Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

RUMAH TINGGAL PASCA PANDEMI COVID-19: The Housing Post of Pandemi Covid-19 Aliviana Demami; Fuad Rizal
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK) Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31543/jii.v6i1.193

Abstract

Dewasa ini, kemunculan virus yang dikenal dengan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada akhir tahun 2019 di kota Wuhan, Republik Rakyat China, membuat panik seluruh dunia. Hal ini menyebabkan seluruh aktivitas masyarakat dibatasi untuk mengurangi penularan virus tersebut. Pembatasan aktivitas dengan kebijakan mengenai aktivitas bekerja yang dilakukan dirumah dan kebijakan mengenai isolasi mandiri untuk seseorang yang terinfeksi virus Covid-19. Kedua kebijakan tersebut secara tidak langsung mengharuskan adanya kondisi dan desain tata ruang yang ideal untuk mendukung semua aktivitas. Oleh karena itu dengan adanya pandemi Covid-19 ini menyadarkan masyarakat bahwa pentingnya fungsi rumah tinggal yang kondusif dan responsif terhadap virus tersebut, serta mendukung untuk pembatasan penyebaran dan pemulihan jika terinfeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari apa saja kriteria desain rumah tinggal pasca covid-19 dan seperti apa usulan desain yang ideal, kondusif dan responsif. Penelitian akan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan metode penelitian tindakan yang bersifat terapan. Penelitian ini akan dilakukan kajian kriteria desain dari aspek ruang, aktivitas pengguna, dan penanganan kontaminan/ limbah melalui studi literatur dan observasi lapangan. Kemudian membuat usulan desain rumah tinggal pasca pandemi yang ideal dan kondusif dengan melakukan pendataan dan pengukuran sistem penghawaan alami (kecepatan angin, kelembapan udara dan temperatur ruangan) melalui simulasi pergerakan udara dan kondisi termal dalam bangunan. Simulasi akan dilakukan dengan menggunakan aplikasi Ecotect untuk membantu dalam proses desain. Hasil akhir penelitian berupa kriteria dan usulan desain arsitektural yang diharapkan dapat diterapkan pada bangunan rumah tinggal pasca pandemic.  
PRELIMINARY STUDY: THE INFLUENCE OF MICRO CLIMATE ASPECTS TO MINIMALIST LANDED HOUSES AND A VERNACULAR STILT HOUSE (CASE STUDY: HARMONIA AND BELLAROSA CLUSTERS, KAMPUNG NAGA HOUSE, INDONESIA) Handajani Asriningpuri; Fajar Kurniawati; Aliviana Demami
International Journal on Livable Space Vol. 2 No. 1 (2017): TRADITION, CONTEXT and CLIMATE
Publisher : Jurusan Arsitektur - FTSP - Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1256.868 KB) | DOI: 10.25105/livas.v2i1.4449

Abstract

Today, minimalist building style is considered appropriate to the reasons of: the high price of land and materials. Moreover, vernacular style inspires designers to categorisize it as a simple architectural type that is responsive to the context of micro climate. Both are modest style as undecorated building. This study aimed to communicate research result on the influence of micro climate aspects to both mentioned architectural types. Descriptive-analitic approach applied in this article is to identify the differencies between the features of minimalist landed houses (Harmonia and Bellarosa Clusters) and vernacular stilt house (Kampung Naga) components which are influenced by micro climate aspects. The result of study is that the decreasing and increasing of indoor temperature are determined by wall type and material; ventilation system; roof, eave and bottom structure types; geographical position; openings dimension.Keywords: micro climate, minimalist, vernacular architecture.
Efektivitas Sistem Double Skin Dalam Menahan Radiasi Matahari Pada Fasad Bangunan: The Effectiveness of the Double Skin System in Refraining from Solar Radiation on Building Facades Aliviana Demami; Fuad Rizal
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK) Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31543/jii.v6i2.205

Abstract

Kualitas kenyamanan termal dalam ruang pada suatu bangunan dipengaruhi banyak aspek, mulai dari skala makro seperti kondisi cuaca dan lingkungan hingga skala mikro seperti orientasi bangunan, letak ruang, dan material bangunan yang digunakan. Suhu udara memiliki peran dominan terhadap kualitas kenyamanan termal dalam ruang. Intensitas suhu udara itu sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor terutama intensitas radiasi matahari yang diterima oleh bangunan. Radiasi matahari dapat diantisipasi oleh beberapa cara, namun untuk mengetahui cara yang tepat untuk mengantisipasi radiasi matahari tersebut perlu dilakukan kajian terhadap aspek-aspek tersebut diatas. Untuk mengetahui secara pasti tingkat efektivitas dari usulan solusi yang ditawarkan, perlu dilakukan pembuktian melalui rumus ataupun pemanfaatan aplikasi yang tepat terhadap beberapa parameter terkait hingga ditemukan rumusan yang tepat, sesuai dengan situasi,  dan kondisi objek penelitian terpilih.
KEEFEKTIFAN KEGIATAN KOLABORATIF MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) PADA SKEMA MENGAJAR DI SATUAN PENDIDIKAN Rochimah, Estuti; Lie, Titieandy; Ridzqo, Intan Findanavy; Demami, Aliviana; Puspita, Mutiara Eka; Refranisa, Refranisa
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 15 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v15i1.552

