Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

TINJAUAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PERTANIAN BERWAWASAN LINGKUNGAN DI KOTA BATU Agung Witjaksono; Ardi Maksimilianus Gai; Titik Poerwati
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 7 No. 1 (2022): BIOMA
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v7i1.18703

Abstract

Kota Batu merupakan wilayah yang mempunyai banyak potensi untuk pengembangan pariwisata, pertanian, perkebunan, permukiman, jasa dan industri. Wilayah Kota Batu merupakan kawasan yang mempunyai peran sebagai kawasan konservasi dan kawasan fungsi lindung. Pembangunan Kota Batu akan mempengaruhi berkurangnya lahan pertanian. Pada aspek yang lain perlindungan terhadap lahan pertanian perlu dipertahankan. Penelitian akan mengkaji aspek pendukung pengembangan di sektor pertanian di Kota Batu, baik dari aspek fisik, aspek sosial dan aspek kebijakan. Karena adanya fenomena terjadinya alih fungsi lahan pertanian. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode diskriptif dan menggunakan metode analisis super-impuse. Penelitian menggunakan data sekunder dan hasil observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan di sektor pertanian dalam kebijakan dan strategi RTRW, RENSTRA Kota Batu maupun kebijakan sektoral mendapat prioritas cukup besar. Hasil penelitian juga menunjukkan masih terjadi alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian. Selain itu terjadi perubahan lahan hutan menjadi lahan perkebunan, pariwisata dan lahan pertanian, yang akan memberikan dampak kerusakan lingkungan apabila alih fungsi tidak dikendalikan.
Konsep Penanganan Sanitasi Permukiman Kumuh di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang Hasan Hasan; Ibnu Sasongko; Titik Poerwati
TATALOKA Vol 22, No 1 (2020): Volume 22 No. 1, February 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.22.1.83-93

Abstract

Sanitasi merupakan salah satu kriteria permasalahan permukiman kumuh di Kota Malang yang meliputi masalah persampahan, air limbah, dan drainase. Masalah tersebut tersebar di 5 Kecamatan di Kota Malang salah satunya adalah Kecamatan Lowokwaru. Berbagai penanganan telah dilakukan baik dari pemerintah maupun masyarakat untuk mengatasi masalah sanitasi di Kecamatan Lowokwaru diantaranya adalah penanganan sanitasi di RW 3 & RW 6 Kelurahan Dinoyo, RW 5 dan RW 7 Kelurahan Tlogomas, dan RW 9 Kelurahan Jatimulyo. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep penanganan sanitasi di lokasi tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan kuesioner. Metode analisa data yang digunakan adalah metode statistik deskriptif, metode skoring, dan metode klaster. Berdasarkan hasil analisa, ketersediaan prasarana sanitasi di lokasi penelitian masih kurang untuk prasarana persampahan yakni tempat sampah, sedangkan untuk prasarana limbah dan drainase sudah mencukupi. Untuk tingkat permasalahan, hanya RW 3 Kelurahan Dinoyo dan RW 7 Kelurahan Tlogomas yang berada pada level tinggi (baik), sedangkan RW 5 Kelurahan Tlogomas dan RW 9 Kelurahan Jatimulyo berada pada level rendah (buruk). Untuk konsep penanganan, terdapat 3 macam konsep yang diterapkan di lokasi penelitian yaitu percontohan, partisipatori, dan bantuan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ketersediaan prasarana persampahan di lokasi penelitian masih kurang dan tidak adanya hubungan antara konsep penanganan sanitasi yang telah diterapkan dengan tingkat permasalahan sanitasi. Sanitation is one of the criteria of slum settlement problems in Malang City, covering the problem of solid waste, waste water, and drainage. The problem is spread in 5 sub-districts in Malang City, one of which is Lowokwaru Sub-district. Various handling has been done both from the government and society to solve sanitation problems in Lowokwaru Sub-district, including sanitation handling in RW 3 & RW 6 Dinoyo, RW 5 and RW 7 Tlogomas, and RW 9 Jatimulyo. Therefore, this study aims to find out the concept of sanitation handling in these locations. Data collection methods used in this study are observation, interviews, and questionnaires. Data analysis methods used are descriptive statistical methods, scoring methods, and cluster methods. Based on the results of the analysis, the availability of sanitation infrastructure at the research site is still lacking for solid waste infrastructure, namely the trash, while for waste and drainage infrastructure is sufficient. For the level of problem, only RW 3 Dinoyo and RW 7 Tlogomas are at a high level (good), while RW 5 Tlogomas and RW 9 Jatimulyo are at a low level. For the concept of handling, there are 3 types of concepts that are applied in the research location are pilot, participatory, and assistance. The conclusion in this study is the availability of solid waste infrastructure in the research location is still lacking and there is no relationship between the concept of sanitation handling that has been applied to the level of sanitation problems. Keywords : availability, consept of handling, level of problem, sanitation
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM PEMBANGUNAN DI KELURAHAN ARJOSARI, KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG Titik Poerwati; Daim Triwahyono; Bambang Joko Wiji Utomo
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 01 (2019): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.223 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v3i01.139

