Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penerapan Aplikasi Inlislite dalam Meningkatkan Layanan Perpustakaan di Universitas Muhammadiyah Makassar Nuraeni, Nuraeni; Mathar, Muh. Quraisy; Mulyadi, Irvan
Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 5 No 2 (2025): Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penerapan aplikasi INLISLite dalam meningkatkan layanan perpustakaan di Universitas Muhammadiyah Makassar. Tujuan penelitian adalah menganalisis efektivitas dan efisiensi INLISLite, mengidentifikasi tantangan dalam penerapannya, serta melihat kontribusinya terhadap kepuasan pengguna. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa INLISLite meningkatkan efektivitas layanan perpustakaan, seperti percepatan proses peminjaman dan kemudahan akses data koleksi. Namun, masih ditemukan kendala teknis dan keterbatasan kompetensi pengguna. Kendati demikian, aplikasi ini mampu mendukung peningkatan kualitas layanan dan transformasi digital perpustakaan.
CONGREGANTS’ PERCEPTIONS OF THE MOSQUE LIBRARY AS A CENTER OF ISLAMIC LITERACY Nasrullah, Nasrullah; Tawakkal, Tawakkal; Muliyadi, Irvan; Mathar, Muh. Quraisy; Jamin, Jashira; Rodin, Rhoni
Al-Qalam Vol. 31 No. 2 (2025): Jurnal Al Qalam
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v31i2.1740

Abstract

This study investigates congregants’ perceptions of the presence and function of mosque libraries and examines the factors that influence their effectiveness as centers of Islamic literacy. A qualitative research design was employed in three major mosques in South Sulawesi: the 99 Domes Asmaul Husna Mosque in Makassar, the Syekh Yusuf Lakiung Mosque in Gowa, and the Grand Mosque of Maros. Data were collected through observation, in-depth interviews with eight purposively selected participants, and analysis of library management documentation. The findings reveal that although congregants generally demonstrate strong awareness of mosque libraries, their actual engagement with these facilities remains limited. Some view the library as an important source of religious knowledge, while others rely more heavily on oral learning through sermons. Several factors were identified as barriers to optimal use, including limited accessibility, lack of promotion, unattractive physical environments, and outdated collections. In addition, the absence of qualified librarians hinders effective management and the sustainability of literacy programs. The implications of this study suggest that mosque library management should focus on strengthening community outreach, improving facilities and services, regularly updating collections, and integrating digital resources to attract younger audiences. Overall, the findings highlight the untapped potential of mosque libraries as community-based centers of Islamic literacy that can foster lifelong religious learning, promote a culture of reading among Muslims, and enhance the mosque’s educational and social roles within society.
Development of Information Literacy from the Period of Rasulullah to Khulafaur Rasyidin Merdekawati, Nur Rahmah; Syam, Kadri Ariski; Mathar, Muh. Quraisy
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 15 No. 2 (2025): JULI - DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpua.v15i2.2025.101-112

