Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Tekstual

Peranan Masyarakat Lokal Air Tege-tege Terhadap Perkembangan Wisata Sejarah Cengkeh Afo Di Kota Ternate Mustafa Mansur; Betly Taghulihi
TEKSTUAL Vol 20, No 1 (2022): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.812 KB) | DOI: 10.33387/tekstual.v20i1.4637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu keterlibatan dan peranan masyarakat lokal di Air Tege – Tege dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat. Diharapkan dari penelitian ini masyarakat lokal air tege – tege dapat menjaga kestabilan pengembangan pariwisata yang sudah berkembang di destinasi cengkeh afo. Pariwisata berbasis masyarakat merupakan sebuah konsep pengembangan suatu destasi wisata melalui pemberdayaan masyarakat lokal. Salah satu representasi dari pembangunan pariwisata berbasis masyarakat adalah desa wisata. Cengkeh afo merupakan destinasi wisata sejarah yang menerapkan ekowisata dan melibatkan masyarakat lokal untuk mengelola destinasi tersebut. Destinasi ini terletak di desa Air Tege – Tege Kelurahan Tongole Kota Ternate. Masyarakat lokal disekitar objek memegang peranan penting dalam keberlanjutan destdiinasi tersebut. Target luaran penelitian ini adalah 1). Bertambahnya wawasan masyarakat Kota Ternate tentang Wisata Sejarah, 2). Publikasi di Jurnal ber ISSN, 3). Bahan ajar di Program Studi Usaha Perjalanan Wisata.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian di Cengkeh Afo Air Tege – Tege. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat air tege - tege benar – benar terlibat dan mempunyai peranan penting dalam pengembangan objek wisata sejarah cengkeh afo yang sampai sekarang masih berkembang dan menjadi saah satu destinasi favorit di kota ternate.Sejak awal pendirian wisata sejarah Cengkeh Afo dengan konsep pariwisata berbasis masyarakat membuat masyarakat begitu antusias dan bersemangat meskipun pada kenyataannya proses mengembangkan sebuah destinasi tidaklah mudah karena mengalami berbagai kendala kurangnya pengetahuan masyarakat lokal tentang pariwisata. Simpulan pada penelitian ini adalah terdapat 4 (empat) bentu partisipasi yang dilakukan masyarakat dalam pengembangan wisata sejarah cengkeh afo seperti 1). Bentuk partisipasi yang mengawali aktivitas kepariwisataan , 2). Bentuk partisipasi proses awal kepariwisataan dimana masyarakat mulai melakukan musyawarah dan membicarakan keinginan mereka terhadap aktivitas. 3). Bentuk partisipasi dalam perencanaan serta 4). Bentuk partisipasi dalam pengembangan.This research aims to investigate the involvement and role of local community at Air Tege–Tege in developing the community-based tourism. This research expects the local community of Tege - Tege can maintain the stability of tourism development that has been developed in Cengkeh Afo destination. Community-based tourism is a concept of developing a tourist destination through the empowerment of local communities. One of the the representations of community-based tourism development is a tourist village. Cengkeh Afo is a historical tourist destination that implements ecotourism and involves local community to manage the destination. This destination is located in Air Tege–Tege, Tongole Village, Ternate City. The local community around the object holds an important role in the sustainability of the destination. The outcomes of this research are: 1). The increasing insight of Ternate people about Historical Tourism, 2). Publication in Journal with ISSN, 3). Teaching materials in the Travel Business Study Program. This research uses a qualitative method. The research location is Cengkeh Afo Air Tege–Tege. The findings in this research indicate that the Air Tege –Tege community is actively involved and has an important role in the development of the Cengkeh Afo historical tourist attraction which is still developing and has become one of the favorite destinations in Ternate City. The initial establishment of Cengkeh Afo historical tourism with the concept of community-based tourism makes people so enthusiastic and passionate even though in reality, the process of developing a destination is not easy because it experiences various obstacles and lacks local community understanding about tourism. The research concludes that there are 4 (four) forms of community participation in the development of Cengke Afo historical tourism such as: 1). The Form of participation that initiate tourism activities, 2). The form of participation in the initial tourism process in which the community begins to conduct deliberations and discuss their eagerness for the activity. 3). The form of participation in planning and 4). The form of participation in development.Keywords: Masyarakat Lokal, Pariwisata Berbasis Masyarakat, Wisata Sejarah
Analisis Konsep Historiografi Tradisonal Pada Beberapa Tradisi Lisan Masyarakat Ternate Mansur, Mustafa; Ode Mulae, Sunaidin
Tekstual Vol 23, No 1 (2025): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.v23i1.9780

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan literasi, serta berupaya memberikan penguatan pelestarian nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat agar berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di Kota Ternate. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode sejarah yakni proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman dan peninggalan agar peristiwa yang terjadi di masa lampau dapat direkonstruksi secara imajinatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa tradisi lisan masyarakat Ternate merupakan bagian dari sistem nilai masyarakat Ternate yang perlu dilestarikan dan dikembangkan melalui kajian historiografi tradisional. Dalam konteks ini, tradisi lisan menjadi sumber dan rekonstruksi sejarah, sekaligus penguatan nilai kebudayaan masyarakat. Melalui kajian historiografi tradisional,  tradisi lisan masyarakat Ternate dapat dipahami sebagai suatu konstruksi sosial-budaya yang memiliki dampak postitif terhadap pembangunan berkelanjutan di bidang kebudayaan.