Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Proses Transesterifikasi Biodiesel Dari Minyak Jelantah Menggunakan Katalis CaO Cangkang Kerang Diimpregnasi Dengan NaOH Jannah, Miftahul; Meidinariasty, Anerasari; Junaidi, Robert
Jurnal Daur Lingkungan Vol 8, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v8i2.371

Abstract

The development of biodiesel in Indonesia began in 2006, and by 2023 it had reached the B35 blend, aiming to reduce carbon emissions and enhance energy security. This study utilizes used cooking oil as a feedstock for biodiesel and blood cockle shells as the catalyst source, with the goal of reducing household waste. The objective of this research is to investigate the effect of catalyst concentration from blood cockle shells impregnated with NaOH on the yield and quality of biodiesel. The research method began with the preparation of CaO catalyst through NaOH impregnation, characterized using XRF, and then applied in the transesterification process using a Simple Stirred Tank Batch Reactor with variations in catalyst concentration (3%, 3.5%, 4%, 4.5%, and 5%) and temperature (50°C and 60°C). XRF characterization results showed an increase in CaO content from 79.0910% before to 89.2466% after impregnation. Based on the analysis data, the best conditions were achieved at 5% catalyst concentration and 60°C, resulting in a yield of 83.6%, with a density of 0.8700 g/mL, a viscosity of 4.6523 mm²/s, a flash point of 151°C, and a cetane number of 73.4 — all of which meet the SNI 7182-2015 standard. The methyl ester content analyzed using GC-MS on the optimum sample showed that the dominant compounds was methyl palmitate with a total area of 42.84% and methyl oleate with 37.09%. Keywords :    Biodiesel, CaO Catalyst, Transesterification, Used Cooking OilABSTRAKPengembangan biodiesel di Indonesia mulai sejak 2006 dan pada tahun 2023 sudah mencapai campuran B35, bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan ketahanan energi. Penelitian ini memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel dan cangkang kerang sebagai sumber katalis; bertujuan untuk mengurangi limbah rumah tangga. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi katalis cangkang kerang yang diimpregnasi dengan NaOH terhadap hasil dan mutu biodiesel. Metode penelitian ini diawali dengan preparasi katalis CaO dengan impregnasi NaOH, di karakterisasi menggunakan XRF, kemudian digunakan dalam proses transesterifikasi menggunakan alat Reaktor Batch Tangki Berpengaduk Sederhana dengan variasi konsentrasi katalis (3%; 3,5%; 4%; 4,5%; dan 5%) dan variasi suhu (50°C dan 60°C). Hasil karakterisasi dengan XRF, menunjukkan peningkatan kandungan CaO sebelum sebesar 79,0910% dan CaO setelah impregnasi sebesar 89,2466%. Berdasarkan data analisis, kondisi terbaik diperoleh pada konsentrasi katalis 5% dan suhu 60°C dengan yield sebesar 83,6%, dengan nilai densitas sebesar 0,8700 g/mL, nilai viskositasnya 4,6523 mm²/s, titik nyala 151°C, dan cetane number mencapai 73,4, yang semuanya memenuhi SNI 7182-2015. Kandungan metil ester yang di analisis menggunakan alat GC-MS yaitu pada sampel optimum, menunjukkan bahwa senyawa dominan berupa methyl palmitate dengan total area sebesar 42,84% dan methyl oleate sebesar 37,09%. Kata kunci : Biodiesel, Katalis CaO, Minyak Jelantah, Transesterifikasi
Pengaruh Variasi Laju Alir dan Aktivasi Zeolit Menggunakan HCl dalam Proses Adsorpsi Pemurnian Garam Gilbert, Amudi Jhon; Meidinariasty, Anerasari; Junaidi, Robert
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses adsorpsi menggunakan zeolit untuk pemurnian garam, dua parameter penting yang perlu dipertimbangkan adalah laju alir dan pengaruh aktivasi. Laju alir mengacu pada seberapa cepat larutan garam mengalir melalui material zeolit, sedangkan pengaruh aktivasi terhadap zeolit adalah untuk memperluas daya serap zeolit tersebut terhadap impuritas yang akan diserap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh laju alir dan aktivasi zeolit terhadap larutan garam yang akan dimurnikan. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan laju alir yaitu 0,9 ml/s; 1,4 ml/s, dan 1,7 ml/s serta variasi aktiasi zeolit menggunakan HCl sebesar 1M; 2M; 3M. Dari hasil penelitian didapatkan hasil pemurnian dengan kadar terendah dari Ca dan Mg sebesar 2,06 dan 1,88 ppm dan kadar %NaCl tertinggi yaitu 98,80%. Aktivasi Zeolit menggunakan HCl pada penelitian ini mendapatkan hasil yang cukup baik dalam penyerapan pengotor Ca dan Mg yang didapat dengan hasil kadar yaitu 22,23 dan 16,67 ppm serta didapat %NaCl sebesar 96,50%.
Analisa Penggunaan NaOH dan Na2cCO3 Sebagai Pengikat Mg, Ca Pada Pemurnian Garam Alfajri, Ahmad Rizki; Meidinariasty, Anerasari; Yerizam, Muhammad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil produksi garam nasional sendiri masih dibawah jumlah yang diimpor namun kebutuhan garam semakin lama semakin bertambah setiap tahunnya. Dikarenkan rendahnya produksi garam di indonesia disebabkan karena masih menggunakan cara tradisional yang masih terpengaruh oleh kondisi cuaca dan alam. Rendahnya produksi dari garam ini pun diiringi dengan rendahnya kualitas garam yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan Na2CO3 , NaOH dan kelarutan NaCl pada pemurnian garam. Perlakuan awal yang dilakukan adalah melarutkan garam rakyat sebanyak 55 gram kedalam aquades pada suhu 80˚C dan 60 rpm kemudian aduk sampai larut. Penelitian ini menggunakan variasi solubility 0˚C, 20˚C, 40˚C , 60˚C dan 80˚C serta variabel lain yaitu NaOH 4 gr dan Na2CO3 31,8 gr. Dari penelitian yang telah dilakukan didaptkan hasil bahwa kadar pengotor Ca dengan penambahan NaCl dan NaOH lebih efektif dibandingkan kadar pengotor Mg.
Analisis Kadar Air Dan Iodium Pada Garam Konsumsi Mulyadi , Mulyadi; Meidinariasty, Anerasari; Taufik, Muhammad
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 2 No. 03 (2023): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/kapalamada.v2i03.574