Abstract

Background of the study: Islamic civilization underwent a significant transformation from an oral tradition society to a literate culture during the time of the Prophet Muhammad and the period of the Khulafaur Rasyidin. This transition represents a crucial development in information literacy that fundamentally shaped Islamic educational and scientific traditions, but comprehensive analysis of this historical evolution remains limited. Purpose: This study aims to examine the development of information literacy from the time of the Prophet Muhammad until the period of the Khulafaur Rasyidin, analyzing how Islamic civilization evolved from an oral tradition into a comprehensive literacy culture that values reading, writing, and the systematic dissemination of knowledge. Methods: The researcher uses qualitative literature research methodology, conducting a systematic analysis of historical sources and Islamic literature to understand the evolution of literacy practices and educational institutions in the early period of Islam. Finding: Re Research indicates that the initial revelation, "Iqra'," established the foundational framework for Islamic literacy culture, which subsequently facilitated the emergence of educational institutions such as Dar al-Arqam, Kuttab, Suffah, and mosques. The Prophet's era was marked by systematic literacy teaching, including an innovative approach that utilized prisoners of war from Badr as teachers. The period of the Khulafaur Rasyidin showed significant progress: the codification of the Quran by Abu Bakar, the expansion of the education system by Umar, the standardization of the language of the Quran by Usman, and the continuation of the scientific tradition by Ali. Islamic literacy culture includes comprehensive information processing skills that go beyond basic reading and writing abilities. Conclusion: The literacy movement initiated during the time of the Prophet and      systematically developed by the Khulafaur Rasyidin established the basic framework for Islamic golden age scholarship and knowledge preservation systems, creating a comprehensive educational culture that significantly influenced world civilization and demonstrated that Islamic information literacy played an instrumental role in developing scientific knowledge and civilizational progress. Keywords: Information Literacy, Islamic Civilization, Khulafaur Rasyidin. ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Perkembangan Literasi Informasi Masa Rasulullah Sampai Khulafaur Rasyidin Latar Belakang: Peradaban Islam mengalami transformasi signifikan dari masyarakat tradisi lisan menjadi budaya literasi pada masa Nabi Muhammad hingga periode Khulafaur Rasyidin. Transisi ini merepresentasikan perkembangan krusial dalam literasi informasi yang secara fundamental membentuk tradisi pendidikan dan keilmuan Islam, namun analisis komprehensif terhadap evolusi historis ini masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan literasi informasi pada masa Nabi Muhammad hingga periode Khulafaur Rasyidin serta menganalisis bagaimana peradaban Islam berevolusi dari tradisi lisan menjadi budaya literasi komprehensif yang menghargai membaca, menulis, dan diseminasi pengetahuan secara sistematis. Metode: Penelitian menggunakan metodologi penelitian literature research melakukan analisis sistematis terhadap sumber-sumber sejarah dan literatur Islam untuk memahami evolusi praktik literasi dan institusi pendidikan pada periode awal Islam. Temuan: Penelitian mengungkapkan bahwa wahyu pertama "Iqra'" menetapkan kerangka dasar budaya literasi Islam, yang mengarah pada pengembangan institusi pendidikan termasuk Dar al-Arqam, Kuttab, Suffah, dan masjid. Masa Nabi ditandai dengan pengajaran literasi sistematis, termasuk pendekatan inovatif memanfaatkan tawanan perang Badar sebagai pengajar. Periode Khulafaur Rasyidin menunjukkan kemajuan signifikan: kodifikasi Al-Quran oleh Abu Bakar, ekspansi sistem pendidikan oleh Umar, standardisasi bahasa Al-Quran oleh Usman, dan kelanjutan tradisi keilmuan oleh Ali. Budaya literasi Islam mencakup keterampilan pemrosesan informasi komprehensif yang melampaui kemampuan membaca dan menulis dasar. Kesimpulan: Gerakan literasi yang diinisiasi pada masa Nabi dan dikembangkan secara sistematis oleh Khulafaur Rasyidin menetapkan kerangka dasar bagi keilmuan masa keemasan Islam dan sistem preservasi pengetahuan, menciptakan budaya pendidikan komprehensif yang secara signifikan mempengaruhi peradaban dunia dan mendemonstrasikan bahwa literasi informasi Islam berperan instrumental dalam mengembangkan pengetahuan ilmiah dan kemajuan peradaban. Kata Kunci: Literasi Informasi, Peradaban Islam, Khulafaur Rasyidin  
Sosialisasi dan Pendampingan Pengelolaan Perpustakaan bagi Pengurus Masjid di Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo Nasrullah, Nasrullah; Mathar, Muhammad Quraisy; Taufiq, Raihan
Jurnal PKM: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Jurnal PkM: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v8i3.28550