Abstract

Sejak tahun 2009 di setiap kelurahan di Kota Malang mendapatkan dana bantuan dari pemerintah kota malang yang berupa dana hibah kepada masyarakat kelurahan melalui LPMK sebesar Rp. 500.000.000,- per tahun, dengan tujuan untuk pemberdayaan masyarakat kelurahan, serta untuk pembangunan fisik kelurahan yang belum tersentuh oleh pembangunan timgkat kota. Dengan adanya bantuan dana yang cukup besar untuk kelurahan dan harus dipertanggungjawabkan secara profesional maka LPMK dan kelurahan harus dapat mengalokasikan dana tersebut secara tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat untuk pembangunan masyarakat kelurahan. Untuk hal tersebut kelurahan membutuhkan data kondisi masyarakat yang benar-benar akurat dan dapat di pertanggungjawabkan, baik data kondisi sosial ekonomi masyarakat maupun sarana prasarana yang di butuhkan oleh masyarakat. sehingga di butuhkan pendataan ulang kondisi sosial ekonomi maupun sarana dan prasarana kelurahan yang lebih valid dan realible. sehingga dapat di manfaatkan sebagai pedoman dalam penyusunan program pembangunan kelurahan baik yang di biayai oleh dana hibah kepada masyarakat maupun yang didanai oleh dana APBD pemerintah Kota Malang.
KEBERHASILAN PEMBANGUNAN DESA DITINJAU DARI BENTUK PARTISIPASI MASYARAKAT MELALUI LEMBAGA KETAHANAN MASYARAKAT DESA Titik Poerwati; Annisaa Hamidah Imaduddina
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 02 (2019): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.847 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v3i02.893

Abstract

Keberhasilan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan tergantung dengan adanya keterlibatan aktif masyarakat, di lain pihak perencanaan pembangunan dapat merangsang dan memperluas keterlibatan aktif itu, apabila benar-benar mencerminkan dan ditujukan untuk mencapai tujuan-tujuan sesuai dengan kepentingan masyarakat. Kurang berhasil dengan maksimalnya program-program pembangunan di daerah pedesaan adalah karena kurangnya rasa memiliki masyarakat terhadap program-program pembangunan yang dijalankan tersebut. Maka dari itu pemerintah membina Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan desa. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk partisipasi masyarakat dalam keberhasilan pembangunan desa, melalui pelaksanaan fungsi dan peran LKMD, yang berlokasi di Desa Buduan, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo. Untuk itu dilakukan pengamatan dan observasi langsung ke lapangan dengan cara penyebaran kuesioner, sedangkan metode analisa yang digunakan adalah analisa deskriptif kualitatif. Hasil pembahasan dari penelitian ini yaitu dari perhitungan korelasi terhadap semua bentuk partisipasi masyarakat ternyata memiliki nilai diatas 0,5. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan berbagai bentuk partisipasi masyarakat dapat memberikan gambaran bahwa LKMD di Desa Buduan semakin aspiratif.
BENTUK KEGIATAN MASYARAKAT PADA KAWASAN INDUSTRI BERDASARKAN PERILAKU MASYARAKAT DI KOTA GRESIK Titik Poerwati; Maria Christina Endarwati
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 1 No 02 (2017): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.279 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v1i02.2008

Abstract

Kota Gresik merupakan salah satu daerah yang menjadi prioritas pengembangan, karena memiliki posisi yang cukup strategis untuk pengembangan kegiatan industri. Disebabkan Kota Gresik dekat dengan tempat pemasaran, ketersediaan tenaga kerja yang berkualitas dan relatif murah serta dekat dengan perbatasan Kota Surabaya yang dapat menampung limpahan kegiatan industri wilayah tersebut. Kota Gresik memiliki tingkat aktivitas industri tinggi dengan jumlah penyerapan tenaga kerja yang tinggi pula, berasal dari dalam maupun luar wilayah. Tujuan dari peneltian ini yaitu untuk mengetahui bentuk kegiatan masyarakat pada kawasan industri berdasarkan perilaku masyarakat di Kota Gresik. Metode pengumpulan data melalui observasi langsung ke lapangan dengan cara penyebaran kuesioner, sedangkan metode analisis yang terkait dengan penelitian adalah metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan uji Chi-square. Dari hasil analisa diketahui bahwa dengan adanya kegiatan industri di wilayah penelitian secara langsung maupun tidak langsung telah mempengaruhi perilaku masyarakat dalam bentuk kegiatan masyarakat pada kawasan industri. Adapun pengaruh tersebut adalah adanya pengaruh bentuk kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat yaitu dalam hal kegiatan ekonomi maupun kegiatan sosial yang berdasarkan perilaku masyarakat.
KONSEP WISATA BUDAYA KALIJA KELURAHAN TASIKMADU KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Mohammad Reza; Endratno Budi Santosa; Titik Poerwati
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 01 (2020): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.63 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v4i01.2345

