Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS WISATA KULINER DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Sunjaya, Handri; Husna, Mardhiatul
Proceedings of KNASTIK 2009
Publisher : Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Informasi Geografis Wisata Kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan sebuah aplikasi untukmenyajikan informasi wisata kuliner secara visual dengan menampilkannya dalam bentuk peta, aplikasi ini dibuat denganberbasis web agar informasi dapat lebih mudah di akses secara luas melalui internet.Aplikasi ini memberikan fasilitas pencarian lokasi wisata kuliner berdasarkan data spasial dan data non-spasialyang dimiliki oleh sebuah obyek wisata kuliner dan menampilkannya secara visual pada peta.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN LOKASI POMPA BENSIN DI KECAMATAN MEDAN SUNGGAL BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Sunjaya, Handri; Husna, Mardhiatul
Proceedings of KNASTIK 2010
Publisher : Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menentukan lokasi pompa bensin (SPBU) baru, pemilik harus merujuk pada standar yang telah ditetapkan oleh PT Pertamina. Pemilik pompa bensin harus menganalisa semua faktor yang ditentukan seperti tipe, luas, jenis bahan bakar yang dijual, lebar akses jalan, jumlah lajur jalan, pembatas jalan, jarak dengan pompa bensin lainnya, kapasitas tangki penyimpanan, jumlah pompa bahan dan ketersediaan infrastruktur fasilitas pendukung seperti pemadam kebakaran, sistem keamanan, fasilitas umum, dan sistem pencahayaan yang telah terstandar sebelum mengajukan permohonan untuk SPBU. Aplikasi komputer ini dimaksudkan untuk membantu pemilik pompa bensin untuk menentukan lokasi SPBU baru di wilayah Kecamatan Medan Sunggal bukan hasil akhir yang diputuskan oleh PT Pertamina.
AKSESIBILITAS SPASIAL KE PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT(PUSKESMAS) DI KOTA MEDAN DENGAN METODE ENHANCE TWO-STEP FLOATING CATCHMENT AREA (E2SFCA) Mardhiatul Husna; Jenny Sari Tarigan
KLIK- KUMPULAN JURNAL ILMU KOMPUTER Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/klik.v8i3.408

