Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBELAJARAN KESETARAAN PAKET C DI UPTD SANGGAR KEGIATAN BELAJAR KABUPATEN KARAWANG Mahmuda Ardiagarini; Ahmad Syahid; Ratna Sari Dewi
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 10, No 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (JPPM)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v10i1.18287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi implementasi program pembelajaran kesetaraan paket C di UPTD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) kabupaten Karawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan studi kasus. Subyek penelitian terdiri dari satu orang kepala SKB Karawang, dua orang tutor, dan dua orang warga belajar yang menjadi sumber informasi dalam pelaksanaan program kesetaraan paket C. Proses analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi atau pelaksanaan program pembelajaran kesetaraan paket C di UPTD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) kabupaten Karawang melibatkan beberapa indikator, antara lain latar belakang, materi, metode, teknik, media, pendekatan, sikap, waktu, dan biaya. Indikator-indikator tersebut saling terkait dan memastikan efektivitas proses pembelajaran. Namun, SKB ini masih menghadapi kendala dalam hal sarana dan prasarana yang kurang memadai, sehingga warga belajar mengalami kesulitan dalam menyimak pelajaran. Selain itu, peraturan yang kurang tegas menyebabkan kurangnya kedisiplinan dalam mengerjakan tugas atau evaluasi, dan fasilitas buku di perpustakaan yang tidak lengkap dan terawat dengan baik.
Pendampingan pemberdayaan masyarakat melalui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Kalijati Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang Tika Santika; Dadan Ahmad Fadili; Ratna Sari Dewi; Ansori Ansori
Abdimas Siliwangi Vol 6, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v6i2.16945

Abstract

Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat merupakan strategi dalam pembangunan yang berpusat pada masyarakat sebagai subjek pembangunan. Untuk memberdayakan masyarakat dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki desa dimana masyarakat tinggal. Pembangunan masyarakat bisa dimulai dengan melihat perilaku dan budaya masyarakat setempat. Pendampingan Pemberdayaan dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas dalam kesejahteraan masyarakat meliputi kesejahteraan keluarga, memandirikan masyarakat miskin, mengangkat harkat dan martabat masyarakat lapisan bawah. Salah satu pemberdayaan masyarakat yang ada di Desa Kalijati adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Pengrajin Boneka. Usaha ini memiliki peran dalam mengembangkan pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang. Community Empowerment Assistance is a strategy in community-centered development as the subject of development. To empower the community can be done by utilizing the local potential of the village where the community lives. Community development can be started by looking at the behavior and culture of the local community. Empowerment assistance is carried out in an effort to improve the quality of community welfare including family welfare, self-reliance for the poor, and raising the dignity of the lower strata of society. One of the community empowerment programs in Kalijati Village is Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) of doll craftsmen. This business has a role in developing economic growth and employment in Kalijati Village, Jatisari District, Karawang Regency. 
IMPLEMENTASI PROGRAM KETAHANAN KELUARGA DI DPPKB KABUPATEN KARAWANG Samuel Roy Perdana; Tika Santika; Ratna Sari Dewi
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 10, No 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (JPPM)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v10i1.18520

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses dan hasil dari implementasi program ketahanan keluarga di DPPKB Kabupaten Karawang. Subjek dalam penelitian ini yaitu 4 orang narasumber yang terdiri dari 1 orang ketua pelaksana, 1 orang intruktur dan 2 anggota pkk. Teknik pengumpulan data yang diperoleh dalam penelitian ini dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Tahap-tahap penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu tahap persiapan/pra lapangan, tahap lapangan dan tahap analisis data. Teknik analisis data menggunakan model interaktif yaitu pengumpulan data, reduksi data, display data serta kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Proses pelaksanaan program ketahanan keluarga ini sudah berjalan dengan baik dengan tujuan mensejahterakan keluarga dan masyarakat sekitar melalui program-program yang ada. Materi yang diberikan sampaikan berupa proses menajemen keluarga serta pembinaan sumber daya manusia. Serta media yang berupa alat permainan atau edukasi dan buku dongeng bagi ibu-ibu yang memiliki anak. Adapun strategi yang diberikan berupa melakukan pembinaan kepada masyarakat. Dengan jenis evaluasi formatif dan sumatif. (2) Hasil pelaksanaan program ketahanan keluarga ini adanya peningkatan dalam kesejahteraan, kebutuhan (ketahanan fisik), taraf hidup (ketahanan ekonomi), pemberdayaan (ketahanan psikologi) dan kegiatan sosial (ketahanan sosial budaya) bagi keluarga dan masyarakat sekitar, sehingga dengan adanya program ini mereka mendapatkan pengetahuan dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
Pendampingan pemberdayaan masyarakat melalui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Kalijati Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang Tika Santika; Dadan Ahmad Fadili; Ratna Sari Dewi; Ansori Ansori
Abdimas Siliwangi Vol. 6 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v6i2.16945