Abstract

Industri pariwisata pada umumnya memberi peran penting bagi perekonomiandaerah karena dapat memberikan tambahan Pendapatan Asli Daerah sehinggapenerimaan daerah meningkat, selain itu dapat menambah lapangan pekerjaanbagi masyarakat di sekitar tempat wisata, dimana potensi pariwisata tersebutdapat di kelola oleh penduduk setempat.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsep Wisata Budaya Kalija(Kalimantan Jawa) di Kelurahan Tasikmadu Kecamatan Lowokwaru KotaMalang. Metode analisa dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatifdan berdasarkan kondisi eksisting dari lokasi penelitian. Wisata Kalijamerupakan tempat wisata degan konsep budaya tradisional. Konsep wisata inimenyajikan objek wisata yang berbeda dibandingkan dengan objek-objekwisata lain yang ada di lingkup Malang Raya. Wisata Kalija akan menampilkanpentas budaya setiap harinya, secara bergantian antara Kalimantan dan Jawa.Wisata ini dibuat semenarik mungkin dan dapat membuat pengunjung merasaseakan berada di Kota Kalimantan maupun di Jawa.
Budidaya Ikan Lele dengan Sistem Bioflok untuk Kawasan Permukiman Candra Dwiratna Wulandari; Sudiro Sudiro; Titik Poerwati
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 5, No 3 (2020): November 2020
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v5i3.4044

Abstract

Households themselves should fulfill their nutritional needs by using the home page. Limited land in residential areas is one of the constraints that limit this. One of the Rukun Tengga (RT) in Tlogomas Village, namely RT 05 RW 03 is a new RT, which does not yet have complete infrastructure, to catch up every year it is planned and budgeted to develop these facilities and infrastructure. One of them is in the field of food security, RT 05 tries to meet the needs of vegetables, fruit and fish in the surrounding environment, so catfish farming is developed using conventional methods. The problem faced by the manager is that catfish cultivation is not optimal so that the mortality of catfish seeds reaches 50 percent, and another obstacle is the presence of an unpleasant odor. To solve this problem, the biofloc method was carried out to improve the catfish culture system. From the efforts to improve catfish culture by means of biofloc, there are benefits, among others, the percentage of seed mortality has decreased to 20 percent, the cost of feed is more efficient, does not cause odor and the development of catfish is maximized. The yields are in accordance with market demand, namely, with a weight of 1 kg as many as 8 fish at the age of 2.5 months.DOI: https://doi.org/10.26905/abdimas.v5i3.4044 
Strategi Pengembangan Wisata Budaya Keraton Sumenep di Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur Poerwati, Titik; Desderius, Kevie; Lidya Subnafeu, Eglantyne; Parmanes, Ester; Rangga Saputra, Dityanda; Aprilianus Dapa, Yohanes
COMPACT: Spatial Development Journal Vol 2 No 3 (2023): COMPACT
Publisher : Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/compact.v2i3.1039

Abstract

The Sumenep Palace is one of the leading cultural tourism destinations in Sumenep Regency, because it has interesting cultural values. However, the Sumenep Palace still finds various obstacles in its journey such as low visitor interest, lack of interesting tourism activities, and incomplete facilities so that this cultural tourism has not optimally provided a positive impact, especially economically to the community. Therefore, a study is needed to analyse the characteristics of the Sumenep Palace tourism area and its development strategy. To achieve this goal, a descriptive analysis of cultural tourism characteristics in the tourist area consisting of attractions, amenity, accessibility, accommodation, activities and cultural values, as well as analysis of internal and external factors in the tourist area such as strengths, weaknesses, opportunities and threats. Based on the results of the analysis, it is known that the characteristics of the Sumenep Palace area based on six research variables are as follows; the attraction factor consists of historical buildings, palace museums, and historical heritage icons. The amenity factor consists of an information centre, and a souvenir centre (UMKM). In terms of accessibility, the ease of reaching the Sumenep Palace is very good, because it is right in the city centre, can be reached through various directions, and road conditions that can be passed by all types of vehicles, its accommodation factors consist of homestays and hotels around the palace, then tourist activities that can be done in the Sumenep Palace tourist area are exploring the palace location and visiting the palace museum. For its cultural value consists of the history and tradition of the Sumenep Palace. Based on the results of the SWOT analysis, it is known that the development strategy carried out is to focus on overcoming weaknesses to seize opportunities. So formulated three development strategies namely optimisation of completeness of tourist facilities, local economic development, and procurement of interesting tourist activities.
STUDI PENGEMBANGAN KONSEP TOD DI KAWASAN STASIUN BLITAR PELUANG, KENDALA, DAN SOLUSI Desderius, Kevie; Titik Poerwati; Calvin Napoleon Bonaparte Lepa Magana; Nikolas Arinanda Aprilio Ginting; Haura Venny Nadhira; Ainur Nisa Amalia
JURNAL DAKTILITAS Vol. 5 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/daktilitas.v5i1.1442