Abstract

Accessibility of Community Health Center (Puskesmas) facilities is the level of convenience for the community to reach the Puskesmas. So far, the accessibility of Puskesmas has only been measured from the aspect of availability and has not paid attention to the spatial aspects of travel time and distance. Medan City is an area that does not yet have a spatial accessibility calculation. This activity aims to calculate the accessibility and map the distribution of Puskesmas in Medan City. Spatial accessibility is measured based on travel time to the nearest Puskesmas, Puskesmas service area, and accessibility index. Accessibility calculations involve data on health facilities, residential buildings, and road networks. The speed of each road segment in the network is corrected based on its slope extracted from the National Digital Elevation Model (DEMNAS). Calculation of travel time to the nearest Puskesmas using OD Cost Matrix network analysis. The same network analysis was also used to calculate the accessibility index value, but with a time limit of 8 minutes. The accessibility index was calculated using the Enhanced Two-Step Floating Catchment Area (E2SFCA) method. The Puskesmas service area is calculated using Service Area network analysis with 8 and 15 minute travel time intervals. On the other hand, the distribution of the Puskesmas was mapped by overlapping the Puskesmas data with population density and landform to obtain a pattern of distribution. The population density presented in the form of a heatmap is the result of data processing of residential buildings and population numbers using the Point Density tool. Meanwhile, the shape of the land is analyzed from the slope and hillshade which is the result of DEMNAS processing. The results of this study present the distribution of puskesmas facilities in the city of Medan, where the distribution of health centers in the city of Medan is in accordance with the rules where there is a minimum of 1 health center per sub-district, but when viewed by comparison with the population in the area there are still areas that are not sufficient in the number of health centers to be able to serve well. Meanwhile, to calculate the accessibility of the Public Health Center, it cannot be done because of the limited spatial data in the city of Medan which is sufficient to build a network dataset so that network analysis can be carried out using the OD Matrix and Service Area methods that will be used for E2SFCA calculations..Keywords: Accessibility, Community Health Center (Puskesmas), Network Analysis, Enhanced Two-Step Floating Catchment Area (E2SFCA) Aksesibilitas fasilitas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah tingkat kemudahan masyarakat untuk menjangkau Puskesmas. Aksesibilitas Puskesmas selama ini hanya diukur dari aspek ketersediaan saja dan belum memperhatikan aspek spasial waktu tempuh dan jarak. Kota Medan termasuk wilayah yang belum memiliki perhitungan aksesibilitas secara spasial. Kegiatan ini bertujuan untuk menghitung aksesibilitas tersebut dan memetakan distribusi Puskesmas di Kota Medan. Aksesibilitas spasial diukur berdasarkan waktu tempuh ke Puskesmas terdekat, area layanan Puskesmas, dan indeks aksesibilitas. Perhitungan aksesibilitas melibatkan data fasyankes, bangunan tempat tinggal, dan jaringan jalan. Kecepatan tiap segmen jalan dalam jaringan dikoreksi berdasarkan kemiringannya yang diekstrak dari Model Elevasi Digital Nasional (DEMNAS). Perhitungan waktu tempuh ke Puskesmas terdekat menggunakan analisis jaringan OD Cost Matrix. Analisis jaringan yang sama juga digunakan untuk menghitung nilai indeks aksesibilitas, namun dengan batasan waktu 8 menit. Indeks aksesibilitas dihitung dengan metode Enhanced Two-Step Floating Catchment Area (E2SFCA). Adapun area layanan Puskesmas dikalkulasi menggunakan analisis jaringan Service Area dengan interval waktu tempuh 8 dan 15 menit. Di lain pihak, distribusi Puskesmas dipetakan dengan menumpang-tindihkan data Puskesmas dengan kepadatan penduduk dan bentuk lahan untuk memperoleh pola sebarannya. Kepadatan penduduk yang disajikan dalam bentuk heatmap adalah hasil pengolahan data bangunan tempat tinggal dan jumlah penduduk menggunakan tool Point Density. Sementara itu, bentuk lahan dianalisis dari slope dan hillshade yang merupakan hasil pengolahan DEMNAS. Hasil penelitian ini menyajikan distribusi fasilitas puskemas di kota Medan, dimana distribusi Puskemas di kota Medan sudah sesuai aturan dimana terdapat minimal 1 Puskemas per kecamatan, namun bila dilihat dengan perbandingannya dengan jumlah penduduk di wilayah tersebut masih ada wilayah yang belum memadai dalam jumlah Puskemas untuk dapat melayani secara baik. Sedangkan untuk menghitung aksesibilitas dari Puskemas belum dapat dilakukan karena keterbatasan data spasial yang ada di kota Medan yang memadai untuk membangun network dataset agar bisa dilakukan analisis network menggunakan metode OD Matrix maupun Service Area yang akan digunakan untuk perhitungan E2SFCA..Kata kunci: Aksesibilitas, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Analisis Jarigan, Enhanced Two-Step Floating Catchment Area (E2SFCA)
PEMBUATAN VIRTUAL TOUR SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN PROGRAM STUDI MICE Mardhiatul Husna; Erwinsyah Simanungkalit; Faulina Faulina
KLIK- KUMPULAN JURNAL ILMU KOMPUTER Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/klik.v8i1.375

Abstract

Medan State Polytechnic is a vocational education that has D4 and D3 study programs, one of which is the Meeting, Incentive, Converence and Exhibition (MICE) study program. This study program was founded in 2007 until now only has a computer laboratory, language and 6 classrooms and a lecturer room 1. The MICE study program in its learning provides theory and practice with theoretical credits of 58 = 41% and practice of 87 = 59% or 80: 143 hours. So far, students have practiced directly in the field (field study) such as convention halls in hotels andalso the field for the implementation of exhibitions. In current conditions, the event cannot be held, for that the mice study program must prepare a laboratory to support the MICE learning. This laboratory is equipped with equipment to create virtual tours such as the Insta 3600 One R Twin Edition camera and the Oculus Rift S as a Virtual Reality (VR) System, the development of virtual tours using the MDLC (Multimedia Development Life Cycle) method was chosen because MICE students are used to it. designing and implementing events so that students are expected to be able to build and practice learning meetings, conferences, exhibitions in a better and interesting way, meanwhile for incentives students can see virtual tours and create virtual tour incentives. From this research it can be concluded that to be able to build a Virtual Tour is not difficult, it only requires knowledge of how to use the 3600 camera properly and use the VR System so that MICE students who do not have programming knowledge can still build their own Virtual Tour.Keywords: Learning, Virtual Tour, Virtual Reality System, Oculus Rift S, MICEPoliteknik Negeri Medan merupakan pendidikan vokasional yang memiliki program studi D4 dan D3, satu diantaranya program studi Meeting, Insentive, Converence and Exhibition (MICE). Program studi ini berdiri sejak tahun 2007 sampai sekarang hanya memiliki laboratorium komputer, bahasa dan ruangan kelas 6 dan ruangan dosen 1. Program studi MICE dalam pembelajarannya memberikan secara teori dan praktik dengan SKS teori 58=41% dan praktik 87=59% atau jam 80:143. Selama ini mahasiswa melakukan praktik langsung ke lapangan (field study) seperti convention hall di hotel dan juga lapangan untuk pelaksanaan pameran. Dalam kondisi sekarang, event itu tidak bisa dilaksanakan, untuk itu program studi mice harus menyiapkan laboratorium untuk mendukung pembelajaran MICE tersebut. Pada laboratarium ini dilengkapi dengan peralatan untuk membuat virtual tour seperti kamera Insta 3600 One R Twin Edition dan Oculus Rift S sebagai Virtual Reality(VR) System, pengembangan virtual tour mengunakan metode  MDLC (Multimedia Development Life Cycle) metode ini dipilih karena mahasiswa MICE sudah biasa merancang dan melaksanakan event sehingga diharapkan mahasiswa dapat membangun dan mempraktikkan pembelajaran Meeting, Conference, Exhibition secara lebih baik dan menarik sementara itu untuk Insentive mahasiswa dapat melihat virtual tour dan membuat virtual tour insentive. Dari penelitian ini dapat disimpulkan untuk dapat membangun Virtual Tour tidaklah sulit hanya diperlukan pengetahuan bagaimana menggunakan kamera 3600 dengan baik dan penggunaan VR System sehingga mahasiswa MICE yang tidak memiliki pengetahuan pemprograman tetap dapat membangun Virtual Tour sendiri.Kata kunci: Pembelajaran, Virtual Tour, Virtual Reality System, Oculus Ridft S, MICE
Design Arduino-Based Smart Laboratory Erwinsyah Simanungkalit; Mardhiatul Husna; Jenny Sari Tarigan
Jurnal Mantik Vol. 5 No. 2 (2021): Augustus: Manajemen, Teknologi Informatika dan Komunikasi (Mantik)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jurnalmantik.Vol5.2021.1416.pp894-897

