Articles
Arahan Penataan Ruang Sempadan Sungai di Wilayah Perkotaan Kabupaten Bojonegoro
Endarwati, Maria Christina;
Widodo, Widiyanto Hari Subagyo;
Imaduddina, Annisaa Hamidah
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 17, No 1 (2021): JPWK Volume 17 No. 1 March 2021
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/pwk.v17i1.36535
Bojonegoro Regency is one of the areas traversed by the Bengawan Solo River and is at risk of flooding annually. Utilization of the land around the watershed becomes a special supervision in reducing the risk of this disaster. The purpose of this study is to determine the delineation of the area which is the locus of observation, so that the direction of spatial planning for riparian zone can be determined in the Bojonegoro and Kapas District, Bojonegoro districts. The method used in this study is to use qualitative analysis by analyzing typology or grouping, and comparisons between data and regulations / policies. Based on the results of the analysis and discussion that has been carried out, namely the identification of river formations, analysis of the typology of characteristics around the river to the determination of the riparian zone, a conclusion is obtained in the form of recommendations for spatial planning directions that need to be carried out in the riparian zone. The results obtained from this study are that Bojonegoro District is a flood-prone sub-district dominated by a moderate flood hazard area so that each cultivation activity has a conditional license, while Kapas District is a sub-district that does not have the potential for flooding because all river segments are in a flood-prone area. Low so that all cultivation activities in the Kapas District are permitted. With this study, it is hoped that it can help and become an input for the Bojonegoro Regency government in planning spatial planning, especially in the riparian zone in Bojonegoro and Kapas Districts.
Identifikasi Jalur Evakuasi Bencana Di Gunung Kelud Kabupaten Blitar
Imaduddinah, Annisaa Hamidah;
Widiyanto Hari Subagyo Widodo;
Ida Soewarni;
Ibnu Sasongko
Jurnal Plano Buana Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Plano Buana (Edisi April 2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1289.521 KB)
|
DOI: 10.36456/jpb.v1i2.2678
Gunung Api Kelud merupakan salah satu gunung aktif yang berada di Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2014 terjadi erupsi Gunung Kelud yang menyebabkan 7 jiwa meninggal dan puluhan ribu jiwa harus mengungsi. Upaya meminimalisir risiko bencana dapat dilakukan dengan dilakukannya penentuan jalur evakuasi bencana Gunung Kelud. Dalam mengoptimalkan hasil kajian, dibutuhkan partisipasi masyarakat dalam mengambil keputusan dan merumuskan tindakan prioritas pengurangan risiko bencana. Penentuan jalur evakuasi dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analytic hierarchy process. Berdasarkan hasil kajian ini, dihasilkan bahwa Desa Maliran di Kecamatan Ponggok, Desa Semen dan Desa Soso di Kecamatan Gandungsari merupakan tempat evakuasi sementara terpanjang di Kabupaten Blitar. Adapun hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk perencanaan kawasan Kabupaten Blitar yang berbasis pengurangan risiko bencana.
