Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TINJAUAN HUKUM EKONOMI ISLAM TERHADAP PRAKTEK ARISAN ONLINE DI KOTA JAYAPURA Siti Qamariah Tiflen
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jm.v6i1.6773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktek arisan online di Kota jayapura karena diindikasikan terdapat beberapa penyimpangan yang terjadi terutama pada sistem arisan online yang selama ini dipakai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris dengan pendekatan studi kasus terkait dengan masalah yang terjadi pada praktek arisan online yang terjadi di Kota jayapura ditinjau dari perspektif hukum ekonomi Islam. Dari hasil penelitian ini penulis dapat menyimpulkan bahwa arisan online di Kota jayapura mengandung unsur wakâlah  namun terdapat ketidak sesuaian antara praktek arisan online yang terjadi di Kota jayapura dengan hukum ekonomi Islam (qardh dan wakâlah) karena adanya ketidakpastian ( gharar), taruhan (maysir) dan tambahan dalam utang piutang yang  dalam  istilah Fiqh muamalah dikenal dengan riba dayn. Oleh karena itu penulis menyarankan agar kedua sistem tersebut segera dihapus dan digantikan dengan sistem sesuai dengan hukum ekonomi Islam.Kata Kunci: Hukum Ekonomi Islam, Arisan Online, dan Wakalah Bil Ujrah
TINJAUAN HUKUM EKONOMI ISLAM TERHADAP PRAKTEK ARISAN ONLINE DI KOTA JAYAPURA Siti Qamariah Tiflen
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jm.v6i1.6773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktek arisan online di Kota jayapura karena diindikasikan terdapat beberapa penyimpangan yang terjadi terutama pada sistem arisan online yang selama ini dipakai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris dengan pendekatan studi kasus terkait dengan masalah yang terjadi pada praktek arisan online yang terjadi di Kota jayapura ditinjau dari perspektif hukum ekonomi Islam. Dari hasil penelitian ini penulis dapat menyimpulkan bahwa arisan online di Kota jayapura mengandung unsur wakâlah  namun terdapat ketidak sesuaian antara praktek arisan online yang terjadi di Kota jayapura dengan hukum ekonomi Islam (qardh dan wakâlah) karena adanya ketidakpastian ( gharar), taruhan (maysir) dan tambahan dalam utang piutang yang  dalam  istilah Fiqh muamalah dikenal dengan riba dayn. Oleh karena itu penulis menyarankan agar kedua sistem tersebut segera dihapus dan digantikan dengan sistem sesuai dengan hukum ekonomi Islam.Kata Kunci: Hukum Ekonomi Islam, Arisan Online, dan Wakalah Bil Ujrah
Literasi Digital dan Transformasi UMKM di Pasar Sentral Hamadi Kota Jayapura Wahyuni Suleman; Siti Qamariah Tiflen; Nining Puji Lestari; Luluk Wahyu Nengsih; Hardianti Hardianti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8946

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat literasi digital pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Pasar Sentral Hamadi Kota Jayapura, yang berdampak pada terbatasnya pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan usaha. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan digital pelaku UMKM serta mengidentifikasi kendala dalam adopsi teknologi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui pendampingan individu dengan mendatangi pelaku usaha secara langsung, disertai observasi, wawancara, dan praktik penggunaan media sosial sebagai sarana pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian pelaku UMKM mulai mampu memanfaatkan media sosial untuk promosi, namun masih terbatas pada penggunaan dasar. Kendala utama yang ditemukan meliputi rendahnya literasi digital, keterbatasan sumber daya, dan kurangnya pemahaman terhadap fitur lanjutan. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pendekatan pendampingan individu efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta. Disimpulkan bahwa peningkatan literasi digital melalui pendampingan berkelanjutan sangat penting untuk mendukung adaptasi UMKM di era digital, sehingga hasil kegiatan ini memiliki peran strategis dalam mendorong daya saing dan keberlanjutan usaha.