Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENERAPAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR PADA PERANCANGAN RESORT HOTEL DI KAWASAN REKLAMASI PANTAI DOFIOR KOTA SORONG Fatimah Qisthin Kiasati; Endy Marlina
Jurnal Arsitektur GRID Vol 5, No 2 (2023): Desember
Publisher : Jurnal Arsitektur GRID

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v5i2.873

Abstract

Pesatnya perkembangan dan kondisi Kota Sorong yang tidak sebanding membuat langkah pemerintah berupaya untuk menata dan membangun kota. Dalam hal ini reklamasi menjadi salah satu upaya dalam merespon permasalahan yang ada pada pertumbuhan ekonomi dalam aspek bisnis dan pariwisata. Proyeksi wisatawan yang semakin meningkat dan kurangnya ketersediaan fasilitas menjadi faktor utama. Rencana pemerintah menyediakan 15 block untuk pembangunan dalam aspek bisnis dan pariwisata, 1 block area disediakan untuk dibangun resort hotel. Dalam hal ini juga memperhatikan kondisi kekakuan bangunan sekitar, tema neo vernakular untuk merespon pertumbuhan kota dan budaya sekitar.Metode yang digunakan berupa  pengumpulan data primer dan sekunder berdasarkan issue sekitar, lalu menganalisis menjadi ide desain, dan dikembangkan secara utuh melalui analisa dan evaluasi. Desain yang dikembangkan berdasarkan poin analisis site dan respon desain, analisis gubahan massa dari bentuk dan tampilan desain rumah tradisional Papua kaki seribu, rumah jew, dan rumah pohon, konsep ornamentasi dari motif khas Papua, analisis konsep landscape dari pola permukiman masyarakat tradisional Papua, analisis struktur dan material perpaduan konsep tradisional modern dan struktur yang aman diatas tanah reklamasi.
Desain Ulang Pasar Tradisional Kelapa Kota Cilegon Provinsi Banten dengan Pendekatan Arsitektur Tropis Muhammad Bayu Panatagama; Endy Marlina
Jurnal Arsitektur GRID Vol 5, No 2 (2023): Desember
Publisher : Jurnal Arsitektur GRID

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v5i2.876

Abstract

Pasar tradisional Kelapa Merupakan salah satu pasar yang berada di Kota Cilegon. Pasar ini memiliki peran penting untuk pertumbuhan ekonomi kota yang mengandalkan sebesar 12,07% untuk usaha perdagangan besar dan eceran, namun terdapat terdapat berbagai permasalahan yang menyebabkan pasar ini menjadi sepinya minat pengunjung yang menjadikan pasar ini disebut sebagai pasar setengah hari, seperti adanya banjir, penghawaan yang kurang memadai, parkiran yang kurang tertata, dan juga sempitnya sirkulasi pengunjung. Berdasarkan pertimbangan kondisi pasar tersebut, maka diperlukannya mendesain ulang (redesain) terhadap bangunan pasar tersebut. Redesain pasar ini dengan menggunakan arsitektur tropis mengingat pasar ini berada di kota Cilegon yang memiliki iklim hutan basah tropis. Metode Perancangan pada penelitian ini berasal dari data premier dan juga sekunder. Data - data yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data dan juga analisis pengumpulan data. Dari metode tersebut menghasilkan data yang dapat disimpulkan bahwa orientasi bangunan arah timur-barat memaksimalkan siklus orientasi matahari secara maksimal. Pada bangunan di terapkan ventilasi silang agar menciptakan penghawaan yang cukup memadai dan juga diperlukannya perbedaan level ketinggian antara site dengan bangunan untuk merespon banjir tersebut.
Sustainable Innovation: Applying Permaculture Architecture in the Mocaf Factory Design in Banjarnegara Bahy, Fairuz Naufal; Marlina, Endy; Ratriningsih, Desrina
Jurnal Internasional Teknik, Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 6 No 2 (2024): International Journal of Engineering, Technology and Natural Sciences
Publisher : Universitas Teknologi Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46923/ijets.v6i2.395

