Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Environment and Management

Implementasi Model PjBL terhadap Peningkatan Keterampilan Proses Sains dan Sikap Ilmiah Siswa Kelas VIII SMP Anthony Firdaus; Yula Miranda; Soaloon M Sinaga
Journal of Environment and Management Vol. 1 No. 3 (2020): Journal of Environment and Management
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Palangka Raya dan (and) Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jem.v1i3.2572

Abstract

It has been observed that the level of science process skills and students' scientific attitudes, to seome extent, has not been formed, so the learning activity process has been running in slow motion. This study aims to examine the impact of project based learning (PjBL model) on the improvement of students‘ science process skills (KPS) and scientific attitudes, especially on plant tissue lesson. A pretest-posttest research design was applied to two classes of 8th grade students of SMPN 9 Palangka Raya, namely class VIIIA as the treated group, and while VIIIb as the control class using conventional learning models. The instruments used were lesson plans, science process skills observation sheets, scientific attitude questionnaires, and a number of test questions for testing. The results show that PjBL can improve science process skills with an N-gain of 0.70 in treated group, which is classified as high category, and N-gain of 0.48 in the control class which is in the moderate category. The PjBL implementation does not improve scientific attitudes because the N-gain value is 0.58 in the experimental class, quite similar to 0.32 point in the control class; both fall on moderate category.
Implementasi Program Adiwiyata di Sekolah Dasar Santa Maria Kota Palangka Raya Melga Hotma Ida Marsauli Simanjuntak; Gunarjo Suryanto Budi; Yula Miranda
Journal of Environment and Management Vol. 3 No. 1 (2022): Journal of Environment and Management
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Palangka Raya dan (and) Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jem.v3i1.4292

Abstract

SD Santa Maria di Palangka Raya dikenal sebagai sekolah dengan sejumlah prestasi membanggakan serta memiliki pelayanan pendidikan yang baik. Pada tahun 2018 SD Santa Maria Palangka Raya meraih penghargaan sekolah Adiwiyata Nasional dan saat ini sedang dalam persiapan mengikuti Adiwiyata mandiri. Seriring meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan, termasuk di sekolah, penelitian ini bertujuan mengetahui impmentasi program Adiwiyata di SD Santa Maria beserta faktor pendukung dan penghambatnya. Hasil penelitian diharapkan menjadi bahan refleksi bagi sekolah lainnya dalam melaksanakan program serupa dan menjadi masukan untuk meningkatkan kinerja SD Santa Maria. Penelitian bersifat deskriptif kualitatatif dan melibatkan 10 orang responden kunci dari internal sekolah. Implementasi program adiwiyata mengacu pada empat komponen yaitu pengembangan kebijakan sekolah berwawasan lingkungan, implementasi kurikulum berwawasan lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif, dan sarana pendukung ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Santa Maria telah membuat program-program yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan berbudaya lingkungan, yaitu perumusan visi dan misi berbudaya lingkungan, implementasi kurikulum berwawasan lingkungan, program pengelolaan sampah, Jum’at bersih, penghematan penggunaan listrik, air, dan ATK, serta pengelolaan layanan kantin sekolah. Faktor pendukung yang dominan yaitu, pertama, kerjasama yang baik antara sekolah dengan orang tua/wali siswa, dan masyarakat. Kedua, lingkungan sekolah yang memungkinkan untuk dijadikan ruang terbuka hijau karena memiliki areal luas dan sarana prasana yang mendukung. Faktor penghambat yaitu alokasi dana yang dibatasi pada anggaran sekolah (RKAS), dan kurangnya personil dalam perawatan sarana prasarana.