Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENERAPAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR PADA PERANCANGAN RESORT HOTEL DI KAWASAN REKLAMASI PANTAI DOFIOR KOTA SORONG Fatimah Qisthin Kiasati; Endy Marlina
Jurnal Arsitektur GRID Vol 5, No 2 (2023): Desember
Publisher : Jurnal Arsitektur GRID

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v5i2.873

Abstract

Pesatnya perkembangan dan kondisi Kota Sorong yang tidak sebanding membuat langkah pemerintah berupaya untuk menata dan membangun kota. Dalam hal ini reklamasi menjadi salah satu upaya dalam merespon permasalahan yang ada pada pertumbuhan ekonomi dalam aspek bisnis dan pariwisata. Proyeksi wisatawan yang semakin meningkat dan kurangnya ketersediaan fasilitas menjadi faktor utama. Rencana pemerintah menyediakan 15 block untuk pembangunan dalam aspek bisnis dan pariwisata, 1 block area disediakan untuk dibangun resort hotel. Dalam hal ini juga memperhatikan kondisi kekakuan bangunan sekitar, tema neo vernakular untuk merespon pertumbuhan kota dan budaya sekitar.Metode yang digunakan berupa  pengumpulan data primer dan sekunder berdasarkan issue sekitar, lalu menganalisis menjadi ide desain, dan dikembangkan secara utuh melalui analisa dan evaluasi. Desain yang dikembangkan berdasarkan poin analisis site dan respon desain, analisis gubahan massa dari bentuk dan tampilan desain rumah tradisional Papua kaki seribu, rumah jew, dan rumah pohon, konsep ornamentasi dari motif khas Papua, analisis konsep landscape dari pola permukiman masyarakat tradisional Papua, analisis struktur dan material perpaduan konsep tradisional modern dan struktur yang aman diatas tanah reklamasi.
Desain Ulang Pasar Tradisional Kelapa Kota Cilegon Provinsi Banten dengan Pendekatan Arsitektur Tropis Muhammad Bayu Panatagama; Endy Marlina
Jurnal Arsitektur GRID Vol 5, No 2 (2023): Desember
Publisher : Jurnal Arsitektur GRID

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v5i2.876

Abstract

Pasar tradisional Kelapa Merupakan salah satu pasar yang berada di Kota Cilegon. Pasar ini memiliki peran penting untuk pertumbuhan ekonomi kota yang mengandalkan sebesar 12,07% untuk usaha perdagangan besar dan eceran, namun terdapat terdapat berbagai permasalahan yang menyebabkan pasar ini menjadi sepinya minat pengunjung yang menjadikan pasar ini disebut sebagai pasar setengah hari, seperti adanya banjir, penghawaan yang kurang memadai, parkiran yang kurang tertata, dan juga sempitnya sirkulasi pengunjung. Berdasarkan pertimbangan kondisi pasar tersebut, maka diperlukannya mendesain ulang (redesain) terhadap bangunan pasar tersebut. Redesain pasar ini dengan menggunakan arsitektur tropis mengingat pasar ini berada di kota Cilegon yang memiliki iklim hutan basah tropis. Metode Perancangan pada penelitian ini berasal dari data premier dan juga sekunder. Data - data yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data dan juga analisis pengumpulan data. Dari metode tersebut menghasilkan data yang dapat disimpulkan bahwa orientasi bangunan arah timur-barat memaksimalkan siklus orientasi matahari secara maksimal. Pada bangunan di terapkan ventilasi silang agar menciptakan penghawaan yang cukup memadai dan juga diperlukannya perbedaan level ketinggian antara site dengan bangunan untuk merespon banjir tersebut.
Sustainable Innovation: Applying Permaculture Architecture in the Mocaf Factory Design in Banjarnegara Bahy, Fairuz Naufal; Marlina, Endy; Ratriningsih, Desrina
Jurnal Internasional Teknik, Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 6 No 2 (2024): International Journal of Engineering, Technology and Natural Sciences
Publisher : Universitas Teknologi Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46923/ijets.v6i2.395

Abstract

Banjarnegara, a district in Central Java, possesses abundant natural resources suitable for cassava farming. However, the long distribution chain and the closure of several tapioca factories have significantly reduced the economic value of cassava in the region. To address this issue, this study aims to design a sustainable Modified Cassava Flour (Mocaf) industry using permaculture principles, focusing on resource efficiency, community welfare, and environmental sustainability. Mocaf flour, derived from fermented cassava, serves as an innovative substitute for wheat flour and supports regional food security. This research employs a descriptive method, which includes literature review, site surveys to evaluate land potential and accessibility, comparative studies, and analyses based on Permaculture Architecture principles. The factory design integrates sustainable strategies such as energy efficiency, waste management, and optimal resource utilization. Key features include zoning for production, storage, and waste treatment to streamline workflows and minimize environmental impacts. Solar panels are incorporated to enhance energy efficiency, while a wastewater treatment plant (IPAL) produces biogas from fermentation waste as part of an independent energy system. The proposed factory design highlights the principles of permaculture by emphasizing sustainability, resource efficiency, and harmony with the local ecosystem. By focusing on increasing local food production and minimizing environmental degradation, the design provides a model for sustainable industrial development and supports regional economic resilience.
Community Initiative and Harmonizing: Key Strategies in Community-Based Tourism Development in Bejiharjo, Gunungkidul Marlina, Endy; Wahyuhana, Ratika Tulus; Sukmawati, Annisa Mu’awanah
Humaniora Vol 37, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jh.100097

Abstract

This study examines the key strategies behind the success of community-based tourism in Bejiharjo Village, Gunung Kidul, Yogyakarta which has become a model of good practice compared to other less successful initiatives. Using a phenomenological approach, this study draws on two years of the researchers’ involvement in a local tourism development program. Through in-depth interviews and sustained engagement between 2022-2024, the research explores how the community articulated its aspirations and developped tourism strategies from the ground up. Findings shows that community initiative plays a critical role in encouraging the community to take ownership and lead tourism development. This challanges the assumption that community empowerment must be externally driven and highlights how meaningful local participation can lead to more sustainable and socially grounded outcomes. The study identifies six key strategies of community empowerment: (1) initiating, (2) networking, (3) mobilizing, (4) building trust, (5) protecting, and (6) harmonizing (integrating efforts for long-term sustainability). These findings provide insights for the government and stakeholders in tourism development to plan better programs resulting in more benefits for improving community welfare.