Masturin Masturin
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, Jawa Tengah

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal KALAM

KHAZANAH INTELEKTUAL TEOLOGI MATURIDIYAH Masturin, Masturin
KALAM Vol 8 No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v8i1.187

Abstract

Persoalan teologis berkisar pada issue tentang status dan pelaku dosa besar, perbuatan manusia, dan hakikat sifat Tuhan pada umumnya muncul sebagai akibat dari perbedaan visi politik. Issu teologis ini telah melahirkan golongan Khawarij, Murjiah dan Mu’tazilah. Seiring dengan itu muncul issu mengenai bebas/ tidaknya perbuatan manusia yang kemudian melahirkan golongan Jabariyah dan Qadariyah. Persoalan muncul karena dipengaruhi oleh budaya Helinisme yang rasional seiring dengan proses futuhat (ekspansi Islam). Persentuhan umat Islam dengan budaya Helinisme semakin memperkuat penggunaan akal dalam kajian teologis, khususnya oleh Mu’tazilah. Dengan demikian ada tiga issu besar yang berkembang dalam teologi Islam saat itu yaitu dosa besar, kehendak bebas tidaknya manusia dan penggunaan akal. Mu’tazilah memberikan penekanan yang tinggi kepada akal dengan segala implikasinya karena arus pemikiran rasional yang berkembang pada waktu itu. Al-Maturiddi membahas tentang penciptaan alam yang lebih banyak mengajukan argumen rasional dan perseptual dari pada argumen tradisional. Hal ini tidak lain karena perhatian utamanya untuk mempertahankan ajaran Islam dari serangan Indo-Iranian dan Yahudi-Kristen serta filsafat Yunani.
NILAI-NILAI SOSIAL BUDAYA ISLAM Upaya Merajut Kembali “Spiritualitas” Yang Hilang Masturin, Masturin
KALAM Vol 6 No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v6i1.381

Abstract

Spiritualitas Islam sebagai respon terhadap persoalan sosial-budaya kontemporer bukan saja menjadi keharusan, namun sekaligus menjadi kebutuhan dan keharusan sejarah, baik masa dulu, kini maupun pada abad mendatang. Modernitas dengan segala dampaknya telah menimbulkan kesadaran kultural berupa kerinduan orang untuk kembali pada nilai-nilai spiritual atau terjadi semacam romantisisme sejarah. Spiritualitas Islam yang dibutuhkan ke depan adalah menggabungkan antara kesalehan simbolik-individual dan kesalehan aktual-struktural. Spiritualitas Islam yang menggabungkan sikap kesalehan simbolik dan aktual tersebut harus berfungsi dalam tiga hal yaitu fungsi emansipasi, liberasi dan transendensi.