Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : jurnal niara

Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masyarakat Dalam Meningkatkan Perilaku Sehat Di Kelurahan Rawa Arum Kecamatan Gerogol Kota Cilegon (Studi Pada Program Kampung Keluarga Berkualitas) Nabilla Putri Wahyuni; Hidayatullah Haila; Herlina Siregar
Jurnal Niara Vol. 17 No. 2 (2024): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v17i2.23151

Abstract

Kesejahteraan merupakan kondisi di mana individu dapat memenuhi kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, pendidikan, lapangan pekerjaan, dan kesehatan. Kondisi ekonomi keluarga berpengaruh pada tingkat pendidikan masyarakat. Pendidikan adalah bagian dari pembangunan nasional untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat. Tingginya angka kemiskinan dan putus sekolah di Indonesia mendorong pemberdayaan melalui pendidikan nonformal. Pembelajaran masyarakat adalah upaya untuk memperkuat kewenangan golongan lemah dalam masyarakat. Pembelajaran ini bertujuan untuk mencapai perubahan sosial dengan melibatkan masyarakat secara aktif. Pendekatan berbasis masyarakat bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat untuk memecahkan masalah sendiri. Kualitas hidup dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan perilaku sehat, investasi dalam kesehatan masyarakat merupakan investasi masa depan bagi negara. Pencegahan penyakit melalui vaksinasi, gaya hidup sehat, dan pemeriksaan rutin mengurangi beban biaya perawatan medis di masa depan. Jumlah penduduk yang besar membutuhkan sumber daya yang cukup, pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali dapat menyebabkan masalah kompleks seperti kemiskinan dan pengangguran. Program Kampung Keluarga Berkualitas (KB) bertujuan mengendalikan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kampung KB Melati di Kota Cilegon adalah contoh program Kampung KB yang berhasil. Program ini melibatkan berbagai sektor pembangunan dan berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pembangunan penduduk, dukungan dan partisipasi masyarakat sangat penting dalam keberhasilan program-program pemberdayaan seperti Kampung KB. Evaluasi program pemerintah yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat diperlukan untuk perbaikan yang berkelanjutan. Penelitian tentang pendekatan pembelajaran berbasis masyarakat dalam meningkatkan perilaku sehat di Kelurahan Rawa Arum Kecamatan Gerogol Kota Cilegon merupakan langkah penting dalam memahami dampak dan kekurangan program-program tersebut
Implementasi Program Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Iqbal Adnawi; Ila Rosmilawati; Herlina Siregar
Jurnal Niara Vol. 17 No. 3 (2025): Januari
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v17i3.25392

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kehidupan dari anggota kelompok PEKKA Anyelir, serta pelaksanaan dari progam pemberdayaan PEKKA yang telah dilaksanakan dan capaian program atau manfaat yang telah dirasakan oleh anggota kelompok PEKKA Anyelir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data yangdigunakan adalah reduksi data, menyajikan data serta menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa anggota kelompok PEKKA Anyelir memiliki kehidupan yang berbeda-beda dimana sebagian hidup dengan suami yang tidak bekerja dan sebagian lagi hidup tanpa kehadiran suami. Kehidupan anggota kelompok PEKKA pun dibantu oleh pendapatan dari anak dan usaha yang digelutinya. Dalam pelaksanaannya, program pemberdayaan PEKKA telah berjalan dengan baik, meskipun terdapat kekurangan berupa tidak ada upaya peningkatan kerakteristik dan sikap pelatih dan anggaran yang kurang cukup. Meskipun begitu, banyak manfaat yang telah dirasakan peserta program seperti peningkatan pendapatan yang berpengaruh dalam pemenuhuan kebutuhan sandang, pangan, dan aspek pendidikan keluarga. Selain itu, adanya peningkatan pengetahuan anggota kelompok PEKKA Anyelir dalam menjamin kesehatan bagi keluarga dan meningkatnya keaktifan anggota kelompok PEKKA Anyelir dalam berpartisipasi di masyarakat. Meskipun begitu, aspek pemenuhan kebutuhan papan dan aspek agam tidak banyak perubahan yang dirasakan oleh anggota kelompok PEKKA Anyelir. Maka dari itu, tingkat kesejahteraan keluarga anggota kelompok PEKKA Anyelir meningkat dari sebelumnya tergolong dalam keluarga sejahtera II menjadi keluarga sejahtera III