Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

SOSIALISASI PEMILAHAN SAMPAH DAN PENGELOLAAN LIMBAH ORGANIK PADA SISWA DAN GURU SMA SAINS ALUMNIKA PALEMBANG Oktriyanti, Melantina; Puspa, Dilia; Hartati, Nina; Trisna, Meyci; Oktaviani, Erika Dwi; Mujiyanti, Apri; Ramayanti, Cindi
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i4.1150

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan hidup, dimulai dari lingkungan sekolah. Inisiatif ini berfokus pada memberikan bekal keterampilan kepada guru dan siswa untuk melakukan manajemen pemilahan sampah secara mandiri. Dengan meningkatnya volume sampah di sekolah-sekolah, diperlukan partisipasi yang lebih aktif dari guru dan siswa dalam pengelolaan sampah. Salah satu bentuk partisipasi paling sederhana adalah dengan memilah sampah organik dan anorganik. Namun, saat ini masih sedikit guru dan siswa yang mau terlibat dalam upaya tersebut. Oleh karena itu, Oleh karena itu, kegiatan ini diadakan untuk mengedukasi siswa dan guru SMA Sains Alumnika Palembang dalam teknik pemilahan sampah organik dan anorganik di tempat pembuangan sampah, dengan tujuan membentuk pola pikir yang lebih baik tentang pengelolaan sampah. Adapun manfaat yang diperoleh adalah siswa dan guru dapat memperoleh pengetahuan mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah perlu dilakukan pelatihan lanjutan yang lebih intensif mengenai teknik pengolahan sampah organik dan anorganik sehingga peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
PEMBUATAN BIOPELUMAS DARI MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN KATALIS SILIKA ALUMINA Annisa, Annisa; Meidinariasty, Anerasari; Oktaviani, Erika Dwi
Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/dl.v7i3.16106

Abstract

Penggunaan Minyak bumi sebagai bahan baku pelumas berbahaya bagi lingkungan karena menghasilkan limbah B3 yang menyebabkan pencemaran lingkungan dan polusi udara. Biopelumas adalah alternatif dari pelumas yang terbentuk dari lemak hewani, minyak nabati, atau ester sintetik. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan baku pembuatan biopelumas dengan menggunakan Silika Alumina (3Al2O3.2SiO2) sebagai katalis yang sesuai dengan SNI 06-7069-5-2005 sebagai upaya alternatif penggunaan pelumas dari minyak bumi. Tahapan proses diawali dengan Esterifikasi untuk memperoleh FAME, dilanjutkan dengan proses pembentukan EGDE kemudian dilakukan proses sintesis biopelumas untuk beberapa variasi waktu (60, 90, 120, 150, dan 180 menit) dan variasi jumlah katalis (3 dan 6%). Penelitian ini menghasilkan biopelumas dengan nilai densitas 0,8489 – 0,9001 gr/cm3, nilai viskositas kinematik 25,49 – 30,39 mm2/s, nilai pour point -2 – 2,5 °C dan ciri fisik yang berwarna kuning keemasan. Meskipun beberapa data analisa sudah memenuhi standar, namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
Pemanfaatan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Kulit Jagung Manis menjadi Kertas Karton menggunakan Metode Organosolv: Utilization of Empty Fruit Bunch and Sweet Corn Husk Waste into Paperboard using the Organosolv Method Ramayanti, Cindi; Sari, Winda Febrina; Mustain; Oktaviani, Erika Dwi; Mujiyanti, Apri
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 10 No. 3 (2024): December Edition
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/kovalen.2024.v10.i3.17358