Abstract

The effectiveness of school-university collaboration through the teaching assistance scheme as part of the Emancipated Learning Emancipated Campus (Merdeka Belajar Kampus Merdeka - MBKM) program. This research aims to analyze factors that influence the effectiveness of the MBKM program through the teaching assistant schemes in schools. The research was conducted using multiple linear regression method with SPSS as the tool. The independent variables were students’ interest and learning facilities, and the dependent variable was effectiveness. The result of the f test showed that students’ interest and learning facilities jointly affect 60.4% of the effectiveness of the MBKM implementation. Based on the results of the t test, interest had an influence of 40.221% on the effectiveness of MBKM implementation and learning facilities had an influence of 20.2176% on the effectiveness of MBKM implementation. From the results, it can be concluded that the teaching assistant scheme in schools had an influence of 60.4%, consisting of 40.2% students’ interest in SMKN 4 of South Tangerang towards MBKM activities and 20.2% learning facilities provided by mentors as teachers.
Pelatihan Penyusunan Komponen Informasi Pada Label Kemasan Produk Makanan Kering Bagi UMKM di Kota Tangerang Selatan Kuntolaksono, Satrio; Ridzqo, Intan Findanavy; Demami, Aliviana
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v8i3.3652

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada pelatihan komponen informasi terkait kemasan produk makanan kering UMKM di Kota Tangerang Selatan. Sebanyak 16 pelaku UMKM menjadi perserta yang direkomendasikan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Tangerang Selatan dan komunitas UMKM Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI). Tim pelaksana pengabdian masyarakat terdiri dari tiga orang dosen dengan dibantu oleh lima orang mahasiswa. Sebanyak 16 pelaku UMKM dengan masing-masing satu buah produk unggulan mengikuti kegiatan pelatihan yang dibagi menjadi lima kelompok bimingan bersama mahasiswa. Kegiatan diawali dengan persiapan area kerja pelatihan yang dilengkapi dengan peralatan. Selanjutnya, kegiatan utama pelatihan terdiri dari pengukuran produk ke dalam kemasan, praktik pengambilan foto dan edit foto kemasan, penulisan story selling dan pemasukan data label kemasan, dan yang terakhir yaitu hasil evaluasi kegiatan melalui pengisian kuesioner. Peserta UMKM melakukan pengisian kuesioner awal dan akhir. Dari hasil pengukuran melalui kuesioner awal yang dibandingkan dengan kuesioner akhir dapat disimpulkan bahwa peserta UMKM mengalami pemahaman yang jauh lebih baik dibandingkan saat sebelum pelaksanaan kegiatan. Harapannya setelah kegiatan ini akan adanya program berkelanjutan mengenai tentang improvisasi desain baru, teknik pemasaran di era digitalisasi dan jurus untuk meraih pasar ekspor. Sehingga, para peserta UMKM bisa terus memperbaharui, mencari peluang baru, serta menambah penghasilan dari usaha UMKM tersebut. Kata kunci : Informasi, label kemasan, makanan kering, UMKM, Kota Tangerang Selatan
KEEFEKTIFAN KEGIATAN KOLABORATIF MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) PADA SKEMA MENGAJAR DI SATUAN PENDIDIKAN Rochimah, Estuti; Lie, Titieandy; Ridzqo, Intan Findanavy; Demami, Aliviana; Puspita, Mutiara Eka; Refranisa, Refranisa
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 15 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v15i1.552

Abstract

The effectiveness of school-university collaboration through the teaching assistance scheme as part of the Emancipated Learning Emancipated Campus (Merdeka Belajar Kampus Merdeka - MBKM) program. This research aims to analyze factors that influence the effectiveness of the MBKM program through the teaching assistant schemes in schools. The research was conducted using multiple linear regression method with SPSS as the tool. The independent variables were students’ interest and learning facilities, and the dependent variable was effectiveness. The result of the f test showed that students’ interest and learning facilities jointly affect 60.4% of the effectiveness of the MBKM implementation. Based on the results of the t test, interest had an influence of 40.221% on the effectiveness of MBKM implementation and learning facilities had an influence of 20.2176% on the effectiveness of MBKM implementation. From the results, it can be concluded that the teaching assistant scheme in schools had an influence of 60.4%, consisting of 40.2% students’ interest in SMKN 4 of South Tangerang towards MBKM activities and 20.2% learning facilities provided by mentors as teachers.
Introduction and Demo of Virtual Reality Technology to Initiate Active Learning in Architectural Design Ridzqo, Intan Findanavy; Demami, Aliviana
Journal of Artificial Intelligence in Architecture Vol. 3 No. 1 (2024): Artificial Intelligence for Architectural Evolution: From Virtual Pedagogy to B
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jarina.v3i1.6988

