Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kajian Desain Pemanen Air Hujan Tipe Individual dan Komunal, (Studi Kasus: Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah) Maryono, Agus; Sembada, Pratama Tirza Surya; Aji, Ilmiawan Satria Bayu; Wijayanti, Estu; Setiadi, Johan; Kuncoro, Seno Adi; Rohim, Hanif Abdul; Mahendra, Alfian Isya
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 2, DESEMBER 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v29i2.58284

Abstract

Climate change and geographic location affect water availability. Coastal areas in Indonesia generally have drinking water problems because the well water is dry due to the dry season and the water is brackish, as is the case in Sawojajar Village in Brebes Regency, Central Java. On the other hand, the potential for rainwater in Sawojajar Village is quite good. The Brebes Regency Government is planning and implementing a rain harvesting (Gama Rain Filter) with an individual type for people who want to install rainwater harvestings in their homes, and a communal type for people who still want communal rainwater harvestings. This applied research aims to compare the two types. The individual type planning method for harvesting rain is carried out in each house and the communal type planning method is carried out in groups of houses. The planning carried out includes checking the quality and quantity of rainwater, calculating the dimensions of the storage tank, design drawings, and planning and implementation budget plans. The results of this applied research are the quality and quantity of rainwater, the design of individual and communal type rainwater harvestings, and the planning costs and implementation costs required. This research resulted in the conclusion that the individual type rain harvesting is more recommended than the communal type because the individual type costs less to plan and construct, is more flexible in placement, easier to manufacture, and maintains operations more securely.
KARAKTERISTIK DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUBARA BERDASARKAN ANALISIS PETROGRAFI ORGANIK, DAERAH JONGGON, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Maryono, Agus; Wibisono, Sigit A.
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 13 No 2 (2018): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v13i2.51

Abstract

Karakteristik (peringkat dan tipe) serta lingkungan pengendapan batubara di daerah Jonggon dan sekitarnya diteliti dengan menggunakan metode petrografi batubara (analisis reflektansi vitrinit dan komposisi maseral). Analisis dilakulan terhadap 13 conto batubara formasi Balikpapan. Secara megaskopis batubara berwarna hitam, keras, goresan hitam, agak kusam, pecahan blocky, terdapat getah damar, ketebalan berkisar 0,40 m s.d. 3,30 m. Analisis reflektansi vitrinit (Rv) menunjukkan bahwa batubara di daerah penelitian memiliki nilai Rv berkisar antara 0,25% s.d. 0,45% sehingga dapat diklasifikasikan pada peringkat lignit - subbituminous. Secara mikroskopis, analisis komposisi maseral menunjukan bahwa tipe batubara di daerah penelitian didominasi oleh kelompok maseral huminit (67,60% s.d. 95,80%), diikuti oleh maseral inertinit (1,20 s.d. 26,40%) serta  sebagian kecil maseral liptinit (0,20% s.d. 5,60%). Lebih jauh, hasil analisis komposisi maseral melalui nilai Tissue Preservation Index (TPI), Gelification Index (GI), dan Ground Water Index (GWI) mengindikasikan bahwa material organik pembentuk batubara di daerah penelitian didominasi oleh tumbuhan berkayu yang mengalami tingkat oksidasi rendah serta terendapkan pada lingkungan telmatik.
Rekayasa Injeksi Air Hujan untuk Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Air Tanah di D.I. Yogyakarta dengan 3 Model Variasi Injeksi Maryono, Agus; Sembada, Pratama Tirza Surya; Prasetya, Agus; Sulaiman, Muhammad
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.%p

Abstract

Perkembangan pembangunan di wilayah D.I. Yogyakarta setiap tahun selalu meningkat. Pemerintah daerah mencatat jika jumlah bangunan di Tahun 2019 sebesar 1.191.685 bangunan sedangkan di Tahun 2020 sebesar 961.450 bangunan. Banyaknya bangunan ini tidak terlepas dari penggunaan air yang juga meningkat. Statistik penggunaan air di wilayah D.I. Yogyakarta di dominasi oleh air tanah dengan prosentase 45,92%. Permasalahan yang saat ini sering dihadapi masyarakat adalah turunnya tinggi muka air tanah dan buruknya kualitas air tanah yang menjadi air baku utama untuk konsumsi setiap hari. Menurut data DPUPESDM Yogyakarta terkait data kedudukan muka air tanah (MAT) Tahun 2022, rerata ketinggian MAT di 3 Kabupaten dan Kota Yogyakarta mengalami penurunan dibeberapa bulan (pada saat musim hujan juga turun). Hipotesa awal yang dibangun pada penelitian adalah penurunan MAT disebabkan dari penggunaan air tanah yang setiap tahun meningkat, sedangkan untuk usaha konservasi seperti meresapkan air hujan kedalam tanah tidak sebanding. Penelitian ini menyajikan data rerata ketinggian MAT dibeberapa wilayah di Yogyakarta dengan mengambil sampel wilayah di Kabupaten Sleman untuk menerapkan metode Injeksi Air Hujan sebagai langkah konservasi. Metode ini menggunakan 3 variasi model yang menyesuaikan bentuk bangunan (model atap rendah, model atap tinggi, dan model menggunakan tampungan). Parameter yang diteliti adalah besaran potensi air hujan dan perbandingan efektivitas laju injeksi air hujan ke dalam sumur masyarakat. Penggunaan model injeksi air hujan pada atap rendah dinilai lebih efektif. Kedepan, masyarakat di berbagai daerah khususnya D.I Yogyakarta dapat menerapkan metode ini untuk menjaga kuantitas dan kualitas air tanah yang dimiliki.