Artiawati Mawardi
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Etika Organisasi: Upaya Penumbuhan Komitmen Soegijo, Ivor Hubertus; Mulya, Teguh Wijaya; Mawardi, Artiawati
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 2 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 2, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i2.4288

Abstract

All too often, tobacco producing companies, experience problems concerning deceitfulnes committed by farmers as working partners. To alleviate such, a connecting person called field force was established. The application of ethics in working relations between the field forces and farmers have improved their working commitment. This research explored the needs to build ethics and how it could be reached. In this explorative qualitative approach, interviews and observations were conduc- ted on the manager, four field forces, and four farmers. Success of ethical application in organisation could be influenced by spitituality, cultural background, and life experience. The existence of ethics within organisation could enhance the working commitment of workers and partners in working. Commitments enhance activity and productivity, minimizing fraud in organisation, and minimizing the effects of negative career entrenchment. Perusahaan yang bergerak di bidang tembakau banyak mengalami masalah yang berkaitan dengan kecurangan dari mitra kerja (petani). Untuk mengatasi itu dibentuklah tenaga penghubung la- pangan yang dijuluki field force. Penerapan etika dalam relasi kerja tenaga lapangan dan petani telah menumbuhkan komitmen dalam bekerja. Penelitian ini berusaha mengeksplorasi apa yang diperlukan untuk membangun etika dan bagaimana cara melakukannya. Dalam penelitian kualitatif eksploratif ini dilakukan wawancara dan observasi pada manajer, empat orang tenaga lapangan, dan empat orang petani. Keberhasilan penerapan etika dalam organisasi dapat dipengaruhi oleh spiritualitas, latar bela- kang budaya, dan pengalaman hidup. Adanya etika dalam organisasi dapat meningkatkan komitmen para field force sebagai penghubung dan para petani sebagai mitra kerja dalam bekerja. Komitmen meningkatkan kinerja dan produktivitas karyawan, mengurangi kecurangan dalam organisasi, serta mengurangi dampak negatif career entrenchment.
Menelusuri Dinamika Pemaknaan Keselamatan Kerja Pada Industri High Risk Puteri; Mawardi, Artiawati; Indriyanti, Dewintha
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 2 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 2, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i2.4292

Abstract

In order to face the globalization era, work safety become a basic need for an industry to maintain its existence and be competitive. Organizations have to choose between prioritizing safety, assuring productivity, or running production safely. This research was aimed to explore issues related to work safety, obtain clear and detailed view on the meaning of work safety, its background, and its implications. This study apply an explorative phenomenologic approach, with stratified purposive sampling. Subjects (N = 6) were workers from three departments of a Company, each represented by 1 managerial and 1 non-managerial worker.Results indicate that the work safety dynamics of the 3 groups reveal differences and one similarity. The differences were related to safety determinants, attitude, and behavior toward safety, while the similarity was the acceptance of the company’s safety committee—the Environment Protection and Work Health Safety Department—as the key agent of organizational work safety. Keselamatan kerja merupakan kebutuhan dasar setiap industri agar dapat bertahan dan kom- petitif menghadapi era persaingan global. Organisasi dihadapkan pada pilihan; memprioritaskan kese- lamatan, menekankan produktivitas, atau menjalankan produksi dengan selamat. Penelitian ini bertu- juan mengeksplorasi berbagai isu terkait keselamatan kerja, sekaligus mendapat gambaran konkret dan mendalam mengenai makna keselamatan kerja, hal-hal yang mendasari, dan hasil pemaknaan. Pe- nelitian ini merupakan penelitian eksploratif fenomenologis, dengan stratified purposeful sampling. Subjek (N = 6) berasal dari 3 bagian sebuah PT yang tiap bagiannya diwakili seorang karyawan ma- najerial dan seorang karayawan non-manajerial. Hasil-hasil menunjukkan bahwa dinamika keselama- tan kerja ketiga kelompok mengandung beberapa perbedaan dan persamaan. Perbedaan terletak pada determinan, sikap, dan perilaku terhadap keselamatan. Persamaannya adalah dimaknainya safety committee perusahaan, yaitu bagian LK3 sebagai agen kunci keselamatan kerja organisasi.
Dinamika Konflik Kerja-Keluarga Pada Guru Dewi, Luh Kusuma; Mawardi, Artiawati; Suvianita, Khanis
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 3 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 3, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i3.4357

