Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Tamaddun

PERAN KOMUNITAS MUSLIM AUSTRALIA DALAM PERKEMBANGAN ISLAM DI AUSTRALIA ABAD 20 M Siti Ambiah; Dedeh Nur Hamidah
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.344 KB) | DOI: 10.24235/tamaddun.v7i1.4507

Abstract

Abstrak Australia adalah salah satu negara yang dari segi geografi teletak berdekatan dengan Asia, namun secara kebudayaan lebih dekat dengan Barat. Mayoritas penduduk Australia beragama Kristen, meski demikian Islam dapat berkembang dengan baik di sana. Perkembangan Islam ini tak lepas dari peran komunitas-komunitas Muslim yang ada di sana, komunitas ini adalah orang-orang Islam yang melakukan migrasi ke Australia dengan bebagai latar belakang alasan, seperti ekonomi, politik, dan sebagainya. Untuk dapat berbaur dan mempertahankan keislamannya, Muslim dalam komunitas Muslimnya melakukan berbagai upaya. Dari latar belakang tersebut, penelitian ini akan berpacu pada bentukan rumusan masalah sebagai berikut; pertama, bagaimana sejarah masuknya Islam ke Australia, kedua, bagaimana perkembangan Islam dan komunitas Muslim di Australia, dan ketiga, bagaimana peran komunitas Muslim Australia dalam perkembangan Islam di Australia abad 20 M.  Dalam menyusun penelitian ini penulis menggunakan pendekatan Library  Reseach atau penelitian kepustakaan. Metode yang digunakan yakni metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, interpretasi, verifikasi dan historiografi, sehingga mampu menyajikan bentuk tulisan yang mudah dipahami.   Kata Kunci: Peran, Komunitas Muslim, Australia.
LASKAR SANTRI PEJUANG NEGERI: Rekam Jejak Laskar Hizbullah dalam Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya Jumeroh Mulyaningsih; Dedeh Nur Hamidah
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.177 KB) | DOI: 10.24235/tamaddun.v6i2.3519

Abstract

Salah satu perjuangan fisik dalam menghadapi tentara sekutu setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah perjuangan yang dilakukan oleh sekelompok pejuang Islam, yakni Laskar Hizbullah. Anggota Hizbullah memiliki semangat kebangsaan dan spirit Islam yang tinggi. Dalam hal ini perlu menjadi ingatan kolektif bahwa peran Laskar Hizbullah cukup besar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Laskar Hizbullah dibentuk sebagai laskar kesatuan perjuangan semi militer dari kelompok Islam yang dilandasi dengan niat jihad fi sabilillah, berjuang menegakkan agama dan Negara. Laskar Hizbullah berperan aktif dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Kedahsyatan pertempuran tersebut tidak terlepaskan dari Resolusi Jihad, 22 Oktober 1945. Surabaya menjadi melting pot Laskar Hizbullah dari berbagai daerah, pertempuran yang terjadi cukup menghentakkan pihak sekutu. Apa yang terjadi di Surabaya pada Oktober-November 1945 menjadi kisah nyata, kontribusi besar Laskar Hizbullah yang bergerak secara gigih, dengan kekuatan lahir batin serta mental baja untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
PERAN DAN PERKEMBANGAN PERKERETAAPIAN CIREBON BARAT PADA MASA HINDIA BELANDA Yana Maulana Firdaus; Dedeh Nur Hamidah
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v8i2.7238

Abstract

ABSTRAKPemerintah Hindia Belanda pada tahun 1870 mengeluarkan kebijakan perdagangan liberal, dimana modal-modal swasta mulai masuk ke Hindia Belanda. Hasil dari kebijakan tersebut adalah masuknya investasi di sektor industri perkebunan, salah satunya tebu. Sejalan dengan itu, dibangunlah transportasi darat kereta api yang pada mulanya untuk memfasilitasi distribusi produk industri tebu. Di wilayah Cirebon sendiri pembangunan jalur kereta dimulai pada tahun 1897, yakni dengan dibangunnya jalur Cirebon-Semarang, kemudian tahun 1901 dibangun jalur Cirebon-Kadipaten, serta tahun 1912 dibangun jalur Cirebon-Cikampek. Peran dari jalur-jalur baru di Cirebon Barat dalam sektor perekonomian antara lain adalah memberikan kelancaran proses produksi pabrik gula di wilayah Cirebon Barat. Selain itu, dalam peran sosial dari adanya jalur kereta di Cirebon Barat ini adalah memberikan akses mobilitas barang antar wilayah yang semakin lancar.