Abstract

Biodiesel merupakan sumber energi alternatif yang dapat menggantikan bahan bakar solar berbasis minyak bumi. Pada penelitian ini pembuatan biodiesel menggunakan bahan baku dari CPO Off Grade, dilakukan dengan radiasi gelombang mikro. Pemanasan dalam oven microwave memiliki karakteristik yang berbeda dari pemanasan tradisional, karena panas dihasilkan secara internal sebagai akibat dari getaran molekul bahan yang dipanaskan oleh gelombang mikro. Faktor yang mempengaruhi produksi biodiesel adalah rasio molar umpan dan waktu. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio mol umpan (1:6, 1:12) dan waktu (10, 20, 30, 40 dan 50 menit) yang digunakan terhadap kualitas dari biodiesel yang dihasilkan. Analisis yang dilakukan meliputi analisis nilai rendemen, densitas, viskositas, bilangan asam, titik nyala dan kadar air. Rendemen biodiesel yang diperoleh memenuhi standar SNI, dimana rendemen, densitas, angka asam, kadar air dan titik nyala berturut-turut adalah 40.916%, 0.883 – 0.879 gr/cm3, 0.2805 – 0.561%, 0%, 163.5 – 201.2 °C.
Optimalisasi Silika Gel Dari Sekam dan Jerami Padi Ditinjau Dari Rasio Bahan Baku dan Konsentrasi H2SO4 dengan Metode Ekstraksi Permata Sari, Shefia Dian; Meidinariasty, Anerasari; Apri Mujiyanti
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to optimize silica gel synthesis from rice husk and rice straw through variations in raw material ratio and sulfuric acid concentration. Silica gel was produced through alkaline extraction using NaOH followed by precipitation with H₂SO₄. Variations in husk–straw composition (100:0, 75:25, 50:50, 25:75) and H₂SO₄ concentrations (1 M, 2 M, 3 M) were tested to evaluate their effects on moisture content, water vapor adsorption capacity, pH, and functional groups by FTIR. Results show that the 75% husk–25% straw ratio with 3 M H₂SO₄ yields the optimal silica gel characteristics, including the lowest moisture content, highest adsorption capacity, and stable pH. FTIR analysis confirms the formation of silanol and siloxane functional groups, indicating successful synthesis. This study demonstrates that agricultural waste can be converted into high-quality silica gel through optimized extraction parameters.
Analisis Pengaruh Asam Organik dari Cangkang Kelapa dengan Metode Pirolisis Terhadap Proses Reduksi Scale di Industri Minyak Putri, Aninda Arik Tanza; Meidinariasty, Anerasari; Ekawati, Linda
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Scale problems in the oil industry have become a serious challenge because they can clog piping systems and reduce operational efficiency. This study aims to evaluate the effectiveness of organic acids from coconut shell pyrolysis as an environmentally friendly scale reducer and compare it with HCl solutions at various concentrations. Pyrolysis was carried out at a temperature of 500°C for 30 minutes to produce bio-oil rich in phenolic compounds and organic acids. Characterization using GC-MS showed the dominance of phenol compounds, 2-methoxy phenol, and 2,6-dimethoxy phenol which play an active role in the reduction process. Reduction tests were carried out on Fe₂O₃, Fe₃O₄, and FeSO4-based scales with time variations of 5-40 minutes, and 5-30% HCl as a comparison. The results showed that organic acid was able to reduce scale by up to 36.03% in 40 minutes, equivalent to 15% HCl (37.85% at 20 minutes) and 25% HCl (37.45% at 10 minutes). The optimum effectiveness of organic acid occurred at 30.04% at the 25th minute. Although HCl showed a higher reduction capacity, organic acid was considered safer for the environment and metal infrastructure. This study indicates that bio-oil from coconut shell pyrolysis has potential as a sustainable alternative for scale reduction.