Abstract

Banjarnegara, a district in Central Java, possesses abundant natural resources suitable for cassava farming. However, the long distribution chain and the closure of several tapioca factories have significantly reduced the economic value of cassava in the region. To address this issue, this study aims to design a sustainable Modified Cassava Flour (Mocaf) industry using permaculture principles, focusing on resource efficiency, community welfare, and environmental sustainability. Mocaf flour, derived from fermented cassava, serves as an innovative substitute for wheat flour and supports regional food security. This research employs a descriptive method, which includes literature review, site surveys to evaluate land potential and accessibility, comparative studies, and analyses based on Permaculture Architecture principles. The factory design integrates sustainable strategies such as energy efficiency, waste management, and optimal resource utilization. Key features include zoning for production, storage, and waste treatment to streamline workflows and minimize environmental impacts. Solar panels are incorporated to enhance energy efficiency, while a wastewater treatment plant (IPAL) produces biogas from fermentation waste as part of an independent energy system. The proposed factory design highlights the principles of permaculture by emphasizing sustainability, resource efficiency, and harmony with the local ecosystem. By focusing on increasing local food production and minimizing environmental degradation, the design provides a model for sustainable industrial development and supports regional economic resilience.
Community Initiative and Harmonizing: Key Strategies in Community-Based Tourism Development in Bejiharjo, Gunungkidul Marlina, Endy; Wahyuhana, Ratika Tulus; Sukmawati, Annisa Mu’awanah
Humaniora Vol 37, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jh.100097

Abstract

This study examines the key strategies behind the success of community-based tourism in Bejiharjo Village, Gunung Kidul, Yogyakarta which has become a model of good practice compared to other less successful initiatives. Using a phenomenological approach, this study draws on two years of the researchers’ involvement in a local tourism development program. Through in-depth interviews and sustained engagement between 2022-2024, the research explores how the community articulated its aspirations and developped tourism strategies from the ground up. Findings shows that community initiative plays a critical role in encouraging the community to take ownership and lead tourism development. This challanges the assumption that community empowerment must be externally driven and highlights how meaningful local participation can lead to more sustainable and socially grounded outcomes. The study identifies six key strategies of community empowerment: (1) initiating, (2) networking, (3) mobilizing, (4) building trust, (5) protecting, and (6) harmonizing (integrating efforts for long-term sustainability). These findings provide insights for the government and stakeholders in tourism development to plan better programs resulting in more benefits for improving community welfare.
Green Architecture for Sustainable Hotel Design in Sosromenduran Permanaa, Raden Zoland Bintang; Marlina, Endy; Ratriningsih, Desrina
Jurnal Internasional Teknik, Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 7 No 2 (2025): International Journal of Engineering, Technology and Natural Sciences
Publisher : Universitas Teknologi Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46923/ijets.v7i2.391

Abstract

Yogyakarta is a major tourism destination undergoing rapid expansion of hotel and tourism infrastructure, resulting in increased environmental pressures such as greenhouse gas emissions, rising temperatures, and urban pollution. These impacts of global warming underscore the need for environmentally responsible development in the hospitality sector, positioning Green Architecture as a strategic approach to achieving sustainable tourism development. This study aims to explore the implementation of Green Architecture principles in hotel design as a means of reducing environmental impacts while meeting the growing demand for accommodation in Yogyakarta. The research employs a qualitative, design-based approach by integrating green architectural strategies into the planning and design process. Key strategies include optimizing building orientation and massing in response to solar patterns, maximizing natural ventilation and daylighting, integrating photovoltaic systems as renewable energy sources, and applying rainwater harvesting to supplement water supply and reduce groundwater exploitation. Landscape design and green spaces are also emphasized to improve microclimate conditions and thermal comfort. The results demonstrate that the proposed Green Architecture approach can enhance energy efficiency, reduce reliance on mechanical ventilation and artificial lighting, and improve indoor and outdoor environmental comfort. However, this study is limited to a conceptual design framework and does not include post-occupancy or operational performance evaluation. Future research is recommended to assess long-term energy and water savings and user comfort to strengthen the practical application of Green Architecture in hotel development.
Cilandak Barat Park and Ride Dengan Pendekatan Biophilic Architecture Gusti Mergauni; Endy Marlina
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 3, Nomor 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v3i1.27