Abstract

Architectural education is adapting to the demands of efficient, technology-driven practices, with virtual reality (VR) emerging as a critical tool in bridging communication gaps between architects and clients. This study, conducted by lecturers at Institut Teknologi Indonesia, focuses on their experience implementing VR technology in the High-rise Building Technology class. The initiative spans four sequential stages, with the introduction and demo executed hybridly (online and offline). The authors emphasize the importance of knowledge induction and firsthand demonstrations to familiarize students with VR. Notably, external instructors proficient in VR technology participate in the program. Student engagement and enthusiasm are evident, with offline demo attendance surpassing the online VR introduction seminar. The COVID-19 pandemic has affected students' motivation to learn, and the hands-on VR experience is a revitalizing approach. The two-way interaction between instructors and students enhances interest in in-person attendance. The authors advocate for the continued development of this experience in architectural education, promoting an active learning system using VR across various courses. The paper underscores the potential of VR technology to invigorate architectural education and enhance student engagement in the post-pandemic learning landscape.
Pendampingan Perancangan Pos Pelayanan Terpadu Delima Cisauk Kabupaten Tangerang Demami, Aliviana; Irawan, Muhammad Abdul Jabar
SOROT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/sorot.v3i2.6775

Abstract

Pos Pelayanan Terpadu Delima berlokasi di kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang. Kondisi Posyandu yang sudah kurang nyaman mengharuskan adanya renovasi. Untuk itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk membantu masyarakat di lingkungan Posyandu Delima dalam pendampingan pembuatan usulan desain posyandu yang baru berdasarkan permintaan warga RW 05 serta tentu saja dengan berdasarkan ketentuan standar terkait posyandu. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode partisipatif yaitu dengan pendampingan/konsultasi mengenai desain posyandu dan warga ikut dilibatkan dalam proses perancangan. Luaran dari rumusan ini yaitu berupa usulan gambar pra rencana desain Pos Pelayanan Terpadu Delima yang akan menjadi acuan dalam merenovasi. Berharap usulan rancangan desain Pos Pelayanan Terpadu Delima Cisauk Kabupaten Tangerang ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
KRITERIA DESAIN RUANG TERBUKA UNTUK OPTIMALISASI INTERAKSI SOSIAL DAN PERFORMA BISNIS DI PUSAT KULINER Demami, Aliviana; Caesania, Nindya Alun
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v30i2.4832

Abstract

Open spaces play a crucial role in creating culinary centers that are not only visually appealing but also support social interaction and optimal business performance. This research aims to identify effective open space design criteria for enhancing social interaction and business performance in culinary centers. The research method employs a qualitative descriptive approach with a comparative case study method. Data collection was conducted through field observations, visual documentation, and literature and online media reviews. The main findings of this research reveal that an ideal open space design must consider elements such as flexible layouts, comfortable and interaction-supportive furniture, lighting that creates a warm atmosphere, and cleanliness. These design criteria have proven to have a significant impact on increasing social interaction among visitors and enhancing the attractiveness of culinary centers for business actors. The implications of this research provide valuable insights for developers and managers of culinary centers in creating open spaces that are not only functional but also capable of improving the visitor experience and supporting business growth.
KRITERIA DESAIN RUANG TERBUKA UNTUK OPTIMALISASI INTERAKSI SOSIAL DAN PERFORMA BISNIS DI PUSAT KULINER Demami, Aliviana; Caesania, Nindya Alun
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v30i2.4832

Abstract

Open spaces play a crucial role in creating culinary centers that are not only visually appealing but also support social interaction and optimal business performance. This research aims to identify effective open space design criteria for enhancing social interaction and business performance in culinary centers. The research method employs a qualitative descriptive approach with a comparative case study method. Data collection was conducted through field observations, visual documentation, and literature and online media reviews. The main findings of this research reveal that an ideal open space design must consider elements such as flexible layouts, comfortable and interaction-supportive furniture, lighting that creates a warm atmosphere, and cleanliness. These design criteria have proven to have a significant impact on increasing social interaction among visitors and enhancing the attractiveness of culinary centers for business actors. The implications of this research provide valuable insights for developers and managers of culinary centers in creating open spaces that are not only functional but also capable of improving the visitor experience and supporting business growth.