Abstract

Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat merupakan strategi dalam pembangunan yang berpusat pada masyarakat sebagai subjek pembangunan. Untuk memberdayakan masyarakat dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki desa dimana masyarakat tinggal. Pembangunan masyarakat bisa dimulai dengan melihat perilaku dan budaya masyarakat setempat. Pendampingan Pemberdayaan dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas dalam kesejahteraan masyarakat meliputi kesejahteraan keluarga, memandirikan masyarakat miskin, mengangkat harkat dan martabat masyarakat lapisan bawah. Salah satu pemberdayaan masyarakat yang ada di Desa Kalijati adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Pengrajin Boneka. Usaha ini memiliki peran dalam mengembangkan pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang. Community Empowerment Assistance is a strategy in community-centered development as the subject of development. To empower the community can be done by utilizing the local potential of the village where the community lives. Community development can be started by looking at the behavior and culture of the local community. Empowerment assistance is carried out in an effort to improve the quality of community welfare including family welfare, self-reliance for the poor, and raising the dignity of the lower strata of society. One of the community empowerment programs in Kalijati Village is Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) of doll craftsmen. This business has a role in developing economic growth and employment in Kalijati Village, Jatisari District, Karawang Regency. 
PERAN PENDIDIK DALAM MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN KOLASE DI PAUD MOTEKAR X KABUPATEN KARAWANG Nabila Putri Ardiansyah; Ahmad Syahid; Ratna Sari Dewi
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 8, No 2 (2023): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v8i2.8023

Abstract

PAUD Motekar X Kabupaten Karawang masih kurang stimulan dari orang tua terhadap perkembangan fisik motorik halus, sehingga para pendidik perlu meningkatkan kemampuan fisik motorik halus para anak didik dalam kegiatan pembelajaran. Peran pendidik dalam pembelajaran salah satunya dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan fisik motorik halus anak didik yaitu melalui kegiatan kolase. Pengembangan kemampuan fisik motorik halus dalam kegiatan kolase bagi seorang anak didik merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan karena dalam kegiatan tersebut anak didik dapat bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain sehingga mampu untuk melatih perkembangan kemampuan motorik halus serta sesuai dengan prinsip pendidikan di Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD).Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui data tentang peran pendidik dalam meningkatkan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan kolase di PAUD Motekar X Kabupaten Karawang. (2) Mengetahui data tentang hasil dari peningkatan motorik halus melalui kegiatan kolase pada anak usia dini di PAUD Motekar X Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari 1 orang pengelola, 2 pendidik, dan 2 orang tua anak didik. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa: (1) Peran pendidik yang diterapkan di PAUD Motekar X Kabupaten Karawang yaitu peran pendidik sebagai fasilitator, pembimbing,dan motivator yang sudah terlaksana dengan baik dan berhasil meningkatkan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan kolase. (2) Hasil dari kegiatan keterampilan kolase adalah sebagian anak sudah mampu memilih bahan dan mengenal warna serta tekstur kemudian memadukannya pada bahan yang satu dan bahan yang lainnya sesuai pola. Dari segi kemampuan berbahasa anak didik yang sudah terlatih dan sosial emosional anak didik masih ada beberapa yang belum berkembang baik karena kurangnya ketelitian dan kesadaran pada saat mengerjakan pekerjaannya.Kata kunci : Peran Pendidik , Motorik Halus , Anak Usia Dini, Kolase
Penggunaan Alat Permainan Edukatif Dalam Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini Siska Wulandari; Ratna Sari Dewi; Ika Rizqi Meilya
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 8, No 2 (2023): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v8i2.8003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan alat permainan edukati, perkembangan kreativitas anak usia dini, dan faktor yang mempengaruhi perkembangan kreativitas anak usia dini di PAUD Surya Kasih Kota Jakarta Timur. Pnelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di PAUD Surya Kasih Kota Jakarta Timur. Subjek penelitian terdiri dari satu orang pengelola, dua orang guru, dua orang tua, dan sepuluh pesrta didik. . Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling.Data penelitian diperoleh melalui teknik obsevasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) penyampaian materi dengan menggunakan alat permainan edukatif berupa tujuan, media, materi, metode. Tahap pembimbingan meliputi pemilihan alat permaianan edukatif, pengarahan penggunaan alat permaian edukatif, dan penilaian. (3) perkembangan kreativitas anak usia dini adalah 0% Belum Berkembang (BB), 0% Mulai Berkembang (MB), 70% Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan 30% Berkembang Sangat Baik (BSB). (3) Faktor internal yang mempengaruhi perkembangan kreativitas anak usia dini melalui penggunaan alat permaian edukatif adalah faktor biologis dan faktor fisiologis anak usia dini. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan kreativitas anak usia dini melalui penggunaan alat permaian edukatif adalah faktor lingkungan keluarga dan faktor lingkungan sekolah.
Pengelolaan Pendidikan Karakter Dalam Membangun Disiplin Peserta Didik di Sanggar Tari Karang Asih Muhammad Alghifari Suryaman; Nia Hoerniasih; Ratna Sari Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3348

