengan baik sesuai kebutuhan siswa, kegiatan menghasilkan draf bahan ajar matematika kelas tujuh semester satu.
Pembinaan Tata Bahasa Indonesia Pada Administrasi Surat-Menyurat Dan Ruang Publik Tri Pujiatna; Dede Endang Mascita; Yusida Gloriani
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.369 KB) | DOI: 10.33474/jipemas.v2i2.2851

Abstract

The language of use, mostly Indonesian, in the general public (lay on the subject of Indonesian grammar) is not optimal. This happens because the rules of Indonesian language are not yet good and effective. These discrepancies are often found in all fields, such as public spaces and administrative institutions (correspondence). This needs to be understood. Therefore, efforts are needed to improve it. One way of coaching and socializing about the use of Indonesian. Efforts to foster and develop Indonesian language, both in their position as national languages and languages, need to be increased, before the global era and free trade era as it is today. This replaces the position and function of the Indonesian language to become more stable so that the Indonesian language can become a means of modern communication and be able to place itself parallel with other modern languages in the world. Through the Tri Dharma program of Higher Education, Community Service, the fostering and dissemination of Indonesian language aims to provide insight and understanding of the use of Indonesian language that is good and right. In addition, a language development and assistance program is provided by the Language Board of the Ministry of Education and Culture. This needs to be done so that people can prioritize the use of Indonesian
BENTUK TINDAK PERLOKUSI DALAM TRANSAKSI JUAL BELI BERBAHASA INDONESIA DI PASAR KUE WERU CIREBON Khalimi Romansyah; Tri Pujiatna
Jurnal Tuturan VOL 11, NO 1 (2022): TUTURAN JURNAL PENDIDIKAN, BAHASA DAN SASTRA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jt.v11i1.6848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam bentuk tindak perlokusi yang terdapat dalam transaksi jual beli berbahasa Indonesia di pasar kue Weru Cirebon. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini meliputi penggalan tuturan transaksi jual beli berbahasa Indonesia antara pedagang dan pembeli di pasar kue Weru Kabupaten Cirebon yang diduga merupakan ragam tindak perlokusi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode simak. Penerapan metode simak ini dengan menggunakan teknik dasar sadap serta teknik lanjutan teknik simak bebas libat cakap. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber data dan teori. Analisis data meliputi: reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 peristiwa tutur yang mengandung tindak perlokusidalam transaksi jual beli berbahasa Indonesia di pasar kue Weru Cirebon, terdapat 3 macam bentuk tindak perlokusi , yaitu tindak perlokusi berbentukmeyakinkan, tindak perlokusi berbentuk membujuk atau memikat, dan tindak perlokusi berbentuk menganjurkan. 
NILAI KEARIFAN LOKAL EMPAT CERPEN DALAM BUKU KUMPULAN CERPEN SENYUM KARYAMINKARYA AHMAD TOHARI Dede Endang Mascita; Khalimi Romansyah; Tri Pujiatna
Jurnal Tuturan VOL 11, NO 2 (2022): TUTURAN JURNAL PENDIDIKAN, BAHASA DAN SASTRA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jt.v11i2.7676

