Elsa Pudji Setiawati
Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Persepsi tentang Penularan HIV/AIDS dari Ibu ke Anak terhadap Praktik Penggunaan Kontrasepsi pada Wanita Usia Subur Penerima Obat Antiretroviral di Kota Bandung Riska Regia Catur Putri; Zulvayanti Zulvayanti; Panji Fortuna Hadisoemarto; Deni K. Sunjaya; Elsa Pudji Setiawati; Helni Mariani; Indah Amelia
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 29 No 4 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v29i4.2179

Abstract

Abstract More than 90% of cases of Human Immunodeficiency Virus (HIV) / Acquired Immune Deficiency Syndrom (AIDS) in children, occur due to transmission from mother to child. Prevention of unwanted pregnancies with contraception in HIV positive women is important strategy to reduce the rate of mother to child HIV/AIDS transmission. The practice of contraceptive use in HIV positive women is strongly influenced by individual beliefs regarding the benefits and effectiveness of contraception for the prevention of mother to child HIV/AIDS transmission. This study aims to determine the relationship of perceptions based on the construct of the Health Belief Model (HBM) wich consists of perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefit, perceived barrier, self efficacy, and cues to action and based on pluralistic ignorance on the practice of contraceptive use among woman of childbearing age recipients of antiretroviral in Bandung. The design of this study was quantitative non-experimental with survey methods. Data were collected for one month, using questionnaire from 188 women of childbearing age receiving antiretroviral drughs taken by consecutive sampling (non-probability) technique. Data were analyzed by logistic regression. The results revealed perceived susceptibility is an HBM construct that affects contraceptive use (Adjusted Odds Ratio (AOR):4.5). While knowledge (AOR:7.3) and age (AOR:0.801), emerged as other factors that influence contraceptive use among WUS recipients of antiretroviral in Bandung. The HBM is used to predict contraceptive behavior in women. HIV positive women who believe themselves to be at high risk of infecting HIV/AIDS from mother to child will tend to use contraception, besides that knowledge is the basis for HIV positive women taking action to use contraception. Abstrak Lebih dari 90% kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immune Deficiency Syndrom (AIDS) pada anak, terjadi akibat penularan dari ibu ke anak. Pencegahan kehamilan yang tidak direncanakan dengan kontrasepsi pada wanita HIV positif merupakan strategi penting untuk menurunkan angka penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak. Praktik penggunaan kontrasepsi oleh wanita HIV positif sangat dipengaruhi oleh keyakinan individu terkait manfaat dan efektivitas kontrasepsi terhadap pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi berdasarkan konstruk Health Belief Model (HBM) yang terdiri dari perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefit, perceived barrier, self efficacy, dan cues to action serta berdasarkan ketidaktahuan majemuk terhadap praktik penggunaan kontrasepsi pada Wanita Usia Subur (WUS) penerima obat antiretroviral di Kota Bandung. Desain penelitian ini adalah kuantitatif non-experimental dengan metode survei. Data dikumpulkan selama satu bulan, menggunakan kuesioner dari 188 WUS penerima obat antiretroviral yang diambil dengan teknik consecutive sampling (non-probability). Data dianalisis dengan regresi logistik. Hasil penelitian mengungkapkan perceived susceptibility adalah konstruk HBM yang berpengaruh terhadap penggunaan kontrasepsi (Adjusted Odds Ratio (AOR):4,5). Sementara pengetahuan (AOR:7,3) dan usia (AOR:0,801) muncul sebagai faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap praktik penggunaan kontrasepsi pada WUS penerima obat antiretroviral di Kota Bandung. HBM digunakan untuk memprediksi perilaku kontrasepsi pada wanita. Wanita HIV positif yang meyakini dirinya berisiko tinggi dapat menularkan HIV/AIDS ke anak, akan cenderung menggunakan kontrasepsi, disamping itu pengetahuan menjadi dasar bagi wanita HIV positif dalam mengambil tindakan untuk menggunakan kontrasepsi.
Pengaruh Komponen Motivasi Belajar terhadap Hasil OSCE Pada Mahasiswa Program Diploma Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran neneng martini; Dwi Prasestyo; Elsa Pudji Setiawati; Farid Husin; Tuti Wahmurti; Dasim Budimansyah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i2.1166

