Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BOTTOM UP PLANNING DALAM PEMBUATAN KEBIIAKAN PEMERINTAH DESA DI KECAMATAN PINELENG KABUPATEN MINAHASA Mawara, Jetty
JURNAL ADMINISTRASI BISNIS (JAB) Vol 4, No 027 (2014): JURNAL ADMINISTRASI BISNIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35797/jab.4.027.2014.6704.%p

Abstract

Abstrak :Kebijakan pemerintah dan partisipasi masyarakat adalah faktor yang cukupdominan bagi keberhasilan pembangunan. Prinsip perimbangan antara kebijakanpemerintah dan prakarsa/partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan desa. Tujuanpenelitian ini adalah Untuk mengetahui pelaksanaan Bottom Up Planning dalam pembuatankebijakan pemerintah desa di Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa.Metode Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif. populasi dalampenelitian ini adalah masyarakat dan perangkat pemerintah desa di Kecamatan PinelengKabupaten Minahasa, yang terdiri dari anggota BPD, tokoh masyarakat, dan anggotamasyarakat umum yang mempunyai hak politik. Sampel lokasi diambil dari 4 (empat) desayang ada di Kecamatan Pineleng masing-masing Desa Pineleng I, Sea, Kalalsey, TateliHasil penelitian BPD sangat berperan dalam Pelaksanaan bottom up planning di KecamatanPineleng dapat dilihat dari indicator-indikator hasil penelitian berikut ini : Peranan BPDdalam perencanaan pembangunan Partisipasi masyarakat untuk menghadiri pertemuanumum/ musyawarah. Partisipasi responden dalam memberikan usul/pendapat dalampembuatan kebijakan terkategori baikKata Kunci : Bottom Up Planning, Kebijakan
BOTTOM UP PLANNING DALAM PEMBUATAN KEBIIAKAN PEMERINTAH DESA DI KECAMATAN PINELENG KABUPATEN MINAHASA Jetty Mawara
JURNAL ADMINISTRASI BISNIS Vol. 4 No. 027 (2014): JURNAL ADMINISTRASI BISNIS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35797/jab.v4.i027.%p

Abstract

Abstrak :Kebijakan pemerintah dan partisipasi masyarakat adalah faktor yang cukupdominan bagi keberhasilan pembangunan. Prinsip perimbangan antara kebijakanpemerintah dan prakarsa/partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan desa. Tujuanpenelitian ini adalah Untuk mengetahui pelaksanaan Bottom Up Planning dalam pembuatankebijakan pemerintah desa di Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa.Metode Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif. populasi dalampenelitian ini adalah masyarakat dan perangkat pemerintah desa di Kecamatan PinelengKabupaten Minahasa, yang terdiri dari anggota BPD, tokoh masyarakat, dan anggotamasyarakat umum yang mempunyai hak politik. Sampel lokasi diambil dari 4 (empat) desayang ada di Kecamatan Pineleng masing-masing Desa Pineleng I, Sea, Kalalsey, TateliHasil penelitian BPD sangat berperan dalam Pelaksanaan bottom up planning di KecamatanPineleng dapat dilihat dari indicator-indikator hasil penelitian berikut ini : Peranan BPDdalam perencanaan pembangunan Partisipasi masyarakat untuk menghadiri pertemuanumum/ musyawarah. Partisipasi responden dalam memberikan usul/pendapat dalampembuatan kebijakan terkategori baikKata Kunci : Bottom Up Planning, Kebijakan
Dinamika Tradisi Rebu pada Masyarakat Batak Karo di Kelurahan Gung Negeri Kabupaten Karo Serlika, Fenti; Mawara, Jetty; Mulianti, Titiek
Balale' : Jurnal Antropologi Vol 6, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/balale.v6i1.92822

Abstract

Tradisi Rebu pada masyarakat Batak Karo merupakan larangan sosial dalam sistem kekerabatan patrilineal yang mengatur interaksi antara kerabat tertentu, seperti menantu laki-laki dengan ibu mertua. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk, makna, dan perubahan tradisi tersebut di Kelurahan Gung Negeri, Kabupaten Karo. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan metode etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rebu berfungsi sebagai pengatur moral dan penghormatan dalam keluarga. Namun, nilai dan praktiknya mengalami penyesuaian oleh generasi muda, terutama dalam konteks modernitas, pendidikan, dan agama. Rebu tidak lagi diterapkan secara kaku, melainkan ditafsirkan ulang sesuai kebutuhan sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa Rebu adalah tradisi dinamis yang terus beradaptasi dan mencerminkan negosiasi budaya antara adat dan perubahan.