Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Media Pustakawan

Pemanfaatan Early Warning System (EWS) Untuk Meningkatkan Disiplin Pemustaka dalam Meminjam Koleksi Perpustakaan (Studi Kasus: UPT Perpustakaan Universitas Andalas) Andi Saputra
Media Pustakawan Vol 26, No 1 (2019): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v26i1.176

Abstract

Abstrak Sebagian besar perpustakaan perguruan tinggi masih mempertahankan sistem denda sampai dengan saat ini. Rendahnya disiplin pemustaka merupakan salah satu alasannya. UPT Perpustakaan Universitas Andalas sejak tahun 2017 yang lalu telah menerapkan Early Warning System (EWS), sistem peringatan dini terhadap keterlambatan pinjaman buku yang diterapkan dalam bentuk tayangan video, guna meningkatkan disiplin pemustaka dan mengantisipasi meningkatnya tagihan denda. Setelah dilakukan evaluasi dengan mengukur tingkat keterlambatan pengembalian pinjaman buku, dan tagihan denda dalam jumlah besar, ternyata terjadi perbedaan yang cukup signifikan antara sebelum dan sesudah penerapan EWS. Terjadi penurunan keterlambatan pengembalian pinjaman, dari rata-rata 40% menjadi 29,15% setelah EWS diterapkan. Sedangkan penerimaan denda dengan jumlah tagihan besar juga meningkat sampai 400%. EWS, yang mengkombinasikan mekanisme reward and punishment, ternyata mampu meningkatkan disiplin pemustaka. Peringatan dini yang diberikan kepada calon peminjam buku terbukti meningkatkan motivasi mereka untuk mengembalikan buku tepat waktu. Abstract Today, most of college libraries still maintain a fines system for user discipline. The UPT of the Andalas University Library since 2017 has implemented an Early Warning System (EWS) for delays in book lending that is implemented in the form of video shows, in order to improve the discipline of users and anticipate increasing fines. After evaluating by measuring the level of delay in returning book loans, it turned out that there was a significant difference between before and after the implementation of the EWS. There has been a decrease in the delay of book returning after the EWS was applied, from average of 40% to 29.15%. While receipt of fines with large bills also increased to 400%. EWS, which combines reward and punishment mechanism, be able to improve the user discipline. Early warnings proven the increase of user motivation to return books on time.
Cleaning Database Perpustakaan Perguruan Tinggi dengan Melakukan Sinkronisasi Data Akademik Berbasis Denda Andi Saputra
Media Pustakawan Vol 25, No 2 (2018): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.196 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v25i2.271

Abstract

Abstrak Tagihan denda masih menjadi polemik di perpustakaan perguruan tinggi. Berbagai upaya sudah dilakukan supaya pemustaka segera mengembalikan buku pinjaman dan melunasi tagihan denda. Akan tetapi hanya sebagian dari mereka yang menyelesaikan kewajibannya. Terbuka kemungkinan sebagian dari mereka sudah tidak aktif lagi sebagai mahasiswa. Oleh karena itu perlu dilakukan sinkronisasi data dengan database akademik untuk memastikan status kemahasiswaannya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan cleaning database perpustakaan melalui sinkronisasi data antara database perpustakan dengan database akademik, menggunakan instrumen denda. Prosesnya diawali dengan melakukan rekapitulasi data tunggakan. Kemudian diambil sampel data dari tunggakan yang jumlah dendanya melebihi batas toleransi. Diperoleh sebanyak 198 mahasiswa yang tagihan dendanya melebihi batas. Data tersebut dikirimkan ke pengelola data akademik universitas untuk diperiksa status kemahasiswaannya. Setelah dilakukan sinkronisasi ternyata hanya 69% mahasiswa yang menunggak denda yang masih aktif, sisanya 31% sudah tidak aktif lagi sebagai mahasiswa Unand, ada yang keluar, pindah, drop out, dan lulus. Diantara mahasiswa aktif ternyata hanya 60% yang melakukan registrasi pada semester yang sedang berjalan. Bagi mahasiswa yang masih aktif, dikirimkan daftar tagihan ke fakultas masing-masing. Sedangkan yang tidak aktif, dilakukan proses cleaning di dalam pangkalan data, dengan mengeluarkan mahasiswa yang bersangkutan dari keanggotaan, denda dari transaksi yang tertunggak dihapuskan, dan buku yang dipinjamnya dirubah statusnya menjadi hilang.
Memanfaatkan SINTA (Science and Technology Index) Untuk Publikasi Karya Ilmiah & Strategi Dalam Mencari dan Memilih Jurnal Nasional Terakreditasi Andi Saputra
Media Pustakawan Vol 27, No 1 (2020): April
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.463 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v27i1.674

