Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Visionist

Efektivitas Training of Trainers Unit Pelayanan Jasa Alat Pertanian M. Achmad Subing; Angrita Denziana
VISIONIST Vol 1, No 1 (2012): Maret
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.188 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v1i1.657

Abstract

The aim of this research is to know training of trainers  effectiveness and factors that influence it. All of training participant, 45 person, that implemented by Agricultural Agency become sample of this research. This research focuses on training guideline, training instructor, and training methodology. The result of this research indicated that the implementation of training significantly effective to increase the capability of training participant which its average is 20.75 percent. All of the research variabel influence the training effectiveness which determinat coeficient is 91,72 percent.  The implication of this research is important to increase trainer quality, improve the training guidelines, and find an appropriate methodology for the next training.------------------Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pelatihan dan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas training of trainers unit pelayanan jasa alat pertanian. Responden yang menjadi obyek penelitian ini adalah seluruh karyawan dari Dinas Pertanian Kabupaten dan instansi lainnya yang mengikuti pelatihan, yaitu sebanyak 45 orang. Fokus pembahasan penelitian ini meliputi materi pelatihan; pelatih atau instruktur pelatihan; dan metode yang digunakan dalam pelatihan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa efektivitas pelatihan cukup efektif dalam arti bahwa terjadi perubahan yang lebih baik dari keempat kategori kemampuan peserta terjadi perubahan secara rata-rata sebesar 20,75 persen; seluruh variabel yang mempengaruhi efektivitas pelatihan berpengaruh secara signifikan, baik materi, instruktur, maupun metode pelatihan; pelatih atau instruktur berpengaruh paling besar terhadap efektivitas pelatihan; pengaruh materi, pelatih dan metode terhadap efektivitas pelatihan sebesar 91,72 persen sedangkan faktor-faktor lain mempengaruhi sebesar 8,28 persen. Dari hasil penelitian ini dapat disarankan perlunya meningkatkan mutu pelatih dan memperbaiki materi serta metode pelatihan untuk mendapatkan efektivitas pelatihan yang lebih baik dimasa mendatang.
Peran dan Peluang Pemanfaatan Bursa Berjangka Dalam Pengembangan Industri Tempe di Indonesia M. Achmad Subing; Sinung Hendratno
VISIONIST Vol 2, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.611 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v2i2.681

Abstract

Indonesia's dependence on commodity soybeans from abroad was a threat to the sustainability of supply of soybean in Indonesia. The purposes of the article were to analyzethe role of futures and opportunities for the utilization of futures exchanges in thedevelopment of tempe industry  in Indonesian. The results showed that theJakarta Futures Exchange (JFX) has a strategic role in the development of tempe industry in Indonesia, particularly in the formation of a reasonable  price and stabilize soybean supply that  ultimately resulted in stable tempe production cost. JFX can be utilized by tempe indudstry as an alternative source of capital financing with relatively low at 5-10 percent of the value of transactions for a specified period.The development of information  and communication technology (telephone, Internet),  onlinebanking (e-banking) and the use of  remote trading  system on  BBJ  (JAFeTS)  opened a significant opportunity for tempe industry in Indonesia to develop their business.Ketergantungan Indonesia terhadap komoditas kedelai dari luar negeri merupakan ancaman bagi keberlanjutan penyediaan kedelai di Indonesia. Tujuan artikel adalah untuk menganalisis peran bursa berjangka dan peluang pemanfaatan bursa berjangka dalam pengembangan industri kerajinan tempe di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) memiliki peran strategis dalam pengembangan industri tempe di Indonesia khususnya dalam pembentukan harga kedelai yang wajar dan menstabilkan pasokan kedelai yang pada akhirnya berakibat pada stabilnya biaya produksi tempe. BBJ dapat dimanfaatkan industri tempe sebagai salah satu alternatif sumber pembiayaan dengan modal yang relatif rendah, yaitu 5-10 persen dari nilai transaksi untuk jangka waktu tertentu. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (telepon, internet), perbankan online (e-banking) dan penggunaan sistem perdagangan jarak jauh di BBJ (JAFeTS) membuka peluang yang sangat besar bagi industri tempe di Indonesia guna memanfaatkan BBJ untuk mengembangkan usahanya. 
ANALISIS PERENCANAAN SEKTOR PERTANIAN BERBASIS KORPORASI Indriati Agustina Gultom; Ayu Kartika Puspa; Yanuarius Yanu Dharmawan; Achmad Subing
VISIONIST Vol 9, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.48 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v9i2.1796

Abstract

Provinsi lampung berada pada daftar provinsi yang menjadi lumbung padi nasional, bahkan pada tahun 2020 lampung menjadi provinsi dengan persentase kenaikan produksi padi tertinggi di antara provinsi lumbung pangan nasional lainnya namun permasalahan yang mendasar terjadi di Provinsi Lampung adalah pertanian tanaman pangan memiliki hamparan cenderung kecil, dimiliki oleh perseorangan dan memiliki tingkat keseragaman hasil yang rendah dikarenakan proses dan sarana produksi yang digunakan juga bervariasi, padahal sebagai lumbung padi nasional provinsi Lampung bisa menjadi lokomotif pertanian dengan menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan kompetitif. Dalam pertanian skala kecil, petani mengalami kerugian seperti posisi tawar lemah, kebanyakan aktivitas dihabiskan di on-farm dan lambatnya peningkatan kesejahteraan petani. Pada tahun 2019 Kementerian Pertanian membuat sebuah program yang berfokus untuk mendorong pengelolaan usaha pertanian secara kolektif (korporasi) untuk pertanian lebih maju dan kompetitif. Korporasi Pertanian adalah pengembangan sektor pertanian berbasis korporasi yang dikelola dengan manejemen profesional. Penempatan kedudukan korporasi petani sebagai penggerak ekonomi kawasan merupakan kunci utama keberhasilan dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern. Transformasi pertanian dari semula berazas ekonomi konvensional menjadi berbasis ekonomi modern berperan penting dalam mendesain korporasi petani.
Skenario Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa M. Achmad Subing; Abdul Basit
VISIONIST Vol 3, No 2 (2014): September
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.802 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v3i2.688