Abstract

Electronic devices including Air Conditioner is always used during lecture process in computer laboratory. However, based on the observation, the device is often still in turn on condition even when the lecture activities have been ended. Such less efficient use leads to electricity waste which causes electricity bills to swell. This issue can be overcome by applying automation to the electronic devices in the laboratory. It is expected that by using this automation, these electronic devices are not easily damaged because the device will only turn on when needed so that it works more efficiently and electricity waste can be avoided. Current research was conducted aiming to develop an Arduino-based smart laboratory. This research was conducted in a computer laboratory at the Department of Commerce Administration, State Polytechnic of Medan. Based on the data obtained from the implementation stage, it showed that the Arduino-based Smart Laboratory System was functioning properly and can be used in computer laboratories. Keywords: Smart laboratory, Arduino, Microcontroller.
Smart Garden on Chili Plants Based on IoT Simanungkalit, Erwinsyah; Husna, Mardhiatul; Tarigan, Jenny Sari; Suriadi
International Journal of Research in Vocational Studies (IJRVOCAS) Vol. 3 No. 4 (2024): IJRVOCAS - Special Issues - International Conference on Science, Technology and
Publisher : Yayasan Ghalih Pelopor Pendidikan (Ghalih Foundation)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/ijrvocas.v3i4.146

Abstract

Abstract:Cultivating chili plants requires special attention such as temperature and soil humidity. Internet of Things (IoT) technology is a technology that allows objects around us to be connected to the internet network. The widespread adoption of various internet of things technologies has a very pronounced influence in the domestic sector such as home and smart car applications, and the agricultural sector is no exception.Temperature monitoring system, humidityIoT-based soil pan on chili plants (smart garden) is an IoT-based monitoring system design to control temperature and soil moisture on chili plants which can make it easier for farmers to measure soil and plant conditions and to make it easier for farmers to monitor the quality of their agricultural land. The process of creating a monitoring system design begins with interviews to collect primary data and literature studies to collect secondary data. Then carry out system design, tool assembly and implementation. The system for monitoring and controlling temperature and soil moisture using IoT can be run using Windows operating system software. The hardware used is the DHT11 temperature sensor, Moisture Sensor, Arduino, and Nodemcu ESP8266. This system utilizes a pump and fan for its hardware, using an automatic system implementation from a microcontroller so that it can make the hardware run without user intervention.If the humidity value displayed on the LCD is <70% then the pump will be on and the plants will be watered, and if the humidity is >80% then the pump will be off and stop watering.
Smart Farming On IoT-Based Aeroponik Systems Simanungkalit, Erwinsyah; Husna, Mardhiatul; Tarigan , Jenni Sari; Suriyadi, Suriyadi
Sinkron : jurnal dan penelitian teknik informatika Vol. 7 No. 1 (2023): Articles Research Volume 7 Issue 1, 2023
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/sinkron.v8i1.11988