Pemodelan Perubahan Penggunaan Lahan – Cellular Automata di Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya
Widiyanto Hari Subagyo Widodo;
Annisaa Hamidah Imaduddina
Jurnal Planoearth Vol 3, No 1: February 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (980.852 KB)
|
DOI: 10.31764/jpe.v3i1.214
Kecamatan Asemrowo memiliki perkembangan yang stagnan karena adanyapengaruh dari genang pasang air laut yang mengakibatkan penurunan nilai lahan (RDTRK UP Tambak Osowilangun, 2007). Kondisi struktur dan mofologi kota yang stagnan berpotensi untuk berubah karena adanya pembangunan pusat pertumbuhan baru yaitu Pelabuhan Teluk Lamong (Pelindo III). Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi penggunaan lahan ke depan dengan mengakomodasikan faktor penghambat berupagenang pasang air laut dan faktor pendorong (Pelabuhan Pelindo III) menggunakan metode Markov – cellular automata.Markov- cellular automata adalah salah satu jenis kecerdasan buatan dengan dasar perhitungan iterasi pada data raster. Iterasi tersebut dilakukan pada data raster probabilitasperubahan penggunaan lahan yang diformulasikan dari multi-faktor pendorong perubahan penggunaan lahan dan penghambat perubahan penggunaan lahan. Jumlah piksel yangmenjadi acuan dalam proses iterasi dianalisis dengan menggunaan analisis Markov. Dalam merumuskan peta probabilitas perubahan penggunaan lahan digunakan metode regresi logistik dan jaringan saraf tiruan. Tahun akhir prediksi penggunan lahan adalah 2030.Hasil penelitian menunjukkan genang pasang air laut memiliki korelasi positif terhadap perubahan penggunaan lahan menjadi industri pergudangan, permukiman desa, dan tambakyaitu sebesar 21%, 20% dan 22%
Identifikasi Kawasan Rawan Bencana Longsor di Kota Malang
Annisaa Hamidah Imaduddina;
Widiyanto Hari Subagyo Widodo
REKA RUANG Vol 2 No 2 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33579/rkr.v2i2.1040
Kota Malang merupakan kota yang memiliki intensitas kegiatan tinggi sehingga berimplikasi pada tingginya tingkat kerentanan bencana baik dari aspek sosial, ekonomi dan fisik. Tingginya potensi kerentanan ini mengindikasikan potensi kerugian yang besar dan dapat berdampak sistemik terhadap pembangunan dan perkembangan Kota Malang apabila tidak ada tindakan mitigasi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan deskriptif kualitatif dimana terdapat tiga tahapan dalam penyusunan zonasi kerentanan bencana longsor di Kota Malang. Tahap pertama adalah mengidentifikasi faktor yang berpengaruh terhadap kerentanan bencana mementukan skala prioritas sesuai dengan kondisi eksiting kebencanaan di Kota Malang. Tahap kedua adalah merumuskan pembobotan atau derajat kepentingan dari setiap variable penyusunan kerentanan dimana bobot ini digunakan untuk menyusun peta kerenatanan bencana longsor. Tahap akhir dari penelitian ini adalah penyusunan zonasi kerentanan bencana longsor di Kota Malang. Penelitian ini menghasilkan distribusi spasial dari tingkat kerentanan di Kota Malang. Dengan dilakukannya identifikasi distribusi spasial tingkat kerentanan ini diharapkan pemerintah mampu melakukan penentuan lokus yang didahulukan sebagai upaya pengurangan risiko bencana longsor di Kota Malang.
Identifikasi Jalur Evakuasi Bencana Di Gunung Kelud Kabupaten Blitar
Annisaa Hamidah Imaduddinah;
Widiyanto Hari Subagyo Widodo;
Ida Soewarni;
Ibnu Sasongko
Jurnal Plano Buana Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Plano Buana (Edisi April 2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/jpb.v1i2.2678
Gunung Api Kelud merupakan salah satu gunung aktif yang berada di Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2014 terjadi erupsi Gunung Kelud yang menyebabkan 7 jiwa meninggal dan puluhan ribu jiwa harus mengungsi. Upaya meminimalisir risiko bencana dapat dilakukan dengan dilakukannya penentuan jalur evakuasi bencana Gunung Kelud. Dalam mengoptimalkan hasil kajian, dibutuhkan partisipasi masyarakat dalam mengambil keputusan dan merumuskan tindakan prioritas pengurangan risiko bencana. Penentuan jalur evakuasi dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analytic hierarchy process. Berdasarkan hasil kajian ini, dihasilkan bahwa Desa Maliran di Kecamatan Ponggok, Desa Semen dan Desa Soso di Kecamatan Gandungsari merupakan tempat evakuasi sementara terpanjang di Kabupaten Blitar. Adapun hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk perencanaan kawasan Kabupaten Blitar yang berbasis pengurangan risiko bencana.