Abstract

Kebutuhan transportasi kini menjadi hal penting bagi masyarakat kota. Transportasi semakin meningkat karena transportasi merupakan sarana penting untuk memeperlancar perekonomian masyarakat. Semakin berkembangnya perekonomian pemilik kendaraan pribadi juga semakin meningkat hal ini menyebabkan kemacetan kendaraan di pusat kota, pemerintah merespon hal ini dan memfasilitasi transportasi umum wilayah tertentu dibeberapa titik untuk mengurangi kemacetan di pusat kota. Solusi untuk memaksimalkan transportasi massal berupa Mass Rapid Transit (MRT), TransJakarta, dan taksi dilakukan dengan pembangunan Park and Ride, sehingga fasilitas penunjang transportasi massal di stasiun MRT Fatmawati, Cilandak Barat dapat lebih maksimal, dengan adanya fasilitas Park and Ride ini pengguna dapat lebih nyaman menitipkan kendaraannya dan melanjutkan dengan transportasi massal tanpa harus mengalami kemacetan di tengah kota. Dalam merancang Park and Ride perlu adanya beberapa data yang diperlukan dan metode pendekatan khusus dalam merancang. Pendekatan yang digunakan pada perancangan konsep ialah pendekatan Biophilic Architecture. Pendekatan ini dipilih karena kesibukan orang bekerja yang kurang dalam berinteraksi pada alam sekitar. Metode ini diterapkan agar dapat mengurangi stress karena elemen alam yang mampu hadir ditengah padatnya kegiatan. Metode Rational Approach juga diterapkan untuk memaksimalkan dan menekankan analisis permasalahan secara sistematis sehingga permasalahan dapat teridentifikasi seara rinci dan terselesaikan dengan baik. Untuk metode pengumpulan data yang digunakan dalam merancang Park and Ride yaitu metode kualitatif dan kuantitatif. Dari hasil metode dan pengumpulan data tersebut didapatkan hasil karakteristik gedung Park and Ride yang menerapkan pendekatan Biophilic Architecture yaitu terdapat lubang cahaya untuk memasukkan unsur alami seperti cahaya dan air hujan ke dalam bangunan dan dilapisi kaca yang menggunakan struktur baja, selain itu bangunan ini juga menerapkan konsep water harvesting dimana pengelolaan air hujan dimaksimalkan dalam bangunan ini. Selain fungsi bagian lubang cahaya yang berbentuk corong ini juga menjadi nilai estetika pada bangunan.
Penerapan Arsitektur Kontekstual Pada Perancangan Sentra Cenderamata di Kulon Progo Octaviani Suci Arum Sari; Endy Marlina
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 4, Nomor 2 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v4i2.44

Abstract

Kabupaten Kulon Progo memiliki program pengembangan kawasan aerotropolis yang akan menjadi generator utama pembangunan ekonomi daerah. Infrastruktur dan fasilitas yang dibangun pada kawasan ini diantaranya, hunian, perkantoran, fasilitas medis dan area komersial. Kabupaten Kulon Progo juga terkenal memiliki banyak industri kerajinan, yang tersebar di beberapa wilayah. Hal itu menjadi kurang efisien untuk dikunjungi, sehingga pemerintah Kabupaten Kulon Progo memiliki rencana pembangunan pusat cenderamata yang berlokasi di Kecamatan Temon. Berdasarkan tata guna lahan lokasi tersebut masuk dalam kawasan aerotropolis dan berada di zona komersial. Perancangan sentra cenderamata akan mengacu pada peraturan pemerintah Kabupaten Kulon Progo tentang bangunan gedung menggunakan ciri khas Yogyakarta sebagai identitas daerah yang dapat direspon menggunakan konsep arsitektur kontekstual. Perancangan sentra cenderamata ini disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar, yaitu dengan menerapkan beberapa elemen arsitektur kontekstual seperti, mengadaptasi bentuk massa, ornamen dan tipologi bangunan sekitar. Elemen arsitektur kontekstual tersebut akan diimplementasikan pada denah dengan mengambil unsur filosofi jawa, bentuk massa diadaptasi dari motif geblek renteng, skala bangunan disesuaikan dengan tipologi sekitar, pemanfaatan material lokal yang lebih ramah lingkungan, serta motif geblek renteng digunakan sebagai ornamen bangunan. Selain dirancang sebagai pusat industri kerajinan, sentra cenderamata dapat menjadi terobosan tepat guna serta mendukung keselarasan gaya arsitektur dalam perkembangan kawasan yang mulai pesat. Metodologi yang digunakan dalam pengumpulan data yakni, kuantitatif.
Desain Ulang Pasar Tradisional Kelapa Kota Cilegon Provinsi Banten Dengan Pendekatan Arsitektur Tropis Muhammad Bayu Panatagama; Endy Marlina
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 5, Nomor 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v5i2.55