Abstract

AbstrakTujuan untuk penelitian ini adalah: (1) Untuk mengatahui perencanaan pendidikan karakter disiplin di Sanggar Tari Karang Asih. (2) Untuk mengatahui pelaksanaan pendidikan karakter disiplin di Sanggar Tari Karang Asih. (3) Untuk mengatahui hasil pendidikan karakter disiplin di Sanggar Tari Karang Asih. Untuk menjawab rumusan masalah penelitian yang telah dirumuskan, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di sanggar tari Karang Asih. Subjek yang dipakai dipenelitian ini yaitu : (1) Sumber informasi yaitu satu orang pengelola sanggar dan satu orang pelatih; (2) Sumber informan yaitu dua orang peserta didik. Data penelitian diperoleh dari teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahapan-tahapan penelitian menggnakan tahapan orientasi, eksplorasi, dan member check. Analisis data yang digunakan menggunakan teknik kolesi data, redukasi data, display data, dan verifikasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa tujuan dari membangun karakter disiplin disanggar tari Karang Asih yaitu untuk melatih atau mengajarkan anak anak tentang tanggungjawab terhadap setiap apa yang mereka lakukan dan setiap apa yang menjadi pilihan mereka harus bisa mempertanggung jawabkannya, Strategi yang digunakan yakni dengan melakukan pendekatan terhadap anak anak. Alokasi waktu yang digunakan untuk pelatihan tari 2 hari yakni hari sabtu sore dan hari minggu pagi. selain itu ada media ajar yang digunakan yaitu infocus, laptop, sound, dan selendang. Metode yang digunakan adalah tutorial, tanya jawab, dan praktek. Hambatan yang dihadapi tidak terlalu serius. Pengentasan hambatan dilakukan dengan berdiskusi atau rembug bersama untuk menemukan jalan keluar secara bersama sama. Selanjutnya, Pelanggaran yang sering terjadi yakni siswa masih ada yang suka terlambat datang 5-10 menit, lalu untuk hukuman bervariasi mulai dari diingatkan, peneguran sampai hukuman yang paling berat yakni tidak diikutsertakan kedalam event tari. Dan untuk Teknik evaluasinya menggunakan Teknik non test, pelatih membersamai kegiatan peserta didik. Dari hasil pengamatan dan pencatatan hasil penilaian menjadi dasar awal untuk Rencana Tindak Lanjut.Kata Kunci: Pengelolaan, Pendidikan Karakter, Disiplin AbstractThe aims of this research are: (1) To know the planning of discipline character education in Karang Asih Dance Studio. (2) To find out the implementation of disciplined character education in the Karang Asih Dance Studio. (3) To find out the results of disciplined character education at the Karang Asih Dance Studio. To answer the formulation of the research problem that has been formulated, the author uses a qualitative approach with a descriptive method. This research was conducted at the Karang Asih dance studio. The subjects used in this research are: (1) The source of information is one studio manager and one trainer; (2) Sources of informants are two dance participants. The research data were obtained from observation, interview, and documentation techniques. The research stages use the orientation, exploration, and member check stages. Analysis of the data used using data collection techniques, data reduction, data display, and verification. The results of the study indicate that the purpose of building disciplined character in the Karang Asih dance studio is to train or teach children about responsibility for what they do and what they choose to be responsible for. The strategy used is to approach children child. The allocation of time used for dance training is 2 days, namely Saturday afternoon and Sunday morning. In addition, there are teaching media used, namely infocus, laptop, sound, and shawl. The method used is tutorial, question and answer, and practice. The obstacles faced are not too serious. Alleviation of obstacles is done by discussing or discussing together to find a way out together. Furthermore, the violations that often occur are that there are still students who like to be late for 5-10 minutes, then the punishments vary from being reminded, reprimands to the most severe punishment, which is not being included in the dance event. And for the evaluation technique using a non-test technique, the trainer accompanies the students' activities. From the results of observations and recording of the results of the assessment, it becomes the initial basis for the Follow-up Plan.Keywords: Management, Character Education, Discipline 
Pemberdayaan Warga Belajar Kejar Paket C Melalui Pelatihan Sulam Kruistik Untuk Meningkatkan Keterampilan Kewirausahaan di PKBM Winaya Bhakti Ratna Sari Dewi; Yana Nursita
Kawanad : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : Yayasan Kawanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56347/kjpkm.v5i1.384