KEBERHASILAN PEMBANGUNAN DESA DITINJAU DARI BENTUK PARTISIPASI MASYARAKAT MELALUI LEMBAGA KETAHANAN MASYARAKAT DESA
Titik Poerwati;
Annisaa Hamidah Imaduddina
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 02 (2019): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (430.847 KB)
|
DOI: 10.36040/pawon.v3i02.893
Keberhasilan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan tergantung dengan adanya keterlibatan aktif masyarakat, di lain pihak perencanaan pembangunan dapat merangsang dan memperluas keterlibatan aktif itu, apabila benar-benar mencerminkan dan ditujukan untuk mencapai tujuan-tujuan sesuai dengan kepentingan masyarakat. Kurang berhasil dengan maksimalnya program-program pembangunan di daerah pedesaan adalah karena kurangnya rasa memiliki masyarakat terhadap program-program pembangunan yang dijalankan tersebut. Maka dari itu pemerintah membina Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan desa. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk partisipasi masyarakat dalam keberhasilan pembangunan desa, melalui pelaksanaan fungsi dan peran LKMD, yang berlokasi di Desa Buduan, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo. Untuk itu dilakukan pengamatan dan observasi langsung ke lapangan dengan cara penyebaran kuesioner, sedangkan metode analisa yang digunakan adalah analisa deskriptif kualitatif. Hasil pembahasan dari penelitian ini yaitu dari perhitungan korelasi terhadap semua bentuk partisipasi masyarakat ternyata memiliki nilai diatas 0,5. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan berbagai bentuk partisipasi masyarakat dapat memberikan gambaran bahwa LKMD di Desa Buduan semakin aspiratif.
PERBAIKAN LINGKUNGAN KAMPUNG KOTA DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI KOTA MALANG
Ibnu Sasongko;
Annisaa Hamidah Imaduddina;
Widiyanto Hari Subagyo Widodo
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 1 (2021): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36040/pawon.v5i1.3237
Perkampungan di Kota Malang, sangat beragam, diantaranya banyak yang kumuh, rawan banjir, tetapi sebagian juga inovatif dalam memperbaiki lingkungannya. Beberapa kampung berhasil mengatasi kekumuhan dengan mengembangkan sanitasi terpadu, mengembangkan sistem resapan dalam mengatasi banjir, atau memperbaiki permukiman dengan mnyediakan fasilitas tertentu. Salah satu yang menarik adalah berbagai upaya perbaikan lingkungan ini ternyata terdapat adanya kesamaan yakni melalu perbaikan lingkungan permukiman ternyata mendorong peran social masyarakat dan juga mendorong tumbuhnya ekonomi termasuk pariwisata. Melalui kajian sejarah perkembangan, upaya yang dilakukan, yang selanjutnya mengkaji pihak-pihak yang berpartisipasi dan motivasi perbaikan lingkungan dengan menggunakan sistem skala dan model geographically weighted regression, maka dapat ditentukan tingkat keberlanjutan pembangunan kampung kota. Melalui kajian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat sistem atau rangkaian kegiatan yang saling sinergi dan saling mendorong antara penanganan fisik lingkungan dengan aspek social ekonomi masyarakat dalam mendorong perwujudan keberlanjutnan pembangunan dalam konteks permukiman perkotaan.
