Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Literasi Media Publik untuk Pekerja Media melalui Akademi Media Publik Masduki Masduki
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 25, No. 4, Oktober 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.105 KB) | DOI: 10.23917/warta.v25i4.1416

Abstract

This paper reports a community development project, particulary an initiative to overcome the scarcity of public media advocacies with strong emphasis to the dissemination of public media knowledge. The advocacies to urge public media as a pillar of a democratized media in Indonesia has been going on since 2002. However, most movements are centered solely on academic forums, research or political lobby aspiring policy changes to Indonesian policymakers. This project fills the gab by establishing media academy, a model of public media course targeted public media professionals. This project was organized throughout August and September 2021, involved two institutions: the Communication Study Program of Universitas Islam Indonesia and Public Broadcast Clearing House (RPLPP) as the main partners of this social program. The course provides an interactive online course involving 15 participants and 8 mentors using Zoom meet application. In addition to lectures on public media system and its policies, participants of this course receive assistance in their creation as well as production of a public oriented content which are worthy of being displayed on their digital media channels. This activity succeeded in enriching the participants’ insight and analytical skills on public media issues. It also succeeded in designing a public media curriculum, which could be adopted by higher education institution of communication in Indonesia.
PEMBUATAN MUSEUM VIRTUAL SEJARAH PEMBUNUHAN WARTAWAN FUAD MUHAMMAD SYAFRUDIN DI YOGYAKARTA Masduki
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.18373

Abstract

This paper reports on the community service program of the invention of a virtual museum with a strong emphasis on Fuad Muhammad Syafruddin's murder case. The author organizes this program using the concept of digital humanities by making a virtual museum and digital map of the case, the iconic violence against Indonesian journalists. It needs to manage a collective memory of violence against journalists in Indonesia, including the murder of Yogyakarta BERNAS journalist Fuad Muhammad Syafrudin (Udin), which has entered its 24th year. The public documents related to the case are rich, among other ten books written by journalists and academics and reports from civil society organizations such as those from LBH Indonesia and Kontras. Problems arise when these books and information are located separately in the archives of many institutions, not stored in a single and integrated data channel. Most publications related to Udin are in printed format, such as books and statement sheets, which are prone to lose. The program partnered with the Alliance of Independent Journalists (AJI) Yogyakarta. It was held in October-December 2020 and resulted in a digital museum and interactive map: http://www.indonesiapena.info/. This virtual museum, as well as the virtual map of the historic location of the Udin's case in Yogyakarta, helps AJI Yogyakarta and the journalist community in Indonesia to maintain their memory of the case and, more importantly, it also allows the general public to trace the histories of Indonesian journalists easily.  ---  Paper ini menjelaskan kegiatan pengabdian masyarakat pembuatan museum virtual tentang kasus kekerasan terhadap jurnalis, khususnya pembunuhan Fuad Muhammad Syafrudin. Program ini dilaksanakan memakai konsep digital humanities, berupa pembuatan museum virtual dan peta digital kasus Udin sebagai salah satu ikon kekerasan terhadap wartawan. Tujuan pengabdian adalah untuk merawat memori kolektif publik atas kasus pembunuhan jurnalis harian BERNAS Yogyakarta Fuad Muhammad Syafrudin (Udin) yang sudah memasuki tahun ke-24. Dokumen publik terkait kasus Udin paling banyak dibanding kasus kekerasan wartawan lain di Indonesia. Tercatat ada 10 buku tulisan jurnalis dan akademisi dalam dan luar negeri, dan berbagai laporan masyarakat sipil seperti dari LBH Indonesia dan Kontras Jakarta. Problemnya, buku dan laporan ini berada terpisah dalam arsip di berbagai lembaga terkait, tidak terkonsolidasi pada satu kanal data. Mayoritas produk publikasi yang terkait kasus Udin berformat cetak seperti buku dan lembaran pernyataan sikap yang rawan hilang. Pengabdian ini berpola partisipatif, karena mitra pogram Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta terlibat dalam kegiatan dari awal hingga akhir, bulan Oktober-Desember 2020. Dari program ini, lahir museum dan peta virtual interaktif pada link: http://www.indonesiapena.info/. Museum dan peta lokasi kasus Udin di Yogyakarta berbasis digital ini membantu AJI Yogyakarta dan komunitas jurnalis di Indonesia untuk merawat memori atas kasus kekerasan terhadap mereka dan juga membantu publik untuk menelusuri data sejarah jurnalisme. 
TREND PENGABDIAN MASYARAKAT BIDANG ILMU KOMUNIKASI DI INDONESIA Sri Astuty; Masduki Masduki; Ni Made Ras Amanda
Metacommunication: Journal of Communication Studies Vol 8, No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mc.v8i2.16855

Abstract

Tulisan ini mendasarkan pada kajian tentang  ilmu komunikasi yang berkaca dari Tridarma Perguruan Tinggi, tidak hanya berfokus pada pendidikan dan pengajaran serta penelitian semata, akan tetapi juga haruslah memenuhi unsur pengabdian masyarakat sebagai wujud implementasi keilmuan kepada masyarakat.  Trend pengabdian masyarakat bidang ilmu komunikasi di Indonesia menjadi bagian penting untuk ditelaah mengingat bagian ini sering dianggap tidak terlalu penting, dimana porsi perhitungan angka kredit yang diperoleh oleh dosen dari bidang ini tidak besar dan tidak perlu dalam kuantitas banyak per tahun. Hal inilah yang menjadi menarik, karena keberadaan kegiatan pengabdian masyarakat belum mendapat prioritas dalam berbagai aspek, sehingga tujuan kajian ini adalah untuk melihat trend dan ragam pengabdian masyarakat bidang Ilmu Komunikasi di Indonesia. Metode yang digunakan dalam kajian ini dengan metode survey dengan alat ukur kuesioner melalui bantuan google form yang tersebar ke berbagai program studi ilmu komunikasi yang ada di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potret dan trend berdasarkan tema pengabdian masyarakat, bentuk pengabdian masyarkat, target sasaran pengabdian masyarakat maupun pembiayaan pengabdian masyarakat memiliki prosentase kesamaan yang identik setiap program studi di Indonesia dengan rerata kesamaan mencapai 90%, di mana pengabdian masyarakat yang diimplementasikan menjadi tidak sejalan dengan kekhasan yang dimiliki oleh masing-masing program studi ilmu komunikasi.