Abstract

Cerpen merupakan karya sastra yang memiliki berbagai nilai kehidupan berupa norma-norma sosial dan perilaku sebagai sumber kearifan lokal. Kearifan lokal berkaitan dengan sebuah budaya yang tidak lepas dari suatu kelompok masyarakat dan tumbuh dari pemikiran nenekmoyang yang telah diwariskan pada generasi berikutnya. Cerpen-cerpen dalam Senyum Karyamin mayoritas berlatar belakang perdesaan yang diwarnai dengan segela bentuk kesederhanaan hidup serta penuh dengan ironi. Data penelitian ini berpusat pada empat teks cerpen dari buku kumpulan cerpen Senyum Karyamin karya Ahamd Tohari, yaitu : (1) Si Minem Beranak Bayi; (2) Syukuran Sutabawor; (3) Wangon Jatilawang; dan (4) Pengemis dan Sholawat Badar. Adapun pendekatannya melalui antropologi sastra. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kearifan lokal yang terdapat dalam empat cerpen Senyum Karyamin, meliputi: (a) Nilai kepercayaan yaitu seperangkat kepercayaan, ajaran-ajaran, keyakinan yang mengarah pada tingkah laku manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa. (b) Kesenian yaitu nilai estetika yang dapat ditangkap oleh pancaindera. (c) Adat istiadat  yaitu kebiasaan yang dianggap baik oleh masyarakat.
BAHAN AJAR TEKS CERITA PENDEK BERBASIS DIGITAL UNTUK SMA Galih Ahmad Dinata; Abdul Rozak; Tri Pujiatna; Sobihah Rasyad
Jurnal Tuturan Vol 12, No 1 (2023): JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE AND LITERATURE
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jurnaltuturan.v12i1.8720

Abstract

Cerita pendek merupakan salah satu teks digunakan sebagai bahan pembelajaran. Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan bahan ajar teks cerita pendek berbasis digital untuk SMA. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu, (1) bagaimana bahan ajar teks cerita pendek berbasis digital untuk SMA, dan (2) bagaimana implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R&D) dengan desain penelitian ADDIE yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Setelah bahan ajar  disusun, selanjutnya bahan ajar tersebut divalidasi oleh 2 orang  dosen ahli bahasa Indonesia dan 3 orang guru mata pelajaran bahasa Indonesia. Hasil dari validasi tersebut diperoleh nilai 84,8 %. Selain menempuh tahap validasi, bahan ajar tersebut juga diimplementasikan pada siswa kelas XI SMA dengan menyebarkan angket. Hal itu dilakukan untuk mengetahui respons siswa terhadap bahan ajar. Hasil dari implementasi tersebut memperoleh nilai 89 %. Presentase tersebut menunjukkan kriteria valid. Dengan demikian, bahan ajar teks cerita pendek berbasis digital layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
BENTUK DAN RAGAM TINDAK TUTUR TAK LANGSUNG DALAM PERCAKAPAN BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH DASAR KABUPATEN CIREBON Khalimi Romansyah; Tri Pujiatna
Jurnal Tuturan Vol 12, No 1 (2023): JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE AND LITERATURE
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jurnaltuturan.v12i1.8714

Abstract

Bahasa merupakan alat komunikasi utama bagi manusia, baik tulis maupun lisan. Efektivitas komunikasi berbahasa sangat dipengaruhi oleh tingkat kemahiran berbahasa dari pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, yaitu penutur dan lawan tutur. Salah satu upaya penutur dalam menjalin kerjasama dengan lawan tutur dalam kegiatan berbahasa lisan yaitu ketepatan penggunaan ragam tindak tutur, termasuk di dalamnya penggunaan ragam tindak tutur langsung dan tindak tutur tak langsung. Pada penelitian ini bertujuan menjelaskan bentuk dan ragam tindak tutur tak langsung bahasa Indonesia yang melibatkan sesama siswa SD di Kabupaten Cirebon. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif kualitatif, yang sumber datanya yaitu dokumen, peristiwa tutur, dan informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen, wawancara, dan observasi. Validitas data memakai teknik triangulasi sumber data dan teori. Analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sepuluh peristiwa tutur yang melibatkan sesama siswa SD di Kabupaten Cirebon yang mengandung tindak tutur tak langsung, terdapat 11 (sebelas ) tindak tutur tak langsung, yaitu terdiri atas 9 ( sembilan ) tindak tutur tak langsung berbentuk kalimat berita dengan ragam literal dan 2 (dua ) tindak tutur tak langsung berbentuk kalimat tanya dengan ragam literal. Adapun tindak tutur tak langsung berbentuk kalimat berita dengan ragam tidak literal dan tindak tutur tak langsung berbentuk kalimat tanya dengan ragam tidak literal, tidak terdapat pada sepuluh peristiwa tutur tersebut di atas.