Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Warta Perkaretan

PERAN UNSUR MIKRO BAGI TANAMAN KARET Charlos Togi Stevanus; Jamin Saputra; Thomas Wijaya
Warta Perkaretan Vol. 34 No. 1 (2015): volume 34, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.791 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v34i1.59

Abstract

Pemupukan merupakan kegiatan penting bagi perkebunan karet. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemupukan pada tanaman karet berpengaruh pada pertumbuhan, status hara, peningkatan produksi dan ketahanan terhadap penyakit. Pemupukan yang intensif pada masa tanaman belum menghasilkan karet akan meningkatkan ''nutrient bank”, sehingga setidaknya beberapa tahun setelah tanaman masuk ke tahap tanaman menghasilkan, pemupukan dapat diminimalkan sepanjang status hara yang tinggi dapat dipertahankan. Namun demikian, umumnya kegiatan pemupukan tanaman karet hanya mempertimbangkan unsur makro saja (N, P, K, Ca, dan Mg) sehingga mulai gejala defisiensi unsur mikro (B, Cu, Zn, Mn, Mo, dan Fe) terlihat di beberapa perkebunan karet setelah beberapa kali siklus penanaman karet.Selain itu, sistem manajemen budidaya perkebunan karet untuk beberapa dekade terakhir ini seperti penggunaan klon-klon unggul, penerapan tanaman sela diantara tanaman karet dan lahan yang telah digunakam beberapa kali siklus penanaman karet juga ikut menjadi penyebab terjadi defisiensi unsur mikro. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji peran penting unsur mikro pada pertumbuhan karet dan bagaimana gejala defisiensi unsur mikro yang terjadi di perkebunan karet.
POTENSI BIOCHAR DARI LIMBAH BIOMASSA PERKEBUNAN KARET SEBAGAI AMELIORAN DAN MENGURANGI EMISI GAS RUMAH KACA Jamin Saputra
Warta Perkaretan Vol. 31 No. 1 (2012): Volume 31, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.217 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v31i1.265

Abstract

Pemanasan global atau global warming disebabkan meningkatnya gas rumah kaca seperti CO2, metan, NO2 dan lain-lain.Aktivitas pertanian berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca, salah satu emisi yang bersumber dari aktivitas pertanian yakni NO2.Upaya yang dapat dilakukan dalam mengurangi emisi NO2 ini dengan meningkatkan efisiensi pemupukan khususnya pupuk nitrogen (N). Biochar merupakan hasil pembakaran tanpa oksigen dari limbah pertanian seperti kayu. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa biochar berfungsi sebagai amelioran yang mampu meningkatkan kesuburan lahan pertanian. Aplikasi biochar (arang) + 0,5 dosis rekomendasi meningkatkan kandungan nitrogen pada daun karet sebesar 4,13 % N dibandingkan dengan aplikasi tanpa biochar dan aplikasi dosis pemupukan sesuai rekomendasi yakni 2,80 % N. Sejalan dengan peningkatan efisiensi pemupukan nitrogen, maka hal ini akan mengurangi emisi NO2 dan meningkatkan pertumbuhan tanaman yang akan meningkatkan pengikatan CO2 melalui proses fotosintesis. Limbah biomassa berbasis kebun karet dinilai potensial sebagai bahan baku pembuatan biochar. Potensi limbah kebun karet dalam kegiatan peremajaan mencapai 5 % per tahun (34 juta m3), hal ini menunjukkan tingginya potensi pemanfaatan limbah biomassa kebun karet untuk dijadikan bahan baku pembuatan biochar.