Abstract

Masjid memiliki peran penting tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat literasi dan pembelajaran bagi masyarakat. Namun, perpustakaan masjid sering menghadapi kendala, seperti kurangnya manajemen yang efisien, minimnya koleksi buku, dan keterbatasan sumber daya. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan masjid di Kecamatan Maniangpajo, Kabupaten Wajo, melalui sosialisasi dan pelatihan berbasis pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Metode yang digunakan meliputi lima tahapan: penemuan potensi lokal (Discovery), perumusan visi bersama (Dream), perencanaan sistematis (Design), implementasi kegiatan (Define), dan monitoring berkelanjutan (Destiny). Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman pengurus masjid terkait manajemen koleksi, pelayanan pengguna, perpustakaan. Perpustakaan masjid kini mulai memanfaatkan pengelolaan yang lebih efisien. Selain itu, antusiasme masyarakat terhadap perpustakaan masjid meningkat, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Dengan kerja sama yang erat antara pengurus masjid, pemerintah, dan masyarakat, perpustakaan masjid diharapkan dapat berkembang sebagai pusat literasi yang berkelanjutan dan inklusif. Program ini memberikan dampak positif pada penguatan literasi dan pendidikan masyarakat, sekaligus menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain.
The Role of New Media in Shaping Islamic Insights Among Generation Y and Z at Alauddin State Islamic University of Makassar Saenal Abidin; Rasyid Masri; Firdaus Muhammad; Arifuddin Tike; Quraisy Mathar; Irvan Muliyadi; Das'ad Latif
Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Universitas Islam Negerin Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/inkunabula.v5i1.5201

Abstract

This study is motivated by the increasing use of new media in accessing Islamic information; however, studies explaining how such media contribute to the formation of Islamic knowledge at the individual level, particularly among Generation Y and Generation Z, remain limited. This study aims to analyze the role of new media in enhancing Islamic knowledge among Generation Y and Generation Z at Alauddin State Islamic University of Makassar. This research employs a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through in-depth interviews and Focus Group Discussions (FGDs) involving 11 informants, consisting of Generation Y lecturers and Generation Z students who actively use digital media. Data were analyzed using thematic analysis through coding, theme categorization, and conclusion drawing. The findings indicate that new media serve as a primary source for accessing Islamic knowledge through various digital platforms such as YouTube, Instagram, and Islamic websites. Generation Y tends to use new media functionally for academic purposes, while Generation Z utilizes it more intensively as part of their daily digital life. Moreover, new media encourage users to critically select and evaluate Islamic information. This study proposes the 4A Model (Access, Attention, Appraisal, and Adoption), which explains the stages of Islamic knowledge formation through new media. This model offers a conceptual contribution to understanding the mechanism of religious knowledge construction in the digital era. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan media baru dalam memperoleh informasi keislaman, namun kajian yang menjelaskan bagaimana media tersebut berperan dalam pembentukan wawasan keislaman pada tingkat individu, khususnya pada Generasi Y dan Generasi Z, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media baru dalam menambah wawasan keislaman Generasi Y dan Generasi Z di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) terhadap 11 informan yang terdiri atas dosen Generasi Y dan mahasiswa Generasi Z yang aktif menggunakan media digital. Data dianalisis menggunakan analisis tematik melalui tahap pengkodean, pengelompokan tema, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media baru dimanfaatkan sebagai sumber utama dalam memperoleh wawasan keislaman melalui berbagai platform digital seperti YouTube, Instagram, dan website keislaman. Generasi Y cenderung memanfaatkan media baru secara fungsional untuk kepentingan akademik, sedangkan Generasi Z menggunakannya secara lebih intensif sebagai bagian dari kehidupan digital sehari-hari. Selain itu, media baru mendorong proses seleksi dan evaluasi informasi keislaman secara kritis. Penelitian ini menghasilkan Model 4A (Access, Attention, Appraisal, dan Adoption) yang menjelaskan tahapan pembentukan wawasan keislaman melalui media baru. Model ini merupakan kontribusi konseptual dalam menjelaskan mekanisme pembentukan pengetahuan keagamaan di era digital.