Abstract

Abstract This study analyzes the development of the Transit-Oriented Development (TOD) concept in the Blitar Station area, focusing on existing opportunities, challenges, and solutions. TOD is a planning approach that integrates land use and transportation systems to create sustainable and affordable environments. The research employs both qualitative and quantitative methods, utilizing surveys, interviews, and document analysis related to the socio-economic conditions and infrastructure of the area. The findings indicate that the Blitar Station area has significant potential for TOD development, including good accessibility to public transportation and available vacant land for utilization. However, challenges include a lack of policy support, inadequate infrastructure, and difficulties in community participation. This study recommends several strategic solutions to optimize TOD development in the Blitar Station area, such as enhancing collaboration among stakeholders, developing pedestrian-friendly supporting infrastructure, and raising public awareness about the benefits of TOD. Consequently, this research aims to contribute to more sustainable urban and regional planning in Indonesia. Keywords: Transit-Oriented Development (TOD) ; Blitar Station Area ; Opportunities and Challenges Abstrak Penelitian ini menganalisis pengembangan konsep Transit-Oriented Development (TOD) di kawasan Stasiun Blitar, dengan fokus pada peluang, kendala, dan solusi yang ada. TOD adalah pendekatan perencanaan yang mengintegrasikan penggunaan lahan dan sistem transportasi untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dan terjangkau. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif, melalui survei, wawancara, dan analisis dokumen terkait kondisi sosial-ekonomi serta infrastruktur kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Stasiun Blitar memiliki potensi signifikan untuk pengembangan TOD, seperti aksesibilitas yang baik terhadap transportasi publik dan adanya lahan kosong yang dapat dimanfaatkan. Namun, kendala yang dihadapi meliputi kurangnya dukungan kebijakan, infrastruktur yang belum memadai, dan tantangan dalam partisipasi masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan beberapa solusi strategis untuk mengoptimalkan pengembangan TOD di kawasan Stasiun Blitar, antara lain peningkatan kolaborasi antara pemangku kepentingan, pengembangan infrastruktur pendukung yang ramah pejalan kaki, serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat TOD. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perencanaan wilayah dan kota yang lebih berkelanjutan di Indonesia. Kata kunci: Kawasan Berorientasi Transit ; Kawasan Stasiun Blitar ; Peluang dan Kendala
Evaluasi Minat Wisatawan Berbasis Persepsi Gender Pada Kayutangan Heritage Melalui Analisis Sentimen Pada Google Point Of Interest" Shalsabilla, Syahira Aulia; Poerwati, Titik; Hamidah Imaduddina, Annisaa; Afrianto, Firman
Jurnal Teknologi Sistem Informasi dan Aplikasi Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Sistem Informasi dan Aplikasi
Publisher : Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtsi.v8i2.54082

Abstract

This study evaluates tourist interest at the Kayutangan Heritage area in Malang City based on gender perceptions through sentiment analysis of reviews on Google Point of Interest (POI). The research employs a big data approach by collecting reviews from Google Maps using web scraping techniques and processing them with the TextBlob algorithm to classify sentiments into positive, neutral, and negative categories. A total of 2,198 reviews were analyzed from six food and beverage (F&B) points across six spatial clusters of the Kayutangan Heritage area. The data were divided into two datasets—overall and gender-labeled—to identify sentiment tendencies among male and female tourists. The results indicate that female tourists tend to prefer Café Lafayette (Cluster 1.A), which offers women-friendly facilities such as separate restrooms and prayer rooms, with a positive sentiment of 67.6%. Meanwhile, male tourists are more interested in Kedai Sedjiwa (Cluster 2.B), which provides a clean environment, modern architecture, and a comfortable ambiance, generating 77.1% positive sentiment. The findings support Chebli et al.’s (2020) model of gender-based tourist preferences, demonstrating that men and women prioritize different elements of a destination. This study contributes to the development of gender-inclusive tourism strategies and data-driven management for heritage destinations.