Abstract

Pasar Kelapa merupakan salah satu pasar tradisional yang ada di Cilegon. Pasar ini berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi kota yang mengandalkan 12,07% perdagangan besar dan eceran. Namun ada beberapa permasalahan yang menyebabkan masyarakat jarang mengunjungi pasar ini sehingga membuat pasar ini disebut dengan pasar setengah hari. Permasalahan tersebut antara lain banjir, ventilasi yang tidak memadai, parkir yang tidak tertata, dan terbatasnya ruang pengunjung. Untuk mengatasi kondisi tersebut, perlu dilakukan desain ulang bangunan pasar. Pasar ini didesain ulang dengan menggunakan arsitektur tropis, mengingat pasar ini terletak di Cilegon, yang beriklim hutan basah tropis dan musim hujan di Cilegon hampir sepanjang tahun. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data kemudian dianalisis untuk memperoleh kesimpulan. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa orientasi bangunan timur-barat dapat memaksimalkan siklus orientasi matahari secara maksimal. Ventilasi silang diterapkan pada bangunan untuk menciptakan ventilasi yang cukup dan juga perlunya perbedaan tingkat ketinggian antara lokasi dan bangunan untuk merespon banjir.
Penerapan Arsitektur Neo Vernakular Pada Perancangan Resort Hotel di Kawasan Reklamasi Pantai Dofior Kota Sorong Fatimah Qisthin Kiasati; Endy Marlina
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 5, Nomor 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v5i2.57

Abstract

Pesatnya perkembangan dan kondisi Kota Sorong yang tidak sebanding membuat langkah pemerintah berupaya untuk menata dan membangun kota. Dalam hal ini reklamasi menjadi salah satu upaya dalam merespon permasalahan yang ada pada pertumbuhan ekonomi dalam aspek bisnis dan pariwisata. Proyeksi wisatawan yang semakin meningkat dan kurangnya ketersediaan fasilitas menjadi faktor utama. Rencana pemerintah menyediakan 15 block untuk pembangunan dalam aspek bisnis dan pariwisata, 1 block area disediakan untuk dibangun resort hotel. Dalam hal ini juga memperhatikan kondisi kekakuan bangunan sekitar, tema neo vernakular untuk merespon pertumbuhan kota dan budaya sekitar. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data primer dan sekunder berdasarkan issue sekitar, lalu menganalisis menjadi ide desain, dan dikembangkan secara utuh melalui analisis dan evaluasi. Desain yang dikembangkan berdasarkan poin analisis site dan respon desain, analisis gubahan massa dari bentuk dan tampilan desain rumah tradisional Papua kaki seribu, rumah jew, dan rumah pohon, konsep ornamentasi dari motif khas Papua, analisis konsep landscape dari pola permukiman masyarakat tradisional Papua, analisis struktur dan material perpaduan konsep tradisional modern dan struktur yang aman di atas tanah reklamasi.
Penerapan Eco Friendly Pada Rancangan Tempat Istirahat di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat Angga Renalda; Endy Marlina
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 6, Nomor 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v6i1.64

Abstract

Jalan Tayan-Sosok merupakan jalur lintas antar daerah Kalimantan Barat, negara dan provinsi yang menghubungkan Pontianak dengan Malaysia, Brunei Darussalam, dan Provinsi Kalimantan Tengah. Dengan begitu kepadatan lalu lintas di jalur tersebut cukup tinggi dibeberapa hari besar, sehingga menyebabkan kemacetan dan peningkatan angka kecelakaan di ruas jalan Tayan-Sosok, Adapun jumlah kecelakaan yang terjadi di Kecamatan Tayan-Hilir Khususnya Jalur Trans Kalimantan dan Tayan-Sosok sepanjang tahun dengan ratusan kasus dengan faktor penyebab kecelakaan yang terbesar yaitu human error, maka dari itu pembangunan tempat istirahat yang berlokasi di area jalan tayan sosok, sebagai tempat istirahat pengguna jalan. Eco Friendly dipilih sebagai solusi permasalahan yang merespon kondisi lingkungan di Kalimantan Barat dimana banjir,deforestasi,dan suhu yang cukup tinggi dimana Kalimantan Barat dilalui oleh garis khatulistiwa. Dengan pendekatan Eco Friendly arsitek dapat merancang bangunan dan lingkungan secara sustainable. Metode perancangan meliputi menentukan tujuan perancangan, pengumpulan data, analisa data, konsep rancangan, dan hasil desain.