PERANCANGAN WEBGIS JALUR EVAKUASI BENCANA DI GUNUNG KELUD KABUPATEN BLITAR
Widiyanto Hari Subagyo;
Annisaa Hamidah Imaduddina;
Agustina Nurul Hidayati
Jurnal Plano Buana Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Plano Buana (Edisi Oktober 2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/jpb.v3i1.5181
Pengabdian masyarakat ini adalah lanjutan dari penelitian sebelumnya tahun 2020. Dalam penelitian sebelumnya, peneliti telah mengidentifikasi jalur evakuasi bencana sehingga pada tahun 2021 ini akan dilaksanakan perancangan webgis jalur evakuasi bncana. Gunung Api Kelud merupakan salah satu gunung aktif yang berada di Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2014 terjadi erupsi Gunung Kelud yang menyebabkan 7 jiwa meninggal dan puluhan ribu jiwa harus mengungsi. Upaya meminimalisir risiko bencana dapat dilakukan dengan dilakukannya penentuan jalur evakuasi bencana Gunung Kelud. Dalam mengoptimalkan hasil kajian, dibutuhkan partisipasi masyarakat dalam mengambil keputusan dan merumuskan tindakan prioritas pengurangan risiko bencana. Penentuan jalur evakuasi dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analytic hierarchy process. Berdasarkan hasil kajian ini, dihasilkan bahwa Desa Maliran di Kecamatan Ponggok, Desa Semen dan Desa Soso di Kecamatan Gandungsari merupakan tempat evakuasi sementara terpanjang di Kabupaten Blitar. Adapun hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk perencanaan kawasan Kabupaten Blitar yang berbasis pengurangan risiko bencana.
Perancangan Webgis Kelurahan Baratajaya Kota Surabaya
Annisaa Hamidah Imaduddina;
Maria Christina Endarwati;
Ardiyanto Maksimillianus Gai
Retii 2021: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-16
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The Baratajaya Urban Spatial Data Base is an online database system application that stores and processes geospatial data and information on spatial planning and thematic areas into a publication that is more informative, easy to understand and easily accessible to the wider community as well as an instrument in the process of sharing data. The webgis database embodiment process is an evolutionary process consisting of several stages or phases of development. The development of this webgis will be continuous and requires improvement so that it requires continuous efforts in updating and developing program applications based on contemporary technology. The Webgis of Kelurahan Baratajawa is a WebGIS (Web-Geographic Information System) that has the ability to perform data processing, display and analyze data. all parties and parties. The target of the planned findings is the compilation of an E-base map which is a WebGIS (Web-Geographic Information System) Baratajaya Village, Surabaya City which has the ability to perform data processing, display and analyze data.
IDENTIFIKASI PERUBAHAN POLA PERMUKIMAN SUKU BAJO DI DESA JAYA BAKTI KECAMATAN PAGIMANA KABUPATEN BANGGAI SULAWESI TENGAH
Fikrah, Mahdiatul;
Witjaksono, Agung;
Sasongko, Ibnu;
Imaduddina, Annisaa Hamidah
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 16 No 1 (2022): JURNAL RUANG
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/ruang.v16i1 Maret.45
Pemanfaatan ruang dalam tata spasial hunian yang berkembang berupa sistem spasial hunian dan aspek-aspek yang melandasi pembentukan dan pemanfaatan spasial hunian Suku Bajo di desa Jaya Bakti kecamatan Pagimana, sebagai upaya untuk memahami kondisi awal hingga terbentuknya permukiman kampung saat ini. Aspek pembentukan spasial didalamnya mengandung substansi gagasan perencanaan dari fungsi, bentuk asli, variasi bentuk dan perkembangannya. Kondisi spasial hunian Suku Bajo di Jaya Bakti Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah dilihat dari karakteristik permukiman masyarakat sebagai kampung awal peradaban suku bajo di wilayah tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut (a) Ideantifikasi Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan Fisik Permukiman Suku Bajo (b) Identifikasi perubahan Fisik permukiman suku bajo. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Metode kualitatif, dimana peneliti ini akan, menganalisis perubahan permukiman suku bajo serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perubahan permukiman. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan non fisik permukiman Suku Bajo ini ialah populasi penduduk, faktor ekonomi sosial dan budaya. Sedangkan perubahan fisik terjadinya perubahan khsusnya konstruksi bangunan, jalan air bersih dan infrastruktur lainnya