Abstract

The high level of unemployment in Indonesia, one of them caused by low entrepreneurial activity (entrepreneurial activity). University of Bandar Lampung (UBL) as one of the universities in Lampung province is determined to become one of the colleges that play an important role in overcoming the problem of unemployment. The efforts will be made by the UBL is to develop students entrepreneurial spirit. With the development of entrepreneurship graduates UBL is expected to have a paradigm shift in addition to the job-seekers also have the paradigm as a job-creator. The purpose of this study is to analyze the factors influencing the development of entrepreneurship students at the University of Bandar Lampung, and analyzes entrepreneurship development scenarios student at the University of Bandar Lampung. Data and information processed by using the framework of decision analysis with multiple criteria. Analysis tool used is Analytical Hierarchy Process (AHP) which data processing is done by using Expert Choice software v.11. The results showed that the development of entrepreneurship students at the University of Bandar Lampung will get optimal results when performed by nurturing relationships with employers with the advanced development scenarios based on the motivation of financial freedom (Financial Freedom). The main thing that must be developed in terms of technical factors is the market /marketing, whereas in terms of the factors is the raw material resources.Tingginya tingkat pengangguran di Indonesia salah satunya disebabkan oleh rendahnya aktivitas kewirausahaan (entrepreneurial activity). Universitas Bandar Lampung (UBL) sebagai salah satu perguruan tinggi di Provinsi Lampung bertekad untuk menjadi salah satu perguruan tinggi yang berperan penting dalam mengatasi masalah pengangguran. Upaya yang akan dilakukan oleh UBL adalah dengan mengembangkan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Dengan pengembangan kewirausahaan ini diharapkan lulusan UBL memiliki perubahan paradigma selain sebagai job-seeker juga memiliki paradigma sebagai job-creator. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan kewirausahaan mahasiswa di Universitas Bandar Lampung, serta menganalisis skenario pengembangan kewirausahaan mahasiswa di Universitas Bandar Lampung. Data dan informasi diolah dengan menggunakan kerangka analisis pengambilan keputusan dengan kriteria majemuk. Alat analisis yang digunakan adalah Proses Hierarki Analitik (AHP) yang pengolahan datanya dilakukan dengan menggunakan software Expert Choice v.11. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kewirausahaan mahasiswa di Universitas Bandar Lampung akan mendapatkan hasil yang optimal apabila dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan pengusaha dengan mengedepankan skenario pengembangan berdasarkan motivasi kebebasan keuangan (Financial Freedom).  Hal utama yang harus dikembangkan dari segi faktor teknik adalah market/marketing, sedangkan dari segi faktor sumberdaya adalah bahan baku.  
Pengaruh Perubahan Aktiva Tetap Terhadap Kinerja Bank Sinung Hendratno; M. Achmad Subing; . Habiburrahman
VISIONIST Vol 2, No 1 (2013): Maret
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.839 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v2i1.670

Abstract

Management policy about fixed assets turnover is one of policy to gain organization goals and performance. PT Bank Negara Indonesia Tbk is one of financial institutions that use the fixed assets turnover as indicator for its performance. The aims of this research are (1) to analyze the influence of fixed assets turnover to performance of PT Bank Negara Indonesia Tbk at Tanjung Karang Branch Office; (2) to analyze the role of fixed assets turnover based budget to improve its performance. Data and information that be used in this research is analyzed by qualitative and quantitative method. The result of this research shows that the fixed assets turnover influences the performance of PT Bank Negara Indonesia Tbk. Its influence is -0.859 for the fixed assets turnover before tax and 0.975 for the fixed assets turnover after tax. The role of the fixed assets turnover in improving the performance of PT Bank Negara Indonesia Tbk is significant due to the budget of fixed assets turnover have function and utilization as tool for controlling fixed assets turnovers.Kebijakan manajemen terkait dengan aktiva tetap merupakan salah satu kebijakan yang sangat penting bagi pencapaian tujuan perusahaan dan peningkatan kinerjanya.  PT Bank Negara Indonesia Tbk merupakan salah satu perusahaan yang menggunakan perubahan aktiva tetap sebagai salah satu indikator kinerja perusahaannya. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui besar pengaruh Perubahan Aktiva Tetap dalam peningkatan kinerja  PT Bank Negara Indonesia (Persero) tbk Cabang Tanjung Karang; dan (2) mengetahui peranan Perubahan Aktiva Tetap berdasarkan anggaran Perubahan Aktiva Tetap dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Data dan informasi dalam penelitian ini dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Perubahan Aktiva Tetap terhadap peningkatan kinerja PT Bank Negara Indonesia (persero) tbk Cabang Tanjung Karang, yaitu  sebesar -0,859 terhadap  variable Perubahan Laba Sebelum Pajak dan sebesar 0,975 terhadap variable Perubahan Penjualan setelah pajak. Perubahan Aktiva Tetap sangat berperan dalam peningkatan kinerja PT Bank Negara Indonesia (persero) tbk Cabang Tanjung Karang dikarenakan Anggaran Perubahan Aktiva Tetap memiliki fungsi dan kegunaan sebagai alat pengendalian Aktiva Tetap.