Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Isolasi Kapang Endofit Pelawan (Tristaniopsis merguensis Griff.) yang Berpotensi Sebagai Antibakteri Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Devi Devi; Anggraeni Anggraeni; Tri Wahyuni
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 14, No 2 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v14i2.14051

Abstract

AbstrakTumbuhan pelawan (Tristaniopsis merguensis Griff.) merupakan salah satu tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Metabolit sekunder sebagai senyawa bioaktif pada tumbuhan dapat diperoleh melalui kapang endofit tanpa harus mengekstrak dari tumbuhan. Metabolit sekunder yang dihasilkan oleh kapang endofit dapat berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi kapang endofit pada tumbuhan pelawan (T. merguensis Griff.) yang berpotensi sebagai antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah isolasi kapang endofit, pemurnian kapang endofit, uji aktivitas antibakteri kapang endofit, dan uji kandungan senyawa metabolit sekunder kapang endofit. Hasil isolasi didapatkan 10 isolat kapang endofit yang terdiri dari 1 isolat dari bagian akar, 7 isolat dari bagian ranting, dan 2 isolat dari bagian daun. Identifikasi kapang endofit dengan pengamatan makroskopis dan mikroskopis termasuk dalam genus Paecilomyces, Cladosporium, Pestalotiopsis, Aspergillus, dan Penicillium. Isolat kapang endofit yang memiliki respon hambat pertumbuhan terhadap bakteri uji tergolong sedang termasuk genus Penicillium. Hasil uji kandungan senyawa metabolit sekunder kapang endofit tergolong senyawa saponin dan alkaloid. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa senyawa bioaktif pada kapang endofit tumbuhan pelawan dapat dijadikan sebagai antibakteri.AbstractPelawan (Tristaniopsis merguensis Griff.) is a plant that is used as traditional medicine. Secondary metabolites as bioactive compounds in plants can be obtained through endophytic fungi without having to extract them from plants. The metabolites produced by endophytic fungi can function as antibacterial agents. This research aimed to isolate endophytic fungi in pelawan (T. merguensis Griff.) which have potential as antibacterial agents against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. The method order used in this research was isolation endophytic fungi, purification of the isolates, antibacterial activity test, and determination of secondary metabolite compounds of endophytic fungi.  Isolation results obtained 10 isolates of endophytic fungi consisting of 1 isolate from the root, 7 isolates from the branches and 2 isolates from the leaves. Identification through macroscopic and microscopic observations showed they belonged to the genera of Paecilomyces, Cladosporium, Pestalotiopsis, Aspergillus, and Penicillium. The isolates that showed a moderate growth inhibition response included the genus of Penicillium. The secondary metabolites produced by the isolates are classified as saponins and alkaloids. In conclusion, the bioactive compounds in the endophytic fungi from pelawan have the potential to be used as antibacterial agents.
IDENTIFIKASI MOLEKULER SIRIP IKAN HIU MENGGUNAKAN GEN MITOKONDRIA CYTOCHROME C OXYDASE SUBUNIT I (COI) YANG DIDARATKAN DI PESISIR KABUPATEN BANGKA SELATAN Okto Supratman; Siti Aisyah; Thania Thania; Okto Supratman; Ahmad Fahrul Syarif; Anggraeni Anggraeni
JURNAL ENGGANO Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.6.1.99-109

Abstract

Usaha perikanan hiu yang menjanjikan di negara Indonesia ini menjadikan nilai produksi hiu terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurut catatan FAO, Indonesia berada diposisi teratas yang banyak memproduksi hiu setiap tahunnya. Tingginya aktivitas penangkapan hiu berpengaruh besar terhadap populasi yang memengaruhi keseimbangan ekosistem laut, khususnyadi perairan Kepulauan Bangka Belitung. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi sirip ikan hiu secara molekuler dengan menggunakan gen mitokondria cytochrome c oxydase subunit I (COI) yang didaratkan di pesisir Kabupaten Bangka Selatan. Metode penelitian terdiri dari tiga tahap: pengumpulan sampel sirip ikan hiu, identifikasi molekuler (mtDNA gen Cytochrome Oxidase Subunit 1/COI), analisis filogenetik dan status konservasi ikan hiu. Hasil pencocokan karakter nukleotida gen COI dilakukan dengan menggunakan program BLAST yang terintegrasi pada laman GenBank dan menunjukkan bahwa kode sampel MSPUBB_HC_01 memiliki tingkat kemiripan 100% dengan spesies Chiloscyllium punctatum, MSPUBB_HK_02 dan MSPUBB_HS_03 masing-masing memiliki tingkat kemiripan 99.80% dan 99.69% dengan spesies Carcharhinus sealei.Jika ditinjau dari data IUCN Red List, spesies Chiloscyllium punctatumdan Carcharhinus sealeimasuk dalam kategori Near threatened(Hampir Terancam).
OPTIMALISASI USAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI DESA TERU MELALUI KEMANDIRIAN PENGADAAN MEDIA TUMBUH DAN PENANAMAN BIBIT JAMUR Anggraeni Anggraeni; Salmi Salmi; Robika Robika; Henny Helmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v7i1.2998

Abstract

Jamur tiram (Pleurotus ostreatu) adalah jamur pangan kedua yang banyak dibudidayakan di dunia. Jamur ini memiliki nilai nutrisi yang baik dan nilai ekonomi yang menjanjikan. Kebutuhan konsumsi jamur tiram semakin meningkat namun produksinya masih rendah. Pemerintah Desa Teru, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah memandang ini sebagai peluang untuk memberdayakan kaum perempuan di desanya. Kegiatan budidaya jamur dilakukan oleh Ibu-ibu PKK, namun belum maksimal karena tidak memiliki keahlian untuk melakukan pembuatan media tumbuh dan penanaman biibt jamur tiram. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian budidaya jamur tiram di Desa Teru melalui pelatihan pembuatan media tumbuh dan penanaman bibit jamur. Pelatihan dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi (praktik) agar peserta mendapat pengalaman lansung. Pendampingan dilakukan mulai dari proses persiapan hingga pemantauan pertumbuhan misselium jamur tiram. Ibu-ibu PKK sebagai peserta pelatihan telah mendapatkan keahlian dalam membuat media tumbuh dan menanam bibit jamur. Sebanyak 73.77% media tumbuh yang diinokulasi pada masa pelatihan menunjukkan adanya pertumbuhan miselium jamur tiram yang bewarna putih.Kata Kunci: bibit jamur, jamur tiram, media tumbuh, pelatihan.