Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Development of PBL-Based Student Worksheets to Improve Collaborative Skills on the Effect of Environmental Temperature on Body Temperature Material Miftahul Jannah; Rida Akmala; Sabar Nurohman; Jumadi Jumadi; Zuhdan Kun Prasetyo
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 3 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i3.4158

Abstract

In the context of contemporary education, learning tools are a crucial factor in facilitating adaptive, creative and student-centered learning to meet expected and desired learning outcomes and skills. This study aimed to produce PBL-based student worksheets on the effect of environmental temperature on body temperature that is suitable for in science learning activities and to find out their practicality to improve students' collaborative skills. This research and development (RD) study used the Four D model (define, design, development, and disseminate). The feasibility and practicality of student worksheets were known to four experts, six teachers, and 17 students. Testing the feasibility and practicality of PBL-based student worksheet to improve students' collaborative skills was carried out using a product feasibility questionnaire analysis with 5 aspects (content, language, presentation, graphics, and PBL components) and a product practicality questionnaire with 3 aspects (ease of use, attractiveness, and efficiency). The research results show that PBL-based student worksheets have an average total score of 138.2 with a 'very good' classification, showing positive results in terms of feasibility and practicality. So, this student worksheet can be used in science learning activities and can be used as a sufficient means to improve collaborative skills. Therefore, science teachers should adopt this PBL-based student worksheet to support their learning activities.
Development of Islamic Integrated Sciences e-Module on Measurement Materials to Improve Students' Religious Attitudes Miftahul Jannah; Rida Akmala; Sabar Nurohman; Jumadi Jumadi; Zuhdan Kun Prasetyo
AT-TA'LIM Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v31i3.861

Abstract

Nilai-nilai keislaman harus segera ditingkatkan di era yang semakin maju agar keberagamaan siswa tidak luntur termakan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul IPA terpadu Islam pada materi pengukuran yang layak dan praktis digunakan dalam kegiatan pembelajaran IPA serta dapat meningkatkan sikap religius siswa. Penelitian ini termasuk dalam jenis Research and Development (RD) dengan melalui serangkaian proses model Four-D. Ahli materi melakukan uji kelayakan e-modul IPA terpadu Islam, sedangkan guru dan siswa melakukan uji kepraktisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul IPA Terpadu Islam tentang materi pengukuran sangat layak dengan kategori sangat baik dan menjadi sarana yang memadai untuk meningkatkan sikap religius siswa; e-modul IPA juga praktis menurut guru dan siswa serta dapat meningkatkan sikap religius siswa setelah dilakukan uji coba. Oleh karena itu, guru IPA hendaknya mengadopsi e-modul IPA terpadu Islam pada materi pengukuran ini untuk mendukung kegiatan belajarnya di sekolah.
Elementary School Teachers’ Perceptions of Digital Technology Based Learning in the 21st Century: Promoting Digital Technology as the Proponent Learning Tools Miftahul Jannah; Lantip Diat Prasojo; Mohammad Adam Jerusalem
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 7 No. 1 (2020): June 2020
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v7i1.6088

Abstract

AbstractThis study aims to identify elementary school teachers’ perceptions of digital based learning in the 21st century. Data of this phenomenological qualitative study were collected through interviews with ten teachers in the Special Region of Yogyakarta, and the validity was tested using source triangulation techniques. The data analysis used descriptive data analysis techniques, including data condensation, data display, and drawing conclusion. The results show that teachers consider digital integration in elementary schools to bring positive changes, both in the process and student learning outcomes. It is proven by student responses in the form of increased motivation, activity, enthusiasm, and critical thinking skills. The findings confirm two things. First, the main factor for the success of digital based learning does not depend on the availability of digital equipments, rather in the competence of the teachers (digital skills, creative thinking, and communication skills). Second, teachers in schools with digital technology infrastructure have better performance in implementing digital based learning than those without the infrastructure. This study has implications for the development trends of the competencies of elementary school teachers. Apparently, digital literacy needs special attention in the development of four teacher competencies. Therefore, teachers can keep up with the era and the tendencies of student characteristics.Keywords: teachers’ perception, digital technology, 21st century learning. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi guru sekolah dasar (SD) tentang pembelajaran berbasis digital abad 21. Data dalam penelitian kualitatif jenis fenomenologi ini dikumpulkan melalui wawancara kepada 10 guru di Daerah Istimewa Yogykarta (DIY) dan diuji keabsahannya melalui teknik triangulasi sumber. Analisis data menggunakan teknik analisis data deskriptif, yang meliputi kondensasi data, penampilan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa guru menganggap integrasi digital di sekolah dasar membawa perubahan positif, baik dalam proses maupun hasil belajar siswa. Ini dibuktikan oleh respon siswa, berupa peningkatan motivasi, aktivitas, antusiasme, dan keterampilan berpikir kritis. Temuan penelitian ini menegaskan dua hal. Pertama, faktor kunci keberhasilan pembelajaran berbasis digital bukan terletak pada ketersediaan peralatan digital, melainkan pada kompetensi guru (keterampilan digital, pemikiran kreatif, dan keterampilan komunikasi). Kedua, guru di sekolah dengan infrastruktur teknologi digital mempunyai kinerja yang lebih baik dalam melaksanakan pembelajaran berbasis digital daripada guru sekolah tanpa infrastruktur teknologi digital. Penelitian ini berimplikasi terhadap tren pengembangan kompetensi guru SD. Literasi digital pada akhirnya perlu mendapatkan perhatian khusus dalam pengembangan empat kompetensi guru, agar guru mampu mengimbangi perkembangan zaman maupun kecenderungan karakteristik siswa. Kata kunci: persepsi guru, teknologi digital, pembelajaran abad 21.
Pengembangan Video Pembelajaran IPA Berbantuan Canva Animator Pada Jenjang SMP/MTs Arusman; Amna Emda; Mukhlis; Miftahul Jannah
Seumike : Society Progress Journal Vol. 1 No. 2 (2025): SEUMIKE
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/seumike.v1i2.0053

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini merupakan hasil kolaborasi antara KABA Academic Society (Indonesia) dan KRIRK University (Thailand), yang dilaksanakan secara hybrid pada 30 Juni hingga 2 Juli 2025 di Bangkok. Tujuan utama program ini adalah mengintegrasikan inovasi teknologi dan pemberdayaan komunitas untuk mendukung keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Metode kegiatan mencakup survei kebutuhan, pengembangan teknologi tepat guna seperti komposter rumah tangga dan pelatihan pemasaran digital, pelatihan hybrid, serta monitoring dan evaluasi awal dampak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan teknis masyarakat, kesadaran lingkungan, serta penguatan kolaborasi lintas negara. Kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi terhadap tantangan lokal, tetapi juga mendorong terciptanya praktik pengabdian masyarakat internasional yang inklusif dan berkelanjutan.