Abstract

This Community Service Activity aims to improve cross-stitch embroidery skills through a structured training program designed to foster creativity and increase the income of students at the Winaya Bhakti Community Learning Center (PKBM), Banyusari Village, Karawang Regency. The rapid development of the industrial era demands that community members possess practical skills capable of supporting their economic independence. However, many students at this PKBM have not yet had adequate access to skill-based training relevant to their daily needs. Based on observations and interviews conducted with PKBM managers and tutors, it was found that students require training programs that not only provide motivation but also directly strengthen their practical abilities. Cross-stitch embroidery was selected as the focus of this training due to its accessible technique, low production cost, and promising market potential. Through this skill, community members are expected to develop themselves, build entrepreneurial confidence, and gradually improve their family's economic condition. The program was carried out in seven structured meetings, beginning with foundational concept-building and progressing to hands-on entrepreneurship practice through cross-stitch embroidery.  
Peran Pendampingan Orang Tua Dalam Pemanfaatan Media Digital Sebagai Sumber Belajar Anak Usia Dini Fadhilah Nasywa Priyan; Safuri Musa; Ratna Sari Dewi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1468

Abstract

Media digital telah masuk ke dalam keseharian anak usia dini, tetapi manfaatnya sebagai sumber belajar sangat bergantung pada cara orang tua hadir selama penggunaan berlangsung, sehingga penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran orang tua, bentuk pendampingan yang diterapkan, serta pemanfaatan media digital sebagai sumber belajar anak usia dini di BKB PAUD Tunas Melati. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Enam informan dipilih secara purposif, terdiri atas tiga orang tua, dua guru, dan satu kepala sekolah. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan temuan diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik, konfirmasi informan, serta penelusuran jejak penelitian. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa orang tua menjalankan fungsi sebagai fasilitator, mediator, motivator, teladan, dan pengawas. Pendampingan dilakukan melalui pengawasan, percakapan selama atau setelah anak menonton, pemilihan konten, pengaturan waktu, dan penggunaan media secara bersama. Televisi dan telepon pintar menjadi perangkat yang paling sering digunakan untuk mengakses video pembelajaran, lagu, cerita digital, dan permainan edukatif. Media digital memberi pengalaman belajar yang menarik ketika materi sesuai usia, berlangsung di ruang yang mudah diawasi, dan disertai penjelasan orang dewasa. Pendampingan belum selalu konsisten karena kesibukan orang tua dan perbedaan pemahaman digital. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas interaksi lebih menentukan daripada sekadar ketersediaan perangkat atau lamanya waktu layar
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) ARYA KAMUNING DI DESA WISATA KADUELA KABUPATEN KUNINGAN Andien Novicka Zaelani Putri; Sutarjo Sutarjo; Ratna Sari Dewi
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 9 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v9i2.31453

Abstract

Community economic empowerment is an important strategy in improving welfare and independence based on local potential. Village-Owned Enterprises (BUMDes) function as village economic institutions that manage resources and develop productive community businesses. In the context of tourism villages, BUMDes play a strategic role in integrating tourism potential with community economic activities. However, the implementation of empowerment through BUMDes still faces challenges, particularly in community participation, equitable distribution of benefits, and management quality. In addition, studies that specifically examine the process of community economic empowerment through BUMDes in tourism village contexts remain limited. This study aims to analyze the process of community economic empowerment through BUMDes Arya Kamuning in Kaduela Tourism Village, Kuningan Regency, as well as to identify supporting and inhibiting factors and the outcomes achieved. This research uses a qualitative approach with a case study method through interviews, observations, and documentation involving seven informants. The results show that the empowerment process is carried out through stages of awareness, capacity building, empowerment, and independence. BUMDes plays a role in creating business opportunities, increasing income, and strengthening community skills. Supporting factors include tourism potential and village government support, while inhibiting factors include limited human resources and fluctuating tourist visits. Overall, empowerment has a positive impact, although institutional strengthening and increased community participation are still needed.