Abstract

Struggling for a better welfare in a teachers’ life is a never ending effort. It is interesting to explore teachers’ life in order to have information regarding how teachers cope with work-family conflict. Work-family conflict is a conflict that occurs because of imbalanced role between job and family. This study was aimed to explore antecedents of work-family conflict, effects of work-family conflict on family and work domains, and how to cope with work-family conflict in order to achieve life satisfaction. Informants were three female teachers and three male teachers, who were married and had at least one child living with them. Data were taken through an in-depth interview, which were then analyzed interpretively. Results revealed through naration, show different ways in coping with conflicts between female and male teachers. Perjuangan untuk menemukan kesejahteraan hidup para guru adalah usaha yang tidak pernah usai. Kehidupan seorang guru menjadi menarik untuk disimak, terutama dalam menemukan informasi bagaimana mereka mengatasi konflik kerja-keluarga. Konflik kerja-keluarga adalah suatu bentuk konflik yang terjadi karena adanya ketidakseimbangan tuntutan peran di pekerjaan dan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana konflik kerja-keluarga terjadi, apa dampaknya pada pekerjaan dan keluarga, dan bagaimana mereka mengatasi konflik tersebut untuk mencapai kesejahteraan hidup. Informan adalah tiga orang guru perempuan dan tiga orang guru laki- laki yang menikah dan minimal mempunyai satu orang anak yang tinggal satu rumah dengan mereka. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, yang kemudian dianalisis secara interpretif. Hasilnya dipaparkan secara naratif, yang menunjukkan adanya cara yang berbeda dalam mengatasi konflik antara guru perempuan dan guru laki-laki.
Memahami Kekeluargaan Sebagai Budaya Organisasi di Indonesia Mulya, Teguh Wijaya; Rahayu, Yusti Probowati; Mawardi, Artiawati
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 21 No 3 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 3, 2006)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v21i3.4385

Abstract

Kekeluargaan (close to the term of "kinship") has often been stated as a culture immensely representing Indonesia. However kekeluargaan has not had a clear definition, especially in relation with organizational culture. The method of data collection implemented on twelve informants in this qualitative research was interview and observation. results from this study found that there are three essential funtions of kekeluargaan, which were the function of affection, the function of maintenance, and the funtion of empowerment. The assumptions underlining the culture of kekeluargaan were the importance of socialization, the equality of humankind, and the workers as the company's assets. The impact of kekeluargaan is that the workers felt belongingness to the company, and at the end increasing productivity. The implementation of kekeluargaan culture must deliberately take into account the context of the local culture in order to achieve the organizational effectiveness. Kekeluargaan sering dinyatakan sebagai budaya yang kental terasa di Indonesia, namun belum ada definisi yang jelas mengenai apa sebenarnya kekeluargaan itu, terutama dalam kaitannya dengan budaya organisasi. Metode pengumpulan data pada dua belas informan dalam penelitian kualitatif ini adalah wawancara dan observasi. Ditemukan adanya tiga fungsi yang menjadi esensi budaya kekeluargaan, yaitu : fungsi afeksi, pemeliharaan, dan pemberdayaan. Asumsi bahwa sosialisasi adalah hal yang penting, semua manusia adalah setara, dan pekerja sebagai aset perusahaan menjadi asumsi yang mendasari budaya kekeluargaan. Dampaknya, pekerja merasa memiliki perusahaan sehingga produktivitas meningkat. Penerapan kekeluargaan dalam organisasi perlu memperhatikan konteks budaya setempat agar dapat mencapai efektivitas organisasi.
The Role of Leadership Style and Safety Climate in Predicting Involvement as a Safety Change Agent Artiawati Mawardi
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 19 No 1 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 1, 2003)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v19i1.8246

Abstract

-
Business Games Artiawati Mawardi
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 16 No 3 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 3, 2001)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v16i3.8300

Abstract

-