Abstract

The high population growth has an impact on all sectors, one of which has an impact on the agricultural sector as a result of the transfer of agricultural land. This diversion also has an impact on food supplies and ecosystem damage. To deal with these problems, it is necessary to seek the use of technology as a solution in the digitalization era. This research combines aeroponic plants with the help of Internet of Things (IoT) technology.This method has been used by many people to grow plants, especially short-lived vegetable crops such as lettuce, kale, spinach and other types. In planting using this method indoors it really requires special attention compared to planting outdoors. For example, the level of nutrient density, lighting, temperature and humidity in the room. But there are still some farmers or people who don't understand farming with an aeroponic system and how many benefits are felt. By using a smart system, the monitoring and supervision system for plants will get better, so thatfarmer or someone can get the result the more and the better the results by utilizing a piece of land that is not used or on the balcony of the house without having to bother renting other people's land. In order for the expected harvest to be abundant or even more, there are several conditions. Results obtained in this study is by monitoring aeroponic plants produce high quality vegetable crops compared to conventional systems that is.
PKM PENERAPAN DIGITAL MARKETING DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PETERNAK IKAN DI JL SIMPANG KONGSI KEC. PANCUR BATU KAB. DELI SERDANG SUMATERA UTARA Simanungkalit, Erwinsyah; Fachrizal, Ferry; Husna, Mardhiatul; Siahaan, Djames
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 03 (2025): MEI 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan para peternak ikan di Jl. Simpang Kongsi, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara melalui penerapan digital marketing. Berdasarkan observasi awal, mayoritas peternak masih memasarkan produk secara konvensional dan belum memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, pendampingan pembuatan akun media sosial serta strategi konten digital untuk promosi produk. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa para peternak mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam memasarkan produk secara daring, serta terjadi peningkatan minat konsumen melalui platform digital. Penerapan digital marketing terbukti mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan volume penjualan hasil ternak ikan. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi lokal berbasis teknologi digital yang berkelanjutan.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DESAIN GRAFIS DENGAN MENGGUNAKAN E-LEARNING BERBASIS PROYEK Simanungkalit, Erwinsyah; Siahaan, Djames; Tarigan, Jenny Sari; Husna, Mardhiatul; Safaruddin, Safaruddin
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 3 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan hasil belajar dalam desain grafis melalui pendekatan e-learning berbasis proyek menjadi isu yang semakin relevan di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari penggunaan e-learning terhadap hasil belajar siswa dalam mata kuliah desain grafis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen yang melibatkan pre-test dan post-test, serta survei untuk mengumpulkan data. Teknik analisis yang diterapkan adalah analisis varian (ANOVA) menggunakan SPSS. Hasil utama menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai siswa, dari rata-rata 65 pada pre-test menjadi 82 pada post-test (p < 0.05). Survei juga mengindikasikan bahwa 87% siswa merasa lebih termotivasi dan percaya diri dalam belajar. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam bidang pendidikan, menawarkan bukti bahwa e-learning berbasis proyek dapat meningkatkan keterlibatan dan efektivitas belajar siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menyoroti perlunya integrasi teknologi dalam pendidikan serta pentingnya dukungan teknis untuk siswa. Saran untuk penelitian lanjut mencakup eksplorasi blended learning sebagai solusi untuk mengatasi hambatan akses teknologi.
PENINGKATAN DAYA SAING UKM PEYEK BAROKAH DENGAN PEMANFAATAN DIGITAL MARKETING DI JL. SUMBER UTAMA NO. 36 KEL. HARJOSARI KEC. MEDAN AMPLAS SUMATERA UTARA Husna, Mardhiatul; Simanungkalit, Erwinsyah; Fachrizal, Ferry; Siahaan, Djamaes; Ismael, Ismael
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 05 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, namun masih banyak yang menghadapi tantangan dalam hal pemasaran produk secara luas dan efektif. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UKM Peyek Barokah melalui pemanfaatan digital marketing sebagai strategi promosi dan perluasan pasar. Kegiatan ini dilaksanakan di Jl. Sumber Utama No.36, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Medan Amplas, Sumatera Utara, dengan pendekatan pelatihan dan pendampingan intensif. Metode yang digunakan mencakup edukasi penggunaan media sosial, pembuatan konten promosi digital, serta optimalisasi platform e-commerce lokal. Hasil kegiatan ternyata dapat meningkatkan pemahaman pelaku UKM terhadap pentingnya pemasaran digital serta peningkatan jangkauan promosi produk secara signifikan. Program ini memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan usaha mitra dan membuka peluang pasar yang lebih luas di era digital saat ini.