Abstract

ABSTRAK Penggunaan OSCE di Program Diploma Kebidanan Universitas Padjadjaran untuk menilai kompetensi klinik dari tahun 2011 sampai sekarang masih kurang memuaskan dengan rata-rata kelulusan 25%.  Banyak faktor yang memengaruhi hasil  belajar salah satunya adalah motivasi belajar yang terdiri dari komponen daya nilai, harapan dan afektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh daya nilai, harapan dan afektif sebagai komponen motivasi belajar terhadap hasil OSCE pada Program Diploma Kebidanan Unpad. Pengambilan data dilakukan secara potong lintang.Sampel  berjumlah 60 orang yang ditetapkan dengan cara purposive sampling. Analisis data menggunakan Binary Logistic Regression.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa daya nilai tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil OSCE dengan nilai p value 0,067 (p > 0,05), harapan berpengaruh secara signifikan terhadap hasil OSCE dengan nilai p value 0,030 (p < 0,05), afektif berpengaruh secara signifikan terhadap hasil OSCE dengan nilai p value 0,012 (p < 0,05). Daya nilai, harapan dan afektif secara bersama-samaber pengaruh signifikan terhadap hasil OSCE dengan nilai p value 0,000  (p < 0,05). Kata Kunci : Afektif,  daya nilai, harapan dan hasil OSCE 
PELATIHAN POSYANDU YANG TELAH DIMODIFIKASI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN,PERAN SERTA MASYARAKAT DAN CAKUPAN JUMLAH KUNJUNGAN KIA Didah Didah; Tita Husnitawati Madjid; Dedi Rachmadi; Farid Husin; Elsa Pudji Setiawati; Hadyana Sukandar
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i1.927

Abstract

ABSTRAK Posyandu mengalami stagnasi (tidak aktif) karena berbagai factor yakni, kader dan  aparat desa kurang aktif dan kurang semangat dalam kegiatan posyandu serta kurangnya pemberdayaan masyarakat, dengan adanya pelatihan posyandu untuk kader adalah meningkatkan pengetahuan dan peran serta masyarakat sehingga jumlah cakupan kunjungan KIA diharapkan akan meningkat.Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experimental one group pre post test design yang dilakukan pada 24 posyandu pratama yang berada di wilayah kerja Puskesmas Jatinangor. Tehnik pengambilan sampel yaitu total sampling. Pengetahuan responden posyandu pratama diukur dengan kuesioner, peran serta masyarakat (PSM) diukur dengan lembar observasi dan cakupan jumlah kunjungan KIA dengan melihat data fomat ibu, data hasil kunjungan posyandu dan data Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) KIA. Hasil penelitian dilakukan analisis menggunakan uji beda dengan wilcoxon dan friedman.Hasil penelitian menunjukan pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan posyandu mengalami peningkatan sebesar 5,9% dengan nilai (p=0,000), peran serta masyarakat ”sebelum buka, saat buka dan setelah buka posyandu” tampak pada setiap bulan pengukuran berdasarkan rerata skor dan median skor sudah tergolong tinggi yaitu (>90%) dengan nilai (p=<0,05%) dan rerata skor dan median skor cakupan jumlah kunjungan KIA untuk setiap bulannya meningkat (>60%) terdapat perbedaan yang bermakna untuk Cakupan Ibu hamil (K1) ibu hamil (K4) dan ibu nifas (KF) dengan nilai (p<0,05), tetapi untuk cakupan balita tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p>0,05)Simpulan penelitian ini, terdapat peningkatan pengetahuan, peran serta masyarakat dan jumlah kunjungan cakupan KIA setelah pelatihan posyandu yang telah di modifikasi. Kata Kunci : Jumlah cakupan KIA, Pelatihan, Pengetahuan, Peran serta masyarakat