Abstract

Salah satu fungsi Science and Technology Index (SINTA) adalah menilai kinerja jurnal berdasarkan standar akreditasi dan sitasi, dengan mengindeks seluruh jurnal nasional yang sudah diakreditasi oleh Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA). Makalah ini mencoba membahas tentang bagaimana mahasiswa, dosen, dan peneliti bisa memanfaatkan SINTA dalam mencari jurnal nasional terakeditasi untuk publikasi karya ilmiah, bagaimana memahami karakteristik sebuah jurnal, serta strategi memilih jurnal yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan, sehingga karya ilmiah bisa diterbitkan pada jurnal dan waktu yang tepat. Penelitian ini menggunakan metode content analysis dengan memahami karakteristik jurnal melalui website resminya. Sampel penelitian diambil dari jurnal nasional bidang ilmu perpustakaan yang terindeks SINTA. Dalam pembahasan ini disimpulkan bahwasanya SINTA sangat membantu memudahkan penulis dalam mencari jurnal untuk publikasi. Selanjutnya, penelitian ini menemukan bahwa tidak semua jurnal nasional terakreditasi bidang ilmu perpustakaan menyajikan informasi pada websitenya dengan baik, seperti website yang tidak aktif, focus and scope, template, dan kontak pengelola yang tidak tersedia. Disamping itu, sebagian besar jurnal nasional bidang ilmu perpustakaan tidak berbayar, dengan rata-rata penerbitan 2 kali dalam setahun.
Pengembangan Aplikasi Bebas Pustaka Mandiri dengan Menerapakan Model Integrasi Sistem dan Interoperabilitas Andi Saputra; Leni Marsih
Media Pustakawan Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v30i2.4646

Abstract

The Library Free Certificate (SKBP) is a graduation requirement that is applied in many universities, one of which is the Andalas University Library. To make it easier for students to get SKBP, the library has used the Bebas Pustaka Mandiri Application. This application is web-based and can be accessed online. Its development applies the interoperability model by integrating it with other related applications, namely: the Library Catalog Information System, and Graduation Information System. This application allows students to propose the issuance of SKBP independently without the need to come to the library. This study aims to test the performance and measure the benefits of implementing the Aplikasi Mandiri in overcoming various problems in SKBP management. The method used is descriptive qualitative, and data collection is done through direct observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the application of the concept of interoperability utilizing web service technology has succeeded in supporting the process of exchanging and sharing data between the applications involved properly and smoothly. This study concludes that the use of the Aplikasi Mandiri in managing SKBP has succeeded in shortening the issuance time of SKBP and cutting bureaucratic lines in the library. The time efficiency offered contributes to increasing the productivity of students and officers involved.
Evaluasi Kepuasan Pengguna Layanan Administrasi Satu Pintu di Perpustakaan Universitas Andalas Menggunakan Metode Servqual Andi Saputra
Media Pustakawan Vol. 31 No. 1 (2024): April
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v31i1.5109

Abstract

One-stop administration services are one of the approaches designed to provide ease of access and integrated concepts to the various services offered. This study aims to evaluate the implementation of one-stop administrative services in the front office of the Unand Library by collecting the perception and satisfaction of service users using the Servqual method. This research is quantitative. The study's results were processed using a descriptive statistical method by examining the influence of respondents' demographics, such as gender, year of entry, and study level, on user satisfaction. The study's overall results show that the level of user satisfaction with one-stop administrative services at the Unand Library is very high. The hypothesis test indicates that the year of entry significantly affects user satisfaction. The average satisfaction of old students tends to be higher than new students. Meanwhile, gender and study level did not significantly affect user satisfaction. The high level of user satisfaction is one of the reasons for the considerable disparity between the current and previous service quality. In addition, users also highlighted the lack of service staff and internet network disruptions in the front office. Overall, it can be concluded that one-stop administration services contribute positively to improving the efficiency and effectiveness of services in libraries, and service innovation is indispensable in libraries to increase user satisfaction.
Survei Orientasi dan Perilaku Berkunjung Mahasiswa Baru ke Perpustakaan Menggunakan Teori Uses and Gratifications Marsih, Leni; Andres, Monalisa Fitri; Saputra, Andi
Media Pustakawan Vol. 32 No. 1 (2025): April
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v32i1.5360

Abstract

After the COVID-19 pandemic, students' behavior and habits in lectures have changed, which has an impact on visits to the library. This research aims to identify areas of improvement in library services as user behavior changes, so that libraries remain relevant and maximal in improving academic quality in universities. A quantitative approach is used with data collection through questionnaires. The questionnaire consisted of demographic data of respondents, the behavior of new students' visits to the library, their orientation and motivation for visiting, and expectations for the library's contribution in supporting the success of the study. The instruments are structured based on the theory of Uses and Gratifications. The results of the study showed that there was a shift in the orientation of library visitors, although it was not too significant. Conventional services such as borrowing and returning books and user guidance tend to decline. Meanwhile, the need for new services that are recreative in nature is increasing. Overall, the study concludes that the majority of students expect libraries to be comfortable places to study, read, and rest.