Abstract

Paper is generally made using cellulose, which comes from wood, as raw material. However, if wood is used without stopping, it will cause global temperatures to rise and depletion of wood resources. One alternative to replacing wood in paper production is to use empty fruit bunch (EFB) waste and sweet corn husks. This research aims to obtain optimum conditions from variations in the ratio of raw materials and cooking process solutions and to obtain cardboard paper quality under SNI 0123:2008. The method used in this research is raw material preparation, and the pulp-making process uses the organosolv method. From the results of this research, the characteristics of pulp and paperboard obtained under optimum conditions at a raw material ratio of 30:70% w/w with a cooking solution ratio of 30:50:20% v/v have a cellulose content of 60% w/w, a tensile index of 5 .83 kN/m, absorption capacity 2.35 gr/m2, and grammage 428.67 gr/m2. From these data, it can be concluded that cardboard paper is produced from EFB raw materials and sweet corn husks with a raw material ratio of 30:70 %w/w and a cooking solution ratio of 30:50:20 %w/w using the process organosolv has met SNI 0123:2008 standards on tensile index, absorption capacity and grammage regarding the quality requirements for paperboard.
Edukasi Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Dari Limbah Sabut Kelapa di Desa Tanjung Pinang II Ramayanti, Cindi; Oktaviani, Erika Dwi; Puspa, Dilia; Mujiyanti, Apri; Wardhana, Agum Try; Yuliati, Selastia; Maulana, Ferdika Nanda
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Tanjung Pinang II merupakan desa yang terletak di kecamatan Tanjung batu, kabupaten Ogan ilir, Sumatera Selatan. Pada desa ini memiliki sebuah tempat wisata yaitu teluk perepat yang menjadi fokus pembangunan di desa Tanjung Pinang II, wisata teluk perepat ini merupakan wisata air berupa danau namun masih dalam tahap pengembangan sehingga banyak hal yang perlu dilakukan oleh warga dan pemerintah desa untuk membuat wisata ini semakin maju terutama dalam hal penghijauan, maka dari itu pada pengabdian ini bertujuan membantu mengembangkan keindahan dari wisata teluk perepat. Salah satu upaya dalam membantu program penghijauan adalah memberikan edukasi pada masyarakat mengenai pembuatan pupuk organik cair (POC) guna menunjang penghijauan tersebut. Bahan utama yang digunakan pada pembuatan POC adalah limbah sabut kelapa yang bersymber dari masyarakat desa. Metode yang digunakan dalam program pengabdian ini yaitu melakukan edukasi dan praktik langsung pembuatan POC bersama masyarakat dimana hasil nya nanti bisa digunakan untuk tanaman yang di tanam di Teluk Perepat. Dan setelah digunakan ke tanaman, pembuatan POC ini bisa dikatakan berhasil karena tanaman tumbuh dengan subur dan hijau setelah digunakan pupuk organik cair ini. harapan lainnya juga semoga dengan penulis melakukan edukasi praktek pembuatan langsung ini masyarakat bisa membuat dan mempraktekan nya sendiri nanti kedepannya.
TRANSESTERIFIKASI BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN KATALIS KARBON AKTIF DARI SEKAM PADI YANG DIIMPREGNASI DENGAN NaOH Armah, Ayung Nabila; Zamhari, Mustain; Oktaviani, Erika Dwi
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 10 No. 3 (2025): July | INTEKA - Jurnal Inovasi Teknik Kimia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v10i3.14827

Abstract

Biodiesel dari minyak jelantah menjadi salah satu upaya untuk mengatasi limbah minyak jelantah. Pada penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaa katalis karbon aktif dari sekam padi yang diimpregnasi dengan NaOH sebagai katalis heterogen dalam proses transesterifikasi minyak jelntah menjadi biodiesel. Tahapan awal penelitian meliputi preparasi sekam padi menjadi karbon aktif dengan cara memanaskan sekam padi pada Furnace dengan suhu 500oC selama 2 jam (karbonasi). Karbon aktif kemudian diimpregnasi dengan larutan NaOH dengan variasi konsesntrai 3 N, 4 N, 5 N dan divariasikan waktu konsentrasi selama 12 jam, 16 jam, 20 jam dan 24 jam. Dengan rasio mol minyak dan methanol sebesar 1:6. Dari analisa SEM-EDX, menunjukkan bahwa katalis setelah impregnasi memiliki perbedaan morfologi dan pori-pori yang lebih banyak dibandingkan sebelum, yang diperkuat dengan adanya senyawa Na pada katalis setelah impregnasi. Parameter biodiesel terbaik yang diuji sesuai sni 7182:2015 didapatkan hasil, densitas 0,8656 gr/cm2, viskositas 5,82 mm2/s, dan titik nyala 121oC. Metil ester dianalisa menggunakan GC-MS kandungan metil ester pada biodiesel sebesar 96,47%, hidrokarbon aromatik 3,45% dan hidrokarbon alifatik 0,03%.
Ekstraksi ZnO Limbah Baterai Zn-C sebagai Katalis ZnO-Zeolit untuk Degradasi Air Limbah Laundry Berdasarkan Massa dan Waktu Kontak Yuniar; Wasiran, Yulianto; Yuliandi, Rizki Brillian; Oktaviani, Erika Dwi; Safira, Asri; Novita, Sherly Fitria
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

By utilizing waste from Zn-C batteries, it is possible to produce ZnO semiconductor compounds from waste water laundry, which fall under the category of photocatalysts that can decompose harmful organic and inorganic compounds from waste laundry. The research method employed is coprecipitation, which involves synthesizing ZnO through a solution precipitation process, followed by mixing it with zeolite and testing the photocatalyst's activity with varying contact times of 30, 60, 90, and 120 minutes, as well as different weights of ZnO-Zeolite photocatalysts at 0.5, 0.75, and 1 gram. The characterization results of ZnO-Zeolite indicated a crystal size of 23.94 nm and a band gap energy of 2.98 eV. To evaluate the effectiveness of the ZnO-Zeolite photocatalyst, parameters such as pH, Chemical Oxygen Demand (COD), and the degradation of surfactant compounds in laundry waste were analyzed using UV-Vis Spectrophotometry. The findings revealed a decrease in pH from level of 9.18 to 7.25, and a reduction in COD from 269 mg/L to 64 mg/L, representing a percentage decrease of 76.21%. Additionally, the degradation of surfactant levels dropped from 2.817 mg/L to 0.035 mg/L, achieving a degradation percentage of 98.76% with a catalyst mass of 0.75 g and a contact time of 90 minutes.